Ust. Iwan Januar: Jangan Jadi Remaja ‘CuPu’ (Culun Punya)

MajalahDrise.com – Keluarga bagi remaja itu ibarat lagi haus tengah hari bolong ada yang ngasih air mineral gelas yang dingin, nyess! Remaja tanpa keluarga bakal kehilangan banyak episode istimewa dalam kehidupannya. Lantaran keluarga menjadi tempat remaja tumbuh dan berkembang. Nah, edisi kali ini redaksi nodong Ust. Iwan Januar, pemerhati masalah keluarga untuk berbagi seputar remaja dan keluarga. Simak yuk!

Bagaimana Ustadz melihat kondisi remaja sekarang? Sisi negatif dan positifnya?

Alhamdulillah, sebagian remaja muslim di Indonesia sudah melihat Islam sebagai identitas. Mereka bangga jadi rohis, berhijab, ikut kajian-kajian keislaman, dsb. Sebagian lagi punya prestasi yang membanggakan di level nasional bahkan internasional. Juara olimpiade sains beberapa kali, punya penemuan keren seperti kulkas tanpa listrik. Ada perkembangan yang menggembirakan.

Kalau bicara negatifnya pasti ada saja. Repotnya jumlah mereka yang nakal atau malah berbuat kriminal itu masih jauh lebih besar. Selain itu kualitas kejahatannya juga semakin memprihatinkan. Pakai narkoba, ikut kelompok kejahatan seperti gang motor, membunuh, memperkosa, dll.

Seringkali media massa memberitakan kenakalan remaja, komentar Ustadz?

Untuk membangun awareness pemberitaan itu perlu, biar orang tua, masyarakat dan pemerintah sadar bahwa pembangunan itu hampir-hampir tak berpihak pada remaja kecuali sektor formal seperti sekolah. Tapi pemberitaan harus ada kode etik dan memperhatikan faktor psikologi. Misalnya jangan memberitakan kriminalitas remaja secara vulgar karena malah nanti bisa menjadi stimulan buat remaja lain. Jadi copy cat, ditiru.

Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap perilaku negatif remaja menurut Ustadz? Teman? Media? Sekolah?

Yang mempengaruhi karakter remaja itu kompleks dan saling melengkapi. Orang tua jelas berperan karena dari sanalah pendidikan bermula. Orang tua yang baik akan menanamkan visi dan misi hidup yang benar, mencari ridlo Allah, dst. Ini introspeksi untuk orang tua, sudah belum seperti itu.

Berikutnya lingkungan pergaulan dan lingkungan mereka tinggal seperti lingkungan rumah, sekolah, tempat bermain, termasuk media massa. Ini berpengaruh banget. Apalagi kalau di rumah orang tua tak membangun karakter Islami yang kuat maka remaja akan mudah terpengaruh.

Bagaimana dengan keluarga, seperti apa peran penting keluarga bagi remaja?

Ust. Iwan Januar (Penulis Buku Seputar Keluarga) “…Jangan Jadi Remaja ‘CuPu’ (Culun Punya) ..!” - MAJALAHDRISE.COM

         Keluarga itu pembentuk karakter anak yang paling utama dan pertama. Harusnya dari rumah remaja sudah tahu tujuan hidup, visi hidup dan pedoman hidup itu apa; yakni Islam. Di rumah remaja harusnya bisa mendapatkan gemblengan kedisplinan, kasih sayang dan kemandirian dari kedua orang tua. Nggak salah kalau Nabi saw. Bilang orang tualah yang bisa membuat anak menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Kita sering mendengar remaja broken home. Menurut Ustadz, seperti apa remaja broken home? Penyebabnya?

Broken home itu remaja yang gagal mendapatkan perhatian, pendidikan dan kasih sayang di rumah. Ini bisa menimpa remaja mana saja, bukan Cuma remaja yang orang tuanya bercerai, tapi remaja yang kedua atau salah satu orang tuanya tidak memberikan tiga faktor itu pada anak-anaknya. Nah, ini penyebab remaja mengalami broken home, efeknya emosinya menjadi labil. Suka cari perhatian, emosional, antisosial, dsb.

Remaja broken home sering dikaitkan dengan perilaku remaja yang negatif. Menurut ustadz?

Ya, kalau tak ada yang melindungi dan membangun karakternya bisa begitu. Tapi kalau ada yang bisa menstabilkan kepribadiannya misalnya ibu atau ayahnya, atau kerabatnya, ia bisa survive dan stabil. Tapi kalau tak ada yang membantunya maka emosinya akan labil. Karena remaja itu manusia, dan manusia itu butuh perhatian, pendidikan dan kasih sayang dari orang terdekatnya, kalau tak ada maka ia mengalami guncangan.

