STOP ihtilat di sekolah !

TENG…TENG…! Lonceng istirahat berbunyi, semua siswa-siswi di sekolah pada bubar dari kelas  menyerbu kantin. Hayoo…, muda-mudi Islam kalo pas jam  istirahat sukanya di mana? Dikantin, kakak….! –nepuk jidat- Jika dipikir-pikir, sebenarnya jam istirahat itu bisa jadi teman atau musuh dalam selimut, ya???? Jam istirahat memang waktunya untuk beristirahat sejenak setelah menjalani proses belajar mengajar di sekolah.

Tapi, di waktu-waktu seperti inilah  biasanya terjadi  penyimpangan oleh mudamudi terhadap Islam. Percaya atau tidak, seperti itulah adanya. Mungkin masih banyak dari teman-teman yang belum tau betul apa penyimpangannya. Maka dari itu saya akan memberikan salah satu contohnya di bawah ini. Insya Allah. Penyimpangan yang biasa dilakukan di sekolah,  yakni adanya

IKHTILAT atau campur baurnya cowok sama cewek. Hal ini biasa kita liat kalo pas lagi jam belajar maupun pada saat istirahat. Anak-anak yang ngakunya best friend sama lawan jenis, itu mah udah kelewat batas. Mereka ngadain ikhtilat di sana-sini di mana tidak ada hijab atau kain pembatas di antara mereka.

Akibatnya, antara cowok dan cewek sama-sama bisa melihat lawan jenisnya dengan leluasa. Nggak jarang dari mereka yang tingkah lakunya sama kayak orang pacaran, alias pegang-pegangan tangan, pake istilah tangan si cowok merangkul bahu si cewek lah, atau pas si cewek lagi duduk-duduk di depan kelas tiba-tiba cowoknya modus ikut duduk di sampingnya. Ih, miris! Bukan mahram kok gelagatnya gitu, sih?

 Udah nggak ada hijab antara cowok dengan cewek, terus main pegang-pegangan tangan lagi. Dosa tau!!! Selain itu, kantin juga salah satu tempat bersarangnya ikhtilat. Kalo jam istirahat biasanya nongkrongnya di kantin, kan? Nah, otomatis di sana ada ikhwan yang bisa liatin akhwat yang cantik-cantik dengan bebas.

BAGI CEWEK-CEWEK JANGAN MAU DIJADIIN OBJEK PANDANGAN COWOK YAH…. JANGAN MAU JADI ALATNYA SETAN BUAT MEMBANGKITKAN SYAHWAT YANG BUKAN MAHRAM!!!

 Ikhtilat bisa membawa dampak negatif yang sangat besar lho, sobat. Dia antaranya dapat menjadi sumber utama terjadinya zina mata, zina tangan, zina hati, dsb. Eit, jangan remehkan zina kecil lho… keliatannya emang seperti perbuatan biasa, tapi lama-lama bisa berujung pada zina yang lebih besar. Kalo si ceweknya hamil, kebayang kan malunya gimana? Allah dengan tegas melarang kita untuk berzina.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina)  itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ ayat 32) Kalo takut ikhtilat, menghindarinya gimana, dong? Tenang aja, ada kok solusinya! Salah satunya dengan

 MENJAGA PANDANGAN.

Menjaga pandangan sangat penting, lho, sobat! Pernah denger istilah “DARI MATA TURUN KE HATI” nggak? Kurang lebih begitulah proses timbulnya nafsu. Berawal dari dua pandang mata yang saling bertatapan, eh, yang bisa hati keduanya bisa saling deg-degan –itu godaan setan- Terus hati si cowok tiba-tiba cenat-cenut, ngumbar modus ke sana-sini buat dapetin perhatian si cewek. Akhirnya, salah jalan lalu terjerumus ke pacaran.

Hafizhonallah!  Dari Jarir r.a., katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal melihat dengan sekonyong-konyong- kepada sesuatu yang diharamkan, lalu beliau s.a.w. menjawab: “Palingkanlah segera akan penglihatanmu.” (Riwayat Muslim)

Tuh, denger, kan? Rasulullah saw. aja memerintahkan seorang sahabat untuk memalingkan pandangannya apabila melihat sesuatu yang diharamkan. Walaupun melihat hanya sekejap, tapi kan bisa ngaruh nantinya sama orang yang liat.

 Apalagi akhwat-akhwat yang doyan liatin wajah ikhwan? Bisa-bisa kalo nggak segera memalingkan pandangan, jatuh ke jurang kemaksiatan. Maka dari itu, baik itu cowok atau pun cewek, segera tundukkan pandangan kita sebelum setan keduluan  mempengaruhi pikiran dan hati kita.

