Asyiknya Ngaji

Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya  baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam berikut:  

Mengajarkan makna hidup

Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti  bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia (sekaligus dengan cara apa ngisinya), dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini.Nah, kalo kita nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini.

Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk Allah dan diminta untuk menyembahNya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita nggak bakalan bete dalam hidup ini.  Jadi, yuk kita ngaji biar tambah cerdas. Nggak usah ditunda-tunda lho, takut keburu meninggal dan nggak sempet lagi beramal baik. Nyesel deh nantinya. Itu sebabnya, Rasulullah saw. telah bersabda:

“Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual  agamanya dengan komoditas dunia.” (HR Imam  Bukhari dan Muslim)

Memberikan ketenangan

Komunitas anak ngaji  memungkinkan kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan narkoba nggak bakalan coba-coba make, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan hubungan yang terjalin di antara kita dihiasi dengan semangat kebersamaan dalam Islam.

Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini. Sayang banget kalo sampe dilewatkan begitu saja. Jadi mulai sekarang, buat kamu yang belum ikutan ngaji ada baiknya memutuskan untuk segera ikut ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji. Insya Allah akan memberikan ketenangan yang berarti.

Pikiran tenang, karena informasi yang masuk semuanya bermanfaat, nggak bakalan membuat bingung dan nggak takut muncul pernyataan atau melakukan perbuatan yang melanggar aturan masyarakat, apalagi aturan Allah Swt. Hati pun ikut tenang karena nggak dikotori dengan perasaan-perasaan murahan macam hasad, dengki, iri hati, sombong.  Kalo pun tiba-tiba muncul penyakit hati itu, insya Allah akan ada penawarnya. Kita bisa menyembuhkan sendiri, atau minta bantuan teman lain. Kita bisa berbagi waktu dan perhatian untuk saling menasihati. Semoga ya.

Menumbuhkan kreativitas

Nah, dengan gabung di komunitas  anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hikmahnya. Salah satunya, bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menentukan sasaran hidup.

Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif dalam mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk kemajuan dan kepentingan bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji! Insya Allah nggak bakalan nyesel. Pasti!

Memupuk jiwa sosial

Jiwa sosial kita kian terlatih bagus  dengan ikut ngaji dan gabung dengan  komunitas anak ngaji. Karena apa? Karena kita diajarkan dalam pengajian itu untuk peduli dengan sesama. Sikap seperti ini akan terus tumbuh manakala kita langsung mengaplikasikannya dengan benar dan baik. Ketika mengetahui teman ngaji sakit, kita nggak sekadar mendoakan kesembuhannya. Tapi sebisa mungkin hadir di sampingnya untuk membantunya. Minimal adalah menghiburnya supaya ia kembali semangat dan tidak terbebani dengan rasa sakitnya. Selain dengan anak ngaji, jiwa sosial kita ditampilkan juga di masyarakat secara umum.

Misalnya, kalo kebetulan di sekolah ada temen-temen dari kalangan keluarga miskin, maka bisa kita coba bantu mereka. Bisa kita sendiri turun dengan memberikan dana, bisa pula kita melobi ke pihak sekolah untuk meringankan biaya pendidikan temen-temen kita itu. Bahkan bila perlu mencari donatur lain yang bisa mengucurkan dananya bagi temen-temen kita.

Insya Allah, pelajaran ini bisa sangat berharga. Apalagi karena jiwa sosial kita bukan untuk mencari pujian dari manusia, tapi pujian langsung dari Allah Swt. Sehingga insya Allah lebih bernilai dan berharga. Oke deh, mulai sekarang, nggak ada alasan untuk ogah bin malas ikut ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji. Kita tunggu deh partisipasi kamu bersama komunitas anak ngaji. Insya Allah nggak bakalan bete. Yuk, marii..! [@Hafidz341]

Be your self aja

Driser bentar lagi kita bakal sampe di ujung tahun itu artinya bakalan rema tayangan media  yang gencar mengajak remaja en remaji untuk ngerayain tahun baru masehi yang udah jelas dan tegas budaya kufur.

