Penderitaan Anneliese Michel

Anneliese Michel, atau lengkapnya Anna Elisabeth  Michel, dilahirkan pada 21 September 1952, di Leiblfing, Bavaria, Jerman sebelah barat, di dalam sebuah keluarga Katolik yang sangat taat. Dia tumbuh di dalam suasana relijius Katolik dan bahkan bercita-cita menjadi seorang guru agama Katolik. Saking taatnya, kalau orang-orang biasa melakukan misa seminggu sekali, dia menjalankan misa dua kali dalam seminggu.

Ketika dia masih kecil, orang sudah bisa melihat bahwa dia akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Dia suka menolong, sangat murah hati, suka menyanyi, pintar, baik dan tidak sombong, dan mungkin saja rajin menabung.

Anneliese kemudian menderita sakit dan segera dilarikan ke sebuah rumah sakit di Mittelberg, Jerman. Rumah sakit ini ternyata sebuah sanatorium untuk para penderita TBC, sebab Anneliese terjangkit TBC.

Selama perawatan di Mittelberg, Anneliese berdoa setiap hari dan menguatkan keyakinan imannya, dia sungguh-sungguh ingin menjadi seorang guru agama Katolik. Hari-hari berlalu, Anneliese pun akhirnya sembuh dari penyakitnya. Setelah sembuh dari penyakitnya, Anneliese melanjutkan sekolah di Aschefenburg, setingkat SMA. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, hingga menjelang kelulusannya semua berubah. Dia mulai menderita kesulitan bicara, tubuhnya sulit digerakkan, dia mulai kesulitan berjalan dan tubuhnya mesti ditopang.

Lebih parah lagi, dia mulai mengalami kejang-kejang, yang di kemudian hari didiagnosa sebagai Temporal Lobe Epilepsy (semacam ayan). Saat kondisinya semakin parah, Anneliese dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Berbagai obat dan terapi dijalani oleh Anneliese.

Dia minum obat antikejang, obat penenang, dan berbagai obat  lainnya, namun semua itu tidak juga meredakan penderitaannya. Dia mulai tidak toleran dengan berbagai ikon relijius seperti salib, lukisan Yesus, dan yang semacamnya. Lebih parah lagi, dia mulai mengaku melihat wajah-wajah Iblis di dinding dengan tanduknya yang amat menyeramkan. Ada suara-suara aneh dan menyeramkan, yang menurut pengakuannya, menyatakan bahwa dia “telah dikutuk”, dan dia “akan membusuk di neraka.”  Rosemary Ellen Guiley, dalam ensiklopedinya tentang hantu dan roh, menjelaskan lebih lanjut bahwa tindaktanduk Anneliese semakin kasar dan keras. 

Dia kerap kali mengamuk dan membanting berbagai benda di sekitarnya, bahkan dia cenderung menyakiti dirinya sendiri juga orang lain. Dia pun mulai menolak makanan karena katanya setan-setan itu melarangnya makan. Sebagai gantinya, Anneliese malah makan serangga dan potongan-potongan batu bara.

Untuk  melegakakn dahaganya, dia minum air kencingnya sendiri. Semua yang dilakukannya sudah tidak masuk akal. Berbagai upaya medis semuanya gagal, dan keluarganya, serta Anneliese sendiri, meyakini bahwa setan sudah campur tangan mengerjai dirinya. Maka diupayakanlah eksorsisme (exorcism, ritual Katolik untuk mengusir setan), dari pihak Gereja.

Pada 24 September 1975, sesi pertama ritual eksorsisme pun dilaksanakan, dan seluruh upaya medis untuk mengobati Anneliese dihentikan. Keluarganya hanya menggantungkan keselamatan Anneliese pada ritual eksorsisme. Saat ritual itu dilaksanakan, sebenarnya, penderitaan Anneliese sedang mencapai puncaknya.

Anneliese meraung-raung dan mengamuk seperti orang kerasukan. Suaranya parau dan serak, seolah-olah bukan suaranya sendiri, dan para pendeta itu mulai mengajukan pertanyaan, sementara orangtua Anneliese hanya bisa terpaku. Terungkaplah, setidaknya ada 6 setan yang bersemayam di dalam tubuh Anneliese, dan mereka mengaku sebagai: Judas Iscariot, Lucifer, Hitler, pendeta sesat Fleischmann, Nero, dan Qabil. Atas izin Gereja, ritual-ritual eksorsisme ini pun direkam.