Bagaimana membangun keluarga yang berpengaruh positif terhadap perilaku remaja? Peran Ibu dan Bapak?

Untuk membangun keluarga yang baik butuh sinergi suami dan istri. Sinergi itu baru dapat kalau chemistry-nya kena. Chemistry itu akan datang kalau keduanya punya standar hidup yang sama dan benar. Jadi kalau ingin membangun keluarga yang baik, carilah pasangan yang punya standar hidup yang sama dan benar. Kalau beda, berat untuk menjalankan roda keluarga.

Seringkali kita lihat hubungan yang kurang harmonis antara orangtua dan anak. Kenapa ya Ustadz? Gimana solusinya?

Bisa dua hal; pertama, orang tua tidak memiliki pengetahuan cukup untuk membimbing anak. Karenanya menjadi orang tua perlu ilmu, perlua manual guide, perlu belajar. Jadi orang tua itu tidak alami. Ketika itu tidak dimiliki orang tua akan serampangan mendidik anak, paling pol yang mereka perhatikan prestasi akademik, gizinya dan ibadahnya, tapi nggak dengan pemahaman hidup.

Kedua, orang tua gak mampu berkomunikasi secara baik dengan anak. Ada orang tua niatnya baik tapi caranya otoriter, suka mencela, gampang marah, dsb. Kalau seperti ini, biarpun orang tuanya hafal al-Quran tapi akan kesulitan mendidik anak-anaknya.

Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketidakharmonisan keluarga yang berpengaruh terhadap kenakalan remaja?

Harus ada perubahan nilai-nilai sosial secara massif. Buang hedonisme atau sikap mendewa-dewakan materi. Sekarang ini kan semua diukur dengan materi dan fisik. Berikutnya adalah campakkan sekulerisme, jangan dijadikan sebagai falsafah kehidupan. Pancasila itu kan Cuma dijadikan tameng oleh kaum sekuler. Mereka mengaku cinta Pancasila tapi sebenarnya yang mereka bela itu sekulerisme. Dengan dalih itu kaum sekuler lalu menghantam agama Islam. Nah, sekulerisme ini wajib untuk dibuang.

Terakhir, apa pesan Ustdz untuk teman-teman remaja pembaca Drise?

Jangan jadi remaja cupu — culun punya –. Muslim tapi kagak ngarti agamanya sendiri. Gak ngerti tujuan hidup. Itu kan cupu banget. Miliki tujuan penting dalam hidup dan bangga jadi muslim. Selanjutnya pahami dan terapkan Islam dalam kehidupan.

Beliau adalah penulis aktif ini  Karya Tulis beliau

Penerbit Gema Insani Press

  1. Jangan Jadi Bebek (sebagai editor)
  2. Jangan Jadi Seleb
  3. Jangan Nodai Cinta
  4. Surga Juga Buat Remaja, Lho!
  5. Be Positive Be Happy
  6. Game Mania
  7. Sex Before Married 1 & 2
  8. Bukan Pernikahan Cinderellah
  9. Surga Itu Dekat
  10. Remaja Smart Finansial

 

Penerbit Al Azhar Press

  1. Ternyata Bersuami Itu Menyenangkan
  2. Ternyata Beristri Itu Menyenangkan
  3. Pernikahan Ideologis; Barakah & Perlu
  4. Ketika Cinta Tak Berbalas
  5. High Quality Jomblo
  6. Ketika Uang Jadi Masalah
  7. Etika Seks Islam
  8. Jendela Rumah Rasulullah
  9. Ketika Uang Jadi Masalah
  10. Double Income; Berkah atau Musibah?
  11. Mendengarkan Itu Indah
  12. Penghalang-Penghalang Doa
  13. Antara Kerja dan Dakwah
  14. Menjadi Pembina Ideal
  15. Berbakti Pada Orang Tua

Penerbit Fikri Publishing

Mulder & Scully

Penerbit Arkan Leema Bandung

Asmaul Husna for Teens

Penerbit MIZAN

  1. Cowok, Be Gentle

Penerbit Lain

Quantum Doa

Penerbit SALAMADANI

  1. Ledakan Potensi Manusia

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #42

Three Loves (3 love permanent di ABG)

Majalahdrise.com – Bogor emang famous sebagai kota hujan. Tapi, sekarang Bogor lagi nge-hitz sama sebutan kota hujan keringet dingin yang bikin orang merinding. Kenapa? Soalnya kasus pembakaran bayi yang dilakuin sama sobat kita di Bogor jadi sorotan masyarakat Indonesia. Usut demi usut, dia bakar bayi gara-gara udah hamil di luar nikah. Biasanya orang nutupin malunya pake aborsi, ini lebih ex-tream dengan dibakar.

