Klik Bait : Jebakan judul Berita Online !

Semakin ramainya persaingan konten di ranah digital menjadikan beberapa pembuat konten mengambil jalan  pintas demi meraup traffic dan page view dari situs yang mereka miliki. Salah satu upaya mereka adalah membuat artikel dengan judul yang bernuansa clickbait alias pancingan buat nge-klik. Pernah ngalamin?  

Apa Itu Click Bait

The Oxford English Dictionary  mendefinisikan clickbait sebagai “konten di internet (media online) yang bertujuan utama menarik perhatian dan mendorong pengunjung untuk mengklik sebuah link halaman situs tertentu”. Berikut ini contoh-contoh berita media online berupa clickbait:

  • Ditetapkan Jadi Tersangka Pembangunan Stadion, YAS Berkomentar Begini (Tribun Jabar)
  • Jadi Tersangka Korupsi Stadion Gede Bage, Ini Komentar Sekretaris Dinas (Kompas)
  • Ridwan Kamil Copot Pejabat Ini karena Tersangkut Korupsi (Harian Aceh)
  • Ini Setumpuk Izin yang Dilanggar PT Summarecon (Inilah Koran)
  • Dituding Buruk Layani Pasien BPJS, Ini Jawaban RS Imanuel Lampung (Kompas

Isi berita dengan judul berupa clikbait umumnya berita yang tidak begitu penting, bahkan sudah basi, tidak aktual lagi, kurang menarik. Dengan cara dijadikan judul yang menjebak itulah isi berita terkesan menarik dan update! Sebenarnya clickbait bukan hal baru.

Click bait berasal dari media lama, bukan website, yaitu dari gaya penyiaran berita dan televisi yang disebut Tease.

Tease adalah ungkapan kalimat yang disampaikan presenter sebelum jeda iklan agar penonton/pendengar stay tune alias “tidak ke mana-mana”. Misalnya, “usai jeda iklan berikut ini, sejumlah informasi menarik lain akan hadir untuk Anda, jadi tetaplah bersama kami!”. Jangan Terjebak!

 Berselancar di dunia maya, pastinya  memakan waktu kita dan tentunya kuota. Pengennya, setiap waktu yang kita pakai untuk cari informasi online, sebanding dengan hasil yang didapat. Nggak buang waktu. Tapi gara-gara clickbait, banyak waktu kita tercuri. Apalagi kalo kitanya punya radar kepo yang sensitif. Alamat jadi bulan-bulanan judul clickbait.

Capek deh! Biar nggak jadi korban, sebaiknya kita tahu tahu beberapa hal terkait clickbait berikut:  

  • Judul heboh bin bombastis clickbait itu adalah “modus” media online untuk meningkatkan traffic atau pengunjung websitenya. Buat apa? Eits..bagi internet mareket traffic alias  kunjungan ke web itu ladang emas. Jumlah kunjungan adalah sumber utama pendapatan (income). Kalo webnya kebanjiran traffic, berarti bakal banyak yang tertarik untuk pasang iklan di webnya. Itu berarti, kebanjiran order juga. Tajir bro!
  • Clickbait biasanya digunakan untuk berita yang tidak menarik, basi, bukan hal baru, dan isi beritanya “biasa-biasa saja”, bahkan tidak ada info baru dalam berita itu. Nggak penting isi beritanya, yang penting judulnya bikin pembaca kepo. Itu!
  • Clickbait merupakan polusi di internet khususnya media sosial. Nyampah banget di timeline kita.  
  • Clickbait merusak masa depan jurnalistik karena menganiaya pembaca -manipulasi, bahkan “menipu”.
  • Jurnalistik yang baik menyampaikan informasi, bukan meminta (baca: mengemis) pembaca untuk mengklik link judul berita.
  • Clickbait menjadikan jurnalisme sebagai “tricking people into pushing buttons”.
  • Clickbait adalah persuasive headlines dan “judul iklan”. Setelah memahami clickbait yang merupakan praktik buruk jurnalistik tersebut, maka agar tidak berkembang, kita harus mengabaikannya. Jangan Klik Link Judul Berita yang Menjebak (Clickbait)!

. Jadi, bijaklah dalam berselancar di sosial media. Jaga waktu hemat kuota. Jangan sampai waktu dan kuota habis karena kepancing clickbait. [@Hafidz341]  

Ciri-Ciri Clickbait

Secara teknis, ada beberapa ciri yang bisa dikenali ketika judul tulisan Anda, atau media yang Anda baca, bisa jadi  merupakan jebakan klik:

· Menggunakan judul  mencengangkan/sensasional. Cara ini biasa ditempuh dengan memelintir judul sedemikian rupa semata-mata agar terkesan heboh, padahal kontennya biasa saja.  

· Judul yang tidak sesuai isi (misleading).

 ·Ketika ada berita berjudul “Begini Cara Memuaskan Wanita” yang memanfaatkan dorongan orientasi seksual pembaca, meski isinya hanya membahas tas, bioskop, dan gadget. Kena deh! · Menggunakan kata-kata bombastis.

Penggunaan kata-kata atau frasa tertentu seperti ‘Wow!’, ‘Heboh!’, atau ‘Jangan Baca Ini!’ termasuk kategori jebakan klik. Tidak jarang berita-berita “wow” tersebut sebenarnya berisi informasi yang biasa saja, tidak berdasar fakta, bahkan pandangan pribadi.

 · Mengundang minat segmen pembaca tertentu. Pernah membaca judul-judul artikel dengan bubuhan tanda-tanda ini: (18+), (Khusus Dewasa), atau (Yang Merokok Jangan Baca!)? Pada kenyataannya, artikel-artikel publik semacam ini tidak bisa mengatur siapa yang membaca dan apa yang dibacanya.

 · Judul dilebih-lebihkan. Cara ini termasuk yang paling sering digunakan; biasanya akrab dengan kata-kata seperti ‘tercantik’, ‘terkaya’, ‘paling’, semua kata superlatif. Di dalam isi artikelnya, “orang itu” tidak benar-benar paling cantik/kaya.  

Flip Trasfer Bank Gratis

Mas, ada rekening Mandiri gak? – Nggak ada Mbak. Adanya juga BCA/BNI/BSM + Ya..gimana. Kalo antar bank kan kena biaya lagi… – Maaf mbak, …belum punya akun bank Mandiri + Ya udah deh..nanti dikabarin lagi..

Kurang lebih kaya di atas dialog yang sering saya temui saat jualan online. Tahu nggak setelah itu apa yang  terjadi? Biasanya konsumen menghilang bak ditelan bumi. Gak ada kabar lagi. Giliran ditanya, maaf mas gak jadi ordernya. Kalo udah gitu, biasanya udah order ke yang lain yang punya rekening bank yang sama. Di situ saya kadang merasa sedih.  

Siapapun kita terutama yang berkepentingan dengan transfer uang via bank saat belanja online, bayar uang kuliah, atau pesan majalah drise pastinya bete kalo harus nambah biaya transfer lantaran beda bank.

Nggak besar sih. Minimal 6500 rupiah, tergantung kebijakan bank. Cuman ya tetep aja, nilai segitu sebanding dengan pulsa goceng. Lumayan buat internetan. Hehehe.. Bermula dari kegalauan di atas, tiga orang alumnus Universitas Indonesia bernama Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar dan Ginanjar Ibnu Solikhin, mengembangkan aplikasi unik bernama flip.

Apa Itu Flip?

Flip adalah layanan yang menjawab  kegalauan akibat adanya tambahan biaya transfer antar bank. Dengan bantuan flip, kita bisa menghemat biaya transfer antar bank menjadi Rp 0 alias gratis! Wos..keren banget nih. Kok bisa?  Bisa aja.

Sederhana kok konsepnya. Flip punya beberapa akun bank. Jadi, semisal kamu memiliki rekening Bank BNI dan ingin transfer ke BRI. Maka caranya kamu transfer ke rekening BNI milik Flip. Kemudian, rekening Flip lainnya yang tentu saja rekening BRI akan melakukan transfer ke nomor rekening BRI tujuan kamu. Konsep yang sederhana bukan? Namun butuh komitmen dan niat yang bulat untuk memberikan pelayanan seperti ini.

Simple kan?  Untuk melayani penggunanya, setidaknya Flip memiliki enam rekening sementara ini yaitu bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, BNI Syariah dan Mandiri Syariah (BSM). Bahkan saat ini Flip tengah menggalang dukungan untuk membuka satu lagi rekening bank baru yang berbeda.

Aman nggak Nih?

Transfer antar bank kan urusannya  dengan duit. Bisa berabe kalo salah transfer. Lha ini, kita transfer ke flip yang notabene pihak ketiga dan akan membantu kita. Tapi wajar kan kalo kita parno dikit? Jangan sampai duit buat bayar kuliah melayang… berabe kan.. Terkait keamanan, ada  dua jenis, yaitu keamanan uang pengguna dan keamanan data pengguna. Untuk keamanan uang pengguna, karena seluruh perpindahan uang berlangsung di dalam sistem perbankan, maka uang pengguna pun akan aman.  

Sementara untuk keamanan data pengguna, seluruh data personal pengguna dilindungi dengan enkripsi yang menggunakan AES-128, sehingga tidak dapat dibaca pihak luar. Tak hanya itu, semua komunikasi antarserver juga dienkripsi menggunakan SSL. Kombinasi dari keduanya digunakan untuk menjaga data-data pengguna.

Lalu bicara soal durasi waktu transaksi, Flip mengklaim bahwa waktu normal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi adalah 10 menit, akan tetapi faktor lain seperti banyaknya transaksi yang harus diproses pada saat itu, juga berpengaruh. Kendati demikian, Flip menjamin bahwa transaksi pengguna akan selesai diproses dalam waktu kurang dari 60 menit.

Di setiap transaksi yang berlangsung, uang yang ditransfer ke nomor rekening tujuan menjadi atas nama Flip, akan tetapi nama pengirim akan dicantumkan pada berita transfer. Dan ketika transaksi selesai diproses, Flip akan mengirimkan bukti transaksi melalui e-mail. Pada versi beta, nilai transaksi pengiriman setiap transaksi maksimal Rp 2 juta per hari.

Kalau kamu sudah tidak sabar untuk menggunakan Flip, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mendaftar pada situs resmi flip, goflip.me. setelah pendaftaran, lakukan verifikasi dan kamu bisa langsung menggunakan jasa Flip. Nah driser, sekarang kita bisa berhemat kalo mau pesan drise. Secara kita buka rekening bank syariah Mandiri, kalo kamu punya rekening BCA/Mandiri/BNI transfer ke kita pake aja flip. Selain aman, hemat pula. Selamat mencoba flip! [@Hafidz341]

Ngobrol dengan Salah Developer Flip..

Di sela kesibukannya, redaksi berhasil menghubungi salah satu developer Flip. Mas Ginanjar. Simak obrolan singkat saya dengan doski.

1.  Apa visi besar Flip?  Flip ingin menghilangkan riba Kak.

2. Secara teknis, saya lihat transer nasabah  ditampung dulu di rek flip yang banknya sejenis. baru dikirim dari flip ke rekening tujuan dengan bank sejenis. pertanyaannya, proses antar rekening flip itu manual atau otomatis?  

Untuk pengirimannya semi otomatis Kak. Jadi input datanya dilakukan sistem kita. Trus untuk verifikasi dilakukan manual oleh manager operasional Flip.

3. Kalo gitu, harus ada dana yang cukup besar ya di masing-masing rekening flip?  Yap, Flip menyebar sejumlah dananya ke masing2 rekening Flip.

