MajalahDrise.com – Salam kreatif kembali para D’Riser, dalam rubrik writepreneur kali ini, kita akan ngulik bareng soal habits penulis agar kamu semua dapat tetap kreatif dan eksis terus di dunia penuh kreativitas ini.FYI neh, habits penulis ini juga bisa disebut sebagai kebiasaan, tabiat ataupun hal yang emang kudu ada pada tiap penulis, apalagi bagi kamu-kamu yang ngaku masih pemula.
Oke, deh, Bro and Sist, soal habits penulis ini emang hal alamiah yang bakal dialami oleh setiap penulis. Artinya, habits penulis ini didasarkan pada fakta empirik yang lazim dilalui dan dirasakan oleh para penulis. Yuk, kita bocorin satu demi satu soal habits penulis ini; habits yang pertamabagi seorang penulis itu adalah suka membaca, habits yang kedua, dia senang berdiskusi, berikutnya, seorang penulis itu adalah sosok yanggemar meneliti, selanjutnya, penulis itu kudu mencintai bahasa, dan yang terakhir, seorang penulis itu selayaknya punya komunitas ato mampu menjalin komunitas.
Nah, di edisi D’Rise kali ini, kita mo ngulik habits yang pertama, yaitu seorang penulis itu sosok yang suka membaca. Bahkan, sebenarnya seorang penulis itu harus punya kebiasaan membaca yang baik karena ia emang butuh sumber energi, berupa ilmu agar dapat berbagi melalui karya dengan para pembacanya.
Seorang penulis adalah pembaca yang baik, dia adalah seorang penikmat buku yang paling lahap, bahkan rakus! Mo contoh, kenal Syaikh Abu Ibrahim bin Ismail, kan? Dia itu seorang ulama kondang dari Bayt al-Maqdis, Palestina, seorang doktor dari Universitas al-Azhar, Kairo Mesir, sekaligus pernah menjadi qadhi ato hakim di mahkamah syari’ah al-Quds. Sepanjang hidupnya, dia menulis banyak kitab yang kini jadi maroji’ utama para aktivis partai politik yang didirikannya. Kitab-kitab yang ditulisnya itu telah menjadi guidence para pejuang syari’ah wal khilafah di seluruh dunia. Sebelum wafatnya, dia telah membaca ribuan kitab klasik para ulama, bahkan membaca ribuan buku para pemikir asing untuk dikritisi dan dibongkar kesesatannya.
Para penulis kaliber dunialainnya pun adalah seorang pembaca yang hebat, bahkan mereka secara khusus menyediakan waktu tertentu, hanya untuk membaca, seperti Agatha Christie, penulis novel-novel thiller-horror, yang tidak boleh diusik, apalagi diganggu saat ia sedang membaca. Kebiasaan membaca seperti ini juga ternyata biasa dilakukan para tokoh dan pemikir, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan para tokoh bangsa lainnya.Saat mereka diasingkan oleh pemerintah kolonial pun, barang bawaan paling banyak yang merekabawa, ternyatabuku!
Mereka yang keranjingan baca seperti itu, tentu memiliki output yang hebat juga, Bung Karno adalah seorang public speaker yang luar biasa, setiap kali Si Bung berpidato, ribuan rakyat menyemut di sekelilingnya, jutaan lainnya mendengarkannya via radio. Bahkan, kaset-kaset pidatonya bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bukan hanya itu, Si Bung juga adalah sosok penulis yang hebat, karya-karyanya terhimpun dalam buku Dibawah Bendera Revolusi yang kini harganya ditaksir gila-gilaan oleh para kolektor!
Saya juga adalah seorang maniak baca, nyaris setiap waktu luang yang saya punya, saya pake buat baca! Kalo saya bepergian kemana aja, jauh atopun dekat, saya suka bawa buku. Jujur aja, saya ngerasa lebih pede kalo saya megang buku atopun nyakuin buku di tas. Saya ngerasa punya peluru dan mesiu untuk diledakkan kapan pun saya mau, baik secara lisan maupun tertulis! Membaca buku seolah telah jadi kebutuhan asasi bagi saya. Saking antusias dan ngebetnya pada aktivitas membaca buku ini, tiap kali ngisi training atopun pengajian, saya dengan bangga memperkenalkan diri sebagai predator buku alias pemangsa buku yang paling rakus. Saking ngebetnya pada aktivitas baca ini, saya pernah ngabisin ribuan halaman buku hanya dalam semalam!
Oke, Bro and Sist, kali ini saya mo berbagi tips, biar kamu semua-mua suka membaca sebagai bagian dari habits penulis: 1.ketahui ambak-nya (apa manfaatnya bagi aku)? Hayo dengan baca, apa manfaatnya? Walah pasti seabreg-abreg, tuh, manfaatnya! 2.ketahui interest-mu dimana? Kamu suka and tertarik sama apaan, cari deh buku yang ngomongin soal yang kamu suka itu. 3.ketahuilah penulis, penerjemah, penyunting dan penerbit fave kamu. Kalo dah kesengsem, wah alamat kamu bakal jadi pembaca setianya. 4.aktif berkarya agar kamu terus berpacu lebih baik, kamu pasti butuh energi dan nutrisi dengan membaca. 5.ketemu sama orang-orang yang gila baca kek saya, ntar saya tularin virus gila bacanya. ^_^ b
Kalo kamu sudah mulai keranjingan baca, ayo lanjut berkarya dengan menulis, ya?! Jangan kek temen saya sesama penulis yang sama-sama maniak baca, diangaku masuk toilet pun, dia sempat-sempatnya bawa buku, koran ato majalah buat dibaca. Walah gawat kalo gitu, mah! Ok, di edisi depan, kita lanjut dengan habits penulis berikutnya?! []
di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43