Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula

Dracula kan? Pastinya..! Terutama dari film, kita mengenal Dracula sebagai sosok vampir  penghisap darah, raja kegelapan dan horor. Iya apa iya? Nahh, dalam liputan khusus kali ini, kita bakal disodorkan beragam fakta sejarah. Ternyata, Dracula itu bukan tokoh fiktif lho melainkan nyata pernah hidup di tengah manusia. So guys, he is a real human!  Tanggal 17 Agustus 2016 lalu, kerumunan orang tak hanya ada di lapangan tempat perlombaan. Ratusan pasang mata begitu khusyu mengikuti sebuah acara apik bertajuk

 “Menggugat dan Mengadili Dracula”

di Wisma Antara Jakarta. Para penonton terinspirasi oleh pemaparan empat pemateri jempolan. Ust Felix Siauw, Kang Sayf Muhammad Isa, Ust Hafidz Abdurrahman dan Ustz Irene Handono, dipandu oleh MC ideologis Kang Asep Supriatna.

Acara dipadati lebih dari 700 peserta dan rela berdesakan di luaran mengingat tempat dan tiket yang terbatas. Bukti betapa antusiasnya acara ini disaksikan oleh rekan dari berbagai penjuru. Ya, Dracula adalah tokoh nyata yang dikenal sebagai Vlad III Dracul. Ia adalah pangeran Wallachia, yang juga pernah belajar di Edirne saat kecil.

Disini, Ia bersinggungan dengan komunitas kaum muslimah. Walau ia belajar di Edirne, kekejaman dan kebenciannya terhadap kaum Muslim tak pernah hilang, dan akhirnya dikenal hingga kini. Dikenal juga dengan Vlad “The Impaler”, kesukaannya menyiksa manusia dengan kayu tajam yang ditusukkan dari anus hingga tembus ke mulut.

Hiii serem bingit! Adalah Khilafah Abbasiyyah yang menjadikan kaum Turki menjadi penjagapenjaga perbatasan, dan beberapa  “penjaga” ini kemudian memilki  pemerintahan sendiri-sendiri yang dikenal sebagai kesultanan. Kesultanan yang paling kuat saat itu adalah Kesultanan Utsmani yang menduduki wilayah Asia Kecil dan Eropa kecuali Konstantinopel sekitar awal abad ke-15.

Tidak hanya berkuasa, ia menentukan kebijakan politik negara-negara Eropa Timur seperti Wallachia, yang sekarang ada di Rumania. Vlad III Dracul (Vlad III Naga) dan adiknya Radu Cel Frumos (Radu Si Tampan), termasuk jaminan yang diberikan oleh Vlad II Dracul sebagai penguasa Wallachia kepada Sultan Murad II, untuk menjamin kesetiaannya pada Utsmani.

Sempat dididik dalam Islam, satu bangku sekolah dengan Mehmed II yang kelak akan kita kenal sebagai Sultan Mehmed II Al-Fatih, nasib kedua pangeran Wallachia ini berbeda. Radu memeluk Islam dan menjadi panglima Yeniseri, sedang Vlad III memilih membenci Islam  dengan kekejamannya Sejarah kelak mencatat kesadisan  dan kebiadaban Vlad III Dracul anak Vlad II Dracul, dalam bahasa Rumania, Dracul-ae artinya adalah “anaknya Dracul”.

Sehingga dunia mengenal Dracula sebagai lambang kengerian. Sejarah juga mencatat sepak  terjang Vlad III Dracul, yang bekerjasama dengan Kerajaan Hungaria, atas perintah Paus Pius II untuk melaksanakan perang salib pada kaum Muslim.

Dan bagaimana Kesultanan Utsmani atas izin Khalifah Abbasiyyah, melindungi kaum Muslim  dari kekejaman Dracula. Buka mata  buka telinga, baca sejarah sebetulnya, dan kita akan makin berbangga dengan Islam. Di hadapan Islam, Dracula nggak ada apa-apanya… [Foto dan Info dikutip dari berbagai sumber]

MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI

Agustus identik  dengan bulan perjuangan. Apalagi kalo ingat tanggal 17-nya, so pasti memori kita akan membuka kisah perjuangan para pahlawan Ibu Pertiwi untuk meraih kemerdekaannya. Itu dulu ketika bule kompeni menjajah negeri kita. Gimana kalo sekarang? Seringkali jadi pertanyaan secara, apa negara kita udah benar-benar merdeka? Bukannya meragukan pembacaan proklamasi oleh presiden pertama kita.