4. Brapa rata-rata jumlah transaksi perhari dan total nominalnya?  Transaksi rata-rata perhari ada 800 transaksi Kak, dengan total nominal rata2 sekitar 400jt/hari

5. Kalo bleh tahu, bagaimana sumber dana untuk pengembangan flip?   Dana investor Kak Jadi, tunggu apa lagi? Ayo pakai Flip!

Mengenal Trending Topik

Istilah trending topic (TT) bukan hal yang baru di twitterland. Si burung biru ini yang pertama kali memperkenalkan  popularitas ciutannya dengan bantuan hashtag (kata kunci) yang nangkring di top ten topik yang lagi trend alias trending topic (TT).

Kalo kamu punya akun twitter, coba login terus lihat dafar TT pada kolom sebelah kiri. Trending topic di twitter sendiri ada dua jenis yaitu trending topic worldwide (TTWW) dan trending topic Indonesia (TTI). Saking populernya TT, banyak tweeps yang berlomba-lomba mengejar TT untuk hashtag yang dibidiknya demi mempopulerkan isu yang lagi hot, kampanye produk, atau launching event. Karena TT selalu menjadi hal yang ramai diperbincangkan semua orang, pihak media pun sangat berkepentingan menjadikan trending topic sebagai ajang mempromosikan acaranya di media sosial.  

Pertanyaan lanjutannya, lantas kalo udah trending topic mau ngapain? Apa pentingnya? Barangkali beberapa catatan di bawah ini bisa menjawabnya. Kalo masih belum terjawab, silakan tanya pada rumpung yang bergoyang. Hehehe.. cekidot!

Numpang Beken Biar Eksis

Eksistensi di dunia maya  sangat penting bagi remaja. Apalagi di sosial media, bisa menaikkan level popularitas. Salah satu cara cepat biar akun twitternya populer, numpang nampang pada hashtag yang lagi jadi TT. Ikut meramaikan tweet dengan mencantumkan hashtag TT. Otomatis bakal kebawa populer. Lantaran banyak tweeps yang kepo dengan daftar top ten terus klik hastagnya, nongol deh cuitan akun-akun yang numpang beken. Sapa tahu bisa nambah follower. Memang tak ada salahnya ikut meramaikan trending topic. Cuman tetap tahu diri ya, posting tweet yang bermanfaat buat yang stalking. Jangan jadi ajang curhat. Gak penting banget deh!  

Ajang Promosi Cepat

Beberapa pihak memanfaatkan  trending topic ini sebagai ajang berpromosi dengan cepat dan mudah. Makanya jangan heran kalo kamu iseng stalking hashtag TT isinya banyak gak jelas. Dari yang jualan gak karuan, twit link, sampai one line status. Promo gratis! Bagi pelaku media, memang sengaja mereka bikin trending topic dengan meminta penontonnya menampilkan hastag dan mention akun tertentu agar acaranya bisa tampil di trending topic. Biar banyak yang berpartisipasi, iming-iming hadiah jadi daya tarik. Maka tak mustahil hastag yang diketik oleh pemirsanya yang banyak ini kemudian menjadi trending topic.

 Isu Politik

 Sosial media banyak dibidik oleh  para politikus untuk berkampanye. Baik yang positif maupun yang negatif. Kampanye positif, mereka gencar melakukan pencitraan via sosial media. Biar keliatan keren, sholeh, merakyat, dan peduli sama masalah keseharian. Meski kenyataannya bertolak belakang. Yang penting di timeline netizen, keliatan bersahaja. Kampanye negatif dipake untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Diangkat isu-isu sensitif yang memancing kemarahan masyarakat yang diarahkan ke lawan politiknya sebagai bentuk black campaigne. Netizen pun dengan mudah termakan opini.  Demi memuluskan kampanye, para politikus menyewa jasa trending topic yang sengaja memblasting beberapa kata dan hastag tertentu untuk bisa dijadikan trending topic. Walhasil, sering kita nemu TT yang bernuansa politis nangkring di top ten ttww.  