Brother and sister rahimahullah, pada intinya, untuk mencegah ikhtilat adalah dengan menjaga diri, perilaku, dan membina persahabatan yang diridhoi oleh Allah. Persahabatan yang diridhoi itu yakni bersahabat dengan sesama jenis, senantiasa membina persahabatan dengan amal sholih-persahabatan bukan majelis rumpi, lho!- serta saling mencintai sahabatnya karena Allah. Berteman dengan lawan  jenis sih boleh, tapi sekedar teman aja, nggak lebih.

Ikhtilat itu bisa berujung pada dosa besar, lho, inget itu! Kalau pun kita diajak seseorang untuk ikhtilat, kita nolak aja jika membawa mudharat yang lebih besar ketimbang maslahatnya. Seperti itu! Kalo akhlak muda-mudi muslim baik bin terpuji, pastinya akan mengangkat agama Islam yang mulia ini menjadi agama yang dijunjung di dunia karena kebaikan akhlak dan ketaatan  pemeluknya kepada Robb-nya.

Pemuda, Nakoda perubahan Umat

Pemuda memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan kaum muslim  secara khusus. Namun, saat ini gaya hidup mengarahkan para pemuda pada kebebasan berprilaku, mendapatkan pendidikan dan meraih impian diajarkan dengan mudah, instan dengan usaha kecil, memuaskan diri dengan miras, narkoba dan pertemanan hidup yang penuh kebebasan.

Sungguh sangat ironis, ketika di negeri yang mayoritas muslim ini, terjadi kasus-kasus yang menyayat hati, membuat geram dan entah perasaan apa lagi yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Sekejam-kejamnya perilaku binatang, mungkin masih bisa dimaklumi, karena mereka tak punya akal. Tapi perbuatan ini dilakukan oleh sosok manusia yang terkategori pemuda.  Salah satu contoh adalah kematian anak SMP yang berinisial YY, berusia 14 th dari Bengkulu (5 April 2016). Kematiannya sangatlah sadis dan membuat seluruh mata yang melihat dan seluruh telinga yang mendengar seplah turut shock akan kejadian ini.

Bagaimana tidak, dari hasil visum menunjukkan bahwa ia mengalami kekerasan, penganiayaan dan pemerkosaan, masih dilanjut dengan pembunuhan hingga jasadnya dibuang di jurang!  Contoh kasus lain adalah seorang mahasiswa yang tega membunuh dosennya yang hendak berwudlu, gara-gara dendamnya pada sang dosen lantaran nilainya yang tak pernah bagus dan skripsi yang tak kunjung diacc oleh sang dosen. Sungguh memalukan perilaku anak bangsa ini. Bagaimana tidak, mereka melakukan kejahatan ini dimulai dari melakukan kemaksiatan yang satu hingga berlanjut tindakan-tindakan biadab itu.

Padahal jelas, mereka adalah sosok remaja dan diantaranya masih duduk di bangku sekolah dan bahkan seorang mahasiswa yang harusnya di usia mereka sudah bisa berfikir dengan jernih dan bijak. Bagimana umat ini masih  berharap pada sistem seperti ini? sistem  yang telah membuat kaum muda menjadi sosok yang amoral, berprilaku bejat yang melebihi binatang.

Masih tertutupkah mata, mulut, telinga dan mata hati umat saat ini, yang melihat fenomena mengerikan seperti ini ? padahal mereka adalah bagian dari sosok pemuda harapan bangsa, pemimpin umat dan penerus generasi. _ Seharusnya semua menyadari pemuda adalah aset bangsa yang seharusnya menjadi nahkoda bagi umat menuju kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Kehidupan yang berperadaban tinggi dan berpola pikir yang tangguh serta kepriadian yang luhur. Di usia remaja sudah selayaknya mereka mendapatkan porsi ruang ilmu yang memadai, lingkungan pembelajaran yang kondusif dan fasilitas yang mencukupi.

Terlebih ada hal penting yang harus diperhatikan adalah peran negara, sebagai penyelenggara pendidikan, penjaga perilaku, penegak keadilan dan juga filter dari seluruh budaya yang masuk ke negerinya. Menjadi peran negara ketika media beredar, pembatasan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh umat dan perilaku umat.

