Merah Saga Bumi Suriah

Majalahdrise.com 10 Muharram 1436 H, disalah satu sudut markas mujahidin aku menatap keluar dengan pandangan yang penuh harap, saat musim dingin mulai menusuk tulangku, aku mencoba mengingat mimpiku tadi malam. Ada rasa rindu yang mendalam direlung hatiku, rindu akan keluargaku, rindu akan tanah kelahiranku, rindu akan Indonesia.

“Nak, hati-hati kamu di sana… Ibu dan Bapakmu selalu melantunkan do’a untukmu, kami semua menunggumu”, kata-kata Ibuku dalam mimpi tadi malam mengiang ditelingaku.

Aku mencoba menepis rinduku walau sebenarnya aku memang sangat rindu dengan orang tuaku. Semenjak 4 tahun keberadaanku di Suriah, aku belum pernah pulang ke Indonesia. Masih ku ingat awal kali keberangkatanku ke Suriah untuk meneruskan pendidikan dengan bantuan beasiswa dari pondok pesantrenku, aku optimis untuk mendalami ilmu Syariah. Entah kenapa aku lebih memilih Universitas Damaskus, daripada Universitas Al-Azhar yang ada di Kairo, Mesir. Ada keinginan yang tersimpan dalam hati sejak masih berada di pesantren untuk menelusuri jejak peradaban islam yang gemilang di bumi Suriah.

Perlahan aku mencoba membuka mushaf al-qur’an yang terselip disaku bajuku, mataku menetes saat membaca surat At-Taubah ayat 111, yang dalam surat tersebut Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Aquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

Ku resapi pelan-pelan ayat ini, maka apakah aku hendak lari dari perjuangan revolusi di Suriah hanya karena rindu kepada keluarga, ah… begitu hinanya jika aku lari dari revolusi ini. Ya revolusi yang berawal sejak kondisi arab spring tahun 2011 dan pernah bergejolak di tahun 2012-2013. Revolusi yang menjadi perbincangan masyarakat dunia, namun seolah di tahun 2014 masyarakat tidak begitu membicarakannya lagi padahal di Suriah revolusi ini belum berakhir, syariah belum diterapkan sempurna, khilafah belum tegak namun seolah masyrakat dunia terlupa dengan kondisi ini. Kondisi di Suriah adalah sebuah revolusi bukan sekedar reformasi seperti di Mesir, Tunisia, Libya yang kondisinya hanya berakhir dengan ganti rezim saja. Rakyat Suriah menginginkan penerapan Syariah dalam bingkai Khilafah, bukan sekedar ganti rezim untuk urusan pemerintahan. Hal ini terbukti dengan meluasnya tuntutan dan perjuangan rakyat Suriah yang meneriakkan al-ummah turid khilafah islamiyah yang berdengung di kota-kota yang ada di Suriah. Jika di Suriah kondisinya belum stabil, bom-bom masih sering berjatuhan maka di Indonesia ramai dengan carut marut pemerintah baru yang sebenarnya hanya ganti rezim tidak akan membawa perubahan yang lebih baik. BBM kabarnya mau dinaikkan, tata kelola laut diserahkan kepada asing, dan MEA segera akan terlaksana, sungguh yang terjadi di Indonesia adalah perang pemikiran yang juga jauh berbahaya namun masyarakatnya kurang menyadarinya.

 

Pertempuran Di Jabal Akrod

Blaaar… sebuah roket jatuh di jabal Akrod tidak jauh dari markas mujahidin. Seketika buyarlah semua kerinduanku tentang keluarga dan Indonesia. Tanah tempat berpijak pun tergoncang sesaat, aku segera berdiri dan ku lihat asap hitam mengepul di udara.

“Ihsan…. Ihsan… Ihsan, segera kumpul di ruang tengah, rezim Bashar Assad masuk menyerang pertahanan garis depan mujahidin,” teriak Zubair kepadaku.

Zubair adalah seorang pemuda asli Suriah, lewat dialah aku bergabung dengan salah satu gerakan dakwah yang ada di Suriah yang konsisten menyeru penerapan Syariah dan penegakkan Khilafah. Aku yang bernama lengkap Muhammad Ihsan mengenal Zubair di kampus saat dia dan teman-temannyamembagikan undangan seminar yang membahas Syariah dan pentingnya Khilafah.

Segera ku langkahkan kakiku ke ruang tengah, disana syeikh Yusuf Abdullah telah mengomando para mujahidin untuk segera mengambil posisi.

