Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain

Para aktivis bakar tembakau, kebakaran  jenggot. Masalahnya, isu kenaikan harga rokok bikin was-was. Gimana  nggak, kalo satu bungkus yang cuman belasan ribu mungkin masih ngepas ama uang saku. Lha giliran naik jadi lima puluh ribuan per bungkus, mikir lagi kalo mau tetep ngudud. Padahal dari sisi kesehatan, ngerokok nggak ada baiknya. Terlebih untuk remaja. Biar kamu nggak salah kaprah seputar rokok dan gaya hidup remaja, kita simak obrolan mbak Alga dari redaksi drise dengan dokter Arum. Yuk simak!

Baru-baru ini beredar opini akan adanya kenaikan rokok dengan berbagai penelaahan dan sejumlah alasan. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?

Kita memahami persoalan terkait rokok adalah persoalan yang sangat kompleks. Karena itu menaikkan harga rokok belum bisa menyelesaikan persoalan akibat merokok ini dengan tuntas. Mungkin memang bisa mengurangi jumlah perokok pemula remaja ketika harga rokok naik. Tapi bagi pecandu rokok berat, apalagi yang memiliki uang, bisa jadi tetap membeli rokok. Di sisi lain, bisa jadi akan ada persoalan baru yang muncul seperti adanya rokok illegal atau mengganti rokok dengan bahan lain yang berefek sama. Kita harus menyadari ada banyak hal yang harus dibenahi, baik persoalan regulasi , industry, promosi bahkan soal campur tangan politisi. Jadi tidak usah berlebihan menanggapinya

 Jika kenaikan rokok dianggap mampu mempengaruhi daya beli masyarakat, apa ini berkorelasi positif dengan gaya hidup sehat?

Pada individu tertentu mungkin ada sedkit perubahan, namun secara umum tidak berkorelasi dengan terbentuknya gaya hidup sehat. Mengapa demikian? Karena banyak gaya hidup yang tidak sehat yang dipilih oleh masyarakat. Masyarakat belum cerdas sehat dan belum sadar sehat. Maka tanpa rokok belum menjamin gaya hidup mereka lebih sehat.

 Di bungkus rokok selalu tertulis peringatan menyeramkan (rokok dapat menyebabkan kematian), apa ini dinilai kurang memberikan efek jera?

Melihat fakta jumlah perokok yang makin meningkat, termasuk meningkatnya jumlah perokok pemula, maka jelas bahwa peringatan yang menyeramkanRokok membunuhmu- itu ternyata tidak efektif. Dari sini kita bisa melihat bagaimana kondisi  masyarakat kita. Ini mencerminkan masyarakat yang tidak hanya tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga tidak peduli pada kesehatan orang lain.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif saya kira sudah sering disampaikan. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan perasaan masyarakat kita. Atau dengan kata lain masyarakat  kita sedang sakit, sehingga tidak dapat berpikir jernih dan tidak menggunakan akal sehatnya. Mereka memilih sesuatu yang sesaat menyenangkan – menenangkan, namun dalam jangka panjang membahayakan bahkan mematikan  

Dari pandangan medis sendiri, sejauh mana bahaya rokok? Baik aktif, pasif maupun lingkungan sekitar?  

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahaya rokok bagi perokok. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Nikotin juga bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Sehingga terjadi jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis dengan segala dampaknya  seperti penyakit jantung koroneer. Merokok juga dapat mengakibatkan

 Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

(80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok). Dampak lainnya adalah

Impotensi, Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh. Rokok juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru.

Sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan karena asap rokok. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. Asap rokok juga merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.  Rokok juga berbahaya bagi orang sekitarnya, atau yang sering kita sebut sebagai perokok pasif.

WHO memperkirakan setidaknya lebih dari 600.000 orang di dunia  yang bukan perokok meninggal dunia akibat asap rokok (perokok Pasif). Dan sekitar 165.000 anak meninggal karena menjadi perokok pasif, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Orang yang Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk. Asap rokok bahkan mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia yang ratusan diantaranya telah terdeteksi berbahaya dan 50 jenis bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kanker seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.

Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Dampak lain dari asap rokok adalah memyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal yang m membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung.  