Dengan dukungan sumber informasi, musuh-musuh Islam menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum, populer, tren, dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal ini merupakan salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hati-hati ya… Sialnya, banyak dari kita yang nggak menyadari serangan budaya ini.

Terlena oleh acara malam tahun baru yang dikemas secara apik dan menarik. Rasul dengan tegas melarang umatnya untuk meniru-niru budaya atau tradisi agama atau kepercayaan lain. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan athThabrani)

Hadits di atas mengajarkan kita untuk menghindari syiar dan ibadah orang kafir baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Meski itu dalam rangka beribadah kepada Allah. Sebab hal itu sama aja turut menghidupkan syi’arsyi’ar mereka.

Driser, kita pasti bisa mengerem keinginan untuk berpartisipasi dalam perayaan tahun baru atau hari-hari besar umat lain. Kecuali kalo kita mau digolongkan ke dalam penganut agama selain Islam. Tahu dong, konsekuensinya kalo Allah menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang kafir. Kita bakal kekal ‘nginep’ di neraka selamanya. Iih, nggak lah yauw..! Jadi, be your self aja. Be proud as a moslem. Caranya?

Pertama, kita nggak perlu malu bin segan saat menolak ajakan sohib untuk hura-hura di malam tahun baru. Di hadapan temen-temen boleh jadi kitadianggap sombong atau malah dikira alien alias makhluk asing karena ‘beda’. Tapi di hadapan Allah, kita bisa termasuk golongan para penghuni surga. Amiin.

Kedua, nggak ngikut tahun baruan bukan berarti nggak peduli dengan pergantian tahun lho. Tetep kita nyadar kalo pergantian tahun merupakan bagian dari perubahan waktu. Saking sadarnya, kita mencoba mensikapi sang waktu bukan dengan euforia bergelimang maksiat, tapi sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kemajuan diri kita. Rasulullah saw. bersabda: “Sebaikbaiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)

Kita perlu sadari bahwa waktu yang telah kita lewati nggak akan bisa diputar ulang. Tapi akan terus ngotot lari dan pergi. Kita nggak akan selamanya muda. Jika usia kita panjang, mau nggak mau, waktu bakal nganterin kita memasuki kehidupan orang dewasa dengan segudang permasalahannya. Apa yang kita harapkan di masa depan jika sekarang kita lebih doyan hura-hura dibanding memanfaatkan waktu untuk mengasah keterampilan, pola sikap, dan pola pikir kita. Bisa-bisa otak kita sampai meninggal masih orisinil karena jarang dipake buat nyari pemecahan masalah. Walah! Suatu saat juga kita akan sampai di ujung waktu. Satu masa dalam hidup saat kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat.

Masihkah kita memimpikan kesenangan surgawi di kala kita sibuk mengejar materi dan popularitas dengan mengorbankan aturan Ilahi. Karena itu, mari kita sama-sama sambut kesempatan yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh dan mengurangi amal salah. Kita luruskan niat dalam berperilaku semata-mata mengharap ridho Allah Swt. Kita ringankan langkah kaki menuju tamantaman surga tempat mengkaji, memahami, meyakini semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita di atas akidah Islam di tengah serangan budaya dan pemikiran Barat. Kita padati hari-hari kita untuk siapkan perbekalan dalam menghadapi masa tua dan masa persidangan yaumul hisab kelak.

Terakhir, kita semayamkan dalam diri kita semangat perjuangan Rasulullah saw., para shahabat dan para mujahid di medan perang untuk mengembalikan izzah Islam wal Muslimin. Allahu akbar! [341]

#SavePalestina

Ocehan Donal Trump di gedung putih yang mengakui Yerussalem alias Al-quds sebagai ibukota negara penjajah Israel memancing amarah umat Islam di seluruh dunia. Gimana nggak, kehadiran negara teroris zionis di Palestina aja udah bermasalah. Lha ini, dengan pogahnya hendak memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv Yerusalem. Sama aja menguatkan penjajahan Israel di Palestina. Nggak lah yauw!

