Para aktivis bakar tembakau, kebakaran jenggot. Masalahnya, isu kenaikan harga rokok bikin was-was. Gimana nggak, kalo satu bungkus yang cuman belasan ribu mungkin masih ngepas ama uang saku. Lha giliran naik jadi lima puluh ribuan per bungkus, mikir lagi kalo mau tetep ngudud. Padahal dari sisi kesehatan, ngerokok nggak ada baiknya. Terlebih untuk remaja. Biar kamu nggak salah kaprah seputar rokok dan gaya hidup remaja, kita simak obrolan mbak Alga dari redaksi drise dengan dokter Arum. Yuk simak!
Baru-baru ini beredar opini akan adanya kenaikan rokok dengan berbagai penelaahan dan sejumlah alasan. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?
Kita memahami persoalan terkait rokok adalah persoalan yang sangat kompleks. Karena itu menaikkan harga rokok belum bisa menyelesaikan persoalan akibat merokok ini dengan tuntas. Mungkin memang bisa mengurangi jumlah perokok pemula remaja ketika harga rokok naik. Tapi bagi pecandu rokok berat, apalagi yang memiliki uang, bisa jadi tetap membeli rokok. Di sisi lain, bisa jadi akan ada persoalan baru yang muncul seperti adanya rokok illegal atau mengganti rokok dengan bahan lain yang berefek sama. Kita harus menyadari ada banyak hal yang harus dibenahi, baik persoalan regulasi , industry, promosi bahkan soal campur tangan politisi. Jadi tidak usah berlebihan menanggapinya
Jika kenaikan rokok dianggap mampu mempengaruhi daya beli masyarakat, apa ini berkorelasi positif dengan gaya hidup sehat?
Pada individu tertentu mungkin ada sedkit perubahan, namun secara umum tidak berkorelasi dengan terbentuknya gaya hidup sehat. Mengapa demikian? Karena banyak gaya hidup yang tidak sehat yang dipilih oleh masyarakat. Masyarakat belum cerdas sehat dan belum sadar sehat. Maka tanpa rokok belum menjamin gaya hidup mereka lebih sehat.
Di bungkus rokok selalu tertulis peringatan menyeramkan (rokok dapat menyebabkan kematian), apa ini dinilai kurang memberikan efek jera?
Melihat fakta jumlah perokok yang makin meningkat, termasuk meningkatnya jumlah perokok pemula, maka jelas bahwa peringatan yang menyeramkanRokok membunuhmu- itu ternyata tidak efektif. Dari sini kita bisa melihat bagaimana kondisi masyarakat kita. Ini mencerminkan masyarakat yang tidak hanya tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga tidak peduli pada kesehatan orang lain.
Bahaya asap rokok bagi perokok pasif saya kira sudah sering disampaikan. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan perasaan masyarakat kita. Atau dengan kata lain masyarakat kita sedang sakit, sehingga tidak dapat berpikir jernih dan tidak menggunakan akal sehatnya. Mereka memilih sesuatu yang sesaat menyenangkan – menenangkan, namun dalam jangka panjang membahayakan bahkan mematikan
Dari pandangan medis sendiri, sejauh mana bahaya rokok? Baik aktif, pasif maupun lingkungan sekitar?
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahaya rokok bagi perokok. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.
Nikotin juga bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Sehingga terjadi jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis dengan segala dampaknya seperti penyakit jantung koroneer. Merokok juga dapat mengakibatkan
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
(80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok). Dampak lainnya adalah
Impotensi, Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh. Rokok juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru.
Sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan karena asap rokok. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. Asap rokok juga merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok. Rokok juga berbahaya bagi orang sekitarnya, atau yang sering kita sebut sebagai perokok pasif.
WHO memperkirakan setidaknya lebih dari 600.000 orang di dunia yang bukan perokok meninggal dunia akibat asap rokok (perokok Pasif). Dan sekitar 165.000 anak meninggal karena menjadi perokok pasif, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Orang yang Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk. Asap rokok bahkan mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia yang ratusan diantaranya telah terdeteksi berbahaya dan 50 jenis bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kanker seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.
Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Dampak lain dari asap rokok adalah memyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal yang m membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung.
Pada ibu hamil yang terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Sementara itu Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis juga asma. Bahkan kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok. Bagi lingkungan, jelas asap rokok menyebabkan udara menjadi kotor dalam waktu dua sampai tiga jam udara masih mengandung asap rokok meski tidak tercium oleh indra penciuman manusia.
Apa kabar perokok remaja di Indonesia, Bu? Kenapa para remaja ditemukan sebagai perokok aktif di komunitasnya?
Jumlah perokok remaja di Indonesia ternyata terus meningkat secara drastis Ketua I Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Penanggulangan Tembakau, Widyastuti Soerojo, menyebut. Tahun 2010 jumlah perokok umur 14 tahun sudah mencapai 3,9 juta orang. Pada 2013 meningkat menjadi lebih dari 7 juta. Sementara itu jumlah peroko baru terus meningkat. Bahkan perharinya sekitar 45 ribu perokok baru di Indonesia.
Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
pada 2014 terhadap siswa sekolah usia 13-15 tahun di Indonesia mengungkap 36,2% laki-laki dan 4,3% perempuan mengonsumsi tembakau. Umumnya, siswa mulai merokok pada usia 12-13 tahun. Sungguhnmemprihatinkan remaja menjadi perokok banyak faktor. Awalnya karena cobacoba, meniru yang lain, termasuk meniru orang yang lebih tua akhirnya kecanduan. Bisa juga karena pergaulan, kalau nggak merokok tidak diterima dalam komunitas remaja tertentu.
Remaja yang tidak merokok dianggap tidak gaul, kuno dsb. Akhirnya ‘terpaksa’merokok dan kecanduan. Apalagi di Indonesia banyak acara-acara “gaul”sponsornya pabrik rokok. Remaja seperti digiring untuk merokok. Lingkungan yang mentolerir rokok juga turun berperan membuat mereka jadi perokok. Semua terjadi karena remaja tidak memilliki jati diri dan tidak paham tujuan hidup yang sesungguhnya, sehingga memilih nikmat sesaat tapi membahayakan hidupnya di dunia, bahkan akheratnya
Jika remaja yang sudah terlanjur gemar merokok, usaha apa yang bisa dilakukan untuk berhenti dari candu yang satu ini?
Pertama ajak bicara dari hati ke hati. Tanyakan alasannya merokok. Jelaskan bagaimana seorang pemuda seharusnya, tanpa rokok pun bisa menjadi remaja handal, laki-laki sejati dst. Kedua pahamkan akan bahaya rokok bagi dirinya dan orang lain dengan lengkap dan jelas, kalau perlu dengan gambar, sehingga teman remaja paham benar resiko merokok. Selain dari aspek kesehatan, sampaikan juga resiko dari aspek ekonomi. Ketiga motivasi remaja untuk berkarya nyata dengan melakukan kegiatan positif dan yang tidak boleh dilupakan,orang sekitarnya menjadi teladan dnegan tidak merokok
Jika ada larangan merokok remaja, sedangkan di kalangan orang tua tetap jalan, bagaimana solusinya?
Berat kalau tetap ada toleransi untuk merokok, tapi kalau itu yang terjadi, seharusnya sosialisasi bahaya rokok makin digencarkan. Demikiana juga kampanye remaja sehat makin diintensifkan dan bahaya rokok perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Negara harus perbanyak sarana kegiatan positif bagi remaja dan meniadakan iklan rokok termasuk melarang perusahaan rokok sebagai sponsor kacara remaja.
Apakah isu agama dapat dijadikan dalil untuk para perokok untuk berhenti atau setidaknya bertindak lebih bijaksama?
Melihat karakteristik masyarakat kita saat ini rasanya dalil agama belum efektif untuk mencegah merokok. Aturan agama yang parsial penerapannya tidak akan membentuk budaya masyarakat yang berasaskan pada aturan agama. Padahal dalam kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan aturan dan perasaan yang sama yang muncul dan terbentuk dari pemikiran yang sama. Sehingga standar yang dipakai juga sama. Saat ini kita melihat adanya perbedaan pandangan dalam suatu hal, termasuk dalam menentukan hukum rokok misalnya. Agama belum dijadikan landasan dalam menentukan perbuatan/aktivitas termasuk merokok. Akibatnya hawa nafsu yang lebih dominan, dunia yang lebih diutamakan. Kondisi seperti ini membuat perokok mengabaikan hukum merokok dalam pandangan agama.
Bagaimana peran negara seharusnya memecahkan masalah ini?
Negara seharusnya menyadari bahwa negara punya peran sentral dalam mengatur semua urusan rakyat termasuk urusan rokok merokok ini. Negara perlu membuat aturan yang menyeluruh dan komprehensif atas rokok ini. Negara memastikan warga negaranya paham benar bahaya rokok dan hukum merokok sehingga dapat bersikap tepat dan bertanggungjawab. Negara mengatur industry rokok dengan regulasi sedemikian rupa dan juga tidak menjadikan pajak rokok sebagai sumber pemasukan negara dan mencari sumber pemasukan yang aman seperti dari sumber daya alam. Di sisi lain juga tidak mengizinkan pabrik rokok sebagai sponsor dalam kegiatan apapun.
Apa pesan ibu untuk para pembaca DRISE seluruh Indonesia?
Bahaya rokok sudah cukup jelas, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Karena itu jangan coba-coba menjadi perokok karena membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan untuk tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Yang sudah jadi perokok segera lah berhenti. Gunakan masa muda untuk berkarya yang membawa manfaat untuk orang lain.[]