Pada ibu hamil yang terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Sementara itu Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis juga asma. Bahkan kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok. Bagi lingkungan, jelas asap rokok menyebabkan udara menjadi kotor dalam waktu dua sampai tiga jam udara masih mengandung asap rokok meski tidak tercium oleh indra penciuman manusia.  

Apa kabar perokok remaja di Indonesia, Bu? Kenapa para remaja ditemukan sebagai perokok aktif di komunitasnya?

Jumlah perokok remaja di Indonesia ternyata terus meningkat secara drastis Ketua I Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Penanggulangan Tembakau, Widyastuti Soerojo, menyebut. Tahun 2010 jumlah perokok umur 14 tahun sudah mencapai 3,9 juta orang. Pada 2013 meningkat menjadi lebih dari 7 juta. Sementara itu jumlah peroko baru terus meningkat. Bahkan perharinya sekitar 45 ribu perokok baru di Indonesia.

Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

 pada 2014 terhadap siswa sekolah usia 13-15 tahun di Indonesia mengungkap 36,2% laki-laki dan 4,3% perempuan mengonsumsi tembakau. Umumnya, siswa mulai merokok pada usia 12-13 tahun. Sungguhnmemprihatinkan remaja menjadi perokok banyak faktor. Awalnya karena cobacoba, meniru yang lain, termasuk meniru orang yang lebih tua akhirnya kecanduan.  Bisa juga karena pergaulan, kalau nggak merokok tidak diterima dalam komunitas  remaja tertentu.

Remaja yang tidak merokok  dianggap tidak gaul, kuno dsb. Akhirnya ‘terpaksa’merokok dan kecanduan. Apalagi di Indonesia banyak acara-acara  “gaul”sponsornya pabrik rokok. Remaja seperti digiring untuk merokok. Lingkungan yang mentolerir rokok juga turun berperan  membuat mereka jadi perokok.  Semua terjadi karena remaja tidak memilliki jati diri dan tidak paham tujuan hidup yang sesungguhnya, sehingga memilih nikmat sesaat tapi membahayakan hidupnya di dunia, bahkan akheratnya

 Jika remaja yang sudah terlanjur gemar merokok, usaha apa yang bisa dilakukan untuk berhenti dari candu yang satu ini?

 Pertama ajak bicara dari hati ke hati. Tanyakan alasannya merokok. Jelaskan bagaimana seorang pemuda seharusnya, tanpa rokok pun bisa menjadi remaja handal, laki-laki sejati dst.  Kedua pahamkan akan bahaya rokok bagi dirinya dan orang lain dengan lengkap dan jelas, kalau perlu dengan gambar, sehingga teman remaja paham benar resiko merokok. Selain dari aspek kesehatan, sampaikan juga resiko dari aspek ekonomi.  Ketiga motivasi remaja untuk berkarya nyata dengan melakukan kegiatan positif dan yang tidak boleh  dilupakan,orang sekitarnya menjadi teladan dnegan tidak merokok

Jika ada larangan merokok remaja, sedangkan di kalangan orang tua tetap jalan, bagaimana solusinya?

Berat kalau tetap ada toleransi untuk merokok, tapi kalau itu yang terjadi, seharusnya sosialisasi bahaya rokok makin digencarkan. Demikiana juga kampanye remaja sehat makin diintensifkan dan bahaya rokok perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Negara harus perbanyak sarana kegiatan positif bagi remaja dan meniadakan iklan rokok termasuk melarang perusahaan rokok sebagai sponsor kacara remaja.

Apakah isu agama dapat dijadikan dalil untuk para perokok untuk berhenti atau setidaknya bertindak lebih bijaksama?

 Melihat karakteristik masyarakat kita saat ini rasanya dalil agama belum efektif untuk mencegah merokok. Aturan agama yang parsial penerapannya tidak akan membentuk budaya masyarakat yang berasaskan pada aturan agama. Padahal dalam kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan aturan dan perasaan yang sama yang muncul dan terbentuk dari pemikiran yang sama. Sehingga standar yang dipakai juga sama. Saat ini kita melihat adanya perbedaan pandangan dalam suatu hal, termasuk dalam menentukan hukum rokok misalnya. Agama belum dijadikan landasan dalam menentukan perbuatan/aktivitas termasuk merokok. Akibatnya hawa nafsu yang lebih dominan, dunia yang lebih diutamakan. Kondisi seperti ini membuat perokok  mengabaikan hukum merokok dalam pandangan agama.