Umat Islam nggak bisa tinggal diam. Selain kutukan, kecaman, dan dukungan terhadap resolusi PBB yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibukota negara Israel, mesti ada solusi praktis bin jitu yang bikin ngeper zionis. Karena kaum penghianat itu hanya memahami bahasa perang, bukan perundingan kesepakatan damai atau solusi two state nation (dua negara). Seperti apa solusi jitunya, simak uraiannya di rubrik Bukamata drise terbaru, edisi Januari 2018.

#SavePalestina

Bagi kamu yang penasaran kelanjutan sejarah seru legenda Si Pitung, jangan lewatkan ya. Termasuk kisah inspiratif catatan muslimah di negeri Sakura yang lebih asyik. Begitu juga dengan epik Perempuan dan Peluru yang semakin seru.

Biar tambah lengkap wawasan seputar Palestina, kamu bisa simak rubrik tambahan seputar zionis si amerika kecil dan salah satu bangunan istimewa di Yerusalem, kubah batu.

Masih banyak rubrik lain yang nggak kalah seru, asyik, inspiratif dan so pasti wajib kamu baca. Terutama kiriman driser yang terpilih berupa opini share your mind dan monogatari. Siapa tahu tulisan kamu. Lumayan honornya buat nambah infak.

Biasanya, driser harap-harap cemas nunggu kehadiran drise terbaru. Makanya, segera hubungi pengedar terdekat yang udah jadi langganan untuk order atau kirim pesan via WA ke 085814771511. Kamu bisa pesan satuan atau borongan untuk dikirim ke tempat lain. Jangan sampai kehabisan kaya yang udah-udah. Yuk pesan sekarang! [@hafidz341]

Tak perlu minta izin untuk share info bermanfaat ini. semoga semakin banyak remaja muslim yang tercerahkan…

PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3

Majalahdrise.com –  Gemes. Berita “seksi” terus aja jadi trending topic. Lagi-lagi soal prostitusi artis. Kali ini melibatkan Nikita Mirzani dan Puty Revita yang diduga nyambi jadi pezina komersial. Tapi, si duo artis –yang entah “prestasi” keartisannya apa– itu malah dibebaskan. Cuma ditanya-tanya di Dinas Sosial, habis itu dilepas. Sedangkan dua mucikarinya, Onet dan Ferry sampai tulisan ini dibuat, udah status tersangka. Kita sih gak kaget. Dunia artis emang dekat dengan pergaulan bebas, gaya hidup permisif dan hedonis.

Aktivitas mereka juga nggak jauh-jauh dari hiburan malam. Remang-remang. Bahkan lembah hitam. Emang nggak semua begitu, tapi yang gitu hampir semua. Ini aja baru episode tiga. Sekadar mengingatkan, episode 1 waktu mucikari Robby Abbas ketangkep lagi menjual Amel Alvi. Lalu model pria dewasa Anggita Sari yang kepergok melayani hidung belang di Surabaya. Otak mereka udah diracuni dengan ideologi kapitalisme yang menuhankan materi.

Merasa bahagia kalo punya banyak harta. Apalagi di dunia hiburan. Penampilan nomor satu. Harta pun diburu. Barang musti branded. Pamer foto liburan ke ujung dunia. Nah, untuk membiayai hidupnya yang supermahal itulah, menjual diripun dilakukan. Bayangin aja, konon tarifnya sekali melayani pelanggan bisa mencapai Rp. 65 juta. Wow! Jangan tergiur ya, dear! Amit-amit. Zina itu termasuk dosa besar. Sangat besar. Para wanita yang menjual diri itu, mungkin mereguk kesenangan sesaat di dunia. Tapi kelak di neraka, bakal abadi. Mereka akan digantung bagian dadanya. Na’uzubillahi minzalik.

Tak Pernah Mati

Prostitusi emang nggak pernah mati. Gitu kata yang pesimis. Habis, nggak ada yang bener-bener serius memberantas prostitusi. Cuma dikiiit banget, yang punya nyali menutupnya. Tepatnya, yang masih punya setitik iman. Seperti Walikota Surabaya yang menutup pusat pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly. Lalu Pemkot Jambi menutup lokalisasi perzinaan Payo Sigadung (arrahmah.com). Zaman dulu, tahun 1970, lokalisasi pertama di Jakarta, Kramat Tunggak resmi berdiri. Lalu 1999 lokasi itu bisa ditutup. Artinya, sebenernya kalo pemerintah niat, pelacuran itu bisa diberantas. Minimal nggak dilegalisasi. Namun begitu, prostitusi bisa tuntas dibabat jika diterapkan sistem Islam. Soalnya, hanya sistem Islam yang bakal ngasih sanksi berat pada pelaku zina dan semua yang terlibat di dalamnya.

Hukum Sekuler

Saat ini, orang berzina nggak akan dihukum. Menurut hukum sekuler yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), kedua pezina nggak bisa dipidana kecuali ada yang melaporkan. Yaitu, pihak yang merasa dirugikan. Misal suami atau istri pasangan yang berzina itu. Jadi kalau suka sama suka, ya ga dihukum. Apalagi kalau yang berzina samasama belum nikah, ga ada hukuman sama sekali. Bebas bas bas. Makanya, pasangan pacaran yang kebablasan zina, nggak dihukum, kan? Malah kebanyakan dikawinkan. Hadeuh!

Demikian pula pelacur, dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dikategorikan korban. Walaupun aslinya secara sah dan meyakinkan, sadar sesadarsadarnya emang niat menjual diri. Mereka nggak dihukum. Makanya, kalo ada kasus pelacuran, yang ditangkap polisi hanya mucikarinya. Ancaman hukumannya juga ringan. Seperti mucikari kasus Amel Alvi kemarin, yakni Robby Abbas, hanya divonis 1 tahun 5 bulan. Bagaimana dengan pemakai jasa atau pelanggan para pelacur itu? Hohoho…aman damai sentosa. Tidak ada delik hukum apapun yang bisa menyentuhnya. Bebas bas bas. Walaupun menurut UU Trafficking katanya bisa dihukum, tapi faktanya belum pernah ada yang dihukum.

Islam Solusinya

 Dalam memberantas kemaksiatan, hukum Islam jelas, tegas, ringkas, preventif dan solutif. Orang berzina, jika sudah menikah dirajam sampai mati. Jadi cukup sekali dia berzina, kan. Udah, langsung dimatikan aja. Biar nggak keenakan terus menerus berzina. Yang akhirnya merebak seks bebas dan penyakit menular seksual. Selesai. Efeknya, orang lain yang mau zina keder. Mikir-mikir dong. Emang mau nyari mati? Nah, kalo belum pernah nikah, okelah nggak langsung dimatikan. Dihukum cambuk aja 100 kali, lalu diasingkan. Dikasih kesempatan tobat.

Maklum, belum pernah merasakan, jadi mungkin memang pas khilaf. Tapi dengan dicambuk di depan umum dan diasingkan, mosok nggak kapok? Kebangetan. Untuk kasus pelacuran, ya sama, dihukumi berzina. Karena kan suka sama suka, walaupun berbayar. Yang cewek suka karena dapat duit, yg cowok suka karena tersalurkan syahwatnya. Ya udah, hukumi sebagai pelaku zina. Dua-duanya: pelacur dan pelanggannya. Mucikarinya?

Sebagai orang yang memperlicin kemaksiatan, dihukum juga dong. Bisa dipenjara 5 tahun dan dijilid. Negara juga kudu membubarkan tempattempat perzinaan. Lebih dari itu, juga musti mencegah mencuatnya syahwat di ruang publik. Negara wajib membredel mediamedia yang menjadikan kepornoan. Mencegah tayangan-tayangan yang mengarahkan pada seks bebas. Melarang warganya mengumbar syahwat.

So, jelas, kan, bagaimana bedanya cara pandang sekuler dan Islam terhadap persoalan prostitusi ini. Sudah waktunya hukum sekuler kapitalis direvisi, diganti dengan hukum berbasis Islam. Bahkan bukan hanya UU-nya, juga sistemnya secara menyeluruh. Apalagi mayoritas umat ini adalah muslim. Wajar saja, kan, kalau maunya diatur dengan ideologi Islam? Katanya mau mati dalam keadaan Islam. Tapi waktu hidup kok menolak diatur dengan aturan Islam? Mikir!(*)

Di muat di majalh remaja islam drise edisi 53