Kelaparan Paling Memilukan

Pada isaran tahun 1943-44, lebih dari 3  juta orang meninggal karena kelaparan dan malnutrisi di provinsi Bengali, India. Walaupun paceklik memang sering terjadi di India karena pengaruh angin musim (monsoon), tragedi Bengali ini dianggap sebagai bencana kelaparan terburuk di abad 20.

Tragedi memilukan ini diakibatkan oleh perbuatan dan keserakahan manusia penjajah Inggris.  Dr Gideon Polya, seorang ahli biokimia dari Australia bahkan tak ragu menyebut kelaparan Bengali ini sebagai holocaust, karena sangat jelas penyebab utama bencana itu adalah kebijakan Inggris yang menguras habis hasil panen India dan mengirimkannya untuk cadangan makanan pasukan Inggris di seluruh dunia.

Padahal, Kabinet Perang Inggris sudah diperingatkan berkali-kali akan potensi terjadinya bencana kelaparan. Hasilnya, pemerintah Inggris membunuhi hampir 4 juta orang rakyat jelata di Bengali hanya dalam waktu 1 tahun. Sungguh kejaam!!

Para pengamat baik dari India maupun Inggris menuding bahwa dalang dari tragedi kelaparan ini adalah Winston Churchil, perdana menteri sekaligus pemimpin Kabinet Perang tahun 1940-45.

Tahun 2010, Madhusree Mukherjee, penulis sekaligus jurnalis Bengali menulis buku “Churchill’s Secret War” yang membongkar peran Churchill dalam bencana kemanusiaan itu. Dalam bukunya, Mukherjee juga menggambarkan keadaan Bengali ketika bencana kelaparan itu terjadi. Banyak dari mereka yang kelaparan akhirnya putus asa dan mengakhiri hidup mereka dengan melemparkan diri ke kereta yang sedang berjalan.

Para orang tua membuang anak mereka yang kelaparan ke sungai dan sumur. Anak-anak makan dedaunan dan tumbuhan merambat  bahkan rumput. Mayat-mayat bergelimpangan karena mereka yang hidup terlalu lemah untuk mengubur maupun mengkremasi mereka yang meninggal.

Bahkan banyak mayat yang akhirnya dimakan anjing. Mereka yang tidak ingin mengalami nasib serupa sampai rela melakukan apapun demi bertahan hidup. Para wanita melacurkan diri, dan para ayah menjual anak-anak mereka sendiri demi uang. Hii, ngeri.. Mukherjee mengungkap sikap Churchill yang sama sekali tak peduli dengan keadaan rakyat Bengali akibat strategi perangnya.

 Dalam salah satu rapat Kabinet Perang, Churchill justru menyalahkan rakyat India sendiri karena mereka “berkembang biak seperti kelinci”. Ketika pemerintah kolonial di Delhi mengirim telegram yang menceritakan bencana yang terjadi akibat kelaparan, Churchill hanya merespon dengan  pertanyaan ketus, “Lalu kenapa Gandhi belum juga mati?”.  Yang bikin geram, Mukherjee mengungkap dalam bukunya bahwa sebenarnya ada kapal yang mengangkut gandum dari Australia, tapi alih-alih diberikan pada rakyat Bengali yang kelaparan, Churchill malah mengalihkan gandum itu ke prajurit Inggris di Mediterania dan Balkan untuk persediaan makanan mereka.

Bahkan, seolah untuk melengkapi kekejaman Churchill, pemerintah kolonial Inggris pun menolak bantuan makanan untuk India dari Kanada dan Amerika! Sadis broo…!

D’Riser itulah kejamnya kaum penjajah. Mereka tak segan mengubur rasa kemanusiaan demi mendapat keuntungan dan keselamatan, walau orang lain harus mati bergelimpangan. Itu karena pandangan hidup mereka yang individualis dan materialistis, bahkan nggak sedikit juga dari mereka yang rasis! Seperti si Winston Churchill itu.  

Sementara Islam sudah pasti tidak begitu. Rasulullah Saw mengajarkan, politik luar negeri negara Islam dilakukan dalam rangka menyebarkan dakwah. Kalaupun terjadi perang, maka itu hanya untuk menghancurkan pihak-pihak yang menghalangi dakwah Islam dengan kekuatan senjata. Karena itu tak heran, walaupun menaklukkan banyak negeri, tapi Khilafah Islam tidak memperbudak apalagi membantai rakyatnya. Negara seperti ini baru top banget untuk diperjuangkan.[]

Ketika Rakyat Inggris Menderita Kelaparan

Negara Khilafah Utsmaniyah di abad 19, walaupun di ambang kemunduran, tapi masih termasuk  negara besar. Ketika terjadi kelaparan besar (Great Famine) yang melanda Irlandia di wala tahun 1845, Sultan Abdul Majid I menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 poundsterling demi meringankan bencana kelaparan Irlandia yang sudah mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Menariknya, Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 pound, karena dia telah mengirim hanya 2,000 pound. Sultan pun mengirim 1,000 pound, namun diam-diam juga mengirim 3 kapal penuh makanan. Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani.