Bagaimana peran negara seharusnya memecahkan masalah ini?

Negara seharusnya menyadari bahwa negara punya peran sentral dalam mengatur semua urusan rakyat termasuk urusan rokok merokok ini. Negara perlu membuat aturan yang menyeluruh dan komprehensif atas rokok ini. Negara memastikan warga  negaranya paham benar bahaya rokok dan hukum merokok sehingga dapat bersikap tepat dan bertanggungjawab. Negara mengatur industry rokok dengan regulasi sedemikian rupa dan juga tidak menjadikan pajak rokok sebagai sumber pemasukan negara dan mencari sumber pemasukan yang aman seperti dari sumber daya alam. Di sisi lain juga tidak mengizinkan pabrik rokok sebagai sponsor dalam kegiatan apapun.

 Apa pesan ibu untuk para pembaca DRISE seluruh Indonesia?

 Bahaya rokok sudah cukup jelas, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Karena itu jangan coba-coba menjadi perokok karena membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan  untuk tidak membahayakan diri sendiri dan  orang lain. Yang sudah jadi perokok segera lah berhenti. Gunakan masa muda untuk berkarya yang membawa manfaat untuk orang lain.[]

DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO “EVENT ORGANIZER”

Karaker generasi muda Islam itu harus  semangat dan tajam. Seperti halnya para shahabat Rasul. Harus cerdas  dan intelek juga, agar kita nggak ditipu oleh budaya dan pemikiran ideologi-ideologi pesaing Islam, yakni Kapitalisme dan Sosialisme. Kayak apa sih gambaran kedua ideologi ini? Dan apa pula hubungannya dengan Islam? Yuk kita simak wawancara D’Rise dengan Ricky Fattamazaya, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (Gema)

Kemarin-kemarin, sempat ramai ideologi Komunis dan PKI yang tercermin dari simbol-simbolnya yang berseliweran di media massa. Bagaimanakah pandangan Bang Ricky dan sikap kita seharusnya?

 Geliat ideologi Komunis dan PKI menyebar sedemikian di sosmed, radio, TV, media cetak berbagai respon juga ikut meramaikannya.

Ini adalah 1 ideologi dari 3 ideologi yang ada di Dunia “Kapitalis- Demokrasi dan Islam” dan benturan ketiga Ideologi ini pasti akan terus terjadi.  Saya beberapa kali diskusi dengan gerakan mahasiswa yang berpaham ideologi Sosialis- Komunis ini dan saya dapati ideologi sosialis – komunis hari ini tidaklah murni lagi dengan kata lain mengarah kepada corak kapitalis.

Tentu sebagai pengemban ideologi Islam, saya dan teman- teman lainnya menanggapi ini secara bijak dengan merespon seperlunya dan fokus kepada targetan kami yakni menjadikan Islam sebagai mainstream pergerakan mahasiswa Indonesia yang akhirnya negara diatur dengan ideologi Islam Sosialisme- Komunisme terbukti gagal.

Kapitalisme- Demokrasi yang diterapkan hari ini biang dari segala masalah yang dalam waktu singkat juga akan dikubur. Kedua Ideologi ini adalah sumber masalah. Oleh karena itu, pilihan kita hanya Islam dan lebih dari itu konsekuensi kita setelah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah menjalankan seluruh perintahnya dan meninggalkan seluruh larangannya dan itu hanya dapat terealisasi secara sempurna jika negara mengadopsi ideologi Islam dengan Khilafah sebagai institusi negara. Inilah sikap dan jalan perjuangan kita.

Berbagai kasus perkosaan dan pembunuhan sadis pun menggeliat. Apakah sebenarnya yang menyebabkan semua hal mengerikan ini?

Menyedihkan melihat banyak kasus pembunuhan sadis yang terjadi bahkan dunia hewan sepertinya tidak akan sanggup melakukannya.

Di dalam Islam, harga nyawa itu sangatlah mahal bahkan dalam sebuah hadits Nabi menyebutkan nyawa seorang manusia lebih berharga ketimbang Ka’bah sekalipun.  Namun dalam sistem hari ini nilai nyawa sangatlah murah. Seseorang yang membunuh tetaplah salah namun yang paling bersalah hari ini adalah negara.

