Bentuknya Mini Manfaatnya Maksi

Bendanya kecil bin imut. Dari anak sekolahan hingga orang kantoran  udah akrab ama benda ini. Saking akrabnya, jadi sering kelupaan  Bnaro atau malah ketinggalan. Kadang terselip di sela-sela buku.  Kadang lupa dicabut dari CPU. Padahal kalo udah kehilangan, yang  punyanya dijamin kelabakan. Gimana nggak, ukurannya yang mini  berbanding terbalik dengan manfaatnya yang maksi. Pasti tahu dong  benda apa yang dimaksud?

Yup bener banget, flash disk! Penggerak kilat USB alias USB flash drive adalah alat penyimpanan  data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang  terintegrasi. Penggerak kilat ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa  dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang  tersedia untuk penggerak kilat USB ada dari 64 megabita sampai 512  gigabita. Besarnya kapasitas media ini tergantung dari teknologi memori  kilat yang digunakan. Asal usul flashdisk di awali oleh Penemuan Flash Memory (NOR  dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada  Toshiba.

Sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr.  Shoji Ariizumi. Type flash chip NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh  intel pada tahun 1988. NOR flash sendiri adalah flash dasar yang  membutuhkan waktu cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi  menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak  terhadap semua lokasi memori. Sangat bagus untuk menggantikan ROM  model lama seperti BIOS, karena memungkinkan untuk mengupdate kode  program yang tersimpan. Sementara NAND flash dipasarkan oleh Toshiba pada tahun 1989  yang bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan lebih cepat serta  membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya.

Dengan kapasitas  penyimpanan lebih besar dan biaya produksi lebih kecil menyebabkan  flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage yang kemudian  melahirkan USB Flash Drive. Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkannya pertama  kali USB Flash Drive karena ada tiga perusahaan yang memperselisihkan  yaitu M-Systems, Netac, dan Trek 2000. Trek  Technology dan IBM mulai menjual USB flashdisk  pertama secara komersial pada tahun 2000. Trek  Teknologi Singapura menjual sebuah model yang  dijuluki ThumbDrive dan drive IBM yang pertama di  pasarkan di Amerika Utara yang disebut DiskOnKey. Flash disk punya banyak kelebihan  dibandingkan alat penyimpanan data lainnya,  khususnya cakram flopi atau cakram padat. Alat ini  lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta  lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian  yang bergerak) daripada disket.

Namun Penggerak  kilat USB juga memiliki umur penyimpanan data yang  singkat, biasanya ketahanan data pada Penggerak kilat  USB rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori  kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan  dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data  hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek  terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya  benar. Kini, selain sebagai media penyimpanan,  Flashdisk juga punya fungsi lain yang tak kalah  kerennya. Perkembangan teknologi informasi  menjadikan flashdisk bisa digunakan sebagai  tambahan memory RAM, sebagai pengganti  HardDiskDrive (HDD) , juga bootable device untuk  menginstall sebuah sistem operasi (operating system)  windows.

Driser, kalo kamu punya flashdisk, jagain deh  baik-baik. Biar nggak ketinggalan di warnet atau lupa  naro. Kebayang dong gimana repotnya kalo data-data  penting kita yang tersimpan di flashdisk ikut raib. Oh  ya, flashdisk juga bisa jadi tempat peternakan virus  lantaran sering dicolokkin ke banyak CPU atau laptop.  So, rajin-rajin deh periksa pake antivirus seperti  Smadav, Nod32, Avast, Avira, atau yang lainnya untuk  meminimalisir berkembangnya virus di flashdisk kita  tercinta. Ok? [341]

03 Maret 1924

Khilafah adalah bentuk sistem pemerintahan Islam. Kepala negaranya dikenal dengan  sebutan khalifah. Khilafah atau khalifah berasal dari kata dasar ‘khulafa’ yang artinya  Kpengganti. Maksudnya, pengganti Rasulullah saw dalam memimpin urusan umat.

Seperti yang dilakukan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib  yang silih berganti memimpin umat pasca Rasul saw wafat. Kepemimpinan empat shahabat  ini yang populer dengan julukan Khulafaur Rasyidin. Estafet kepemimpinan umat Islam terus bergulir sepanjang tahun selama kurang  lebih 14 abad. Setelah masa Khulafaur Rasyidin berakhir, dilanjutkan para khalifah di masa  dinasti Umayyah mulai dari Muawiyyah bin Abi Sufyan hingga Marwan bin Muhammad.  Kemudian diteruskan para khalifah di masa dinasti Abbasiyah mulai dari Abul Abbas as Safah  hingga Al Mutawakkil Alallah.