Karena peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal di Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki. Bahkan, sebagai ungkapan terima kasih pada Ustmani mereka menambahkan gambar bulan bintang pada lambang kota Drogheda, sampai sekarang. Simbol bulan  bintang ini juga  terpapang di logo klub sepak bola Drogheda United. []

The 13th warrior

Ada yang pernah nonton film the 13  warrior? Film tahun 1999 yang dibintangi oleh Antonio Banderas ini  menceritakan kisah petualangan Ahmad ibn Fadlan, seorang diplomat Arab di tengahtengah bangsa Viking di sungai Volga. Film ini diadaptasi dari novel Eaters of the Dead, karya Michael Crichton yang juga mengarang novel Jurassic Park.

Nah, novel  Eaters of the Dead ini terinspirasi dari epik Beowulf dan juga catatan sejarah dari Ahmad bin Fadlan, seorang diplomat khilafah Abbasiyah. Ahmad bin Fadlan bin al-Abbas bin Rasyid bin Hammad adalah nama lengkapnya. Menurut catatan sejarah, ia adalah seorang yang faqih dalam hukum Islam yang hidup pada zaman khalifah alMuqtadir pada abad 10 M.

Selain sebagai orang yang faqih yang juga mengabdi di istana khalifah, sangat sedikit yang diketahui  tentang Ahmad bin Fadlan sebelum tahun 921 M, tahun ketika ia memulai perjalanannya sebagai utusan ke negeri Volga Bulgaria.

Orang Volga Bulgar menempati tepi timur sungai Volga di daerah yang sekarang dikenal  dengan Rusia. Sebelumnya, pada abad 6 M sekelompok orang Bulgar ini menyerang negeri di daerah  Balkan, kemudian mereka  berasimilasi dengan penduduk setempat dan menganut agama Kristen dan menamakan negeri itu Bulgaria. Ibnu Fadlan diutus dari Baghdad untuk menjadi sekretaris duta besar Khilafah Abbasiyah untuk Volga Bulgaria.

Penguasa Volga Bulgaria saat itu adalah Almis, penguasa (emir) muslim pertama bagi bangsa Bulgar di negeri tersebut. Misi utama dari para utusan itu adalah menjelaskan hukum-hukum Islam kepada bangsa Bulgar yang baru memeluk Islam, selain sebagai respon atas permintaan bantuan dari penguasa Volga Bulgar untuk menghadapi musuh mereka yaitu bangsa Khazar.

Selama perjalanan dan masa tugasnya Ibnu Fadlan pun mencatat berbagai pengalaman, masyarakat dan tempat-tempat yang ia kunjungi. Sebagain dari catatan Ibnu Fadlan ia dedikasikan untuk membahas bangsa Rus atau Rusiyyah. Menurut mayoritas para ilmuwan kemungkinan besar yang dimaksud ibnu Fadlan adalah bangsa Rus’ atau Varangian, yang merupakan nama lain dari bangsa Viking. Sehingga catatan Ibnu Fadlan ini menjadi salah satu catatan penting tertua yang menggambarkan bangsa Viking.

Bangsa Rus yang dijumpai oleh Ibnu Fadlan adalah para pedagang yang  mendirikan basis perdagangan mereka di tepi sungai Volga berdekatan dengan perkampungan Volga Bulgar. Menurut Ibnu Fadlan, bangsa Rus memiliki tubuh yang paling sempurna. Badan mereka tinggi bagai pohon kurma, rambut mereka pirang dan kulit mereka kemerahan. Sekujur tubuh mereka mulai dari leher sampai ujung kuku dihiasi berbagai motif tatto berwarna hijau gelap. Sayangnya, walau fisik mereka “sempurna” Ibnu Fadlan menilai gaya hidup mereka sangat menjijikkan, sampai-sampai Ibnu Fadlan menyebut mereka makhluk Allah paling jorok.