Cuman heran aja. Katanya udah merdeka tapi sumber kekayaan alam kita banyak dikuasai investor asing, kebijakan pemerintah menguntungkan konglomerat dan bikin hidup rakyat makin melarat.  Untuk itu, kita pengen tahu apa  pendapat driser tentang kemerdekaan hakiki terkait dengan negeri kita tercinta. Yuk simak! Makna kemerdekaan bagi sy BEBAS.

Bebas dari segalanya,  terutama bebas dari  penghambaan dari manusia.  Cuma hanya kepada Allahlah kita menghamba. Suka heran, yang jadi tren selalu yang berbau asing ya, nggak sedikit juga tren merusak.  Buat ibu rumah tangga seperti saya, cemas banget nanti gimana ini anak saya klo nggak  ada sistem yg mengcover. Harapan saya untuk Indonesia hrus berubah  lebih baik dong.  Walau sejauh ini modelnya tetep aja tahun ketahun gini aja ya nggak banyak berubah. Berani ganti sistem,  pake sistem aturan Islam bikin semuanya jadi tenang. (Silviani, Ibu Rumah Tangga)

“Merdeka itu tidak ada kelaparan serta banyak rakyat yang merasa kemiskinan . Dimana pemerintah harus adil pada rakyat,  lingkungan yang memadai beserta fasilitasnya. Menurut saya, Indonesia masih terjajah secara pemikiran. Buktinya banyak  yang mengikuti gaya Barat , entah dari pakaian , makanan, budaya, sosial media  dan lainnya”  (Shinta Anggraeni, Mahasiwa)

MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI

 Driser, kamu setuju dengan  pendapat mbak Shinta dan Ibu Silviana? Kalo menurut kita siha da benarnya juga. Secara fisik kita emang udah merdeka. Nggak kaya di Suriah, Palestina, atau negeri-negeri Islam yang sedang dilanda konflik militer. Tapi secara pemikiran dan budaya, sepertinya masih belom ya. Dari mulai pemerintah hingga masyarakat kelas bawah, masih lekat dengan gaya hidup masyarakat Barat yang sekuler dan memuja kesenangan dunia. Jadi seperti apa kemerdekaan hakiki itu? Kemerdekaan hakiki adalah saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia.

Mewujudkan kemerdekaan hakiki itu merupakan misi dari Islam. Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, di antara isinya: Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia) … (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut).

Di antara modus penghambaan kepada sesama manusia itu adalah melalui aturan hukum dan perundang-undangan buatan manusia, sesuai doktrin demokrasi. Apalagi aturan hukum dan perundangundangan itu diimpor dari pihak asing/penjajah, seperti yang terjadi pada banyak bangsa terjajah, termasuk yang terjadi pada negeri ini.

Wahai Remaja Muslim: Sebagian makna kemerdekaan  yang sudah diraih negeri ini dan penduduknya semestinya dilanjutkan dengan usaha sekuat tenaga untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Caranya adalah melalui perjuangan sungguh-sungguh untuk menerapkan aturan dan hukum Allah SWT, yakni syariah Islam, untuk mengatur segala urusan kehidupan di masyarakat.

Semua itu hanya bisa diwujudkan di bawah sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Dengan itu maka kemerdekaan hakiki bisa diwujudkan, kelapangan dunia bisa dirasakan oleh seluruh rakyat dan keadilan bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal itu pasti terwujud karena merupakan janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah saw. WalLâh a’lam bi ash-shawâb

Bulan Ramadhan Momentum Perubahan ?

Hallo DRISEr, Alhamdulillah kita ketemu lagi dengan tamu Agung yaitu bulan suci Ramadhan. Yang  tentu salah satunya ditandai dengan kewajiban berpuasa sebulan penuh. Apa sih makna puasa bagi kita? Kalau bagi anak kecil yang baru belajar menahan haus dan lapar, rasanya beraaaat banget. Buat kita yang udah baligh, harus naik level dong. Yuk simak perkataan Rasullah berikut ini seputar makna puasa. 

Dalam riwayat AlBukhâry dan Muslim dari Abu Hurairah  radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi  wa sallam bersabda,: 

“… dan puasa adalah tameng. Bila salah seorang dari kalian berada pada hari puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan janganlah ia banyak mendebat. Kalau orang lain mencercanya atau memusuhinya, hendaknya ia berkata, ‘Saya sedang berpuasa.’.”

