Dengan Islam, Aku kembali Fitrah

Majalahdrise.com – pada Kamis, 27 Agustus 2015,  Majelis Cinta Qur’an (MCQ)  kembali diadakan di masjid  Baitul Ihsan Bank Indonesia,  jalan  Budi Kemulyaan Jakarta Pusat. Kali  ini, MCQ menghadirkan ust. fatih  Karim dan Beery Al Fatah, seorang  mualaf yang dikenal sebagai vokalis  band Saint Loco.

dengan-islam-aku-kembali-fitrah-majalah-remaja-islam-drise

Acara yang dimulai ba’da  maghrib ini mengambil tema  “Dengan Islam, Aku Kembali Fitrah”,  dengan dipandu oleh Bang  Zulkarnain dari Cinta Qur’an. Pada  kesempatan ini mas Beery berbagi  kisah hijrahnya menemukan hidayah.

dengan-islam-aku-kembali-fitrah-2-majalah-remaja-islam-drise

Menurut mas Beery, walaupun  ia sebagai rapper sudah biasa  merangkai kata dan menulis lirik di  bandnya, tapi untuk menggambarkan  keindahan dan kenyamanan yang dia  rasa dalam Islam, dia nggak bisa  ungkapkan dengan kata-kata. Maasya  Allah… Yuk kita doakan sama sama,  semoga saudara kita mas Berry  istiqamah dlm Islam,ikut juga aktif  dawah dijalan Islam..[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

 

 

Save

Save

YUK KITA KITA MAIN LINKED IN | Cara mengunakan Linked In 2

Beberapa point yang wajib diisi: ·

  • Passion, yaitu hal-hal yang kita sangat suka sekali mengerjakannya, keahlian  kita yang menjadi pembeda kita dengan  orang lain.
  • Achievement, yaitu capaian-capaian luar biasa terkait dengan passion atau  keahlian kita tadi. Semacam prestasi
  • Best Experience, yaitu pengalaman-pengalaman paling berhasil yang bisa mendukung personal branding yang  ingin kita bangun. Misalnya pernah  sukses jualan online sampe omzet  puluah juta per bulan.  Kita juga bisa kreatif dalam  menuliskan hal-hal lain yang mendukung di  summary kita. Manfaatkan!
  1. Progressive Experience Di bagian Experience, kita bisa menuliskan berbagai macam pengalaman kita baik saat di organisasi ataupun kelak  dalam berkarir. Biar personal branding kita  kuat, tuliskan hanya pengalaman-pengalaman yang terbaik dan sesuai  keahlian. Boleh juga tuh dituliskan  prestasinya kalo ada. Buat ngasih nilai  tambah personal branding.
  2. Professional Website Bagus juga kita cantum kan blog probadi kalo punya. Blog yang isinya so pasti relevan alias berhubungan dengan  keahlian yang kita tekuni. Lebih keren lagi  jika web atau blog kita menggunakan  domain berbayar dengan akhiran .com,  .co.id, atau .net. Selain lebih mudah  diingat,kesannya lebih profesional gitu.
  3. Export to PDF Salah satu fitur unggulan LinkedIn adalah kemampuannya untuk mengubah public profile kita menjadi PDF. Persis seperti  sebuah CV. Jadi kalo suatu saat kita mau  ngelamar kerja atau ada  yang minta CV kita,  tinggal unduh dari  LinkedIn terus ubah  formatnya ke pdf.  Gampang kok.
  4. Ask for Recommendation Sebagus apapun kita membangun  personal branding,  prinsip WOM alias Word  of Mouth masih jangan  sampe kelupaan. Orang lebih percaya apa yang dikatakan orang  terhadap kita dibandingkan kita sendiri  yang berkata. Mirip dengan testimoni.  Maka dari itu, mintalah rekomendasi dari  sahabat, teman seprofesi yang sangat  mengerti tentang kelebihan-kelebihan kita.  Sebagai imbalannya, isikan juga  rekomendasi untuk mereka di LinkedIn.
  5. Tulislah dengan Jujur Nggak usah lebay nulisin profil kita di LinkedIn. Apa adanya aja. Biar orang lain nyaman tahu potensi keahlian kita sesuai  kenyataannya. Kitanya juga nyaman  berinteraksi kalo orang udah percaya sama  keahlian kita.
  6. Perbanyak Koneksi Berhubung pengguna LinkedIn masih kalah jumlah dibanding Twitter dan Facebook, makanya, bangunlan hubungan  dengan orang-orang dekat dan mereka  yang udah berpengalaman dibidang yang  kita tekuni. Sambil belajar bisa juga  someday minta mereka kasih rekomendasi.