Dalam catatannya, disebutkan bahwa bangsa Rus datang dari negeri mereka dengan kapal melalui sungai Volga, dan membangun rumah kayu besar di tepi sungai. Satu rumah itu ditinggali oleh belasan sampai puluhan orang, plus ditemani oleh budak-budak wanita. Ibnu Fadlan menyebutkan bahwa mereka tidak beristinjak, tidak mandi junub, dan tidak mencuci tangan setelah makan. Mereka seperti keledai yang berkeliaran.

Untuk membersihkan diri mereka cukup dengan mencuci muka dan kepala mereka tiap hari, itupun dengan air yang paling menjijikkan sedunia.  Setiap pagi budak itu membawa baskom berisi air yang diserahkan kepada tuannya, yang ia gunakan untuk mencuci tangan, wajah dan rambutnya. Ia kemudian  mencelupkan sisir kedalam baskom dan menyisir rambutnya. Tak lupa ia meludah dan membuang ingus dan dahak ke dalam baskom.

Tak ada satupun hal menjijikkan yang tidak akan dia lakukan dengan air itu. Setelah ia selesai, si budak itupun membawa baskom berisi air berpolusi itu ke orang yang di sebelah tuannya. Ia pun melakukan hal yang sama seperti kawannya. Terus begitu sampai semua orang dalam rumah itu membuang ingus, meludah dan mencuci muka dan rambut mereka dengan sebaskom air yang sama. Hiiy.

Walaupun aktivitas utama mereka berdagang, tapi penampilan bangsa Rus menunjukkan bahwa mereka juga bangsa petarung. Kaum lelaki mereka memakai jubah yang menutupi setengah tubuh mereka, dan membiarkan salah satu lengannya terbuka. Setiap orang dari mereka membawa kapak, pedang dan belati, dan tak pernah tampil tanpa membawa ketiganya. Sebagai penyembah berhala, mereka selalu mengadakan ritual dengan mengorbankan binatang ternak. Bila salah seorang dari mereka mati ia akan dibakar di atas perahu kecil.

Namun bila yang mati adalah petinggi mereka, maka salah satu budaknya harus ikut mati dan dikremasi bersama tuannya. Itulah sebagian catatan Ibnu Fadlan mengenai perjalanan dan  pertemuannya dengan bangsa Viking yang Ia tulis setelah kembali ke Baghdad. Sayangnya sebagian dari catatan nya itu hilang. Namun fragmen-fragmen yang bertahan bisa menunjukkan betapa tingginya peradaban Islam, dan sebaliknya betapa rendahnya peradaban Eropa pada masa itu. Rasul saw bersabda “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam” (HR. AdDaruquthni). Setuju?[]

Minuman Paling Berbahaya

Miris rasanya hati ini membaca berita bahwa Kementrian Dalam Negeri berencana untuk  mencabut perda larangan minuman keras alias miras. Alasannya, perda-perda yang dicabut itu menghambat investasi dan pembangunan.

 Haduh, bener-bener bikin tepok dada dan ngelus jidat deh… Padahal, kalaupun ada sedikit manfaatnya, kerusakan akibat miras itu jauh lebih besar. Bahkan kerugiannya bukan cuma di dunia saja, tapi ngikut sampe akhirat!

Nah loh… Mungkin perlu ditegaskan, yang dimaksud minuman keras itu bukan es batu loh ya! Tapi minuman yang memabukkan alias khamr. Rasulullah SAW memperingatkan bahaya khamr dalam hadits riwayat Imam Thabrani,

 “Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia mati sementara ada khamr di dalam perutnya, maka ia mati sebagaimana matinya orang Jahiliyyah.”

Wajar memang kalau khamr disebut mbahnya kejahatan, karena faktanya, khamr benerbener bisa mempengaruhi peminumnya untuk melakukan kejahatan lain yang jauh lebih merusak. Contoh Gampangnya seperti peristiwa tragis yang dialami oleh Yuyun, ternyata salah satu pemicunya selain pornografi, adalah karena para pelaku sedang mabuk miras.

Terkait kasus ini, Ihsan Gumilar, Ahli Neuropsikologi Saraf, mengomentari bahwa alkohol yang diminum para pelaku mematikan kendali otak terhadap hasrat seksual akibat kecanduan pornografi. “Dorongan seksualnya terus muncul, tetapi kemampuan otaknya untuk mengendalikan diri dihilangkan oleh alkohol, dan otak tidak bisa lagi mengontrol,” akibatnya terjadilah perbuatan biadab itu.