Banyak faktor yang menyebabkan pembunuhan sadis ini terjadi dan Negara tidak hadir dalam hal ini termasuk dalam preventif dan refresif (pencegahan dan pemberian sanksi) karena  hanya dalam Islam konsep preventif dan refresif dapat dijalankan secara utuh dan pelakunya menjadi jera. Dunia

pergerakan mahasiswa pun seolah padam. Apakah mahasiswa terlalu rajin belajar dan melupakan kondisi sosial masyarakat?

Dunia pergerakan Mahasiswa hari ini tetap hidup namun kebanyakan sebatas menjadi EO “Event Organizer”. Sekedar membuat acara- acara yang laku dipasaran karena mahasiswanya banyak yang apatis terhadap dunia pergerakan.  

Mereka “Mahasiswa” sibuk mendapatkan nilai bagus, cepat selesai, bekerja dan menikah. Sehingga banyak gerakan yang kehilangan jati dirinya, ditambah penguasa dan partai politik di negeri ini sengaja mendesain agar pergerakan mahasiswa itu condong kepada patronnya masing- masing, “Politik Praktis” dan melupakan fungsi mereka sebagai kalangan koreksi sosial, agent control, agent of change sehingga masyarakat dan mahasiswa dijauhkan satu sama lain.  

Lalu apa gunanya berfikir ketika melupakan kondisi masyarakat? Apa gunanya belajar kalau sekedar hasrat yang ujung- ujungnya tetap sebagai budak Kapitalis? Meski demikian, tetap masih ada Gerakan yang Ikhlas dan Komitmen dalam perjuangaannya.  

Apakah yang harus dilakukan, khususnya oleh remaja Islam, dalam menyikapi berbagai kondisi buruk yang terjadi sekarang ini? Remaja Islam hari ini adalah kader terbaik masa depan. Janganlah menjadi korban dan pelaku keterpurukan yang terjadi saat ini. Jadilah pembebas, pengubah karena potensi itu sudah ada semenjak engkau dilahirkan di bumi ini dan sudah mengalir disetiap tetesan darah.  

Belajarlah karena Allah bukan karena materi sehingga apapun profesimu nanti semuanya bermuara kepada Allah. Bergabunglah pada organisasi yang ikhlas dan komitmen dalam memperjuangkan Islam. Serukanlah kebaikan itu pada setiap level termasuk pada level negara senantiasa koreksilah negara sampaikan kepadanya kami hanya mau diatur dengan sistem Islam karena dengan itu rahmatan lil alamin bagi semesta alam dapat terealisasi.

Bagaimanakah perkembangan Gema Pembebasan? Alhamdulillah gema Pembebasan semakin tumbuh dan berkembang baik dari cakupan anggota, Opini, dan Jumlah kampus yang tersebar kader- kader kami disana. Kami tersebar dari Aceh hingga ke Jayapura.

Senantiasa membangun mitra dengan organisasi- organisasi lainnya yang ada di seluruh Indonesia karena kami yakin revolusi Islam itu sebentar lagi akan terwujud dan itu terjadi sekarang, iya Era Kami.  

Bagi adik- adik yang mau bergabung dengan kami syaratnya Kuliah dulu ya baru dapat menjadi anggota Gema Pembebasan dan cepat karena gerbong ini tetap bergerak laju menuju kemenangan pastikan adik- adik semua menjadi pemain di dalam kemenangan ini. Berjuanglah sampai akhir saudara- saudaraku. Allah menjanjikan kita kemenangan. Generasi-generasi dahulu telah menorehkan kegemilangannya, sekarang saatnya kita menorehkan sejarah kemenangan buat generasi- generasi kita mendatang.

Biodata Ricky Fattamazaya

Nama : Ricky fattamazaya M S.H, M.H

Tempat/tgl lahir : Kampung pajak/ 18 April

1990

Pengalaman kerja dan organisasi

· Magang di pengaadilan Tinggi Riau

· Magang LBH Riau

· Mengajar di Perguruan Tinggi Dakwah

Islam

· Bidang Intelectual Lembaga Dakwah

Kampus

· Ketua Umum PP Gema Pembebasan.