Ini cuma salah satu contoh kasus kriminal yang dilakuin sama Anak Baru Gede alias ABG. Pertanyaannya, kenapa sih ini terjadi sama ABG? Anak yang harusnya masih unyu-unyu, nikmatin masa-masa belajar di sekolah, eh malah dirusak sama kasus-kasus yang gak pantes dilakuin sama manusia. Semua disebabkan sama 3 love yang masih permanent di ABG, yaitu:

  1. Love Song

Lagu-lagu sekarang dah ngehipnotis ABG buat mikirin cinta. Cinta sama ortu sih bagus, tapi masalahnya cinta ini ditujukan ke orang yang belum halal baginya. Kebanyakan lagu-lagunya tentang luapan perasaan cinta dari mulai yang galau sampe nuansa sumringah (berbunga-bunga karena cinta). Setiap ada lagu cinta, langsung booming andnge-hitz. Sarapan, makan siang, makan malem pasti ditemenin sama lagu. Sampe-sampe gak bisa tidur kalo gak dengerin lagu. Apalagi lagu yang ada kenangannya sama someone. Iyuhhh…

Ngedengerin lagu cinta menyebabkan naiknya naluri nau’ (kasih sayang) yang ngebuat VMJ (Virus Merah Jambu) semakin mnggebu-gebu di tengah ABG. Rasa cenat-cenut di hati makin tinggi, tapi belum siap nikah. Dan ini membuka kesempatan setan untuk beraksi. Lalu… ABG kebobolan dan terjadilah pacaran. Dimana ada pacaran, ujung-ujungnya freesex. Katanya pacaran gak afdhol tanpa ketemuan, pegangan tangan, dll. Pacaran lebih harmonis ditemenin sama lagu-lagu romantis yang bikin cenat-cenut ga karuan. Akhirnya, lupa dosa, lupa dunia, lupa segalanya. Benih-benih sex pun muncul.

Rangsangan lagu-lagu cinta bikin nambah rasa cinta plus sex merajalela. Akhirnya kebobolan deh. ABG bisa sampe nekat ngelakuin yang harusnya belumpantes dilakuin. Kalo udah tekdung baru panik. Rasa malu lebih gede daripada rasa kemanusiaannya. Segala cara dilakuin buat benerin image jadi baik lagi. Caranya gak nanggung-nanggung, aborsi dilakuin. Bahkan, ngebakar bayinya pun dijabanin kaya yang dilakuin sobat kita di atas. Belum lagi kalau si cowo gak mau tanggung jawab, bisa-bisa cewenya di bunuh. Ya Allahh, kasian banget ya? Ngehasilin dosa yang berkali-kali lipet gara-gara rangsangan dari love song. MasyaAllah…

  1. Love Story

Gak cuma lagu, perusak ABG juga adanya cerita-cerita yang gak bermutu. Ada dua macem love story lewat film (video,dll), sama tulisan (novel, cerpen, dll). Pas Twilight tayang di bioskop, ABG pada ngantri rebutan tiket. Bagi yang boke, biasanya ngeburu copy-an fim di kaset-kaset CD bajakan.

Adegan-adegan yang membangkitkan libido diumbar semua film yang bebas untuk ditonton ABG, bahkan anak kecil. Film-film khusus sex kaya pornografi, pornoaksi juga berkeliaran bebas buat jadi hidangan ABG. Padahal, film-film kaya ginian bukan cuma ngerusak prilaku, tapi ngerusak saraf-saraf otak ABG. Dampak negatif udah banyak diketahui orang. Tapi, they don’t care!Sebagian orang malah sengaja nyelipin adegan-adegan terlarang difilm-filmnya demi duit. Katanya itu jadi daya jual tersendiri bagi para pembisnis. Kalau gak ada itu,gak seru. Astagfirullah. Serem!

  1. Love is money

        Zaman sekarang, banyak orang tua yang ngeganti kasih sayangnya sama duit. Orang lebih banyak ngasih money sama anaknya dibanding love. Tapi kan money perwujudan kasih sayang… Ya, itulah alasan mereka. Kedengerannya sih bagus, tapi faktanya…. Orang tua sekarang cumangasih uang/fasilitas. Digunakan buat apa uang dan fasilitas itu, orang tua jarang memperhatikan bahkan don’t care. Banyak kasus ABG udah pada nonton film porno dari gadget yang dia punya. Yups, dengan teknologi canggih film porno bisa diakses dengan mudah. Ortu dah beliin gadget mahal karena menurutnya itu bentuk kasih sayang biar anaknya biar gak kudet. Tapi, karena gak adanya pengawasan, anak bisa bebas ngegunain gadget yang dia punya.

Ortu gak peduli sama aktivitas anaknya. Yang penting dia bisa bahagiain anaknya lewat fasilitas yang ngejamin. Pas masih kecil ortu ngebiarin dia ngerjain apa yang dia suka, karena kan ‘masih kecil’ waktunya mencoba dan berekspresi. Pas udah gede ortu juga ngebiarin, dengan alasan ‘kan udah gede ini, udah tau yang bener dan baik menurutnya’. So, kapan dong ortu perhatian sama anaknya?

Anak terlantar. Bebas ngelakuin apa aja dengan fasilitas yang ada. Termasuk pacaran. Anak pacaran, it’s ok. Nganggepnya si anak bisa ngatur diri sendiri. Pas kebobolan, baru deh perhatian. Syok, kecewa, bahkan ada yang sampe pingsan-pingsan pas denger anaknya kena kasus.

Itulah three love yang menyebabkan maraknya kasus-kasus yang dilakuin sama ABG. Dalam islam, three love udah diatur. Dari mulai love song yang dilarang (bagi yang belum siap nikah) untuk didengarkan karena temasuk hal-hal yang membangkitkan nau. Termasuk film-film, novel, dan banyak lagi yang membangkitkan nau

Tak hanya itu, ABG juga dibantu sama orang tua supaya selalu berada di jalan-Nya. Termasuk ngehindari lagu-lagu cinta, film, novel-novel dan lain-lain. Dengan love yang dikasih ortu dalam islam bikin ABG lebih terjaga sama islam. Ortu yang ngarahain ABG (khususnya anaknya) buat selalu ngisi waktu di dunia sama hal-hal yang berguna dan sesuai sama islam. Karena ortu tau kalau anak itu tanggung jawab dia. Tumbuhnya anak tergantung sama ortunya. Kalau ortunya ngasih ilmu-ilmu islam untuk ngehindarin maksiat, maka isnyaAllah anaknya bakal selamet dunia akhirat. Anak akan terhindar dari kasus-kasus ABG yang lagi ngebludak. Amazing! []

By: Fitriyah Desriyanti, SMAIT Insantama Bogor

di muat Majalah Remaja Islam Drise edisi #42

We Need Khilafah,Not Democrazy (reportase ICMS 2014)

Majalahdrise.com – Pada ahad 2 November 2014 ada sebuah acara yang dihadiri oleh ribuan peserta mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru negeri menyerukan seruan “Khilafah, Khilafah dan Khilafah, Tegakkan Khilafah Hancurkan Demokrasi”. (visimuslim.com). Acara puncak ICMS (Indonesia Congress of Muslim Student) yang digelar pada hari Ahad itu dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00 diikuti oleh sekitar 500 pergerakan dan dihadiri 10.000 peserta mahasiswa dari seluruh Indonesia. ICMS bertempat di depan gedung DPR/MPR RI, dan kemudian dilanjutkan di depan gedung Istana Negara. Acara ICMS di Jakarta ini merupakan puncak dari rangkaian acara serupa yang digelar di lebih dari 90 kota di seluruh Indonesiaa, alhamdulillah berlangsung sukses. ICMS yang merupakan kongres jalanan mahasiswa terbesar tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Acara bertemakan “We Need Khilafah, Not Democrazy and Liberal Capitalism” (kami membutuhkan khilafah bukan demokrasi dan kapitalisme liberal) ini diadakan dalam rangka menyatukan arah tujuan pergerakan mahasiswa untuk menyelamatkan Indonesia dari kebobrokan demokrasi. Inilah pesan penting yang diserukan oleh mahasiswa Muslim seluruh indonesia dalam ICMS 2014.

