Asyiknya Jadi Pengemban Dakwah

“Kebaikan yang tidak teratur (terorganisir) dengan baik akan mampu terkalahkan oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik”. (Ali bin Abi Thalib)

Majalahdrise.com – Rubrik Recommended kali ini, drise menghadirkan buku yang bisa bikin wawasanmu tentang dunia dakwah bertambah. Buku yang ditulis oleh aktivis dakwah sekolah dan kampus ini, bercerita tentang Asyiknya Jadi Pengemban Dakwah (Pejuang Syariah dan Khilafah). Buku dengan cover bendera hitam bertuliskan Laailahaillallah Muhammadarasulullah ini mengajak pembacanya mengenal lebih jauh tentang lika-liku dunia dakwah yang sebenarnya. Sehingga aktifitas dakwah bukan sekedar ceramah dimimbar mesjid.

Pas banget kalo buku ini dibaca oleh remaja yang sedang meniti jalan dakwah. Secara gitu lho, penulisnya salah satu driser alias pembaca majalah drise kesayanganmu ini. Buku ini juga cocok dikonsumsi para pengemban dakwah yg sering naik turun tangga semangatnya, aktivis dakwah yang sering mandeg gerak dakwahnya, atau yang menginginkan dinamis dalam dakwahnya biar keistiqomahannya dalam dakwah tetap terjaga.Majalahdrise.com - ASYIKNYA JADI PENGEMBAN DAKWAH

Buku yang yang terdiri dari 4 bagian utama ini mengingatkan pembaca untuk menjadi aktivis dakwah yang fullpower. Judulnya juga asyik  dan ringan. Contohnya, “Syumuliyah Dakwah”. Judul berikutnya, ”Belajar Berdakwah dengan Mudah”, dan lainnya. Tiap bab ada quotes alias kalimat penggugah daripada hikmah. Seperti perkataan sayyidina Ali bin Abi Thalib di awal tulisan ini.

Ternyata, berdakwah juga membutuhkan cara yang jitu, bertahap dan tersusun rapi sesuai yang dicontohkan rasulullah. Nggak pake jalan kekerasan, memaksa atau menyalahkan umat. Perjuangan ini belum selesai wahai aktivis dakwah, maka dari itu hendaklah kita tidak membuang satu menit pun untuk hal yang tidak diniatkan mencari keridhoan Allah. Sungguh beruntung mereka yang telah menjadi syuhada di jalan dakwah. Tak akan terulang perjuangan yang indah ini, alangkah meruginya kita bila tak melanjutkan kehidupan Islam ini dengan dakwah.

Pada bab terakhir ada beberapa tata cara dalam menyampaikan dakwah, yaitu ajakan dengan Hikmah adalah al burhan al aqli (argumentasi logis), maksudnya argumentasi yang masuk akal, tidak dapat di bantah, dan memuaskan akal. Inilah yang bisa mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. Karena manusia tidak akan dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti dan pemikiran yang kuat.

Insyallah, buku ini tidak menghakimi. Buku yang ngajak mikir dengan cara menjadi pengingat yang baik, nggak melulu dalil apalagi dalih. Jadi, selama ini yang manyun dan galau dengan berbagai dalih, insyaallah diterjang habis-habisan dengan buku ini. Jangan sampe ketinggalan ya! Anti manyun, bukan palsu belaka.  [Siti_1453 &Alga Biru]

 

PROFIL

JUDUL ASYIKNYA JADI PENGEMBAN DAKWAH pejuang Syariah dan Khilafah

PENULIS Siti Maryam

PENERBIT Khilafah Press

HARGA Rp.12.000

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #43

Udah Putusin Aja!

Majalahdrise.com – Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan esok hari lebih baik dari hari ini. Begitu kata Rasul. Buat kamu aktivis pacaran yang mau move on menjadi remaja sholeh/sholehah, segera ambil keputusan. Mungpung masih diberi kesempatan menghirup udara, raih pahala sebanyak-banyaknya. Dan jauhi dosa sebisanya. Dalam urusan cinta, udah putusin aja!