Dan berakhir di masa dinasti Utsmaniyah dari Sultan Salim I  hingga Sultan Abdul Madjid Kan II. Sedih deh kali kita inget saat-saat terakhir menjelang keruntuhan Khilafah.  Awalnya, Inggris berhasil menduduki Istambul, Turki pada perang Dunia I (1914 M). Lalu  seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika, Mustafa Kemal Pasha,  ditugaskan untuk menjalankan agenda Inggris di Turki sebagaimana tercantum dalam  “pernyataan Curzon”, yaitu: penghapusan Khilafah secara total, pengusiran khalifah sampai  keluar batas-batas negara, penyitaan kekayaan khalifah, dan pernyataan sekularisasi negara.

Pernyatan ini merupakan syarat yang harus dipenuhi Turki untuk mendapatkan  kemerdekaannya dari Inggris. Mayoritas anggota Majelis Nasional Turki yang berpusat di Ankara dengan tegas  menentang apa yang tercantum dalam pernyataan Curzon. Tapi mereka diancam Kemal akan  dibunuh dan dihukum gantung. Akhirnya Majelis Raya Nasional menggelar sidang pada  tanggal 01 Maret 1924 selama tiga hari untuk mensikapi adanya dualisme pemerintahan di  Ankara dan Istambul.

Terjadi perdebatan alot dan sengit karena Mustafa Kemal sebagai  pimpinan majelis terang-terangan hendak menghapus kekhilafahan Islam yang dipimpin  Khalifah Abdul Majid II di Istambul. Dan tepat pada pagi hari tanggal 03 Maret 1924, Majelis Nasional mengumumkan  telah menyetujui penghapusan khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara.  Malamnya, Khalifah Abdul Majid II diusir dari rumah kediamannya atas perintah Mustafa  Kemal. Khalifah dipaksa masuk mobil dan dibawa melintasi perbatasan negara menuju Swiss.

Kemudian diturunkan dengan dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan  sejumlah uang. Dengan demikian, Mustafa Kemal telah berhasil memenuhi persyaratan Curzon,  Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan  Turki. Di Gedung Parlemen Inggris, Curzon menyatakan, “…Turki telah dihancurkan dan tidak  akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritual mereka, yaitu  Khilafah dan Islam…”

Driser, pasca runtuhnya khilafah, tidak ada lagi yang menjaga dan melindungi  kaum muslimin dari serangan ideologi kufur. Akibatnya mayoritas umat Islam terkontaminasi  oleh pemikiran-pemikiran yang merusak. Nyawa dan kehormatan kaum muslimin sama  sekali nggak berharga. Dimana-mana umat Islam dibantai tanpa ada yang bisa mencegahnya.  Padahal jumlah kaum muslimin di dunia ada semilyar! Semilyar tapi bagai buih yang  terombang-ambing lautan. Nah, D’Riser jangan leha-leha. Masalah besar ini adalah masalah kita bersama.

Seluruh umat Islam mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi umat yang  sangat terpuruk. Termasuk kita para remaja pemegang tongkat estafet kebangkitan Islam.  Makanya nggak usah ragu. Saatnya kita bergabung dengan barisan pejuang khilafah untuk  menyambut kebangkitan Islam jilid kedua. Yuk![]

BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)

Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL.

Maju perut pantat  mundur! Dia tak perlu nyopir sendiri, karena  sudah bisa menggaji sopri. Ternyata, perjalanan karier si teman dari  periode simpati ke eksis lantas jadi XL, hanya  lantaran berbisnis barang cetakan. Bukan  sembarang cetakan coy, tapi cetakan  sekretariat DPR RI! Kita baru ngeh dengan fenomena kere  munggah bale tersebut, setelah media massa  membongkar kelakuan DPR bermandi duit.  Coba itu, nyetak kalender 2012 yang norak  nian, menelan biaya Rp 1,3 milyar.

Padahal,  harga wajarnya paling banter Rp 15 ribu/buah.  Pantesan, kawan tadi cepet sugih. Lalu untuk pengharum ruangan anggota  DPR, anggarannya Rp 1,6 milyar; Mesin absen  4 milyar; renovasi toilet 2 milyar; area parkir 3  milyar; renovasi ruang rapat Banggar 20,3  milyar.  Tapi, watak asli DPR tampak dalam  anggaran tahun 2012 sebesar Rp 2,94 triliun  (Kepres no 32/2011 tentang Rincian Anggaran  Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran  2012).

Duit sebanyak itu akan dihabiskan  untuk: peningkatan sarana dan prasarana  aparatur DPR Rp 709,63 miliar, pengadaan  perlengkapan sarana dan prasarana kantor Rp  104,73 miliar, pemeliharaan dan  penatausahaan sarana dan prasarana gedung  Rp 259,38 miliar, manajemen dan pelaksanaan  tugas teknis lainnya Rp 147,51 miliar,  pelaksanaan fungsi legislasi Rp 501,25 miliar,  fungsi anggaran Rp 73,75 miliar, fungsi  pengawasan Rp 280,81 miliar, dan Program  penguatan kelembagaan Rp 1,23 triliun. Untuk tahun 2012, FITRA (Forum  Indonesia untuk Transparansi Anggaran)  mendapatkan data bahwa anggaran kunjungan  kerja DPR untuk tahun 2012 sebesar Rp 265  miliar, naik dari tahun 2011 yang Rp 251 miliar.

Walhasil, setiap anggota dewan akan  menandaskan total anggaran sebesar Rp 473  juta per tahun.  “Mereka sangat perlente. Mobil dinas  saja Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah  dari mobil perdana menteri negeri tetangga.  Mereka lebih mencerminkan politisi yang  pragmatis-hedonis,” papar Busyro Muqoddas  tentang kelakuan politisi Senayan, dalam pidato  kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta, 10  November 2011. Menurut Komisioner Komisi  Pemberantasan Korupsi itu, gaya hidup hedonis  tersebut sangat terkait dengan korupsi.

Dalam diskusi dialektika demokrasi di  Jakarta, Jumat (4/7/07), mantan anggota DPR  Ichsanuddin Noersy menyebut 11 modus  korupsi anggota legislatif. Mulai dari bantuan  perjalanan, bantuan kegiatan, hubungan baik,  perawatan kesehatan, bantuan apresiasi,  bantuan uji kelayakan dan kepatutan, bantuan  penempatan pegawai, pemangku kepentingan,  pembuatan rancangan undang-undang dan  bantuan apresiasi.  Tak heran, Transparency Internasional  Indonesia pernah menasbihkan parlemen dan  partai politik sebagai lembaga paling korup  selama dua tahun berturut-turut (2007-2008).  Tahun 2009, penyigian Survey Kemitraan dan  Cluster for Security and Justice lagi-lagi  menempatkan DPR sebagai institusi juara  korupsi.

Mula-mula, korupsi dilakukan untuk kejar  setoran agar balik modal. Maklumlah, biaya  demokrasi kan mahal. Menurut Associate  Media Director Hotline Advertising, Zainul  Muhtadin, untuk Pemilu 2009 biaya iklan  kampanye tiap calon minimal Rp 100 milyar  (tempointeraktif.com 24/01/08). Setelah keenakan mbrakoti ”apel Malang”  dan ”apel Washington”, korupsi dilakukan  sebagai bagian dari lifestyle. Inilah yang disebut  corruption by greed yaitu korupsi yang   dilakukan karena dorongan  keserakahan untuk bisa hidup  hedonis. Pada tahap ini,  politisi Senayan sudah mati  rasa, sehingga tak merasa  bersalah memamerkan mobil  Bentley, Alphard Lux, dan  lain-lain yang sebijinya  berharga ratusan hingga  milyaran rupiah.

Padahal,  penduduk miskin Indonesia  sekitar 31 juta (versi BPS)  bahkan sampai 100 juta  (versi Bank Dunia). Lilia Carasciuc,  pengkritik keras sistem  demokrasi, menyatakan  bahwa lembaga-lembaga demokrasi semacam  Parlemen berpraktek tidak lebih seperti  lembaga privat. Misinya tak lain adalah profit  maximization.  Misi tersebut sah secara berjamaah,  karena dihasilkan melalui mekanisme  “demokratis” berupa rapat, musyawarah, atau  voting. Sehingga dalam praktiknya,  ”sesungguhnya korupsi sudah bertransformasi  tidak hanya karena faktor-faktor klasik seperti  ekonomi dan moral, namun sudah menuju ke  korupsi secara politis dan institusional,” tulis  Carasciuc (2000).

Praktik korupsi Senayan, dalam kajian  Carasciuc, adalah democratic corruption atau  korupsi demokratis, yakni korupsi yang  dilakukan berdasarkan tata cara, kaidah-kaidah,  dan penerapan teori demokrasi. Bisa pula  disebut demokratis karena korupsi dirasakan  oleh lebih banyak orang atau lembaga secara  bersama-sama.  Korupsi demokratis berjalin-kelindan  degan korupsi atas demokrasi (corruption of  democracy). Atas nama nilai-nilai demokrasi,  ternyata tuntutan reformasi dimanipulasi  kalangan elite politik untuk kepentingan pribadi  atau golongan mereka.

Reformasi pun  mewujudkan deformasi. Pada tahap selanjutnya, democratic  corruption dan corruption of democracy akan  membangun sebuah sistem ketatanegaraan  yang koruptif, yaitu the democracy of corruption  (demokrasi korupsi). Hal ini terjadi jika seluruh  proses pengambilan keputusan publik telah  didorong oleh semangat mencari keuntungan  dan penghidupan bagi diri sendiri, keluarga atau  group of interest-nya. Driser, ketika saat ini demokrasi korupsi  ini sudah menjadi “ideologi”, maka  sempurnalah sudah kerusakan sistem sekular  ini. Bodoh nian kalau kita masih mau dinaungi  sistem demokrasi. Sistem yang sudah cacat  sejak lahir dan terus melahirkan pejabat korup  serta kebijakan  yang menyengsarakan rakyat  dari tahun ke tahun. Udah waktunya kita  berpaling pada sistem Islam. Satu-satunya  sistem kehidupan yang sudah terbukti sukses  menaungi umat manusia untuk meraih  kebahagiaan dunia akhirat.[]

Senayan, Cermin Rusak Kaffah Demokrasi

Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL.

Maju perut pantat  mundur! Dia tak perlu nyopir sendiri, karena  sudah bisa menggaji sopri. Ternyata, perjalanan karier si teman dari  periode simpati ke eksis lantas jadi XL, hanya  lantaran berbisnis barang cetakan. Bukan  sembarang cetakan coy, tapi cetakan  sekretariat DPR RI! Kita baru ngeh dengan fenomena kere  munggah bale tersebut, setelah media massa  membongkar kelakuan DPR bermandi duit.  Coba itu, nyetak kalender 2012 yang norak  nian, menelan biaya Rp 1,3 milyar.

Padahal,  harga wajarnya paling banter Rp 15 ribu/buah.  Pantesan, kawan tadi cepet sugih. Lalu untuk pengharum ruangan anggota  DPR, anggarannya Rp 1,6 milyar; Mesin absen  4 milyar; renovasi toilet 2 milyar; area parkir 3  milyar; renovasi ruang rapat Banggar 20,3  milyar.  Tapi, watak asli DPR tampak dalam  anggaran tahun 2012 sebesar Rp 2,94 triliun  (Kepres no 32/2011 tentang Rincian Anggaran  Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran  2012).

Duit sebanyak itu akan dihabiskan  untuk: peningkatan sarana dan prasarana  aparatur DPR Rp 709,63 miliar, pengadaan  perlengkapan sarana dan prasarana kantor Rp  104,73 miliar, pemeliharaan dan  penatausahaan sarana dan prasarana gedung  Rp 259,38 miliar, manajemen dan pelaksanaan  tugas teknis lainnya Rp 147,51 miliar,  pelaksanaan fungsi legislasi Rp 501,25 miliar,  fungsi anggaran Rp 73,75 miliar, fungsi  pengawasan Rp 280,81 miliar, dan Program  penguatan kelembagaan Rp 1,23 triliun. Untuk tahun 2012, FITRA (Forum  Indonesia untuk Transparansi Anggaran)  mendapatkan data bahwa anggaran kunjungan  kerja DPR untuk tahun 2012 sebesar Rp 265  miliar, naik dari tahun 2011 yang Rp 251 miliar.

Walhasil, setiap anggota dewan akan  menandaskan total anggaran sebesar Rp 473  juta per tahun.  “Mereka sangat perlente. Mobil dinas  saja Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah  dari mobil perdana menteri negeri tetangga.  Mereka lebih mencerminkan politisi yang  pragmatis-hedonis,” papar Busyro Muqoddas  tentang kelakuan politisi Senayan, dalam pidato  kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta, 10  November 2011. Menurut Komisioner Komisi  Pemberantasan Korupsi itu, gaya hidup hedonis  tersebut sangat terkait dengan korupsi.