Setiap orang mungkin punya target yang berbeda selama Ramadhan. Bisa jadi pengen khatam al-Qur’an, memperbanyak sadaqah atau mulai belajar berhijab syar’i. Apalagi di bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Semangat terusss! Kali ini, drise sempet ngobrol dengan beberapa driser seputar Ramadhan dan momentum perubahan. Yuk kita simak, apa pendapat mereka.

Crew : Apa harapan kamu di Ramadhan kali ini?

 Yana : _ Harapan bulan Ramadhan kali ini mudah-mudahan bertambah keimanan & ketaatan kepada Allah dan rasulNya.  Tidak ada satu hari yang disia-siakan. Udah mulai susun strategi nih untuk murotal,tahajud,solat jamaah,sedekah lebih digencarkan lg dibulan puasa ini. Moga istiqomah di bulan selanjutnya.

Crew : Kalau ada yang mendadak alim saat Ramadhan, pandangan kamu gimana?

Yana : _ Itu sah-sah  saja. Semoga alimnya berkelanjutan di hari berikutnya bahkan di bulan-bulan lainnya. Bisa jadi karena habits yang sebulan mempengaruhi bulan selanjutnya. Bagus banget tuh. Emang Ramadhan itu momentum perubahan kita sih. Jangan sampai berlalu begitu aja, sayang dong.

Crew: Apa harapan kamu di Ramadhan kali ini?

 El Husna :_Harapan saya sih sederhana tapi bermakna. Yaitu pengen Bisa nambah khusyuk ibadahnya, dan merasakan manisnya iman. Hemm gitu aja deh.

Crew : Kalau ada yang mendadak alim saat Ramadhan, pandangan kamu gimana?

 El Husna : Masyaallah.  Allah memberi hidayah kepada siapa yg Dia kehendaki. Bismillah

Crew : Kalau Ramadhan dan lebaran di Indonesia suka beda-beda itu kenapa ya?

Zahra: _Setahu saya itu karena metode penetapan satu ramadhan berbeda. Ada yg pake hisab ada yg rukyat hilal, dan lainnya deh. Coba digali lagi satu persatu.

Crew :  Menurut kamu solusinya gimana dengan fenomena tersebut?

Zahra : _Supaya kaum muslimin kompak dan bersatu maka harus ada satu metode yg digunakan oleh seluruh kaum muslimin yang ditetapkan oleh Kholifah. Baru deh klop!

Crew: Gimanna mempertahankan amalan Ramadhan supaya bisa langgeng di bulan lainnya?

Zahra: _Pertama, rutin melakukan amalan saat ramadhan, jangan putus. Kedua, berteman dengan orang sholih. Ketiga, ikuti pengajian agar iman tetap terjaga. Nah, Dear! Mulai kebayang dong apa yang harus kita persiapkan dan jalani di bulan suci ini. Terlepas berbagai fenomena di masyarakat, jangan sampai itu merusak ukhwah, dakwah dan keoptimisan kita untuk menjadi insan yang bertakwa. Puasa di bulan Ramadhan jangan sampai dilewati dengan bermalasan dan awut-awutan. Ingat selalu, pahala menanti, surga di depan mata. Insyaallah, aamiin ya Rabbal’alamiin. Inilah kenikmatan khusus bagi mereka yang menjalankan puasa lillahi ta’ala :  

“Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya, (amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’ Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika dia berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan Rabb-nya. Sesungguhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.” (Lafazh hadits adalah milik Imam Muslim)

 Driser, apapun harapan kamu di bulan mulia ini, berikanlah yang terbaik. Mau khatam quran, sedekah setiap hari, aktif ngaji, berhijab syari atau menjalin silaturahmi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan setengah-setengah, biar puasanya tambah berkah, pahala berlimpah, dan jadi ahlu jannah. Yuk![

Apa kabar pendidikan Indonesia?

Driser, di bulan lahirnya Ki Hajar Dewantara ini kita mau ngobrolin tentang pendidikan.  Kita penasaran, apa sih pendapat siswa, orang tua murid, atau guru yang berkaitan dengan keadaan pendidikan dalam negeri saat ini. Kali ini DRISE berhasil menodong mereka yang mewakili siswa, orang tua murid dan guru. Yuk kita intip pendapatnya!

Wawancara Crew dengan Putri, selaku Siswa.

Crew : Melihat pendidikan sekarang, baik mutu maupun sistem pendidikan, menurut kamu kayak apa?

Siswa : Tidak dapat dipungkiri Sob, bahwa sistem pendidikan sekarang jelas banyak mengeksploitasi waktu seorang siswa yang membutuhkan istirahat yang cukup. Kenyataan sekarang? Siswa disibukkan dengan belajar pelajaran duniawi. Dan porsi pendidikannya hanya 2 jam saja (90 menit).  Hmm, Putri ngalamin sendiri soalnya. Gimana tenaga kita diperas untuk belajar otodidak, presentasi di depan teman-teman, diskusi.  Terakhir kupaslah.. Apa tujuan kita belajar suatu “Mapel” . Sehingga pelajaran yang kita terima ngga sia-sia. Sehingga muncullah komentar “Buat apa belajar sejarah, bikin ngga bisa move on!”

Crew : Kalau boleh berkhayal, kamu pengen sekolah dan pendidikan di Indonesia kayak gmn?

Siswa : Yang jelas Putri pengen sekolah ngga bersikap sekuler. Sekedar mengambil pendidikan duniawi dan melepaskan unsur agama. Ibarat belajar biologi, kaitkan bahwa ada Allah yang menciptakan kita, sehingga kita akan faham siapakah diri ini? Dan untuk apa kita di dunia. Serta kelak bagaimana kia harus mempertanggungjawabkan amal ibadah kita. Kan lucu ya Sob? Seandainya agama cuma dikasih porsi 2 jam..

Crew : Menurut kamu, kalau ada yg corat coret abis lulusan itu gmn?

Siswa : Boleh dong, kalau coret-coretnya dengan pena diatas kertas.. Mengabadikan momen-momen dengan kawan-kawan dan pengalaman inspiratif yang bisa  dibukukan.. Sehingga dapat menginspirasi yang lain. Tapi kalau yang dicoret-coret baju? Aduh, jangan sampai dilakukan deh

Wawancara Crew dengan salah satu orang tua murid, Bu Neneng :

Crew : Melihat pendidikan sekarang, baik mutu maupun sistem pendidikan, menurut ibu seperti apa?

Ortu : Kacau balau, kurikulum kerap berganti ganti. Anak anak dibebani dengan pelajaran yg tidak  penting, sementara minat dan bakat anak tidak tergali.

Crew : Kalau ada yg corat coret abis lulusan, menurut ibu gmn? Bagaimana seharusnya remaja kita ber ekspresi?

Ortu : Sy menyayangkan perilaku seperti itu tapi saya juga memahami mereka, karena mereka tidak dilatih untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan hal yg positif dan tentunya minus teladan yg baik

Crew : Apa harapan ibu untuk pendidikan Indonesia di masa depan?

Ortu : Sistem pendidikan yang membuat anak belajar dengan gembira dan penuh semangat untuk mempelajari sesuatu. Sehingga anak menyambut hari sekolah dengan antusias.

Wawancara Crew dengan salah guru muda dari Cirebon, Ibu Juwita:

Crew  :  Apa yang paling meresahkan menurut ibu di dunia pendidikan sekarang?

Bu Guru : Yang meresahkan banyak sekali kadang merasa sedih sendiri dan bertanya dalam hati kok bisa ya pelajar kita seprti itu? Pacaran, gaul bebas seks bebas, aborsi, narkoba, tawuran, bullying

Crew : Bagaimana sebaiknya hubungan antara ortu dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan?

 Bu Guru : Hubungan guru dengan murid harus tercipta rasa cinta dan rindu. Menjadi guru yg dirindu siswa/i , guru yag merindukan siswa, dan antara guru dan siswa saling mencintai ilmu dan menimba serta mengamalkannya. Guru yang menanamkan aqidah Islam yg kuat dan membentuk karakter pola sikap &perilaku Islami peserta didik. Keduanya saling bersinergi.

Sekolah tidak lepas dari peran guru. Sedang keberhasilan secara tidak langsung dipengaruhi peran serta orang tua selaku wali murid. Keduanya bersama merangkul anak bangsa untuk mencintai ilmu dan mendapati falsafah yang mulia dalam mengejar ilmu. Tak semata aspek materi atau kelulusan saja dikejar.

Harmonisasi siswa, guru, dan orang tua tak lepas dari aturan pendidikan yang menaunginya, apakah mengarah pada sekularisme atau ditopang oleh aqidah islam.  Jika asas sekulerisme yang menopang sistem pendidikan seperti di negeri ini, tak heran jika hasilnya memprihatinkan. Sebaliknya, jika akidah Islam yang menopang aturan pendidikan saat ini tentu akan lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dari negeri Kartini yang berkontribusi untuk kebaikan Islam dan kaum Muslimin.[]