Adalah bentuk pengkhianatan apabila mahasiswa yang merupakan agen perubahan ini diam saja ketika melihat ketidakadilan didepan mereka. “hidupnya mahasiswa adalah dengan pergerakan. Begitu juga dengan sejarah indonesia bercerita, berbagai perubahan pergerakan besar yang terjadi dinegeri ini senantiasa dipicu oleh siapa? Oleh mahasiswa! Jadi merupakan suatu bentuk pengkhianatan apabila mahasiswa ditengah negeri yang bobrok ini hanya diam saja!” pekik M Gustar salah satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berkesempatan memberikan sambutan menjelaskan bahwa pergerakan-pergerakan besar yang terjadi dimotori oleh para mahasiswa.

Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP HTI Muhammad Rahmat Kurnia dalam orasinya menyatakan, indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia ini tengah meluncur dengan cepat menuju jurang kehancuran. Oleh karena itu, beliau menyeru kepada para mahasiswa untuk mau mengawal perubahan di Indonesia menuju perubahan yang diberkahi Allah SWT.

“Wahai para mahasiswa pendobrak kejahiliyahan, saudara-saudara adalah anak cucu Shalahuddin Al Ayyubi, anak cucu Muhammad Al Fatih, anak cucu Pangeran Diponegoro yang berjuang untuk Islam, dan mati untuk Islam. Siapkah saudara-saudara berada dalam garda terdepan perjuangan ini? Siapkah saudara membimbing umat ini? Seru ustadz rahmat membakar semangat para peserta ICMS.

Beliau menjelaskan, penyebab kemunduran umat Islam diberbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain sebagainya adalah dikarenakan diterapkan sistem politik demokrasi, diterapkannya hukum buatan manusia, dan diterapkan hukum ekonomi liberal. Tentu saja ini menghilangkan keberkahan di negeri ini. “boleh saja kita melihat gedung pencakar langit dimana-mana, tapi untuk apa kalau pergaulan bebas menghancurkan remaja kita. Untuk apa jalan tol bertambah ribuan kilometer kalau kemaksiatan dibiarkan, kalau pemuda-pemudanya dijauhkan dari kecintaan kepada Allah!” tegasnya.

We Need Khilafah,Not Democrazy - MAJALAHDRISE (16)

Beliau juga menjelaskan bahwa khilafah yang saat ini tengah diperjuangkan merupakan sebuh kewajiban dan kebutuhan. “Khilafah adalah kewajiban. Lebih dari 39 hadist rasulullah berbicara tentang khilafah. Disamping itu, khilafah juga kebutuhan. Secara keimanan khilafah adalah sebuah kewajiban kepada Allah SWT. Secara sejarah, 12 abad khilafah menguasai dunia. Dan secara kebutuhan, sekarang ini tatanan dunia sedang berada dalam kebobrokan dan kita membutuhkan solusi Khilafah itu. Maka siapa pun yang memiliki pikiran sehat dan keimanan yang bersih, siapa pun yang memiliki rasa cinta dan tanggung jawab kepada umat, tentu dia akan mengatakan bahwa sekarang lah saatnya untuk menegakkan syariah dan khilafah demi kebaikan umat islam dan seluruh umat manusia dibumi”.

Ricky Fatamazzaya, ketua panitia ICMS, mengatakan, “dari tema di awal itu, kita ingin menunjukkan bahwa kita masih komitmen dan konsisten untuk membuang demokrasi dan harus mengambil khilafah sebagai solusi tuntas untuk berbagai permasalahan di Indonesia dan di seluruh dunia. ”Di samping itu, para mahasiswa yang mengikuti ICMS juga menyampaikan resolusi kepada rezim Jokowi-JK. Resolusi tersebut memuat lima poin.

Pertama, berisi kerusakan dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara akibat diterapkannya sistem sekuler, khususnya sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme liberal. Rezim Jokowi-JK dituntut untuk segera menghentikan sistem itu dan menggantikannya dengan sistem Islam, dengan cara menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kedua, berisi seruan untuk menghentikan dominasi asing dalam berbagai bidang, khususnya dalam pengelolaan SDA. Kembalikan tambang emas Papua, Blok Migas Cepu, Blok Mahakam, Blok Natuna, dan kekayaan alam lainnya yang saat ini dikuasai oleh pihak asing kepada rakyat, dan dikelola sepenuhnya oleh negara demi kesejahteraan rakyat.

Ketiga, berisi tuntutan untuk menghentikan pinjaman luar negeri dan hutang ribawi. Sebagai gantinya, wujudkan Rp. 3000 Trilyun APBN yang berasal dari pengelolaan kekayaan alam, zakat, fa’i dan jizyah untuk memberikan jaminan kebutuhan sandang, papan dan pangan, serta kesehatan, pendidikan dan keamanan yang berkualitas dan gratis untuk seluruh rakyat.

