Cara Menenangkan Hati

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, akhir-akhir ini hati saya galau, gelisah

tidak tahu kenapa. Saya sudah coba refreshing

dengan jalan-jalan, rekreasi, tapi tetap saya

merasa gelisah. Gimana menghilangkan

kegelisahan ini? (Wafa, Kalsel)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Wafa yang baik, Hati merupakan karunia yang diberikan  Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Dengannya Kita dapat merasa senang, bahagia, sedih, kecewa, bangga dan lain sebagainya. Dengannya pula kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Dalam kehidupan sehari hari kita sering dilanda rasa gelisah dan cemas akibat tekanan hidup dan berbagai masalah yang menimpa. Saat gelisah berarti hati Kita merasa tidak tentram, merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Kegelisahan terjadi karena adanya keridaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang sesungguhnya.  

Kadangkala seseorang dilanda kecemasan dan kekuatiran dengan penyebab yang tidak jelas, tidak diketahui atau tidak disadarinya. Kegelisahan yang meliputi seseorang sering mengganggu aktifitasnya.

Saat ia gelisah, akan menjadikannya tidak bisa konsentrasi sepenuh hati mengerjakan sesuatu, bahkan bisa jadi tugasnya terbengkalai.

 Dik Wafa yang baik, Hal pertama ketika Kita mengalami  kegelisahan adalah mencari tahu penyebab kegelisahan kita. Jika Kita telah menemukannya, maka hilangkanlah penyebab tersebut. Semisal, Kita gelisah sebab berkata kasar ke orang tua, maka setelah menyadari sebab kegelisahan Kita, segeralah untuk meminta maaf kepada mereka.

Terkadang Kita telah menyadari sebab kegelisahan Kita, akan tetapi terasa tidak kuasa untuk menghadapi dan menyelesaikan cobaan yang menjadi sebab kegelisahan.   Dalam kondisi ini bersabarlah. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Sabar dapat menenangkan hati, dan menstabilkan pikiran akibat beban yang berat. Adukan semua masalah hanya kepada Allah SWT, karena Dialah sebaik-baik penolong bagi hamba-Nya.  Dik Wafa yang baik,  Senantisalah berpikir positif (positive  thinking).

Hal ini akan membantu Kita mengatasi rasa gelisah yang sedang melanda. Dengan berpikir positif, maka segala kesulitan dan masalah yang ada akan lebih mudah untuk dihadapi. Berpikirlah positif,  akan selalu ada kemudahan di setiap kesulitan.

Yakinlah bahwa Allah SWT memberikan ujian pada Kita untuk menguji keimanan Kita, dan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya, serta pasti dapat Kita lalui.

 “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).  

Dik Wafa yang baik, Ketika kegelisahan menyelimuti hati,  mendekat pada Allah SWT adalah cara yang paling tepat untuk mengatasinya. Mendekat kepada Allah SWT, yang menciptakan Kita dan mengurus seluruh keperluan hamba-Nya. Mendekat kepada-Nya yaitu dengan senantiasa mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, termasuk memperbanyak ibadah ruhiyah.

Bisa dengan meningkatkan kualitas shalat wajib Kita, menambah shalat sunah, membaca Al Qur’an, membasahi lisan, hati dan perbuatan dengan berdzikir. 

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Itulah beberapa hal yang bisa Kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan. Semoga hati Kita selalu dalam ketenangan, karena sesungguhnya Allah bersama kita.  Allahumma aamiin.. []

Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)

Assalamu “alaikum Wr.Wb. Kak, teman-teman banyak yang pergaulannya campur baur. Sudah saya ingatkan tapi tetap  saja, hingga kadang jadi putus asa “promosi  kebaikan” coz tidak ngefek. Gimana ya? (Fiesta, Timika).

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.  

Dik Fiesta yang baik, Subhanallah, Alhamdulillah dik Fiesta  menjadi generasai Islam yang peduli terhadap kondisi umat dan tidak tinggal diam. Fenomena di sekeliling kita memang sangat memprihatikan. Mengapa demikian?

karena mengajak kebaikan sungguh lebih sulit daripada mengajak pada kejelekan. Ketika saudara-saudara kita mendengar ada konser tanpa diperintahpun secara spontanitas merespon dan mereka rela pergi ke tempat yang jauh dan sudah mempersiapkan segalanya termasuk bekal dan harga tiket ratusan, bahkan jutaan rupiah jauh hari sebelumnya.

Sebaliknya ketika ada ajakan untuk suatu kebaikan begitu berat merespon. Hanya orang yang Allah SWT pahamkan dalam urusan agamalah yang mampu dengan mudah melakukan suatu kebaikan. “Barangsiapa yang dikehendaki Allah SWT kebaikan pada dirinya, maka Allah SWT akan memahamkan dia dalam urusan agama “ (HR. Bukhari dan Muslim).  

Dik Fiesta yang baik, “Promosi kebaikan”, mengajak dan  menunjukkan kebaikan pada saudara kita merupakan amal kebaikan yang bermanfaat ganda, yaitu bagi kita sendiri dan juga orang lain. Yang mengajak dapat pahala dan yang diajak pun dapat pahala kebaikan ketika dia melakukannya.

Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala mereka yang  mengikutinya, tanpa mengurangi pahala yang  melakukan, sedang barangsiapa yang mengajak e arah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya” (HR Muslim).  

Dik Fiesta yang baik, “Promosi Kebaikan” memang tidak  mudah. Akan ada tantangan, dan hambatan yang menghadang. Di balik tantangan, Allah SWT menyiapkan pahala yang juga luar biasa sebagai bonus dari Allah SWT bagi orang yang mau mengajak saudaranya menuju kebaikan. Siapa yang menanam, dia yang akan menuai. Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia kelak akan memetik buah kebaikan tersebut.

 Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kebaikan tersebut tidak berhenti dengan apa yang bisa dilakukan diri sendiri secara pribadi, tapi bagaimana kebaikan tersebut juga bisa menebar dan bisa dirasakan oleh orang lain. Ketika suatu kebaikan kita promosikan kepada orang lain, maka akan menuai banyak manfaat khususnya bagi diri kita sendiri dan umumnya bagi orang lain.  

Dik Fiesta yang baik, Allah SWT –lah yang membuka hati  tiap hamba-Nya. Kita manusia diserukan untuk “promosi kebaikan” mengajak saudara- saudara kita pada kebaikan, hasilnya Kita serahkan kepada Allah SWT semata. 

Optimis dan teruslah mempromosikan kebaikan, mengajak berbuat ketaatan. “Segeralah dan berlomba-lombalah dalam kebaikan melakukan dakwah, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tentram, sedangkan keburukan adalah sesuatu yang menggelisahkan hati dan menyesakkan dadamu “. (HR Ahmad dan Ad-Darimi).  []  

Kecanduan Menghayal ?

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Saya itu selalu berkhayal menjelang tidur malam, saya bingung…kenapa saya selalu berkhayal. Truss, apakah berkhayal itu baikk?? Saya harus  bagaimana. (Ajwa, Tulunggagung

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Ajwa yang  baik,

Menghayal ialah  aktivitas membayangkan untuk menjadi, memiliki atau melakukan sesuatu. Muncul disebabkan adanya dorongan hati  yang  distimulus faktor eksternal. Menghayal bagi  sebagian orang adalah suatu hal yang  biasa , karena mudah mereka kendalikan di pikiran mereka. Namun tidak  bagi  sebagian orang lainnya. Ada tipe individu yang  suka berkhayal dan berkhayal mungkin sudah menjadi kebiasaan yang

selalu muncul di setiap aktivitasnya. Berkhayal bagi  sebagian orang menjadi sebuah kebiasaan yang  amat menarik. Mengkhayal bagaikan zat nikotin, barang siapa mencobanya sekali,  maka akan terus-

menerus ketagihan. Dilakukan sekali,  diulangi dan terus berulang. Apalagi jika merasa ada kenikmatan yang  didapatkan dari  aktivitas tersebut. Sehari tanpa berkhayal bagaikan pagi  tanpa mentari. Sehari tanpa berkhayal

bagaikan bernafas tanpa udara. Begitulah, jika seseorang telah kecanduan berkhayal.

Dik Ajwa yang  baik,

Khayalan biasanya terjadi dari harapan yang  tidak  kesampaian. Keinginan yang  tidak  mungkin atau sulit menjadi kenyataan. Seseorang tidak  bisa  menerima sepenuh hati apa yang  telah terjadi dan ditetapkan Allah SWT untuk dirinya. Jika seseorang telah kecanduan berkhayal, dimana ia tidak  bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Apabila  sudah tidak  bisa membedakan mana realitas dan mana khayalan, maka ini akan

berefek negatif. Kebiasaan mengkhayal akan membuat orang cenderung menjadi pelupa, otak menjadi lemah, dan sulit berkonsentrasi. Maka  dari  itu hindarilah berkhayal, karena hanya akan melemahkan otak,  pikiran jadi lemah, malas berfikir, malas beraktivitas yang berat-berat,dan sangat menyukai sesuatu yang instan-instan. Kebiasaan berkhayal yang berlebihan juga  akan mempengaruhi cara seseorang dalam menyikapi masalah. Jika kehidupan nyata tidak  sesuai dengan yang diinginkan, kemudian hayalan itu akan bermain, seseorang akan cenderung menikmati kehidupan dalam hayalan yang dibuatnya dan kurang bisa  merasakan keadaan yang  sedang dihadapi. Akibatnya respon terhadap masalah yang  sedang dihadapi pun tidak  sesuai.

Dik Ajwa yang  baik,

Allah SWT telah mengingatkan hamba- Nya agar tidak  berangan-angan kosong alias berkhayal. “Syaitan  itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan- angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak  menjanjikan kepada mereka selain dari  tipuan belaka” (QS. An-nisaa’:120). Rasulullah saw  pun menyatakan “ Sesuatu

yang  paling mengkhawatirkan dan aku khawatir atas kamu adalah dua hal: Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya panjang angan-angan membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran”.

Untuk menghilangkan kecanduan berkhayal, pertama sadari dan pahamilah bahwa berkhayal adalah aktivitas yang  tidak disukai Allah SWT. Ia adalah hal yang membuang-buang waktu, serta menghabiskan tenaga dengan percuma. Niatkan dengan kuat untuk menghilangkan kebiasaan ini. Kedua, sibukkan dirimu dengan sesuatu yang  positif, sebab hal ini akan membantu mengurangi waktu untuk berkhayal. Lakukan treatment untuk menghilangkan kebiasaan berkhayal dengan membuat target dan langkah untuk merealisasikannya.

Jika biasanya setiap hari sebelum tidur berkhayal, maka buatlah target untuk mengurangi frekuensi setiap minggu, misal dari  tujuh hari,  menjadi lima hari,  tiga hari,  satu hari,  hingga kebiasaan tersebut benar-benar hilang. Langkahnya jika terbersit keinginan berkhayal, segera kendalikan kembali pikiran kita dengan pemahaman yang kita miliki dan sibukkan dengan aktivitas lain, serta jauhkan diri dari  hal yang  bisa menstimulus datangnya keinginan berkhayal. Ketiga, ini hal yang  paling penting dan utama yaitu  berdoa kepada Allah SWT agar menghindarkan diri ini dari  perbuatan yang tidak  bermanfaat. Wallahu ‘Alam[]

Help Center : Kebiasaan curhat

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Saya punya kebiasaan curhat ke medsos.

Gimana menghilangkan kebiasaan ini?

(Fara, Batam)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik  Fara yang baik,  Curhat alias mengeluh menjadi bagian yang dekat dengan keseharian manusia. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang pasti pernah mengeluh. Allah SWT menyatakan manusia adalah sosok yang senang berkeluh kesah. Hanya saja frekuensi masing-masing orang untuk mengeluh berbeda-beda dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan cara pandangnya terhadap masalah yang sedang di hadapinya.

Sebagian orang merasa puas ketika bisa mencurahkan perasaannya kepada orang lain (baca medsos). Ketika mengeluh menjadi kebiasaan, maka akan menjadi karakter seseorang yang terkadang sulit diubah.  Dik Fara yang baik, Pribadi yang sering mengeluh menjadi  indikasi kurang bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Padahal Allah SWT berfirman “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” (QS AnNahl:18).

Ketika seseorang senantiasa mengeluh dalam berbagai situasi dan masalah yang menimpanya, maka ia tidak mensyukuri atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Hatinya tertutup dari mengingat nikmat Allah SWT yang tiada terbatas. Sering mengeluh menjadikan suasana tidak nyaman bagi lingkungan dan orang disekitarnya.

Kebiasaan mengeluh tanpa memandang apakah pihak yang dia ceritakan bisa menolong atau tidak, maka sejatinya juga merendahkan nilai diri sendiri. Boleh jadi malah hanya merepotkan orang lain. Mengeluh yang melebihi proporsi membawa efek buruk. Seseorang akan lebih terpuruk, kehilangan keberanian, kehilangan harga diri, tidak mampu berpikir sehat, kehilangan daya juang dan optimisme.

Terlalu banyak mengeluh juga sangat buruk bagi kesehatan. Bahkan bisa membuat tubuh terkena penyakit. Mengeluh tanda tidak bersyukur, bahkan akan menjauhkan pelakunya dari pintu surga.  Dik Fara yang baik, Islam mengajarkan kita untuk bersikap  tenang, tegar dan sabar dalam menyingkapi suatu kondisi atau masalah. Jikalau ingin curhat, dan mengeluh, maka curhatlah hanya kepada Allah SWT.

 “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyiroh: 6-7).

Ini adalah janji Allah SWT kepada manusia bahwa di balik setiap musibah yang di hadapi manusia, Allah SWT akan memberikan kemudahan. Maka Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengadu kepada-Nya saja dalam setiap masalah. Hanya Allah lah satusatunya yang mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang di hadapi hambahamba-Nya.

Hanya Dia yang bisa menjaga rahasia, kejelekan dan aib hamba-Nya. Berbeda jika berkeluh kesah lewat sosial media atau kepada sesama manusia. Jika Adik ingin bantuan seseorang atas masalah yang dihadapi, maka berceritalah kepada seseorang  yang benar-benar terpercaya dan sekiranya  bisa membantu atas izin Allah SWT. Dan semoga Adik  dijauhkan dari kebiasaan sering mengeluh. Aamiin ya robal alamin[]