Wahai pemuda Islam, sungguh kematian akan menghampiri kalian baik cepat atau lambat. Maka jangan sia-siakan kesempatan kalian semua sebelum ajal tiba, jadilah penjaga Islam yang terpercaya. Sungguh perang masih berkecamuk, segera bebaskan negeri ini dari kedholiman. Syariah islam harus di terapkan, Khilafah harus segera di tegakkan. Bersihkan diri kalian semua dari perbuatan dosa karena sesungguhnya yang aku khawatirkan adalah bukanlah Allah tidak mau menolong kita, namun dosa-dosa kita yang menghambat kejayaan akan perjuangan ini. Maka bila hari ini adalah hari terindah dalam hidup kalian, sungguh syahid adalah jawabannya. Jangan gentar akan kekuatan musuh, karena sesungguhnya musuh yang terbesar adalah ketakutan kalian untuk berjuang meninggikan kalimah Allah. Sungguh diri kalian telah di beli Allah dengan SurgaNya, jangan lepas dari perjuangan yang suci ini. Kalian lari atau tetap pada pejuangan ini maka Khilafah pasti tetap akan berdiri, karena Khilafah merupakan janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar terhadap janjiNya.”

Kata-kata SyaikhYusuf Abdullah menancap kuat dalam benakku. Rinduku kepada tanah kelahiran kupendam dalam-dalam. Ada perkara yang lebih penting yang harus segera di tunaikan. Dan sungguh hina apabila menyerah dan meniggalkan perjuangan yang suci ini.

Aku segera berlari mengambil senapan AK47, Zubair pun berlari memimpin pasukan. Dia bak singa padang pasir yang tidak takut akan dentuman peluru, tidak mundur karena ganasnya roket rezim Bashar Assad, dan tidak gentar bila maut harus menjemput. Pesawat tempur rezim nushoiriyyah melakukan terror di wilayah kami, terbang bolak-balik lebih 10 kali dan menembakan 4 buah rudal pada tempat ribath mujahidin garis depan. Di susul dengan rentetan senapan yang terdengar di beberapa tempat.

“Wahai singa-singa Allah teruslah berjuang, jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah akan menolong hambaNya yang memperjuangkan agamanya!” seru Syaikh Yusuf Abdullah mengobarkan semangat diantara kami.

Kami terus merangsek maju kedepan, mencoba melawan sniper-sniper Bashar Assad dan serangan semakin membuncah di garis pertahanan depan. Perang benar-benar semakin pada puncaknya, duaar… duaar… duaar tembakan terdengar bersahut-sahutan hingga akhirnya salah seorang komandan dari tentara nushoiriyyah rezim Bashar Assad harus terpelanting dan buuuuk…., jatuh tersungkur oleh tembakan Zubair yang tepat mengenai jantung komandan tersebut. Musuh terpukul mundur dan kemenangan berada di tangan para mujahidin.

Allahu Akbar… Allahu Akbar…. Berkali-kali para mujahidin meneriakkan takbir, tanda kemenangan di pihak mujahidin. Namun kemenangan kali ini harus di tebus dengan meninggalnya Syaikh Kholid yang ahli dalam mengatur strategi perang. Kami semua berduka atas meninggalnya Syaikh Kholid, kami merasa kehilangan. Namun terlihat di wajahnya senyum yang mengembang tanda sebuah kebahagiaan. Syaikh Kholid adalah salah satu daftar orang yang sangat dicari oleh rezim Bashar Assad. Rezim laknatullah itu mengincar Syaikh Kholid karena beliau dirasa sangat berbahaya bagi mereka. Masa lalu Syaikh kholid sebelum revolusi ini pecah, beliau adalah seorang anggota militer Suriah. Tahun 2012 Syaikh Kholid membelot dari pemerintahan dholim Bashar Assad dan memilih bergabung dengan para mujahidin.Hal ini sangat dikhawatirkan oleh rezim Bashar Assad karenaSyaikh Kholid sangat mengetahuisecara persis tentang kondisi militer Bashar Assad. Kami membuat 2 kuburan untuk Syaikh Kholid, kuburan yang pertama adalah kuburan tanpa nisan yang benar-benar kami mengubur Syaikh Kholid dikuburan tersebut. Kuburan kedua adalah kuburan dengan nisan bertuliskan nama beliau, yang sebenarnya itu bukanlah jasad Syaikh Kholid melainkan senapan yang biasa beliau pakai di beberapa pertempuran.