Budaya pacaran nggak pernah dikenal dalam Islam. Rasul yang kita muliakan, tak ada ceritanya berpacaran sebelum menikahi istri-istrinya. Begitu juga para shahabat. Jadi, kalo kita sebagai remaja muslim cinta Rasul tentu nggak ada alasan untuk tetap berpacaran. Selain menyalahi aturan, pacaran cuman menjerumuskan kita dalam kubangan maksiat setiap saat.

Pacaran sudah terbukti secara ilmiah menjadi pintu masuknya berbagai kemaksiatan. Karena yang diharamkan pasti mendatangkakan kemudharatan. Mulai dari seks bebas, kriminalitas, merebaknya wabah hiv/aids, prostitusi, hingga aborsi.

So, kalo kamu nemu buku ‘sesat’ yang mencoba memutarbalikkan keharaman pacaran menjadi boleh, hati-hati. Jangan terpengaruh secara emosi, tapi sikapi secara syar’i. Kalo ada yang belum ngerti, segera diskusikan dengan guru ngaji. Biar kalo ada bisikan setan yang bilang “Putusin Nggak Ya?”, kita tepis dengan pede “Udah Putusin Aja!”. [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

Notifikasi Pemancing Emosi

Majalahdrise.com – Notifikasi alias pemberitahuan udah jadi bagian yang tak terpisahkan di dunia sosial media seperti facebook. Facebooker dengan sangat mudah mengetahui kalo ada pengguna lain yang ngasih komentar, nge-like, nge-tag gambar atau video. Banyaknya notifikasi, serasa jadi selebriti. Tapi apa jadinya kalo ternyata notifikasi malah memancing emosi. Masa sih?

Yoi cuy. Notifikasi itu ada yang natural ada juga yang otomatis. Notifikasi natural, berarti ada pemberitahuan friend request, komentar, atau jempol dari facebooker real human atas postingan kita. Ini wajar. Nah yang otomatis, biasanya kerjaan para spammer alias tukang nyampah di wall orang. Dengan bantuan software, para spammer ini menyebar komentar, auto tag, auto like, dan jualan sembarangan di timeline orang lain. Notifikasi model gini yang bikin bete.

Selain spammer, ada juga malware yang mendompleng notifikasi di facebook. Malware (berasal dari kata malicious dan software) adalah perangkat lunak yang di ciptakan untuk atau merusak sistem komputer atau jaringan komputer tanpa izin dari pemilik. Malware ini selain bisa menyedot koneksi internet (bikin lemot), juga bisa membajak data pribadi. Makanya harus hati-hati.

Belakangan ini, lagi rame beredar wabah malware video gadis mabuk yang bikin tengsin para facebooker. Secara gitu lho, itu preview video yang menampilkan gadis mabuk dengan posisi menggoda secara otomatis nongol di timeline kita. Bagi facebooker yang kepo, langsung aja diklik tautan video vulgar gadis mabuk yang direkomendasikan temannya. Selanjutnya, dia akan masuk ke website youtube kw dan ada pesan harus menginstall plugin untuk menjalankan video. Kalo pesan itu di klik ok, otomatis kena jebakan betmen. Browser google chrome atau mozilla firefox terinfeksi ekstension malware ini.

Extension yang digunakan dalam malware ini bernama “Atas Berita“ di Google Chrome dan “Full Screen” pada Mozilla Firefox.Kehebatan extension tersebut adalah mampu melakukan posting otomatis atau tag ke akun Facebook yang lain karena memiliki hak akses untuk membaca dan mengubah semua data pada situs yang dikunjungi.Tak lama, ini malware bakal bikin ulah dengan mengauto tag ke teman-teman kita yang isinya status video vulgar gadis mabuk tadi. Waduh… tengsin banget kan!

Makanya kita mesti hati-hati dalam mensikapi notifikasi. Cukup diliat aja dulu, jangan langsung dieksekusi. Terutama postingan yang ada tautan/link-nya. Walaupun infonya menggoda, kita harus tetap waspada. Bisa jadi itu serigala berbulu domba alias malware yang mengundang bahaya.

Biasakan cek en ricek setiap notifikasi sosial media yang kita terima. Kalo ada friend request, liat dulu profilnya. Statusnya bisa nambah kita taat apa justru memenuhi timeline kita dengan info minim manfaat. Jadikan pegangan kalo tujuan kita terjun di sosial media biar nambah ilmu, nambah harta dan pastinya nambah pahala. Kalo tiga tujuan itu nggak ada dari setiap notifikasi, abaikan saja. Setuju? Yuk! [@Hafidz341]

 

BOX:

Enyah Kau ‘Gadis Mabuk’! ^_^

  1. Cara paling mudah untuk terhindar dari masalah malware ‘gadis mabuk’:
  • Tidak mengklik tautan “Gadis Mabuk” di Facebook.
  • Cara lainnya, adalah dengan menghapus ekstensi ‘Atas Berita’ di Google Chrome.
  • Sementara untuk menghapusnya, Anda dapat klik ‘Laporkan/Hapus Tanda’ pada postingan ‘Gadis Mabuk’.
  • Jika sudah maka akan muncul pilihan menu, Pilihlah Menu bertuliskan ‘Ini Spam’.
  • Selanjutnya dari pihak Facebook memberitahukan jika proses Anda sudah selesai dan untuk selanjutnya pihak Facebook akan melakukan pengecekan.
  1. Namun, Jika sudah menjadi korban, Facebook menyarankan untuk melakukan langkah-langkah ini:
  • Buka peramban browser Anda (misal Mozilla Firefox).
  • Akses Tools -> Add-ons -> Ekstensi.
  • Setelah Anda menuju ke halaman ekstensi, tinjau daftar plug-in dan menghapus apapun yang terlihat mencurigakan di sana.
  • Klik gambar tempat sampah di sebelah kanan dan klik tombol Hapus pada kotak ‘Konfirmasi Penghapusan’.
  • Restart browser Anda
  1. Langkah lainnya, Anda juga dapat menggunakan aplikasi CCleaner, sebuah aplikasi yang dapat membersihkan browser Anda.

Setelah menjalankan langkah-langkah di atas, disarankan bagi para ‘korban’ untuk segera mengganti password akun Facebook. Ok. Selamat Mencoba! []

di muat di Majalah remaja Islam Drise Edisi #43

Merah Saga Bumi Suriah Eps. 2

Majalahdrise.com – Ku lihat beberapa ikhwan melakukan ribath di sekitar markas, ku lihat sebagian lagi melantunkan ayat-ayat suci al-qur’an yang begitu merdu dan seolah-olah tank-tank baja yang berjajar rapi disebelah mereka juga ikut merasapi bacaan yang mereka lantunkan. Aku berjalan ke lorong sebelah, maka kudapati beberapa ikhwan sedang membuat peralatan perang, salah satunya ku lihat Hamzah seorang mahasiswa teknik sedang sibuk mendaur ulang granat-granat milik tentara Bashar Assad yang gagal meledak. Hampir setiap hari Hamzah dan timnya merakit sekitar 50 granat yang gagal meledak. Ku lihat lagi Ammar seorang remaja yang berusia 14 tahun sibuk mengotak-atik stick Ipad untuk digunakan sebagai control melempar granat. Pemandangan ini sangat kontras dengan yang ada di Indonesia, jika di Indonesia dengan keadaan yang aman saja Al-qur’an dibiarkan berdebu namun disini Al-qur’an seolah-olah menjadi bacaan wajib yang harus dibaca setiap hari. Di Indonesia banyak pemuda yang terlena dengan aktifitas dunia, namun disini banyak pemuda yang merindukan syahid di jalanNya untuk tegaknya Khilafah. Jangankan di ajak perang, pemuda Indonesia di ajak ke seminar membahas tentang Khilafah sajaterkadang masih ogah-ogahan.Maka sangat jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan yang ada di Suriah.

Syahid Yang Menewaskan

Malam ini suasana begitu mencekam, berkali-kali aku mencoba memejamkan mata namun tetap tidak bisa. Militer Suriah melakukan teror dengan beberapa kali terbang di kawasan kami. Ternyata mereka mengincar jasad Syaikh Kholid, mereka mencoba memasuki desa Mughoiriyyahyang letaknya tidak jauh dari markas kami,desa yang telah lama sepi ditingggal penduduknya mengungsi dan di desa itulah kami memakamkan jasad Syaikh Kholid beserta syuhada yang lain.Blaaam…. Suara ledakan ranjau kembali mengguncang kawasan kami, beberapa ikhwan segera melakukan penjagaan yang ketat di markas. Markas kami terletak di bawah bukit berbatu yang kami gali dan kami bangunseperti gua namun di dalamnya sepeti sebuah rumah yang penuh dengan persenjataan serta tidak terlihat dari luar. Pasukan mujahidin merangsek sembunyi-sembunyi di tengah-tengah kegelapan malam.“Allahu Akbar”…terdengar pekikan takbir dari ikhwan mujahidin yang melakukan ribath, tidak jauh dari makam Syaikh Kholid. Ternyata suara granat yang meledak itu menewaskan 15 pasukan Bashar Assad yang hendak menggali makam Syaikh Kholid, namun mereka salah gali. Mereka menggali sebuah makam yang bertuliskan nama beliau, namun sebenarnya di makam itu berisi senapan milik Syaikh Kholid. Ikhwan mujahidin sengaja menaruh ranjau di makam tersebut, sebagai ganti atas meninggalnya Syaikh Kholid. Allahu Akbar… inilah syahid yang menewaskan. Walaupun sudah syahid namun nisan yang bertuliskan nama Syaikh Kholid tetap berjasa menewaskan 15 tentara musuh atas izin Allah.

 

Merah Saga Bumi Suriah

15 Muharram 1436 H, sebuah roket dengan kaliber 25mm menghantam kawasan kami, segera kami mempersiapkan pasukan. Begitu pula misi medis dari Indonesia yang di ketua Dr.Abu Hasan juga segera siaga membantu menyelamatkan para mujahidin yang terluka.

“Ihsan… Ihsan… Ihsan…segera masuk dalam barisan” teriak Zubair kepadaku.

“Hamzah…. Siapkan granat dan bom yang kita miliki” Zubair meneriaki kepada pasukan yang membawa granat.

Aku segera masuk dalam jajaran sniper mujahidin, kami maju ke depan menuju desa thirtiyyah, desa terdekat yang diserang pasukan Bashar Assad. belum juga beranjak kami dikejutkan dengan kedatangan helikopter yang mendekat, “wusshhh…Blamm!!” Sebuah bom birmill menghantam jalur yang akan kami lalui, hal ini membuat nafas kami tercekat sesaat. Namun kondisi ini sama sekali tidak menyurutkan semangat kami untuk terus maju.

Peperangan pecah dibeberapa titik di Jabal Durin, Jabal Nabi Yunus, Jabal Naubah, Ainul jauzah, dan Kifr maisyuth. Musuh bukan hanya menyusup seperti sebelum-sebelumnya tapi merangsek maju. Mereka sudah membuat perencanaan penyerbuan untuk kembali mengontrol wilayah Jabal Akrod. Pertempuran sengit berlangsung, aku pun terus maju ke depan dan bersembunyi di balik bebatuan. Ku arahkan tembakkan ke tentara musuh. Beberapa tembakan jituku mengenai dada tentara musuh, aku berlari ke depan saat Hamzah terjepit, namun duaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrr itu suara terakhir yang aku dengar,,, mataku berkunang-kunang, hanya hitam kelam dalam penglihatanku, nafasku tersengal, dan aku tidak ingat lagi apa yang terjadi pada diriku.

Saat aku tersadar aku telah tergolek di rumah sakit rahasia milik mujahidin di Lathamna Hama, para petugas medis dari Indonesia menyelamatkanku saat aku terlempar terkena granat. Kakiku kiriku putus dan aku tidak bisa bangun, aku langsung menanyakan hasil dari pertempuran di Jabal Akrod. Mereka mengembangkan senyuman, yang artinya pertempuran dimenangkan para mujahidin. Mujahidin kembali menguasai wilayah tersebut, seketika ku tanyakan kondisi sahabat-sahabatku, Zubair, Hamzah, Ammar kepada Ahmad. Ahmad adalah salah satu tim medis yang menyelamatkanku, dia menyampaikan kepadaku kalau Zubair dan Hamzah syahid di jalan Allah, adapun Ammar masih belum sadarkan diri. Ahamd juga memberikan senapan milik Zubair dan surat yang sudah kotor terkena darah kepadaku.

“Ihsan… saat perang tengah berkecamuk, tiba-tiba Zubair datang kepadaku dan berpesan untuk memberikan surat ini kepada ibunya, kamu diminta untuk memberikannya jika kamu masih hidup dan Zubair berpesan agar aku memberikan senapan miliknya, jika ia lebih dulu syahid mendahului teman-temannya.” tegas Ahmad kepadaku.

“Bagaimana kondisi Zubair, kenapa ia bisa terbunuh?” tanyaku penuh tanya, karena setauku Zubair sangat ahli dalam menembak dan bersembunyi di balik semak-semak.

“Musuh mencoba menguasai Jabal Akrod, seluruh mujahidin mengeluarkan segala upaya untuk mempertahankan wilayah ini, Zubair dan pasukannya maju ke depan dengan kendaraan tank anti baja, mereka mampu memukul mundul tentara musuh sampai tentara Bashar Assad menemui kekalahan, namun tubuh Zubair penuh dengan tembakan. Allah terlalu sayang kepada Zubair dan beberapa mujahidin yang lain termasuk Hamzah, sehingga mereka dipanggil lebih dulu dari pada kita untuk menemui RabbNya. Kemenangan kali ini harus di tebus dengan jiwa-jiwa mujahidin yang darahnya membuat bumi Suriah berwarna merah saga dan menyebarkan aroma wangi penduduk surga yang menusuk jiwa” Sambung Ahmad dengan air mata yang menetes.

Tak terasa aku juga meneteskan air mata, penuh haru namun bercampur gembira. Aku yakin Zubair, Hamzah dan mujahidin-mujahidin yang lain telah berbahagia dengan syahidnya,aku iri dengan mereka yang telah lebih dulu syahid menghadap Rabbnya. Wahai Zubair tidaklah ku ucapkan selamat tinggal untukmu, melainkan sampai bertemu di SurgaNya. Aku bangga kepadamu wahai sahabat-sahabatku, di saat pemuda-pemuda yang lain sibuk akan urusan dunia, kalian menyibukkan diri dengan urusan akhirat. Sungguh tegarnya jiwa kalian yang menetang kedholiman dan peluru-peluru yang dzolim menembus dada kalian. Tapi dengan tegar kalian persembahakan jiwa raga untuk kejayaan revolusi ini. Jiwa kalian berdiri diatas kebenaran, sinaran aqidah telah menuntun kalian untuk bangkit menentang kedholiman. Alangkah sucinya ruh kalian yang telah diangkat malaikat menemui Sang Pencipta Alam. Wahai sahabat-sahabatku sekali lagi tidaklah ku ucapkan selamat tinggal namun selamat berjumpa di tempat yang penuh kebahagiaan, tunggu aku akan menyusul langkah kalian.

Beberapa hari kemudian, aku dan beberapa ikhwan mujahidin memberikan surat Zubair kepada ibunya, namun tidak ada raut kesedihan dalam wajah beliau. Justru beliau tersenyum walau sesekali meneteskan air mata, ya air mata kebahagiaan karena putranya menemui syahid di jalan membela islam. Sejenak aku langsung teringat dengan ibuku, akankah ibuku siap jika aku syahid dalam revolusi ini? Akankah ibuku juga tersenyum mengembang seperti senyum ibu Zubair? Akankah ibuku bangga akan syahid yang aku rindukan?. Aku hanya berharap ibu dan bapakku ikhlas akan langkahku dalam perjuangan ini. Andaikata gelar sarjana tidak bisa aku berikan untuk mereka, maka cukuplah gelar syahid yang aku persembahkan sebagai tanda baktiku kepada mereka berdua.Dan biarlah darahku menggores bumi Suriah dengan warna merah saga.[Oleh: Ana Al-izzah]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 43