Pada 2015, Washington Post dan Kaiser Family Foundation mengadakan survei terkait pelecehan seksual dan perkosaan di 500 kampus di Amerika Serikat. Dari 1.057 responden, sebanyak 62 % mengatakan mereka mengkonsumsi alkohol sebelum insiden pelecehan seksual  maupun perkosaan terjadi. Sementara itu, menurut penelitian yang dirangkum Antonia Abbey dari Wayne State University menunjukkan bahwa setidaknya 50 % kekerasan seksual di kampuskampus AS dapat diasosiasikan dengan konsumsi alkohol.

Lebih detailnya lagi, survei menunjukkan bahwa 74 % pelaku dan 55 % korban  dalam pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung.  Nah itulah beberapa penelitian korelasi miras dengan perkosaan. Padahal, tentunya bukan cuma kejahatan seksual saja yang dipicu oleh khamr, tapi juga tindak kejahatan lainnya seperti pemalakan dan pemerasan, tawuran, penganiayaan bahkan pembunuhan. Ini karena khamr menekan pusat pengendalian diri yang terdapat dalam otak, makanya peminum khamr jadi lebih berani dan agresif.

Aturan apapun ditubruk! Itulah salah satu hikmah diharamkannya Khamr yang bisa menutup atau menghilangkan akal. Padahal akal itulah yang membedakan manusia dengan binatang sehingga bisa membedakan yang salah dengan yang benar. Pentingnya akal juga ditunjukkan dengan diulang-ulangnya makna akal dalam Al-Qur’an, bahkan AlQur’an juga mencela orang-orang yang tidak menggunakan akalnya untuk berpikir.

Karena itulah dalam Islam, akal menempati kedudukan yang penting, bahkan termasuk dari 8 hal yang harus dijaga dalam kehidupan manusia, selain agama, keturunan, kehormatan, jiwa, keamanan,  harta dan negara.  Jadi, sebetulnya mengherankan banget, kok mau-maunya orang minum khamr dan merusak akalnya sendiri!  

Apalagi, ternyata khamr juga sangat  berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain merusak sel-sel otak, khamr juga merusak jantung, pankreas, liver dan sistem syaraf. Belum lagi berbagai macam penyakit yang ditimbulkan akibat khamr. Bikin ngeri! Apalagi kalau yang diminum itu miras oplosan, bisa langsung klenger sampe game over di tempat.

Belum lagi kalau kita bicara konsekuensi di akhirat bagi pecandu khamr, hiiy, ngeri kuadrat! Ibn Abbas berkomentar “Saat ayat tentang pengharaman turun, sebagian sahabat saling mengunjungi sebagian yang lain. Mereka menyatakan bahwa khamr telah diharamkan dan dijadikan setara dengan syirik.”

Rasulullah SAW pernah bersabda, “(Dosa) pecandu khamr itu seperti (dosa) penyembah berhala.” (HR Ahmad). Ini menunjukkan bahwa minum khamr itu termasuk dosa besar. Bahkan, meminum khamr memiliki hukuman had tersendiri di dunia yaitu 40 kali cambukan, tapi bila pelaku mengulanginya sampai 4 kali, hukumannya adalah mati!

Hii… Nah itulah bahaya dari minuman khamr di dunia dan akhirat. Karena itulah sudah seharusnya negara melarang total produksi dan peredaran miras, karena miras bukanlah komoditi dan sumber investasi, tetapi biang tragedi. Semoga syariat Islam bisa diterapkan secara kaaffah dalam bingkai negara khilafah, agar bahaya miras dan semua kejahatan yang diakibatkan olehnya bisa diatasi dengan tuntas. Catat![

The Most Amazing Journey

Setiap tanggal 27 Rajab, kaum Muslimin di seluruh dunia memperingati sebuah peristiwa yang  super duper bersejarah banget. Yup, itulah hari Isra’ dan Mi’raj. Hari dimana Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah dari Makkah ke Baitul Maqdis di Palestina (Isra’), serta menanjaki langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj), dan kemudian kembali lagi ke Makkah, semua dalam waktu kurang dari 1 malam! MasyaAllah!  

Ditemani oleh malaikat Jibril dan Mikail, Rasulullah SAW melakukan Isra’ dengan mengendarai Buraaq, yaitu makhluk yang ukurannya lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari bagal (hewan blasteran kuda betina-keledai jantan) tapi sekali melangkah mampu menempuh jarak sejauh mata memandang. Berdasarkan riwayat dari imam Nasa’i, sebelum menuju Baitul Maqdis Rasulullah juga singgah dan melaksanakan shalat di Thaibah (Madinah), Thursina (Gunung Sinai), tempat nabi Musa AS menerima wahyu, dan Bethlehem (Baitul Lahm), tempat kelahiran nabi Isa AS.  