Kan keren tuh!  Driser, segitu dulu ya perkenalan  LinkedIn. Sosial media yang bisa kita pakai  untuk membingkai masa depan. Bagi yang  belum punya akunnya, segera deh buat.  Mulai belajar membangun personal  branding. Kalo diseriusin, insya Allah masa  depan kita lebih terang benderang. Menjadi  orang bermanfaat bagi yang lain. Yuk kita  main LinkedIn?! [@Hafidz341]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

YUK KITA KITA MAIN LINKED IN | Cara mengunakan Linked In

Majalahdrise.com – Sosial media yang secara resmi  diluncurkan pada 5 Mei 2003 ini,  nggak populer dikalangan remaja.  Namanya LinkedIn.Ya, dibandingkan dengan  Facebook atau Twitter, sosmed yang didirikan  oleh Reid Hoffman tahun 2002 ini masih  kalah pamor.

Orang lebih mengenal ‘F’ atau  ‘T’, daripada ‘In’. Kalo pun kenal dan udah  punya akunnya, mungkin kesasar google.  ^_^ Bagi yang belon tahu, LinkedIn itu  salah satu sosial media yang menyasar  kalangan profesional alias pekerja.

Pengnuninya kebanyakan karyawan yang  udah kerja, pengangguran yang nyari kerja,  atau perusahaan yang cari pekerja. Ada  rantai supply demand alias permintaan dan  penyediaan tenaga kerja di LinkedIn. Karena  LinkedIn menghubungkan orang sesuai  dengan latar belakang profesinya.

Fungsi LinkedIn sangat mirip dengan  sebuah CV Online. Tempat orang menjual  diri. Ups, jangan salah tafsir ya. Jual diri yang  dimaksud menawarkan skill bin  kemampuan diri. Makanya wajar kalo  banyak trainer yang dapat order dari  LinkedIn. Atau penyedia jasa online  marketing yang kebanjiran proyek setelah  aktif di LinkedIn.  Kagak ada salahnya kita selaku remaja,  melek sosial media LinkedIn biar dalam  urusan kerjaan udah ada yang bantuin.  Caranya, dengan mulai manfaatkan LinkedIn buat membangun personal  branding. Apaan tuh?

Ya mirip-mirip rebounding gitu deh.. 😛 Personal Branding bisa  dibilang sebuah identitas. Bukan sekedar  nama, tapi promosi skill alias kemampuan  yang ditekuni sampe jadi ahli. Orang bule  kate, FOCUS alias Follow One Course Until  Success. Lumayan, kalo kita mulai  membangun personal branding, visi hidup  kian tergambar jelas. jangan lupa cek yang punya drise ya di sini

Berikut beberapa hal  yang bisa dilakukan setelah membuat akun  LinkedIn:

  1. Manfaatkan Kata Kunci Untuk membangun personal branding, awali dengan memilih kata kunci untuk menjawab pertanyaan: sebenarnya kita  ingin dikenal sebagai apa atau siapa? Kata  kunci ini nantinya yang akan dimasukkan ke  profil di bawah nama kita persis.
  2. Buatlah Summary yang Menjual Fitur summary menerangkan tentang siapa kita dan keahlian apa yang bisa kita tawarkan untuk membantu orang lain.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

DERAP RANTAI EPISODE 20

Majalahdrise.com – Aku akan menugaskanmu untuk  kembali lagi ke Madinah. Temui Khalifah  dengan tenang dan ceritakan kepada  beliau semua peristiwa yang kita alami.  Tetaplah ada di sisi Khalifah dan  lindungilah beliau sampai ada perintah  baru dari Khalifah kepadamu.  Rekomendasikan saja kepada Khalifah  agar menyerbu benteng terkutuk itu.”

episode sebelumnya

“InsyaAllah,” Jabal mengangguk  teguh.

“Sementara aku akan melanjutkan  perjalanan ke Yamamah menyelesaikan misi yang telah tertunda. Semoga Allah  memberi aku kemudahan sehingga aku  bisa sampai dengan selamat dan tidak  terlalu terlambat.”

“Tapi bagaimana kita bisa  melaksanakan tugas? Semua hewan  tunggangan kita raib entah kemana!”  Keluh Jabal. “Kita berdoa kepada Allah,  mohonlah kemudahan dariNya,” sahut  Mutsana enteng saja.

Kemudian alis Mutsana berkerut,  dia mengangkat telinganya karena  mendengar sesuatu. Pelan-pelan dia  merayap menuju tepian celah, di sana dia  saksikan ada dua orang prajurit hitam  yang sedang menunggang kuda.

Kedua  prajurit hitam itu pasti sedang berpatroli  untuk menemukan di mana Mutsana dan  Jabal. Kaki-kaki kuda itu melangkah  pelan. Para prajurit hitam penunggangnya  sibuk mengawasi sekitar. Salah seorang  dari mereka menoleh ke celah tempat  persembunyian Mutsana dan Jabal.

Dia  menunjuk-nunjuk celah gelap itu  kemudian melambai pada temannya.  Mereka pun menjalankan kudanya  menghampiri celah itu. “Lihat! Saat kita membutuhkan  kendaraan, Allah mengirimkan kendaraan  untuk kita,” gumam Mutsana sambil  tersenyum tipis.

Jabal mengangguk pelan sambil  menyeringai, tangannya sudah  menggenggam sebongkah batu. Mutsana  pun memungut sekeping batu, lalu  menyembunyikan dirinya di dalam celah.  Mereka bersiap! Ketika waktunya telah  tepat, mereka menembakkan batu itu  kepada sasaran masing-masing Sehelai perkamen kekuningan  telah terhampar di atas telapak tangan  seorang jenderal besar. Cemerlangnya  kedua bola mata sang jenderal sedang  memerhatikan tulisan-tulisan yang  terpahat di atas perkamen itu. Alisnya  berkerut, bibirnya mengatup rapat,

sementara ketajaman intuisinya  berkelebat cepat menyusun rencana di  saat yang sama ketika dia baca perkamen  itu. Napasnya tenang dan degup  jantungnya meyakinkan. Jenderal besar itu  adalah Khalid bin Walid.

Bayang-bayang tenda menaungi  Khalid dari teriknya matahari  semenanjung Arab. Tidak ada waktu-waktu yang paling dia sukai kecuali berada  di dalam tenda di tengah-tengah derap  langkah jihad fi sabilillah. Satu malam  yang dingin di medan tempur lebih dia  sukai daripada seribu malam dalam  pelukan bidadari.

Khalid bin Walid, terlahir  untuk menjadi Pedang Allah yang selalu  terhunus. Tubuh yang besar, kuat, dan kokoh  dianugerahkan Allah untuk Khalid. Sejak  kecil, medan perang telah menjadi  tempatnya bermain. Dia dididik dengan  kecintaan kepada bangsanya melebihi apa  pun, yang ketika dia masuk Islam,  sentimen kufur itu digantinya dengan  kecintaan kepada Islam. Untuk Islam, dia  rela mengorbankan apa pun yang  dimilikinya. Berbagai jenis senjata piawai  dia mainkan. Sasarannya jarang sekali  meleset ketika dia memanah.

Tombak  yang dilemparnya jarang sekali lari dari  tujuan. Dan kemampuannya memainkan  pedang membuatnya hampir tak  terkalahkan. Setiap kali mata pedang itu  diayunkan, dia selalu menjadi pemenang.

Di dalam tenda, Khalid tidak  sendirian. Dia duduk bersila berhadap- hadapan dengan Mutsana bin Harits.  Perkamen itu masih terselip di antara  jemarinya dan tatapan matanya masih  tertuju ke sana, sementara derap jihad  telah menari-nari di hadapannya.

“Subhanallah walhamdulillah,”  gumam Khalid dengan suaranya yang  berat ketika dia mengakhiri bacaannya. Suara itulah yang sering kali  menyemangati kaum muslim di medan  perang. Suara itu pula yang telah menjadi  halilintar yang menyambar hati pasukan  musuh. Allah telah menyisipkan rasa takut  di sanubari tentara kafir setiap kali Khalid  membuka suaranya.

Mutsana  memerhatikan Khalid dengan saksama.  Hatinya berdebar-debar menunggu  perintah dari jenderal yang telah lama  dikenalnya itu.

“Kau tahu, Mutsana,” tanya Khalid,  “surat ini adalah salah satu hal yang paling  aku tunggu-tunggu dalam hidupku. Di  dalamnya terkandung perintah dari  Khalifah untuk menaklukkan Persia.  Artinya, sebentar lagi, kita akan  mewujudkan janji Rasulullah tentang  kemenangan melawan Persia. Singgasana  Persia akan tercabik-cabik, sebagaimana  kaisar mereka dahulu mencabik-cabik  surat dakwah Rasulullah shallahu ‘alayhi  wasallam. Subhanallah walhamdulillah.” “Insya Allah, semoga Allah  memberikan kemudahan,” kata Mutsana.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49