Fika Monika Komara : mewaspadai pergaulan bebas

Driser bulu kuduk kita berdiri bukan karena enggak kebagian duduk, tapi ngeliat kejahatan seksual yang  tengah menjadi headline media massa. Parahnya, itu menimpa dunia remaja. Baik sebagai korban hingga pelaku. Emang bukan pertama kali kasus kejahatan seksual yang menimpa remaja. Tapi tragedi yang menimpa Yuyun di Bengkulu, seolah menggedor kesadaran masyarakat. Hingga melahirkan kampanye di sosial media dengan hashtag #NyalaUntukYuyun. Untuk itu, kali ini drise coba kupas kejahatan seksual remaja dalam sudut pandang Islam bersama Ustadzah Fika Komara, pemerhati masalah wanita termasuk remaja putri. Yuk kita simak obrolannya!  

Ustadzah, belakangan ini marak pemberitaan tentang kejahatan seksual yang menimpa perempuan dan anak-anak. Bahkan pelakunya masih kategori remaja. Bagaimana tanggapan ustadzah?

Ya ini persoalan sangat luar biasa memprihatinkan, harus kita harus mengakui bahwa ada masalah serius yang menjangkiti mental masyarakat kita, lebih khususnya anak-anak kita, generasi muda kita. Bukan waktunya lagi kita hanya menyalahkan pelaku kejahatan, karena ternyata sebagian pelakunya juga anak-anak kita sendiri.

Kian hari kok makin mengerikan ya Ustadzah. Apa sih pemicunya?

Pemicunya jelas adanya semacam “wabah seksualisasi” yang secara terus menerus menyerbu mental kaum muda, yang didukung oleh industri hiburan dan media – dan ini secara masif merusak anakanak kita, laki-laki dan perempuan! Wabah  ini jelas telah menjadikan anak-anak perempuan sebagai objek komoditas  seksual dan secara mengerikan perlahan tapi pasti telah mengubah mental anakanak laki-laki kita layakya predator seksual. Mengerikan!

Beberapa pelaku dianggap masih di bawah umur. Sebenarnya bagaimana sih Islam memandang?

Islam jelas memandang ini sebagai bencana dan bahaya yang luar biasa, rusaknya generasi berarti rusaknya peradaban. Benarlah perkataan Imam al Ghazali :

“…jika anak dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu saja seperti membiarkan binatang ternak, maka ia akan sengsara dan binasa. Dosanya pun akan dipikul oleh orangtua dan walinya

Promosi nilai-nilai kebebasan sekuler telah mengantarkan anak-anak kita pada gerbang kebinasaan. Mereka yang seharusnya menjadi generasi pembangun masa depan, telah binasa masa depannya karena menjadi pelaku sekaligus korban kriminalitas rendahan.

Pemerintah katanya hendak memberikan hukuman kebiri bagi pelaku. Mohon tanggapannya.

 Hukuman kebiri bukan berasal dari Islam. Syariah Islam dengan tegas telah mengharamkan kebiri pada manusia, tanpa ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan fuqaha. Dari Ibnu Mas’ud RA, dia berkata: ”Dahulu kami pernah berperang bersama Nabi SAW sedang kami tidak bersama isteri-isteri. Lalu kami berkata (kepada Nabi SAW),’Bolehkah kami melakukan pengebirian?’ Maka Nabi SAW melarang yang demikian itu.” (HR Bukhari no 4615; Muslim no 1404; Ahmad no 3650; Ibnu Hibban no 4141).

Bagaimana hukuman yang adil bagi pelaku dalam kacamata Islam untuk kejahatan seksual?

Solusi mencegah wabah seksualisasi ini hanyalah dengan menerapkan Syariah Islam Kaffah, bukan hanya aspek uqubat (system sanksi) saja. Penerapan hukuman tegas seperti kebiri yang banyak diwacanakan – selain tidak Islami juga tidak akan menyelesaikan masalah karena akar masalahnya jauh lebih mendasar, ini menyangkut juga eksisnya system-sistem lain seperti media yang permisif terhadap konten pornografi, industry hiburan yang terus mempromosikan nilai kecantikan sensual pada wanita, serta system pendidikan kita yang kian sekuler dan gagal mencetak mental generasi muda yang berintegritas.

Apa yang bisa kita lakukan untuk andil dalam perubahan masyarakat, apalagi kami kan masih remaja?

Kembalilah mendekat pada Islam, temukan jatidirimu sebagai Muslim, sadari bahwa kalian adalah pewaris peradaban emas dan keturunan pahlawan dunia, bukan semata anak muda yang “ikut arus” karena takut dianggap kurang gaul

 

Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat

Remaja ngompol? Aiih…malu donk! Eits,  ngompol yang satu ini justru bikin kamu bangga karena lebih intelek dan  peduli dengan kondisi umat. Yup, ngompol yang satu ini artinya ngomong politik. Emang pantes remaja ‘ngompol’? Bukannya politik itu urusannya orang dewasa.

Terutama yang duduk di kursi parlemen? Jangan salah. Ternyata, remaja pantas dan wajib ngomong politik. Biar lebih jelas, simak obrolan redaksi dengan Ustadzah Pratma Julia yang sudah malang melintang di dunia politik bersama Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Cekidot!

Ustadzah, sebenarnya sejauh mana ruang lingkup politik? remaja kan belum boleh ikut pemilu sebagai wadah politik praktis.

Memang sudah saatnya masyarakat masa kini memahami makna politik sesuai praktek yang dijalankan pada masa Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini sangat penting agar ketika disebutkan ‘politik’ tidak hanya terbayang praktek politik praktis yang diterapkan dalam demokrasi, yang hanya membahas mengenai parlemen, elektoral (pemilihan, baik kepala pemerintahan atau anggota parlemen), atau mekanisme sistem pemerintahan.

Kalau demikian yang dipahami, maka remaja hanya boleh terlibat  jika telah dewasa (17 tahun). Tapi bila pemahaman politik ini diluruskan sesuai tatanan Islam, maka remaja sudah mampu untuk terlibat dalam kegiatan politik. Sebab, politik itu adalah kepedulian dan keterlibatan dalam urusan kemasyarakatan. Seperti menyampaikan kritik pada penguasa yang enggan menerapkan syariat Islam, berkampanye tentang keharusan remaja terikat dengan tata pergaulan Islam, dsb.  

Remaja bicara politik, apa tidak “terlalu berat” ya ustadzah?

 Sama sekali tidak berat. Sekarang itu kan remaja diidentifikasi sebagai kalangan yang menjalani umur peralihan antara kanakkanak dan dewasa. Sehingga tidak dibiasakan untuk bepikir serius tentang masalah yang dihadapi masyarakat.

Apalagi sistem kapitalis liberal memang membentuk remaja dan mentolerir mereka  untuk hanya berpikir tentang diri mereka  sendiri dan hal lain yang bersifat remeh  temeh seperti musik, fashion, dan gaya hidup industrialis yang berkiblat ke Barat. 

Padahal banyak di antara mereka yang melalui usia dini dan anak-anaknya di TPA  atau sekolah Islam. Seharusnya modal ini menjadi sarana untuk mendekatkan mereka dengan khasanah Islami, termasuk  praktek masa Rasulullah yang kental suasana politiknya.

 Apa hubungan aspek politik dengan aspek lainnya seperti pendidikan, kesehatan, sosial dan lainnya?

 Politik itu bisa dimaknai sebagai strategi untuk mengatur urusan masyarakat secara menyeluruh. Dan yang mampu menjalankan peran strategis tersebut secara paripurna hanya Negara. Negara dalam pandangan Isam, memang menjalankan fungsi sebagai pelayan kebutuhan rakyatnya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar dan bersifat komunal seperti pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam relasi social.

 Nah yang mengawasi tugas Negara dalam pemenuhan kebutuhan itu ya seluruh rakyat, apakah ada pengabaian, mana yang tidak sesuai standar kelayakan, perilaku koruptif aparat dan lain-lain. Inilah aktiftas politik mereka secara riil yang dibingkai dalam kewajiban ‘amar ma’ruf nahi munkar.

Bagaimana jika ada yang berpendapat :”islam yes, politik no” ?

 Itu adalah tadhlil, penyesatan yang sengaja diciptakan oleh musuh Islam, Barat Kapitalis. Karena mereka mengerti betul bila kaum muslimin mulai berpolitik sesuai kewajiban syariat, maka mereka akan menuntut penegakan syariat , merekatak akan mau ‘dibeli’ dengan boleh bikin parpol  ‘rasa’ Islam tapi hakekatnya demokratis kufur. Kalau muslim sudah berkesadaran politik mereka akan berjuang mati-matian untuk menegakkan Khilafah.

Ini berbahaya bagi Barat, karena bila Khilafah tegak, itu menjadi tanda kehancuran peradaban mereka. Sehingga mereka perlu memalingkan kaum muslimin dari politik dengan jargon di atas, termasuk menanamkan pemikian bahwa politik itu kotor dan hanya untuk memperebutkan kursi.

Sejauh mana peran dan apresiasi remaja dalam kehidupan politik terutama di Indonesia?

Indonesia ini kan sudah pernah mencicipi sistem pemerintahan bercorak sosialis dan kapitalis. Hasilnya apa? Semua  permasalahan ada : aqidah minim, kemiskinan, wawasan kurang, kepekaan sosial rendah, kasuskasus asusila yang mengerikan dan banyak lagi. Sebagai calon pemimpin masa depan, remaja  adalah agen perubahan untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Karena itu remaja hendaknya mulai peka dengan masalah yang dihadapi umat. Caranya dengan memahami dulu syariat Islam agar tahu persis mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak agar tidak salah langkah dan selalu dekat  dengan petunjuk Islam. Karena pada hakekatnya petunjuk Allah SWT yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang pasti benar dan solutif terhadap masalah masyarakat.  

Bisakah dijelaskan sedikit sepak terjang Rasulullah Saw dalam kancah politik?

Rasulullah Muhammad SAW itu adalah negarawan yang luar biasa, pemimpin Negara, politikus yang sekaligus peletak dasar Negara adikuasa yang bertahan selam 14 abad. Posisi dan peran ini sering dilupakan oleh kaum muslimin. Padahal sejak di Mekkah yang dilakukan semuanya politis, seperti setiap menerima wahyu selalu menyampaikannya pada para Shahabat.

Itu bukan sekedar menyampaikan wahyu, namun demikianlah Rasulullah melakukan pola pembentukan kepribadian Islam para Shahabat. Sehingga mereka kuat aqidahnya, teguh dalam berjuang, tidak goyah karena kesulitan dan siksaan. Sehingga ketika Islam terwujud dalam Negara di Madinah, mereka semua siap menjalankan peran sebagai negarawan.

  Apa yang diharapkan terhadap remaja islam untuk membangun politik sehat, bersih dan sesuai tuntunan Rasulullah?

Remaja Islam harus menyadari betul bahwa posisi mereka sungguh strategis untuk  melakukan perubahan karena sejarah menorehkan banyak peristiwa tentang peran pemuda. Termasuk saat ini ketika hanya Khilafah yang mampu menjadi solusi atas kerusakan yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya, banyak pihak yang belum memahami dan meyakini konsep itu. Karena itulah kita masih memiliki tugas besar untuk menyadarkan umat untuk mau menerima bahkan memperjuangkan Khilafah.

Di sinilah remaja memiliki peran penting. Energi mereka, kemudaannya, menjadi harapan untuk membawa umat menjelang fajar Khilafah. Libatkan diri dalam dakwah karena inilah jalan mulia untuk mengejar kebahagiaan dunia akhirat. Jangan mudah menyerah ,  jangan tergoda untuk menengok atau mencicipi ideologi kufur Kapitalis dan Sosialis karena cipratannya akan mengotori kebersihan politik Islam.  

Apa pesan Ustadzah untuk pembaca Drise seluruh Indonesia?

Perkuat keimanan karena tantangan dan ancaman yang Antum hadapi sungguh kian berat, karena musuh-musuh Islam kian jitu merancang rencana untuk menjerumuskan remaja Islam. Dekatlah dengan Al Quran, pelajari cara hidup Rasulullah SAW agar Antum mendapatkan tauladan yang sempurna. Hormati dan hargai Ibu, ayah, guru, ustadz/ustadzah dan siapapun yang memberi petunjuk tentang Islam. Barakallahu alaikum..