Peran penting ini juga berpengaruh pada sebuah peradaban sebuah negeri.  Sistem sekuler-demokrasi tidak akan membawa perubahan, perubahan pada arah keburukan sudahlah pasti. Dan akan membawa pengikutnya dalam perubahan pada perilaku yang biadab dan dehumanisme. Secara individu mereka lemah iman, tsaqafahnya minim ditambah dengan akal mereka yang tidak digunakan untuk berfikir secara cemerlang.

Masyarakat yang tidak kondusif dan edukatif, orang tua yang tidak bersungguhsungguh dan tidak peduli pada kondisi  anak, menambah kondisi pemuda terpuruk. 

_ Di usia belasan tahun islam mengajarkan para remaja ini punya harus memiliki kepribadian yang tangguh. Bukan sebagai pemuda pemuja nafsu, tapi sosok pemuda yang punya tanggung jawab besar sebagai hamba terhadap Allah SWT. Kemudian dengan konsep Islam yang shahih, mereka seharusnya kaya tsaqafah untuk memikirkan kondisi umat dan kondisi negeri mereka. Kalaupun mereka sudah berhasrat untuk memuaskan seksualitasnya, mereka akan siap menikah dan menjadi pemimpin keluarganya.

Bukan memperkosa gadis atau wanita lemah. Dan kalaupun mereka ingin melampiaskan amarah, maka mereka akan bersegera mengangkat senjata untuk membela agama Allah dan membunuh musuh-musuh Islam, bukan membunuh teman atau guru mereka. Tetap akan tersalurkan naluri mereka pada peradaban yang luhur, dengan tuntunan Islam yang haq.  

_ Pemuda harapan umat di atas tidak akan bisa dicetak dalam sistem yang mengutamakan kebebasan dan mengagungkan hawa nafsu seperti sekarang. Saatnya umat memikirkan kondisi ini jikalau menaruh harapan besar pada para pemuda.

Hanya berharap pada sistem Islam, kondisi umat pada umumnya dan pemuda khususnya bisa benar-benar menjadi sosok yang tangguh, ideologis, cerdas, berakhlak mulia dan sosok pejuang yang tangguh. Wallahu a’lam bisawab. []

Belajar Bahasa Arab Yuk ,,

Kalau kalian mendengar kata ‘Bahasa Arab’, apa sih yang ada di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang  Jahiliyyah? Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Jerman apalagi bahasa alay. Hohoho..

Sekarang hampir mayoritas tempat, mulai dari sekolah, stasiun, SPBU, terminal, pertokoan, tempat rekreasi bahkan toilet umum pun kebanyakan memakai bahasa Inggris untuk tulisan di papan petunjuknya.  Selain itu, banyak istilah sehari-hari yang menggunakan bahasa Inggris. Adikadik kita di sekolah bahkan di rumah juga sudah mulai dikenalkan dan dibiasakan memakai bahasanya Bang Harry Potter ini.

Gak heran kalau banyak orang yang suka menggunakan bahasa Inggris setengah mateng, kayak telur goreng belum mateng tapi keburu dimakan karena sekolah udah telat. Mungkin kalo ngomong kayak mbak Cinta Laura, belepotan bin rempong binggo. Hadeh! Bicara soal bahasa Inggris yang udah lumrah di telinga, kita gak ngelarang kalian belajar bahasa Inggris kok. Kan bagus bisa cas-cic-cus bahasa Inggris di jaman serba ke-inggris-an kayak sekarang. Tapi kita gak boleh lupa, sebagai muslim, kita harus bin wajib belajar dan mendalami bahasa Arab.. Kalo ada yang nanya, ‘Buat apa susah-susah belajar bahasa Onta? Gue  aja gak kenal tuh ama dia!’.

Eitss.. tunggu dulu sodarasodara!! Emang sekarang yang nge-hits bahasa Inggris, tapi kita musti inget kalau Al-Quran itu diturunkan Allah ke  dunia pake bahasa Arab. Banyak ayat AlQuran yang menjelaskan hal ini.

Antara lain surat Yusuf: 2, Ar Ra’du: 37, An Nahl: 103, As Syuara: 195, Az Zumar: 28, Fushsilat: 3 dan 44, As Syuara: 7, Az Zukhruf: 3, dan Al Ahqaaf: 12. Hadits pun demikian. Nabi mengucapkannya juga pake bahasa Arab. Padahal kita, para muslim (kalian muslim, kan?), kalo ada masalah atau butuh referensi hukum kan baliknya juga ke mereka (Al-Quran dan Hadits, red.).

Kalo gak paham bahasa Arab, gimana mau paham hukumnya?  Ibnu Taimiyah berkata: “Bahasa Arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib. Karena memahami Al-Quran dan As Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab”.  