Dalam diskusi dialektika demokrasi di  Jakarta, Jumat (4/7/07), mantan anggota DPR  Ichsanuddin Noersy menyebut 11 modus  korupsi anggota legislatif. Mulai dari bantuan  perjalanan, bantuan kegiatan, hubungan baik,  perawatan kesehatan, bantuan apresiasi,  bantuan uji kelayakan dan kepatutan, bantuan  penempatan pegawai, pemangku kepentingan,  pembuatan rancangan undang-undang dan  bantuan apresiasi.  Tak heran, Transparency Internasional  Indonesia pernah menasbihkan parlemen dan  partai politik sebagai lembaga paling korup  selama dua tahun berturut-turut (2007-2008).  Tahun 2009, penyigian Survey Kemitraan dan  Cluster for Security and Justice lagi-lagi  menempatkan DPR sebagai institusi juara  korupsi.

Mula-mula, korupsi dilakukan untuk kejar  setoran agar balik modal. Maklumlah, biaya  demokrasi kan mahal. Menurut Associate  Media Director Hotline Advertising, Zainul  Muhtadin, untuk Pemilu 2009 biaya iklan  kampanye tiap calon minimal Rp 100 milyar  (tempointeraktif.com 24/01/08). Setelah keenakan mbrakoti ”apel Malang”  dan ”apel Washington”, korupsi dilakukan  sebagai bagian dari lifestyle. Inilah yang disebut  corruption by greed yaitu korupsi yang   dilakukan karena dorongan  keserakahan untuk bisa hidup  hedonis. Pada tahap ini,  politisi Senayan sudah mati  rasa, sehingga tak merasa  bersalah memamerkan mobil  Bentley, Alphard Lux, dan  lain-lain yang sebijinya  berharga ratusan hingga  milyaran rupiah.

Padahal,  penduduk miskin Indonesia  sekitar 31 juta (versi BPS)  bahkan sampai 100 juta  (versi Bank Dunia). Lilia Carasciuc,  pengkritik keras sistem  demokrasi, menyatakan  bahwa lembaga-lembaga demokrasi semacam  Parlemen berpraktek tidak lebih seperti  lembaga privat. Misinya tak lain adalah profit  maximization.  Misi tersebut sah secara berjamaah,  karena dihasilkan melalui mekanisme  “demokratis” berupa rapat, musyawarah, atau  voting. Sehingga dalam praktiknya,  ”sesungguhnya korupsi sudah bertransformasi  tidak hanya karena faktor-faktor klasik seperti  ekonomi dan moral, namun sudah menuju ke  korupsi secara politis dan institusional,” tulis  Carasciuc (2000).

Praktik korupsi Senayan, dalam kajian  Carasciuc, adalah democratic corruption atau  korupsi demokratis, yakni korupsi yang  dilakukan berdasarkan tata cara, kaidah-kaidah,  dan penerapan teori demokrasi. Bisa pula  disebut demokratis karena korupsi dirasakan  oleh lebih banyak orang atau lembaga secara  bersama-sama.  Korupsi demokratis berjalin-kelindan  degan korupsi atas demokrasi (corruption of  democracy). Atas nama nilai-nilai demokrasi,  ternyata tuntutan reformasi dimanipulasi  kalangan elite politik untuk kepentingan pribadi  atau golongan mereka.

Reformasi pun  mewujudkan deformasi. Pada tahap selanjutnya, democratic  corruption dan corruption of democracy akan  membangun sebuah sistem ketatanegaraan  yang koruptif, yaitu the democracy of corruption  (demokrasi korupsi). Hal ini terjadi jika seluruh  proses pengambilan keputusan publik telah  didorong oleh semangat mencari keuntungan  dan penghidupan bagi diri sendiri, keluarga atau  group of interest-nya. Driser, ketika saat ini demokrasi korupsi  ini sudah menjadi “ideologi”, maka  sempurnalah sudah kerusakan sistem sekular  ini. Bodoh nian kalau kita masih mau dinaungi  sistem demokrasi. Sistem yang sudah cacat  sejak lahir dan terus melahirkan pejabat korup  serta kebijakan  yang menyengsarakan rakyat  dari tahun ke tahun. Udah waktunya kita  berpaling pada sistem Islam. Satu-satunya  sistem kehidupan yang sudah terbukti sukses  menaungi umat manusia untuk meraih  kebahagiaan dunia akhirat.[]