11 Muharram 1436 H, aku berbincang dengan Zubair membahas pertempuran yang baru saja pecah dan merusak beberapa bagian desa Mughoiriyyah.

“Ihsan… apa kau tau mengapa mereka menyerang Jabal Akrod?” Tanya Zubair kepadaku.

“Aku kira mereka hendak menguasai Jabal Akrod karena mereka punya misi hendak mengontrol Allepo.” Jawabku Singkat

“Ya kamu tepat, mereka hendak mengusai Jabal Akrod karena wilayah ini sangat strategis untuk menghubungkan Lattakia dan Allepo, sehingga mereka dengan mudah akan dapat memasok logistik, senjata, dan lainnya.” Tegas Zubair kepadaku.

“Zubair bagaimana kondisi keluargamu sekarang, apa ibumu sudah ridho dengan kepergian kakakmu…?” Tanyaku dengan penuh penasaran.

“Alhamdulillah bapakku telah syahid mendahuluiku, adapun kakakku insyaAllah syahid juga walau jasadnya belum ditemukan sejak hilangnya beliau dari jajaran mujahidin setelah perang pecah di Allepo 2013, dan ibuku sangat ridho dengan kepergian satu persatu keluargaku. Ibuku berharap aku dapat mengikuti jejak mereka berdua dengan tetap berpegang teguh di jalan Allah sampai revolusi ini menemui kejayaannya. Masih ku ingat masa kecilku, kakakku selalu sabar membimbingku untuk mengajakku mengahafal Al-Qur’an di masjid di dekat rumah, kami berdua juga bermain bersama ditemani suburnya buah apricot dan anggur yang tumbuh di halaman rumah kami. Dari kecil aku selalu bersama dengan kakakku, maka harapanku aku dapat menyusul syahid dan bisa berkumpul dengan kakakku di SurgaNya…aamiin” jawab Zubair sambil menunduk.

“Aamiin… semoga Allah mengabulkan do’amu wahai sahabatku,” aku menyambung cerita Zubair.

“Ihsan, jika aku syahid lebih dulu maka bawalah senapanku sehingga kau tetap merasa aku ada disampingmu dan sampaikan surat ini kepada ibuku, surat ini aku taruh di saku bajuku maka jika aku syahid lebih dulu tolong liat saku bajuku” pinta Zubair kepadaku.

gleeeek…. InsyaAllah” jawabku singkat. Aku tercengang dengan permintaan Zubair dan aku menganggukkan kepala tanda aku menyetujui permintaannya.

Kami berdua pun larut untuk mengatur strategi pertahanan, Zubair adalah seorang sniper yang handal, lewat dialah aku belajar menembak. Setiap hari kami berlatih perang, untung saja ketika aku mondok di salah satu pesantren yang ada di Jawa Timur, aku sudah belajar bela diri sehingga cukup menjadi bekal untuk berjihad disini.  lanjut…….[Oleh: Ana Al-izzah]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 43

 

Korban “Cherrybelle” Tumbang, Ulama Jadi Kambing Hitam

Majalahdrise.com – Gara-gara pesta “Cherrybelle”, 16 warga Garut menjemput maut. Beruntung 4 lainnya masih bisa diselamatkan nyawanya. “Cherrybelle” di sini bukan girl band super centil itu ya, tapi sebutan untuk minuman keras (miras) oplosan. Miras itu sendiri ada yang dicampur dengan penambah energi, alhokol, lotion antinyamuk dan spirtus. Bahkan dokter curiga, ada kandungan lain yang lebih berbahaya (www.liputan6.com, 6/12/14).

Kejadian yang tak kalah luar biasa juga terjadi di Sumedang, korban miras oplosan mencapai 127 orang. Sebanyak 8 di antaranya tewas. Ditambah korban dari Depok dan Jakarta Timur, sedikitnya 33 tewas di empat kota tersebut karena mengkonsumsi minuman keras oplosan (www.rtv.co.id, 4/12/14). Nyawa melayang sia-sia di tangan barang haram.Hadeuh! *TepokJidat!

 

STANDAR GANDA

Ketika korban miras berjatuhan, semua tersentak. Menyesalkan kejadian tersebut dan mereka-reka bagaimana solusinya. Padahal kenapa kaget? Bukankah negeri ini menerapkan aturan sekuler-kapitalisme yang tidak menjadikan agama sebagai pedoman? Bukankah di negeri ini miras memang sah beredar di tengah masyarakat?

Coba tengok Perpres Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Melalui peraturan itu, pemerintah mengategorikan minuman beralkohol sebagai barang dalam pengawasan. Cuma diawasi peredarannya, bukan dilarang sama sekali.Ada miras golongan A yang mengandung etil alkohol (C2H5OH) dengan kadar sampai 5%.Golongan B mengandung etanol 5-20% dan golongan C kadarnya 20-55% . Nah, Pasal 7 Perpres ini menegaskan, miras golongan A, B, dan C hanya dapat dijual di hotel, bar dan restoran yang memenuhi persyaratan. Selain itu, di toko bebas bea.

Hmm, soal miras ini, pemerintah memang menerapkan standar ganda. Di hotel-hotel berbintang, diskotek, kafe dan mal-mal besar boleh, tapi miras di level wong cilik dilarang. Agen miras digerebek. Warung penjual miras dibekuk. Pemadat dari kolong jembatan ditangkap.

Memang, mungkin ada yang ngeles, miras yang beredar kan diawasi kadarnya. Jadi aman dikonsumsi.Sedangkan yang oplosan, itu sama sekali tidak ada jaminan aman untuk dikonsumsi. Makanya, orang tewas gara-gara pesta miras hanya terjadi pada rakyat kecil yang nenggak miras oplosan.

Yah, sama saja Sobat! Keberadaan miras oplosan merajalela, dikarenakan rakyat kecil tidak sanggup membeli miras premium yang harganya selangit. Iyalah, belinya saja harus ke minimarket, mal, bar atau hotel. Mana sanggup. Jadi, tak ada miras original, oplosanpun jadi.

Lagipula, siapa bilang pengaruh buruk miras hanya bersumber dari yang oplosan? Pemabuk dari kalangan berduit, yakni pecinta dugem di bar, diskotek atau hotel-hotel, juga tak sedikit yang menimbulkan petaka. Masih ingat dengan tragedi Tugu Tani dengan pelaku Afriani? Habis pesta miras dan narkoba di diskotek, perempuan itu menabrak pejalan kaki hingga menewaskan 9 orang dan melukai 4 orang lainnya. Kasus sejenis kemudian susul-menyusul tiada habis. Jadi, kurang bukti apalagi atas kemudharatan miras?

Dus, sumber masalahnya adalah: kenapa miras dilegalkan.Padahal, udah tahu miras membawa bahaya, bikin mabuk, hilang akal dan bahkan hilang nyawa. Seandainya miras dilarang, tidak legal, tentu tidak akan ada ceritanya orang mati gara-gara miras. Betul apa benar?

 

UMARA vs ULAMA

Lebih aneh, ada segelintir pihak yang menyalahkan kalangan ulama. “Kejadian di Garut misalnya, ini kan kota santri, kota religius, kiai dan ulama banyak di situ. Jadi bagaimana ini, pada kemana mereka,” kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar, di Bandung (www.okezone.com, 6/12/14)

Menurutnya, peran kiai dan ulama jelas sentral bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat yang tenteram. Tapi itu pun jika kiai dan ulama mampu menjalankan peran dengan baik di masyarakat. “Kemungkaran itu bisa diminimalisir atau dihilangkan kalau ulama hadir di situ (di masyarakat). Tapi hadirnya ulama bukan untuk sekadar diam,” tuturnya.

Memang, ia juga menggarisbawahi, pemerintah pun harus memberi dukungan. Sebab apa yang terjadi saat ini tak lepas dari pemerintah yang tidak menjadikan agama sebagai tuntunan utama. “Saya melihat ini akibat pemerintah tidak menjadikan agama sebagai kaidah penuntun dalam menjalankan roda pemerintahan. Kalau agama tidak dijadikan kaidah penuntun, kemungkaran apapun bisa bebas. Dari perspektif sufistik, negara kalau begini terus tinggal menunggu kehancuran,” tandas Rafani (idem).

Padahal, jelas pemegang juara salah nomor satu adalah pemerintah, pemimpin alias umaro yang melegalkan miras. Seandainya tidak dilegalkan, kemudian ada hukuman keras bagi siapa saja yang berhubungan dengan barang haram itu, baik sebagai pelaku bisnis atau peminum, niscaya masyarakat akan pikir-pikir dulu sebelum membeli dan atau menenggak miras.

Jadi, umara alias pemimpin itulah yang bertanggungjawab penuh. Umara hendaklah menjadikan Islam sebagai pedoman dalam menerapkan seluruh kebijakan. Islam menjelaskan, barang terkategori khamr itu haram. Berapapun kadarnya, tetap tidak boleh diproduksi dan dijual-belikan. Jelas, kan?

Sementara ulama, tugasnya “hanyalah” amar makruf nahi munkar. Namanya berdakwah, tidak memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan. Mengajak kebaikan, kalau orangnya mau bagus. Mencegah kemungkaran, yang punya tangan ya umaro. Ulama sebagai penjaga akidah umat sebatas menyampaikan kebenaran. Jadi, ketika korban miras bergelimpangan, jangan salahkan masyarakat. Apalagi mengkambinghitamkan ulama yang aktif memerangi maksiat. Salah tunjuk jari tuh!(*)

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

 

Cowok Pake Parfum?

MajalahDrise.com – Cowok pake parfum udah nggak tabu lagi. Terutama buat mereka yang begitu peduli dengan penampilannya. Selain meningkatkan rasa pede, pake parfum juga diklaim dunia fashion pria sebagai bagian dari kepribadian yang mesti dijaga. Nggak boleh asal semprot, tapi aromanya harus pas dengan karakternya. Makanya nggak heran kalo ada cowok yang bolak-balik ke counter parfum buat nyobain testernya sampe nemu yang cocok. Hadeuh…segitunya!

Padahal secara umum, aroma dasar parfum tradisional itu nggak jauh wangi bunga-bungaan (florals), amber, dan kayu-kayuan (woody). Tak sekedar wangi, aroma parfum bagi pemerhati penampilan dikaitkan dengan karakteristrik pribadi pemakainya. Wewangian yang beraroma bunga-bungaan memiliki karakteristik feminis, manis, dan natural. Parfum dari jenis bunga-bungaan seperti lili, mawar, lavender, gardenia ini umumnya disukai wanita. Selain jenis wewangian bebungaan, ada juga aroma amber dengan karakteristik manis sekaligus eksotis. Aroma kayu-kayuan (woody) biasanya didominasi oleh bau sandalwood dan cedar. Karakteristik aroma woody ini berarama khas kepulauan selatan, hangat, maskulin, dan dewasa.

Selain tiga jenis aroma tradisional di atas. Wewangian modern juga dikembangkan menjadi aromacitrus/fruits (ekstrak buah terutama jeruk). Karakteristik aroma citrus/fruits ini segar sekaligus ringan. Kemudian ada aroma aquatic yang segar dan lembut. Terakhir ada aroma green yang berkarakteristik sejuk, ringan, dan berasosiasi dengan nuansa rerumputan. Aroma-aroma dengan karakter maskulin yang dominan biasanya beraroma dasar madu dan tembakau. Selain itu ada aroma fougere, aroma dasar modern ciptaan seniman parfum asal prancis Paul Parquet.Fougereadalah aroma dengan latar lumut-lumutan yang disisipi nuansa lavender ketika dihirup.

Keren banget ya, parfum bisa nunjukkin kepribadian. Tapi itu belum seberapa, pake parfum bagi cowok udah jadi gaya hidup. Walhasil, harganya juga bisa bikin isi dompet redup. Dari yang ratusan ribu sampe jutaan per botol. Baca box untuk info lengkapnya.

 

Cowok pake Parfum, boleh aja asal…

Dalam Islam, parfum gak ada kaitannya dengan kepribadian. Yang pasti, pake parfum alias wewangian dianjurkan bagi cowok seperti dicontohkan Rasul.

“Diberi kecintaan kepadaku daripada (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, harum-haruman/wangi-wangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik)

“Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abi Sa’id al Khudriy)

Dari Abi Hurairah ra, “Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas. (HR. At-Tirmizi dan Nasa’i)

Dari Ibni Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Hari ini adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.”

Yang perlu digarisbawahai, pake parfum itu ngikutin sunnah Rasul. Terutama pas mau shalat jumát atau shalat Id. Gak perlu dikaitkan dengan kepribadian. Misal cowok macho, bagusnya pake parfum yang wanginya seperti oli mobil. Nggak mesti gitu. Cukup pake sewajarnya dengan disemprot. Bukan diguyur. Biar wanginya semerbak, dan orang yang mencium aromanya nyaman. Bukan malah muntah karena over dosis.

Oh ya, saking banyaknya parfum modern jangan sampai kita lalai. Perhatikan kandungannya. Yang kita pakai mesti bebas dari alkohol yang sifatnya najis. Biar kalo kita shalat, tetap dalam keadaan suci. Pakai aja parfum yang dijual di toko herbal. Biasanya lebih terjaga kandungannya. Pilih aromanya yang bikin enjoy. Hmmm.. haruum..! [@Hafidz341]

 

BOX:

Parfum Pria Klasik Yang Banyak Dikoleksi

Parfum bagi cowok tak sekedar pewangi, tapi udah jadi gaya hidup. Harganya juga ikut ‘hidup’. Berikut beberapa jenis parfum klasik yang harganya bener-bener ‘hidup’. Buat kamu yang kantongnya hidup segan mati tak mau, daftar berikut just for your information aja. Cekidot!

  • Christian Dior Eau Sauvage. Eau Sauvage adalah parfum untuk pria pertama yang dibuat oleh Dior fashion house. Pertama kali diciptakan oleh seniman pembuat parfum Edmond Roudnitska pada tahun 1966. Perkiraan harga : 50 ml = IDR. 822.500,-  100ml = IDR 1.129.000,-
  • Aramis Classic. Diperkenalkan pada tahun 1964 dengan maskulinitas yang dibalut oleh aroma campuran citrus, bergamot, sage,sandalwood, dan kulit. Perkiraan harga : 110ml = IDR 950.786,-
  • Guerlain Vetiver. Vetiver adalah parfum beraroma dasar woodyyang kuat. Jean Paul Guerlain menciptakan wewangian ini dan memperkenalkannya pada dunia di tahun 1961. Perkiraan harga : 200ml = IDR 1.286.357,-
  • Acqua di Parma Colonia. Parfum yang pertama kali dibuat di Parma, Italia pada tahun 1916 ini belum ada saingannya. Saat pertama kali menyemprotkan parfum ini wangi citruskhas Sisilia akan menyeruak keluar lalu dengan cepat berganti aroma herbal serta inti bebungaan yang matang menciptakan kesan hangat di indra penciuman. Perkiraan harga : 50ml = IDR 1.073.82,-  180ml = IDR 1.789.714,-
  • Penhaligon’s Blenheim Bouquet. Parfum ini diciptakan pada tahun 1902 untuk Duke of Marlborough. Aroma dasar parfum para bangsawan ini adalah campuran antara aroma citrus, woody, danblack pepper. Perkiraan harga : 50ml =IDR 950.786,-  100ml = IDR 1.398.214,-

TIPS USIR GALAU

Majalahdrise.com Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, sy galau dengan masa depan sy. Gimana ya agar Kita optimis bisa berhasil? (Diaz, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Diaz di bumi Allah,

Kegalauan dan keresahan hati bisa singgah di setiap orang. Banyak hal yang menjadikan seseorang resah, salah satunya bisa jadi karena kekhawatiran akan keberhasilan di masa depan.  Seseorang yang galau  akan menjalani hari-harinya penuh dengan kecemasan. Hingga terkadang tampak raut  wajahnya muram, tidak ceria, mengurung diri, malas beraktifitas, lebih memilih tidur, atau bermain game selama berjam-jam, menonton film, dsb. Akibatnya kewajiban dan tanggung jawabnya banyak terlalaikan.

Dik Diaz di bumi Allah,

Ketenangan hati akan diperoleh jika Kita selalu ingat pada Allah SWT. “Ketahuilah, dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang.” (QS. ar-Ra’d: 28).Mengingat Allah SWT hendaknya dalam keseluruhan gerak aktifitas Kita, tidak hanya dalam bentuk dzikir dalam  lisan, akan tetapi menjadikan seluruh perbuatan Kita sesuai dengan perintah Allah SWT . Senantiasa berpikirlah positif, Adik akan bisa berhasil di masa depan dengan pertolongan  Allah yang pasti akan  memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Dik Diaz di bumi Allah,

Seiring dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan keberhasilan pada Adik. Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan. Allah SWT menyerukan “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”  (QS. Ar Ra’d  :11). Keberhasilan masa depan Dik Diaz ditentukan oleh kesungguhan dik Diaz saat ini dalam mengoptimalkan usaha untuk menggapainya, tentu dengan tetap selalu memanjatkan do’a pada Allah SWT. Jadi, hilangkan galau di hati. Isi hari-hari dengan usaha  maksimal untuk meraih masa depan gemilang. Allahumma aamiin..[]

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #43