Beberapa point yang wajib diisi: ·
- Passion, yaitu hal-hal yang kita sangat suka sekali mengerjakannya, keahlian kita yang menjadi pembeda kita dengan orang lain.
- Achievement, yaitu capaian-capaian luar biasa terkait dengan passion atau keahlian kita tadi. Semacam prestasi
- Best Experience, yaitu pengalaman-pengalaman paling berhasil yang bisa mendukung personal branding yang ingin kita bangun. Misalnya pernah sukses jualan online sampe omzet puluah juta per bulan. Kita juga bisa kreatif dalam menuliskan hal-hal lain yang mendukung di summary kita. Manfaatkan!
- Progressive Experience Di bagian Experience, kita bisa menuliskan berbagai macam pengalaman kita baik saat di organisasi ataupun kelak dalam berkarir. Biar personal branding kita kuat, tuliskan hanya pengalaman-pengalaman yang terbaik dan sesuai keahlian. Boleh juga tuh dituliskan prestasinya kalo ada. Buat ngasih nilai tambah personal branding.
- Professional Website Bagus juga kita cantum kan blog probadi kalo punya. Blog yang isinya so pasti relevan alias berhubungan dengan keahlian yang kita tekuni. Lebih keren lagi jika web atau blog kita menggunakan domain berbayar dengan akhiran .com, .co.id, atau .net. Selain lebih mudah diingat,kesannya lebih profesional gitu.
- Export to PDF Salah satu fitur unggulan LinkedIn adalah kemampuannya untuk mengubah public profile kita menjadi PDF. Persis seperti sebuah CV. Jadi kalo suatu saat kita mau ngelamar kerja atau ada yang minta CV kita, tinggal unduh dari LinkedIn terus ubah formatnya ke pdf. Gampang kok.
- Ask for Recommendation Sebagus apapun kita membangun personal branding, prinsip WOM alias Word of Mouth masih jangan sampe kelupaan. Orang lebih percaya apa yang dikatakan orang terhadap kita dibandingkan kita sendiri yang berkata. Mirip dengan testimoni. Maka dari itu, mintalah rekomendasi dari sahabat, teman seprofesi yang sangat mengerti tentang kelebihan-kelebihan kita. Sebagai imbalannya, isikan juga rekomendasi untuk mereka di LinkedIn.
- Tulislah dengan Jujur Nggak usah lebay nulisin profil kita di LinkedIn. Apa adanya aja. Biar orang lain nyaman tahu potensi keahlian kita sesuai kenyataannya. Kitanya juga nyaman berinteraksi kalo orang udah percaya sama keahlian kita.
- Perbanyak Koneksi Berhubung pengguna LinkedIn masih kalah jumlah dibanding Twitter dan Facebook, makanya, bangunlan hubungan dengan orang-orang dekat dan mereka yang udah berpengalaman dibidang yang kita tekuni. Sambil belajar bisa juga someday minta mereka kasih rekomendasi.
Kan keren tuh! Driser, segitu dulu ya perkenalan LinkedIn. Sosial media yang bisa kita pakai untuk membingkai masa depan. Bagi yang belum punya akunnya, segera deh buat. Mulai belajar membangun personal branding. Kalo diseriusin, insya Allah masa depan kita lebih terang benderang. Menjadi orang bermanfaat bagi yang lain. Yuk kita main LinkedIn?! [@Hafidz341]
Di muat di majalah remaja islam drise edisi 49