Sesampainya di Baitul Maqdis, ternyata Masjid al Aqsha dipenuhi oleh para Nabi dan Rasul. Kemudian Rasulullah SAW pun shalat 2 rakaat mengimami orang-orang pilihan Allah tersebut. Setelah itu baru Rasulullah Mi’raj menaiki lapis demi lapis langit hingga ke Baitul Ma’mur  yang ada di langit ke 7. Di Baitul Ma’mur yang menjadi kiblat para penduduk langit, Rasulullah SAW berjumpa dengan Nabi Ibrahim AS khalilullah.  

Dari Baitul Ma’mur kemudian kedua kekasih Allah itu menuju Sidratul Muntaha. Disinilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat 5 waktu, dan kemudian beliau diantar kembali ke Makkah. Selama perjalanan Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah SAW berjumpa dengan para Nabi dan Rasul, para Malaikat, bahkan melihat surga dan neraka. Sungguh luar biasa.  Peristiwa Isra’ dan Mi’raj, walaupun benar-benar terjadi, namun karena akal dan pengetahuan manusia yang terbatas menyebabkan fakta ini sulit dicerna dan diterima orang, terutama peristiwa Mi’raj.

Ketika penduduk Makkah mendengar penuturan dari Rasulullah SAW tentang perjalanannya, mereka malah menertawakan dan menganggapnya gila. Sebagian mualaf bahkan berbalik menjadi murtad setelah dikompori kaum kafir. Tapi bagi mereka yang mantap dalam berakidah, kisah perjalanan Rasulullah SAW justru semakin memperkuat keimanan mereka. Misalnya Abu Bakar RA yang langsung membenarkan semua apa yang diceritakan Rasulullah tanpa ragu.  Memang, bagi orang di masa itu yang transportasinya hanya mengandalkan kuda, peristiwa Isra’ sangat sulit diterima akal, apalagi peristiwa Mi’raj.

Hingga zaman rocket-science seperti sekarang pun, mukjizat Mi’raj belum bisa sepenuhnya dijelaskan oleh IPTEK. Sebenarnya memang tidak perlu juga sih mengait-ngaitkan sains dengan mukjizat, sebab mukjizat sendiri merupakan suatu peristiwa yang di luar kewajaran alias menyalahi sains & “hukum alam”, semata untuk menunjukkan kekuasaan Alloh.

Jadi, mempertentangkan mukjizat dengan sains yang sejak awal gak berkaitan, sama saja ibarat Jaka Sembung naek gojek, gak nyambung gitu bro & sis!  Agar kita menyadari betapa besarnya kekuasaan Alloh, yuk, kita renungkan. Bayangkan, jika langit pertama (dunia) dipahami sebagai ruang angkasa yang diisi dengan milyaran planet, bintang dan galaksi, maka jarak dari bumi hingga ujung terjauh yang bisa diamati manusia adalah 46.5 milyar tahun cahaya. Sementara, 1 tahun cahaya sebanding dengan jarak 9 triliun kilometer!

Tinggal dikalikan aja tuh. Itu baru jarak observable  universe (alam semesta yang bisa diamati) aja lho, padahal para ilmuwan meyakini  bahwa alam semesta jauh lebih luas. Lantas bagaimana dengan langit ke 2,  ke 3 dan seterusnya? Wah, hanya Allah yang tahu…   

Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa perjalanan Mi’raj adalah perpindahan ke dimensi yang lebih tinggi, dari alam dimensi  3 (langit ke 1) yang kita tempati ke alam dimensi 4 (langit ke 2) dan seterusnya. Wah, jangankan berpindah antar dimensi, berpindah tempat dalam dimensi yang sama saja, manusia masih keteteran. For your information, rekor kecepatan yang ditempuh manusia adalah ketika pesawat Apollo 10 kembali dari bulan, yaitu 11 km/detik. Sedangkan rekor kecepatan pesawat tanpa awak adalah 70 km/detik.

Sangat jauh dibandingkan dengan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 km/detik, yang sampai sekarang pun para ilmuwan masih kebingungan bagaimana cara mencapainya. Allahu akbar.  Maka tak heran dalam riwayat Imam Muslim Rasulullah SAW memberi perumpamaan luasnya alam akhirat dibanding alam dunia ini adalah ibarat samudera dengan setetes air yang menempel di ujung jari. Makanya jadi manusia gak pantas untuk sombong.

Apalagi sampai pede bikin aturan sendiri untuk ngatur manusia seperti dalam sistem demokrasi. Tunduk aja ama aturan Allah. Terapkan syariah. Hidup jadi berkah. Gitu aja kok repot![]