Driser, sekarang udah tahu kan manfaat trending topic. Dari sekedar jualan, hingga pencitraan. Yang pasti kamu mesti tahu, nggak gampang bikin trending topic. Perlu banyak akun dan banjir tweet dengan hashtag yang sama di waktu bersamaan. Tapi kalo kita gerak bareng saling support, insya Allah opini dakwah bakal sering jadi TTWW atau TTI. Yuk? [@Hafidz341]  

TTD (Trending topik Dakwah)

ternyata nggak cuman hashtag alay yang bisa nangkring di top ten TTWW atau TTI. Kini , banyak hashtag dakwah  yang sukses bertengger sebagai trending topic saat ada event atau memblast opini dakwah.  Berbarengan dengan suksesnya acara Muktamar Tokoh Umat (MTU) 1437H di dunia nyata, kampanye yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia tersebut menjadi topik yang paling banyak dibicarakan (trending topic) pula oleh para pengguna twitter di Indonesia.

Ketika hari pertama MTU digelar, Sabtu (24/4) di Jakarta, kata kunci tautan (hash tag) #IslamRahmatanlilAlamin langsung menjadi topik bahasan nomor satu para pengguna jejaring sosial twitter di Indonesia (trending topic Indonesia/TTI).  Sedangkan ketika hari kedua MTU digelar, Ahad (25/4) di Yogyakarta dan beberapa kota lainnya, hash tag#MTU1437H menjadi TTI nomor satu dengan jangkauan hingga 7.884.507 netizen.

 Sedangkan kata “khilafah” masuk TTI pula di nomor urut sembilan dengan jangkauan yang menembus 4.268.279 pengguna twitter. Dan Alhamdulillah lagi, hashtag #MuslimYouth juga sempat nangkring jadi TTI saat pelaksanaan 07 Mei lalu di Yogyakarta. Semoga selain sebagai TT, opini dakwah pun kian mengguncang twitterland. Biar tambah josh, kamu jangan sampai ketinggalan untuk ikut ambil bagian. Gerakan jari, ikut berpartisipasi, kejar ridho illahi. Twit![]

Mendulang Pahala di Dunia Maya

Makin berkembangnya teknologi informasi tak bisa dilepaskan dari koneksi internet dan keberadaan  sosial media. Apalagi bagi remaja, hidup mereka seolah tak punya nilai tambah kalo gak eksis di dunia maya.

Walhasil, setiap hari, setiap jam, setiap detik, kehidupan remaja tak hanya di dunia nyata. Tapi juga banyak bekeliaran di dunia maya.  Sayang banget kalo waktu remaja habis tanpa manfaat di dunia maya. Sampai lupa waktu dan lupa diri untuk tunaikan kewajibannya menuntut ilmu. Jangan sampe deh gara-gara asyik berkelana di dunia maya, masa depannya gak keurus.

Ilmu akademisnya jebol, akidahnya juga bobol. Ngeri! Biar remaja nggak kehilangan masa mudanya yang mulia, dakwah mesti sampai ke hadapan mereka. Apalagi dakwah adalah suatu kewajiban yang telah Allah pesankan pada seluruh manusia. Tanpa harus dibatasi oleh tempat dan waktu.  Dakwah juga tidak dibatasi oleh sarana yang digunakan untuk menyampaikan seruan Allah. Saat ini, berdakwah nggak cuman di mesjid atau majlis ta’lim saja.

Syiarnya juga nggak melulu ngandeli toa alias pengeras suara yang sering kedapatan nangkring di atas mesjid. Sekarang mah sarananya udah lebih modern seperti lewat audio-video dan yang paling ramai adalah internet dan turunannya seperti forum mailing list, forum diskusi, forum jejaring sosial, messenger, chatting, blog dan website dan cara-cara yang lainnya. Mau nggak mau, dakwah sebagai kewajiban bersama mesti bisa merangkul mereka yang hidupnya lebih banyak di dunia maya. Biar sama-sama bisa mendulang pahala.

Dari sinilah awal kemunculan beberapa komunitas yang getol menyebarkan kontent dakwah di dunia maya. Sehingga lebih banyak remaja yang terjangkau untuk mengenal islam. Meski hanya via update status, tapi pengaruh dakwah via sisoal media cukup signifikan. Konsep viral yang diusung sosial media, menjadikan kontent dakwah selalu mendapat banyak perhatian. Dari reweet, shre, hingga repost. Inilah warna baru dakwah viasiial media. Berikut beberapa komunitas dakwah online yang layak kamu kepo-in.  

1 Yuk Ngaji.

#YukNgaji  adalah Komunitas independen yang menghimpun potensi lintas generasi dan profesi untuk berbagi ilmu dan inspirasi kebaikan. Komunitas yang digawangi oleh Ust. Felix Siauw ini menjadi sebuah ikhtiar mengoptimalkan manfaat media online sekaligus menggalang perubahan nyata untuk kemajuan peradaban mulia.Komunitas #YukNgajiID hadir menjembatani kemajuan teknologi informasi dengan tidak meninggalkan kewajiban seorang muslim untuk menuntut ilmu. Komunitas #YukNgajiID mengajak netizen mengakrabkan diri dengan kajian ilmu-ilmu Islam, baik secara online maupun offline  

2 Dakwah Islam.

Dakwah Islam atau  Yayasan Majelis Dakwah Islam  Nusantara terbentuk dari 4 Anak Muda Islam yang memiliki semangat Islam  untuk mengembangkan  Dakwah. Website  DakwahIslam sendiri merupakan pengembangan dari Line Dakwah Islam atau LINE@ Dakwah Islam. Kemudian berkembang juga menuju instagram. @DakwahIslamID.Majelis Dakwah Islam sendiri fokus dalam pengembangan media Islam, Pendidikan berbasis islam dan Sosial Kemasyarakatan.

3 Aku Cinta Islam (ACI).

Komunitas ACI adalah wadah persatuan, koordinasi,  sinergi, dan saling dukung antar akun-akun media sosial dakwah islam di Indonesia.ACI akan menjadi sebuah backbone bersama dalam pergerakan dakwah Islam di dunia sosmed yang dimulai dari twitterland, lalu facebook, path, LINE, WA, dll. Tak hanya di dunia maya, ACI juga aktif ngadain kegiatankegiatan offline mulai dari kegiatan-kegiatan  edukasi, sosial, program- program remaja, pemuda, bapak-bapak., umi-umi,  optimasi diri, seminar, sharing rutin mingguan bulanan, bahkan kelas-kelas semi-kurikulumis (aduh bahasa apa ini, tapi ngerti kan ya? ^^) yang tentunya akan membuat diri lebih berkualitas, keluarga yang berkualitas, dan bahkan menjadi bagian untuk bermanfaat lebih banyak kepada masyarakat, bangsa dan negera.

4 Salingsap Komunit as bernama ‘Salingsapa’ hadir di tengah masyarakat untuk menjadi alternatif pilihan bersosial media melalui dunia maya dengan menyelipkan konten-konten Islam melalui tulisan, audio, video, dan lainnya. Mereka pun mengembangkan sebuah situs jejaring sosial seperti facebook untuk memudahkan para membernya bersaling-sapa satu sama lain. Situs ini pun semakin berkembang  dengan konten dan juga kerjasama dengan berbagai pihak. Alhasil Salingsapa pun menjadi sebuah komunitas di dunia maya yang terkenal di banyak kajian Islam tanah air yang menyajikan alternatif mengaji jarak jauh.

 Jika tak bisa hadir langsung di tempat acara, Salingsapa bisa menayangkan video live streaming acara tersebut atau bisa juga mendengarkannya saja melalui fasilitas fitur audio. Driser, hari gini udah banyak penampakan komunitas  dakwah online di dunia maya. Jadi, udah semestinya kita makin kenal dengan Islam. Biar pribadi bener dan nggak lupa sampein dakwah ke masyarakat biar sama-sama hidup bener dalam naungan  Islam. Hari gini masih ogah ngaji? Apa kata dunia akhirat! [@Hafidz341]