Rasulullah juga menyuruh kita supaya giat belajar bahasa Arab, lho! Gak percaya? Dalam kitab Faid al Qadir syarh alJami’ al-Shaghir susunan al-Manawiy,  disebutkan dari Ibnu Abbas riwayat Muslim, Nabi bersabda: “Pelajarilah bahasa Arab  karena 3 hal. Karena aku (Muhammad) adalah orang Arab, karena al Quran

berbahasa Arab, dan karena percakapan ahli surga adalah bahasa Arab”.  Shahabat Umar bin Khattab r.a pun sependapat dengan Rasulullah: “Hendaklah kalian tamat untuk mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu bagian dari agamamu”. Dan juga perkataan ulama Abdul Alim Ibrahim: “Bahasa Arab merupakan bahasa orang Arab dan sekaligus juga merupakan bahasa agama Islam”.

Imam Syafi’i juga pernah berkata: “Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran meninggalkan bahasa Arab dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles”. (Adz Dzahabiy, Siyaru ‘Alamin Nubala, 10/74).

Keadaan kaum muslim sekarang yang amat sangat memprihatinkan salah satu sebabnya adalah karena mereka nggak lagi giat mempelajari bahasa Arab yang digunakan untuk memahami manual instruction dari Allah dan Rasul-Nya.

Makin hari makin banyak orang yang bisa baca al Quran, banyak hafidz dan hafidzah lahir namun mereka gak paham dengan apa yang mereka baca dan hafalkan tiap hari. Al Quran hanya dijadikan teks yang dibaca dan dihafal tanpa tahu apa yang harus dilakukan dengannya.

Padahal Allah menurunkan Al Quran untuk manusia sebagai petunjuk hidup di dunia agar selamat dunia-akhirat. Para ilmuwan, ulama dan kaum muslim pada masa kekhilafahan Islam dahulu giat mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al Quran dan Hadits dengan baik agar bisa mencari hukum yang pas sesuai maksud dari dalil yang dicari.

Para khalifah dahulu pun mewajibkan rakyatnya, baik yang orang Arab atau bukan orang Arab untuk belajar bahasa Arab. Mereka sampai mengirim para guru bahasa Arab untuk dikirm ke daerah-daerah non-Arab untuk mengajar warganya sampai pintar berbahasa Arab. Bahkan bahasa Arab menjadi bahasa resmi negara Khilafah Islam saat itu, sehingga gak heran banyak   

negara-negara Barat yang rela belajar bahasa Arab demi mendapat ilmu pengetahuan dari para ilmuwan negara Khilafah.  

Begitu pentingnya bahasa Arab sampai-sampai semua orang belajar bahasa Arab karena terbukti sangat penting bagi kehidupan, baik kehidupan di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat. Jadi, masih ragu belajar bahasa Arab?  

Ayuk ah sodara-sodara, rame-rame belajar bahasa para onta, eh bukan, bahasa para ahli surga ini agar kelak kita bisa meneruskan jejak-jejak luar biasa para orang hebat terdahulu dan semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya. Amiiin… #YukBelajarBahasaArab

Di Balik Megahnya Masjid Selimiye

by: Nidaa Hazimah Sholehah, kelas 12 SMA Bina Insan Mandiri

Siapa yang pernah berkunjung ke Turki, angkat tangannnya!! Beruntung ya, buat driser yang sempat  menginjakkan kakinya ke Turki. Sebab Turki memiliki banyak sejarah tentang islam apalagi kalo ingat pesona arsitektur bangunannya yang sangat menarik. Seperti arsitektur Hagia Sophia yang begitu megah, arsitektur Istana Topkapi yang bernuansa kekerajaan, arsitektur benteng konstantinopel yang sulit di hancurkan oleh siapapun, dan masih banyak lagi arsitektur indah yang hanya dapat di temukan di Turki.

Dan salah satunya adalah Masjid Selimiye, masjid yang memiliki keindahan interior elegan, masjid yang memiliki kubah terbesar di dunia, mengalahkan Hagia Sophia yang telah berusia hampir seribu tahun. Siapakah arsitek yang membuat masjid selimiye?  Dia adalah Koca Mimar Sinan Aga, atau lebih akrab dipanggil Sinan. Sinan adalah ketua arsitektur dan insinyur pembangunan untuk Sultan Sulaiman I, Sulan Salim II, dan Sultan Murad III. Selama periode 50 tahun sinan bertanggung jawab pada konstruksi dan supervisi 476 bangunan.