Keempat, berisi seruan untuk mengalihkan investasi di sektor non riil kepada sektor riil sehingga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menyelesaikan 7,24 juta pengangguran dan 47 juta rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Kelima, berisi tuntutan untuk mewujudkan sistem pendidikan dan budaya yang Islami, serta hentikan segala pergaulan bebas, pornografi, dan pornoaksi yang telah menyebabkan kemudharatan yang sangat mengerikan bagi generasi muda, seperti aborsi, narkoba, dan berbagai kejahatan remaja.

Di akhir aksi, beberapa perwakilan mahasiswa kemudian menyerahkan surat berisi resolusi yang ditujukan kepada ketua MPR dan DPR, serta ditujukan pula kepada presiden Jokowi.

ICMS hadir sebagai sebuah pergerakan “anti-demokrasi” dari mahasiswa Muslim di Indonesia yang berani melawan arus – menolak demokrasi dan kapitalisme liberal. ICMS diinisiasi oleh sejumlah aktivis Mahasiswa dari Hizbut Tahrir Indonesia, selama bulan Oktober bergerak di puluhan kota besar di Indonesia demi agenda untuk mengkritik ide demokrasi secara substansial danmemaparkan dampaknya yang destruktif terhadap masyarakat Muslim dan juga kalangan mahasiswa sendiri.Hayo siapa yang kemarin ikutan? Lanjutkan perjuangan! [Siti Maryam & Alga Biru]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #42

Review buku ust felixsiauw Khilafah Remake

Majalahdrise.com – Untuk beberapa tahun yang lalu, mungkin kita nggak akan ngeh tentang apa itu Khilafah. Apalagi anak muda, kalau mendengar istilah Khilafah, biasanya bakal kecele jadi khilafiyah atau Khofifah. Tapi sekarang jaman udah berubah, seruan Khilafah menggema di mana-mana, para penyerunya adalah anak-anak muda kayak kita. Dengan penuh semangat dan tekad yang kuat, mereka mempelajari dan terus menyerukan kewajiban paling agung dalam Islam ini kepada kaum Muslimin.

Agar kamu nggak ketinggalan jaman dan makin kenal dengan yang namanya Khilafah, D’rise ingin merekomendasikan sebuah buku yang asik punya. Buku ini berjudul Khilafah Remake, sebuah karya terbaru dari Ustadz Felix Siauw. Buku ini bukan sembarang buku tentang Khilafah. Buku ini mengajak kita semua memahami Khilafah dengan lebih mendalam, tetapi dengan cara yang menyenangkan dan ringan. Kita akan semakin paham apa itu Khilafah dengan cara yang smooth, jauh dari kesan serem dan sadis.

Di dalam buku ini, Ustadz Felix berhasil memberikan gambaran yang amat memukau tentang apa itu Khilafah. Berbagai kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil diraih umat Islam pada masa Khilafah. Tidak ketinggalan pula tentang berbagai pencapaian yang pernah diraih umat Islam dan menjadi inspirasi bagi peradaban barat saat ini. Khilafah bukanlah Negara sembarang Negara, tetapi sebuah Negara yang diridhoi oleh Allah dan RasulNya. Sebuah Negara yang telah berhasil meratakan kesejahteraan kepada dua pertiga dunia wilayah kekuasaannya. Sebuah Negara yang mengayomi baik Muslim maupun nonmuslim.review buku Khilafah Remake 2 - MAJALAHDRISE.COM

Buku dengan tebal 296 halaman ini memang lain dari yang lain. Buku ini berhasil memadukan desain visual dan wawasan Islam dengan amat serasi dan enak dipandang. Dengan kata lain, di buku ini tumpah ruah kreatifitas dan ilmu. Hingga saat ini, belum ada buku yang membahas ide Khilafah dengan menggunakan fullvisual graphic designdan full colour seperti buku Khilafah Remake ini. Pada titik inilah salah satu keunggulan buku ini. So, buku Khilafah Remake layak untuk masuk daftar buku yang wajib kamu baca bulan ini. Don’t miss it guys! []review buku Khilafah Remake 2 - MAJALAHDRISE.COM

Judul, Khilafah Remake

Penulis, Felix Siauw visual by Alfatih Studios

Tebal, 296 halaman

Penerbit, Alfatih Press

Harga, Rp. 80.000

Di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #42