LENTERA ILMU

Majalahdrise.com – ilmu adalah cahaya kehidupan, tanpanya  dunia akan menjadi gulita. Ya iyalah  gulita, secara, cahayanya gak ada . Nah,  karena ilmu adalah sumber cahaya, maka  wajar dong kalau menjaga dan mencari  ilmu adalah sesuatu yang kudu bin penting  untuk dilakukan. Kalau kita malas nyari  ilmu, udah jelas alamat gulita yang bakal  kita dapat. Kalau gak mau kita terus-terusan  bergelap-gelapan,maka alaminya, kita kudu  nyari lentera buat nerangin kehidupan.

Dan  lentera itu adalah : ilmu. Inget sob, ILMU.  Catet! Adalah Ibnu Abbas (anak paman  Rasulullah yakni Abbas). ibnu Abbas  merupakan sosok yang sangat banyak  menimba ilmu dari para sahabat yang  masih hidup. Suatu saat beliau pernah  mendatangi seorang sahabat di waktu siang  untuk mendengar hadits darinya. Ternyata  sahabat tersebut sedang istrahat siang.

Maka ibnu Abbas pun menunggu di depan  pintu dan ketiduran disitu sampai mukanya  terkena debu. Ketika sahabat tersebut  membuka pintu maka Ia terkaget melihat  ibnu Abbas. Ia pun mengatakan ,”wahai  anak paman Rasulullah, apa yang membuat  engkau datang? Mengapa engkau tidak  mengutus salah seorang agar aku  mendatangimu? Ibnu Abbas menjawab,  ”tidak,akulah yang lebih berhak  mendatangimu. Telah sampai hadits  kepadaku darimu bahwa engkau  mendengar dari Rasulullah. Aku ingin mendengar langsung darimu”.

Lain Ibnu Abbas, lain pula imam Syafi’i.  Beliau udah hafal Al-Qur’an sejak kecil dan  udah mulai ngeluarin fatwa sebelum beliau  masuk usia baligh. Beliau bahkan  mengeluarkan satu ungkapan yang sangat  terkenal yakni”barangsiapa tak tahan  lelahnya belajar, maka Ia harus tahan  menanggung perihnya kebodohan”, wihhh  dalem dan menyayat banget ya?.  Semangat yang menggebu menncari  ilmu jugalah yang pastinya menjadikan  kaum Muslimin di setiap masanya,  melahirkan sosok-sosok hebat bin pinter-pinter. Yang doyan sains pasti tahu Teori  relativitas.

Di muat di Majalah Remaja islam Drise Edisi 50

Dengan Islam, Aku kembali Fitrah

Majalahdrise.com – pada Kamis, 27 Agustus 2015,  Majelis Cinta Qur’an (MCQ)  kembali diadakan di masjid  Baitul Ihsan Bank Indonesia,  jalan  Budi Kemulyaan Jakarta Pusat. Kali  ini, MCQ menghadirkan ust. fatih  Karim dan Beery Al Fatah, seorang  mualaf yang dikenal sebagai vokalis  band Saint Loco.

dengan-islam-aku-kembali-fitrah-majalah-remaja-islam-drise

Acara yang dimulai ba’da  maghrib ini mengambil tema  “Dengan Islam, Aku Kembali Fitrah”,  dengan dipandu oleh Bang  Zulkarnain dari Cinta Qur’an. Pada  kesempatan ini mas Beery berbagi  kisah hijrahnya menemukan hidayah.

dengan-islam-aku-kembali-fitrah-2-majalah-remaja-islam-drise

Menurut mas Beery, walaupun  ia sebagai rapper sudah biasa  merangkai kata dan menulis lirik di  bandnya, tapi untuk menggambarkan  keindahan dan kenyamanan yang dia  rasa dalam Islam, dia nggak bisa  ungkapkan dengan kata-kata. Maasya  Allah… Yuk kita doakan sama sama,  semoga saudara kita mas Berry  istiqamah dlm Islam,ikut juga aktif  dawah dijalan Islam..[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

 

 

Save

Save

Alay Community

drise-online.com – Geliat generasi alay makin merajalela. Mereka aktif di mana-mana. Tingkah polahnya yang ‘unik’ sangat menarik perhatian. Banyak yang memaklumi namun tak sedikit yang mencaci maki. Di dunia nyata, apalagi di dunia maya. Sebelum ngasih komentar, mendingan kita telusuri komunitas remaja yang berlabel ‘alay’. Lets cekidot!

Find Alay on Facebook

Emang nggak banyak facebooker yang terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai alay sejati. Tapi sebagai sebuah komunitas, alay and the gank tetep punya halaman tempat mereka kongkow-kongkow. Meski anggotanya masih sedikit, eksistensi mereka kerasa banget di dunia facebook. Mereka dengan mudah dikenali dari ciri-ciri khas yang nempel dalam penulisan status atau ‘putu-putu narziz’ yang diuploadnya.

Tulisan kaum alay biasanya neh (hasil survey pengamat alay), kombinasi huruf besar-kecil atau singkatan yang ngasal. Keliatannya keren, padahal mah merusak mata dan bikin cape yang bacanya. Kalo dari foto, biasanya mode full narsis ada dalam setiap gayanya. Pake bibir di monyongin lah, mata kedip (kaya orang cacingan), pipinya dibikin chubby, telunjuk di bibir, difoto dari atas, de el el. Keliatanya unik, tapi kadang bikin eneg juga.

Alay Under Stage

Membanjirnya acara musik di televisi memaksa para produsernya untuk putar otak biar stage alias panggung keliatan rame. Dari sinilah komunitas alay ambil peran. Mereka dibayar untuk ngeramein acara-acara musik di tipi. Nggak cuman hadir terus bengon, tapi mereka dituntut untuk caper sepanjang acara. Seperti paduan busananya yang asal jebred. Bayangin aja, niatnya mungkin mau nge-mix warna busana tapi hasilnya malah gazebo alias gak zelas bo! Baju ijo,celana kotak kotak,sepatu merah, kacamuka biru! Hmm…bener-bener gazebo!

Selain busana, komunitas alay under stage juga dengan mudah dikenali dari gaya tariannya yang unix abiez. Gerakan tangan atau badan yang berbarengan mengiringi penampilan musisi yang tengah unjuk gigi. Kalo gerakannya normal dan teratur kaya Senam Kesegaran Jasmani atau aksi dancer sih masih mending enak dilihat. Lha ini, gerakannya ngasal, seenak udel, dan cenderung norak. Pake tereak-tereak plus jingkrak-jingkrak lagi. Bagi yang nggak biasa ngelihat joget para ‘cheerleader’ dadakan ini, bisa-bisa nurunin nafsunya untuk nikmatin musikalitas dari musisi idolanya tuh. Berabe!

Alay on The Street

Geliat remaja dengan gaya hidup alay di dunia nyata sangat mudah tertangkap mata dan media. Mereka biasanya nongkrong di pinggir jalan dengan gaya busana kaya warna dan aksesoris yang mencolok. Dari celana hipster, celana pensil, sampe celana pulpen atau spidol (emang ada). Gaya rambutnya juga unix. Cenderung emo dan harajuku-harajiki.

Sambil cekakak-cekikik-cekukuk, mereka doyan godain lawan jenisnya yang lewat di depannya. Yang cowok godain cewek yang lewat gitu juga sebaliknya. Sesi putu-putu narziz pun gak pernah ketinggalan dimana aja dan kapan aja dengan bermodalkan jepretan kamera ponsel vga. Pokoknya komunitas alay ini rame banget kalo nggak dibilang berisik kalo udah ngobrolin musisi idola, gacoan, sampe gosip seleb. So expresif!

Driser, sebagai sebuah tren remaja, alayisme pastinya cuman numpang lewat di sela-sela penggalan kehidupan remaja. Kalo udah ada tren baru, alayisme pun bakal mundur teratur. Begitulah kerjaan orang-orang pemilik modal yang menciptakan dan membesarkan tren melalui media yang dikuasainya untuk morotin duit remaja dan ortunya. Sialnya, gaya hidup sekuler yang selalu kental dalam tren yang diciptakan ternyata juga bisa menggerus akidah remaja muslim. Ini bahayanya. Makanya, tetep waspada dan cari tahu biar keislaman kita nggak tergoda. Setuju? Yuhu![341]

Di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#9

Bergaul dengan Ekskul

drise-online.com-Ekstrakulikuler bagi temen-temen sekolah menengah nampaknya bukan sekedar kegiatan tambahan di luar jam belajar. Tapi udah jadi ajang buat eksistensi diri. Nggak heran kalo popularitas ekskul pun beragam di mata siswa. Makanya wajar kalo dorongan untuk ikut ekskul pun macem-macem. Dari yang cuman ikut biar dianggap gaul sampe yang bener pengen ngasah keterampilan. Mana yang kamu pilih? Mendingan kita coba ulik dulu yuk sebagian, biar jelas. Monggo!

  1. Cheerleader/Pop Dancer/Hip-Hoper: Yup, cheerleader alias pemandu sorak biasanya cukup diminati dan jadi primadona di kalangan anak-anak SMU terutama buat yang cewe. Konon, yang ngga pede-an jadi lebih pede setelah ikutan ekskul cheers. Para cheers, biasanya cewe-cewe seksi yang identik dengan umbul-umbul atawa pom-pom yang tugasnya jadi supporter di berbagai event. Buka aurat, menjadi tidak terelakkan. Karena daya jual dari cheers, selain kreasi olah tubuh, adalah tubuh itu sendiri dan juga tampang. Mana ada cheers yang perutnya gembrot dan tidak berwajah menarik…. Wahh, ogah ah. Udah buka aurat, penilaiannya maen fisik pula. It’s not fair!
  2. Paskibra: Pengibar sang saka merah putih, termasuk ekskul yang cukup digemari. Selain terkesan macho dan bergengsi, paskibra bisa bikin pengikutnya jadi lebih disipilin dan bermental baja.
  3. Sport track: Ekskul ini nampung kamu yang doyan olahraga. Mulai dari basket, voli, sepak bola, bulu tangkis, bela diri sampe berenang. Motivasi ekskul ini bisa macem-macem. Mulai dari yang pengen sehat, ngilangin penat sampe tepe-tepe alias tebar pesona supaya disebut ‘macho dan atletis’. Hehe…
  4. Pecinta Alam: Ekskul yang ekstrim, garang, dan lumayan mahal adalah ekskulnya para pecinta alam. Biasanya ekskul ini menantang para surviver untuk mendaki gunung, menjaring hutan, menaklukkan alam. Asiknya, kita bisa lihat keindahan alam. Kalau buat cewe, ada ngga enaknya juga sih. Harus pinter-pinter jaga interaksi ya. Jangan sampe, dalam dingin-dingin empuknya udara pegunungan, malah ada tangan-tangan usil ‘bergentayangan’. Hiii…. Syerem!
  5. Palang Merah Remaja: Untuk yang doyan dengan dunia sosial dan kesehatan, kamu bisa lebih dekat dan cari tahu kegiatannya di ekskul ini. Manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan Cuma ngumpul-ngumpul doang ya… J
  6. Kutu Buku Icon: Nah,,,, yang ini lumayan keren juga. Yaitu ekskul yang nampung para pecinta buku dan ilmu. Agendanya bisa macem-macem. Mulai dari ngadain perpustakaan mini, bagi-bagi buku bekas sama orang ngga mampu, dan lainnya.
  7. Rohis : Ekskul yang paling DRISE rekomendasikan untuk diikuti adalah Rohis (Kerohanian Islam). Kenapa gitu? Karena disinilah kamu akan menemukan orientasi hidup yang tepat. Pelajaran di sekolah ataupun ekskul lainnya belum tentu menyajikan hal sepenting ini. Emang sih, ekskul lain punya kelebihannya sendiri, tapi Rohis memberikan sesuatu yang plus plus. Gimana bisa plus plus? Tentu itu tergantung dari kreativitas anak rohis juga. <Alga Biru>

TIPS UNTUK ROHIS MANIA

Supaya rohis tidak monoton dan membosankan, ayo kelola rohis kamu lebih kreatif. Berikut tips en triknya:

  1. Training bulanan: Ya, adakan training dengan berbagai tema. Kalau cuma taklim kan bosan geto loh. So, undang para trainer yang kreatif untuk memompa semangat umat satu sekolahan. Bisa Training Remaja Bangkit, Training Revolusi Cinta, sampe Training Beyond The Inspiration yang udah banyak menginspirasi remaja en remaji di berbagai daerah.
  2. Baksos: Bakti Sosial alias Baksos lumayan keren. Bisa diadakan tri bulan ato tiap semester. Kegiatannya dlm bentuk menyantuni anak yatim atau bersedekah kepada fakir miskin. Ya, galakkan kegiatan ‘tangan kanan di atas’.
  3. Pesantren Liburan atau Pesantren Ramadhan: Nah,,, daripada waktu liburan dipake buat tidur-tiduran di rumah, mending anak-anak rohis ‘nyantri kilat’ dengan bikin event Pesantren Liburan. Ya kan? Tancaapp…
  4. Mading: Biar ngga kering ruhiyahnya, ayo kerahkan kreativitas tim rohis untuk buat mading rohis dua mingguan. Jangan cuma itu-itu doang dari jaman dolo. Update terus dong.
  5. Bagus juga kalo rohis punya blog. Hari gini kan banyak remaja yang bisa akses dunia maya, blog bisa jadi media alternatif untuk dokumentasikan kegiatan rohis. Blog juga bisa jadi ajang penampung kreatifitas siswa dalam menyuarakan opininya tentang Islam. okeh?
  6. Langganan Buletin atau Majalah: Selain adanya mading, buletin dan majalah islami kudu jadi pilihan kita dong. Masa kalah ama media yang menyuarakan kebebasan dan kebablasan??! Rise Rohis! Rise Islam !

Dimuat di Drise Edisi#9