Ritual eksorsisme bukanlah ritual yang menyenangkan. Kerap kali Anneliese diharuskan berlutut dalam waktu yang lama walaupun tubuhnya sudah kelihatan sangat lelah. Karena tindakan berlutut inilah, Anneliese harus mengalami keretakan tempurung lutut.

Dia pun sering sekali terjatuh dan tehempas dengan kepala membentur dinding atau lantai, maka tak aneh jika dia menderita bengkak dan memar-memar berat seperti maling ayam yang dikeroyok massa. Keadaannya sangat memprihatinkan. Jeritan-jeritannya memilukan, dan terkadang muncul suarasuara parau yang mengeluarkan kata-kata kotor dan semua itu menyeramkan.

Ada 67 sesi eksorsisme yang dijalani Anneliese, dalam seminggu dijalankan satu atau dua sesi, masing-masing sesi berlangsung selama 4 jam, sebanyak 10 bulan dari tahun 1975 hingga 1976, dan pada akhirnya Anneliese harus menyerah kalah. Anneliese yang malang tewas pada 1 Juli 1976 di rumahnya.

Mayatnya diotopsi, dan dari hasil otopsi itulah didapat keterangan bahwa Anneliese tewas karena malnutrisi dan dehidrasi, sebab selama hampir setahun dia selalu berada pada titik hampir kelaparan pada saat ritual eksorsisme itu dijalankan. Saat dia tewas, berat badannya hanya 30 kg, mengalami kerusakan lutut, dan menderita pneumonia (radang paru).  

Terang sekali kita saksikan, bahwa setan tetap tidak akan melepaskan seseorang dari godaannya walaupun dia telah kafir kepada Allah. Setan sangat senang melihat manusia menderita, dan memang itulah yang dia janjikan sejak jauhjauh hari. Ritual eksorsisme pun tidak akan sanggup menyembuhkan Anneliese, sebab agama Kristen pun adalah agama yang telah menyimpang karena godaan setan.

Bagaimana mungkin kita menggunakan agama yang telah disimpangkan setan untuk mengusir setan? Kalau saja Anneliese menjalani proses ruqyah syar’iyyah seperti yang diajarkan Rasulullah Muhammad Saw., mungkin saja kisahnya akan berbeda. Semoga kita bisa mengambil pelajaran.[]

Asyiknya Ngaji

Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya  baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam berikut:  

Mengajarkan makna hidup

Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti  bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia (sekaligus dengan cara apa ngisinya), dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini.Nah, kalo kita nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini.

Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk Allah dan diminta untuk menyembahNya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita nggak bakalan bete dalam hidup ini.  Jadi, yuk kita ngaji biar tambah cerdas. Nggak usah ditunda-tunda lho, takut keburu meninggal dan nggak sempet lagi beramal baik. Nyesel deh nantinya. Itu sebabnya, Rasulullah saw. telah bersabda:

“Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual  agamanya dengan komoditas dunia.” (HR Imam  Bukhari dan Muslim)

Memberikan ketenangan

Komunitas anak ngaji  memungkinkan kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan narkoba nggak bakalan coba-coba make, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan hubungan yang terjalin di antara kita dihiasi dengan semangat kebersamaan dalam Islam.

Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini. Sayang banget kalo sampe dilewatkan begitu saja. Jadi mulai sekarang, buat kamu yang belum ikutan ngaji ada baiknya memutuskan untuk segera ikut ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji. Insya Allah akan memberikan ketenangan yang berarti.

Pikiran tenang, karena informasi yang masuk semuanya bermanfaat, nggak bakalan membuat bingung dan nggak takut muncul pernyataan atau melakukan perbuatan yang melanggar aturan masyarakat, apalagi aturan Allah Swt. Hati pun ikut tenang karena nggak dikotori dengan perasaan-perasaan murahan macam hasad, dengki, iri hati, sombong.  Kalo pun tiba-tiba muncul penyakit hati itu, insya Allah akan ada penawarnya. Kita bisa menyembuhkan sendiri, atau minta bantuan teman lain. Kita bisa berbagi waktu dan perhatian untuk saling menasihati. Semoga ya.

Menumbuhkan kreativitas

Nah, dengan gabung di komunitas  anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hikmahnya. Salah satunya, bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menentukan sasaran hidup.

Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif dalam mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk kemajuan dan kepentingan bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji! Insya Allah nggak bakalan nyesel. Pasti!

Memupuk jiwa sosial

Jiwa sosial kita kian terlatih bagus  dengan ikut ngaji dan gabung dengan  komunitas anak ngaji. Karena apa? Karena kita diajarkan dalam pengajian itu untuk peduli dengan sesama. Sikap seperti ini akan terus tumbuh manakala kita langsung mengaplikasikannya dengan benar dan baik. Ketika mengetahui teman ngaji sakit, kita nggak sekadar mendoakan kesembuhannya. Tapi sebisa mungkin hadir di sampingnya untuk membantunya. Minimal adalah menghiburnya supaya ia kembali semangat dan tidak terbebani dengan rasa sakitnya. Selain dengan anak ngaji, jiwa sosial kita ditampilkan juga di masyarakat secara umum.

Misalnya, kalo kebetulan di sekolah ada temen-temen dari kalangan keluarga miskin, maka bisa kita coba bantu mereka. Bisa kita sendiri turun dengan memberikan dana, bisa pula kita melobi ke pihak sekolah untuk meringankan biaya pendidikan temen-temen kita itu. Bahkan bila perlu mencari donatur lain yang bisa mengucurkan dananya bagi temen-temen kita.

Insya Allah, pelajaran ini bisa sangat berharga. Apalagi karena jiwa sosial kita bukan untuk mencari pujian dari manusia, tapi pujian langsung dari Allah Swt. Sehingga insya Allah lebih bernilai dan berharga. Oke deh, mulai sekarang, nggak ada alasan untuk ogah bin malas ikut ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji. Kita tunggu deh partisipasi kamu bersama komunitas anak ngaji. Insya Allah nggak bakalan bete. Yuk, marii..! [@Hafidz341]

Drise-094. BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM

Krisis kepemimpinan dan calon pemimpin tengah melanda negeri khatulistiwa. Peringatan sumpah pemuda setiap tahunnya seolah hanya seremonial belaka. Generasi muda yang diharapkan jadi andalan pemegang tongkat estafet kepemimpinan, masih banyak yang ogah-ogahan.Asyik dengan dunianya sendiri berselancar di dunia maya, sibuk ngurusin sosial media atau hanyut dalam cerita cinta drama Korea.Bagaimana dengan remaja muslim? Sepertinya tak jauh beda kondisinya. Hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam, bikin mereka makin terasing dengan keislamannya. Kebanyakan mereka jadi follower alias pengikut trend remaja yang berkiblat pada kehidupan masyarakat Barat.

Padahal sejatinya, remaja muslim itu seorang leader bukan follower.Seputar itulah tema utama @MajalahDrise terbaru edisi Oktober 2019

BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM

Selain tema utama, rubrik lain juga nggak kalah serunya.

Redaksi turut berduka atas kepergianBapak Dirgantara Indonesiayang kita kupas pada _Catatan Redaksi_.

Nggak ketinggalan, kita pompa semangat generasi muda Islam dengan meneladani*Sa’ad bin Abi Waqash*,

idealismi seorang *Singa Hikma Sanggala* pada _Media Watch_, atau*Cewek Vokalis Keren Abis* pada _Female Corner_.

Jangan lewatkan bahasan *Cara Mudah Transfer Data*pada _Ngoprek Dumay_. Simak juga serunya catatan perjalanan *Qatar in Memorian*

pada _Kabar Dari Luar_. Serta rubrik _Parenting Ananda_ yang mengingatkan*Jangan Membesarkan Anak Tanpa Tujuan*. Pantengin juga bahasan asyik lainnya *Tragedi Inses* pada rubrik _Sejarah Seru_, *Haji Terkaya* pada _The Most_, atau *Cowok Begadang*

pada _Male Corner_.Dan pastinya, cari tahu deh tulisan siapa aja yang nangkring di rubrik _Share Your Mind_ dan _Monogatari_. Keren bin inspiratif tulisannya.Sama inspiratifnya dengan bahasan *Menulislah! Lillah, Fillah till (hingga) Jannah*pada _Writepreneur_.

So, segera hubungi pengedar drise terdekat. Atau*kontak kami via WA ke sini untuk info agen terdekat.Jangan sampai kehabisan ya…!