Dia melatih banyak asisten, salah satunya adalah Sedefhar Mahmet Aga arsitek sebenarnya untuk Masjid Sultan Ahmet. Asistennya saja mampu membuat masjid yang begitu megah, apalagi sinan yang kedudukannya di atas Sedefhar. Jadi wajar saja jika sinan dianggap sebagai arsitektur terbesar dari periode arsitektur klasik, yang setara dengan Michelangelo di eropa.

Awal kariernya terjadi pada 1512 ketika dia direkrut menjadi korp Jenissari, yaitu  pasukan khusus Ustmaniyah. Ketika usianya menginjak 23 tahun, dia tidak diizinkan untuk masuk ke sekolah tinggi kesultanan di Istana Topkapi, tapi dia dikirim ke sebuah kursus keterampilan. Awalnya dia belajar menukang kayu, dan matematika, tapi karena dia adalah anak yang cerdas, membuatnya segera menjadi asisten arsitek dan secara tidak langsung dilatih sebagai arsitek. Tiga tahun kemudian dia menjadi ahli arsitek dan insinyur.

Meskipun telah menjadi arsitek, dia tetap terjun ke medan jihad, sebagai pasukan Jenissari. Sebagai arsitek, sinan senantiasa mempelajari titik kelemahan suatu bangunan jika ditembak. Dia diperkenankan untuk merobohkan bangunan disetiap kota yang telah ditaklukkan, dan merubahnya apabila tidak sesuai dengan perancangan kota. Dia membantu membuat jembatan-jembatan, salah satunya adalah jembatan di atas Sungai Donau. Berkat terjunnya dia menjadi Insinyur Militer, membuat sinan medapatkan pengalaman sangat praktis. Sinanpun menyadari bahwa arsitektur Ustmaniyah sangatlah pragmatis.  

Bangunan yang ada hanya dibentuk seperti bangunan sebelum-sebelumnya, tidak ada perubahan, tidak memiliki ide baru untuk suatu bangunan. Dan ketika membangun, banyak arsitek yang boros dalam penggunaan material dan tenaga. Sinanpun mencoba mentranformasi arsitektur yang telah mapan, memperkuatnya, dan menambahnya dengan inovasi demi kesempurnaan. Merubah struktur kubah tunggal menjadi kubah yang banyak, menjadi design kubah berbentuk segiempat, atau segidelapan. Kejeniusan sinan terletak pada penataan ruang, menggabungkan masjidnya dalam suatu cara yang efisien dalam satu komplek yang melayani masyarakat sebagai pusat intelektual, komunitas dan kebutuhan sosial serta kesehatan.

Sehingga mempermudah ummat untuk melakukan segala aktivitas dalam satu tempat. Kita patut bangga akan prestasi yang telah dicapai oleh sinan. Sinan dapat menggabungkan antara Islam yang dia pegang teguh dengan kreatifitas yang dia miliki, sehingga dapat menghasilkan karya yang dapat bermanfaat untuk ummat. Namun kini Islam telah kehilangan arsitek Islam layaknya Sinan. Apalagi setelah negara Khilafah runtuh, tidak ada lagi dorongan untuk melahirkan arsitek inovatif yang dapat melayani ummat. Padahal kedudukan seorang arsitek di suatu negara itu sangat dibutuhkan.

Jika Mimar Sinan mengetahui bahwa memugar makam dan  membangun kubah di atasnya dilarang dalam Islam, maka ia bisa menasihati para sultan agar makam mereka tidak dibangunkan kubah-kubah yang megah, itu adalah salah satu contoh betapa pentinganya seorang arsitek islam.  Dan inilah saatnya kita untuk unjuk gigi, memperlihatkan bahwa akan ada generasi penerus Sinan. Hal ini dapat kita capai dengan  menuntut ilmu secara sungguh-sungguh.

Masa iya orang islam males nuntut ilmu? Padahal menuntut ilmu adalah suatu kewajiban kita sebagai orang islam. Oleh karena itu jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu dibidang apapun, seperti pepatah Imam Syafi’i “Bila kau tak tahan menahan lelahnya menuntut ilmu, maka kau harus menahan perihnya kebodohan”.  

Teruslah bergerak menuju perubahan dan kebaikan, jangan pernah lelah dan lalai, karena ini adalah bentuk perjuangan kita untuk kejayaan islam. Jika orang kafir melihat hal ini mereka akan menghalangi gerak kita. Karena sampai kapanpun orang kafir tidak akan pernah rela melihat islam jaya kembali.[]