Adhi Maretnas Harapan (Pimpinan Majalah Remaja Islam D’Rise) “…Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam..”

Majalahdrise.com – Drise udah gede. Bukan balita lagi. Yup, tepat tahun ini Drise udah nginjak usia 5 tahun sejak pertama kali menyapa remaja nusanta tahun 2010. Suka duka dilalui semua team bersama. Dibalik pencapaian Drise yang kian berkibar di jagat media remaja Islam, ada satu sosok yang tak kenal lelah berkiprah untuk keberlangsungan hidup Drise. Mungkin banyak diantara driser yang tak mengenal sosok yang getol membina generasi muda. Untuk itu, di edisi spesial ini kita persembahkan obrolan dengan sosok penggagas sekaligus motornya majalah Drise. Pak Adhi Maretnas Harapan. Selamat menyimak!

 

Menurut Bapak, bagaimana kondisi generasi Islam saat ini?

Generasi muda saat ini, khususnya para remajanya, memang menjadi korban dari sistem kehidupan yang rusak. Mereka berpotensi besar, namun dikerdilkan oleh sistem masyarakat yang tidak Islami. Remaja Islam sekarang sangat cerdas, kuat, pemberani, kreatif, inovatif tapi semua potensi tersebut hanya diarahkan dalam bidang hedonistik dan entertainment atau paling hebat sebatas sains dan teknologi semata. Masih sangat sedikit dari mereka yang mengarahkan potensi hebatnya tadi menjadi kekuatan ruhiyah secara holistik untuk mengokohkan umat Islam ini sebagai Umat Terbaik.

 

Apakah pada tahun yang baru ini, generasi Islam akan bisa menjadi lebih baik lagi?

Di tahun 2015 ini, para remaja Islam di Indonesia, nampaknya masih belum banyak berubah. Justeru ancaman terhadap mereka semakin besar, karena Pemerintahan yang ada masih menerapkan sistem kehidupan yang hedonis dan liberal. Media yang membentuk karakter remaja semakin liberal. Apa yang didengar, dilihat dan dicontoh para remaja akan semakin jauh dari ajaran Islam. Teladan perilaku dari para orang tuanya juga buruk. Peredaran miras, penyalahgunaan narkoba, pornografi, sex bebas dilengkapi dengan budaya korupsi yang makin luar biasa dan kebijakan sosial ekonomi yang pro negara Barat; masih akan mewarnai kehidupan bangsa kita.

 

Bagaimanakah sosok generasi muda Islam yang ideal menurut Bapak?

Tentu saja sosok ideal itu tergambarkan dalam contoh nyata para remaja dan pemuda di masa terbaik Islam sejak masa Rasulullah SAW, sahabat dan masa diterapkannya sistem Islami. Itulah remaja yang secara fisik sehat, kuat, cerdas, kreatif, pantang menyerah. Secara akhlak dan ruhiyahnya ia rajin ibadah, patuh pada orang tua dan guru, menguasai ilmu tsaqofah islamiyah. Secara sosial ia peduli kondisi umatnya dengan berperan serta dalam dakwah dan amar makruf nahi munkar, bahkan bisa jadi terlibat dalam jihad.

 

Masalah seperti apakah yang secara umum saat ini sedang dihadapi oleh remaja Islam?

Masalah remaja itu ada di luar diri mereka, yaitu keteladanan dan pendidikan masa depannya; baik oleh ortunya, sekolahnya maupun masyarakatnya. Jikapun ada masalah internal dalam diri mereka, itu sangat sedikit dan relatif mudah dikendalikan. Keteladanan yang baik telah hilang, orang tua, sekolah dan masyarakat hanya mendidik para remaja secara saintik sekuler yang menjauhkan remaja dari agama. Remaja semakin hedonis, pragmatis dan hanya berorientasi pada kebahagiaan ragawi dengan menempatkan agama sebagai aturan ritual belaka.

majalahDrise.com - Adhi Maretnas Harapan (Pimpinan Majalah Remaja Islam D’Rise) “…Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam..”

Menurut Bapak hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi pembentukan sebuah generasi?

Baik buruk sebuah generasi jelas dipengarui banyak hal. Bisa internal bisa eksternal. Hanya saja pengaruh eksternal sangat dominan. Remaja yang memiliki potensi dasar baik tapi hidup dalam masyarakat buruk hampir bisa dipastikan ia terbawa buruka. Namun seburuk apapun seorang remaja, ketika ia hidup dalam masyarakat yang mendidiknya dan menjauhkannya dari keburukan ia otomatis akan mudah menjadi baik. Jadi faktor luar seperti budaya, pendidikan, keteladanan, kebijakan politik; itulah yang banyak membentuk karakter sebuah generasi. Jika sistem nya baik, maka generasi muda akan lebih mudah diarahkan menjadi baik.

 

Apakah penting bagi remaja untuk memiliki resolusi tahun baru, menurut Bapak?

Resolusi yang dimaksud disini mungkin sebuah tekad/’azam/target ya. Tentu seorang remaja muslim harus selalu memiliki tekad untuk selalu baik dan semakin baik. Tekad itu harus selalu diulangi dan diperkuat. Apakah di awal tahun, awal bulan atau suatu momen tertentu. Tekad akan menjadi pendorong beramal soleh sekaligus sebagai standar keberhasilan langkah.

 

Kira-kira resolusi seperti apakah yang terbaik?

Saya usulkan , resolusi terbaik bagi para remaja di tahun 2015 ini adalah ‘menjaga diri semakin baik bersama Islam’. Artinya mulai 2015 ini para remaja harus menjaga diri dari rusaknya tatanan kehidupan hedonis liberal. Dan penjaga terbaik itu bernama ‘Islam’. Usahakan melangkah bersama-sama remaja lain yang sama resolusinya. Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam. Insya Allah.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

 

Udah Tahu ? Kalender-Kalender Di Dunia Yang Bikin Orang Jadi Keder

MajalahDrise.com – Kalender atau almanak alias tanggalan, merupakan sistem pengorganisasian waktu-waktu untuk tujuan penandaan serta perhitungan waktu dalam jangka panjang. Kalender tertua di dunia berusia sekitar 8000 tahun SM. Memang sudah sejak zaman jebot, manusia sudah merasakan pentingnya mengatur waktu, karena itulah manusia menciptakan kalender untuk memudahkan kehidupan mereka, baik sebagai penanda peristiwa yang sudah berlalu, maupun membantu merencanakan sesuatu di masa depan. Tapi apa jadinya kalo kalendernya itu sendiri dibuat dengan sistem yang rumit? Bisa-bisa penggunanya malah keder alias bingung. Nyok kita intip kalender-kalender di dunia yang malah bikin orang jadi keder.

Kalender Pawukon Bali

Kalender pawukon adalah kalender aritmatik murni. Kalender ini tidak mencatat angka tahun mulainya, dan berputar siklik (nemu-gelang) tanpa berhenti. Satu tahun pawukon = 210 hari, terbagi dalam satuan 7 harian bernama wuku yang berjumlah 30. Masing-masing wuku memiliki nama, tidak berbeda jauh dengan nama wuku di Jawa, dari mana perhitungan ini berasal. Kalender pawukon tidak memperhitungkan phase bulan maupun musim. Wih, baca istilah-istilahnya aja udah bingung. Yang jelas, kalender ini memang kental dengan kepercayaan Hindu. Bahkan bagi yang meyakininya, Pawukon dijadikan sarana untuk “mengintip nasib”.

 

Kalender Metris Revolusioner Perancis

       Tahun 1793, ketika Revolusi Perancis masih hangat-hangatnya, Kalender Gregorian dianggap terlalu ‘religius’ dan ‘kuno’, sehingga dengan semangat sekulerisme, mereka pun memutuskan untuk mengkonversi hitungan minggu, jam, menit dan detik ke dalam sistem metrik. Jadilah French Revolutionary calendar, dimana 1 minggu= 10 hari, 1 hari = 10 jam, 1 jam = 100 menit, dan 1 menit = 100 detik. Mereka juga mengganti nama-nama bulan bahkan menamai masing-masing hari dalam 1 tahun! Bukan cuma hari kerja mereka dalam seminggu bertambah, rakyat Prancis pun harus mengingat 365 nama hari yang berbeda. Nggak heran kalender ini cuma bertahan 14 tahun saja.

 

Kalender Soviet yang Ribet

       Mungkin demi meningkatkan produktivitas kerja dan melenyapkan pengaruh agama, tahun 1929 Uni Soviet (sekarang Rusia) menerapkan Kalender Revolusioner Soviet dengan sistem rotasi 5 hari. Hari-hari rakyat soviet diisi dengan 4 hari kerja dan 1 hari libur, kemudian kerja lagi 4 hari lantas 1 hari libur dan terus begitu seterusnya. Karena sistem rotasi kerja ini banyak orang yang lupa waktu dan kebingungan. Yang bikin parah, setiap orang diberi jadwal kerja secara acak, sehingga hari kerja dan libur setiap orang dalam satu keluarga bisa berbeda-beda. Bukan cuma antusiasme kerja rakyat yang menciut, efisiensi kerja pun menyusut karena peralatan industri tak mampu menangani jadwal kerja yang non stop. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah komunis itu malah memberlakukan sistem yang lebih parah, yaitu kalender rotasi 6 hari, yang malah semakin memperkacau penentuan jadwal kerja. Akhirnya tahun 1940 pemerintah Soviet sadar dan menghapuskan Kalender Soviet yang ribet itu.

 

Kalender Yunani Kuno

       Yunani kuno dengan polis-polisnya (negara kota) dikenal memiliki rasa kesukuan yang tinggi, mungkin karena itulah masing-masing negara kota itu memiliki sistem penanggalan sendiri. Bayangkan, kalau masing-masing kota memiliki tanggalan berbeda, nama bulan yang berbeda, perhitungan tahun berbeda, jadwal tahun kabisat yang berbeda, pasti membingungkan orang yang bepergian ataupun birokrasi antar kota. Ups, tapi ternyata tinggal di satu kota seumur hidup juga belum tentu selamat dari kebingungan. Sebab, satu kota bisa jadi memiliki beberapa sistem penanggalan yang berbeda! Misalnya Athena yang memiliki 3 sistem tanggalan. Saking bikin bingung, para sejarawan Yunani malah menggunakan permainan Olimpiade (yang diselenggarakan 4 atau 5 tahun sekali) sebagai patokan peristiwa. Misalnya “kota Carthago dibangun 38 tahun sebelum Olimpiade pertama”. Keder deh. []

 

BOX
Kalender Hijriyah Islamiyah

Umat Islam menggunakan kalender Hijriyah yang berdasarkan pada peredaran bulan (lunar/qamariyah). Disebut Hijriyah, karena tahun pertama penanggalan Islam dimulai dari peristiwa Hijrah. Sebelum datangnya Islam, orang Arab Jahiliyah sudah terbiasa dengan penanggalan qamariyah. Mereka mengenal praktek interkalasi (Nasi’) yaitu menambahkan bulan ke-13 atau lebih tepatnya memperpanjang satu bulan tertentu selama 2 bulan pada setiap sekitar 3 tahun agar bulan-bulan qomariyah tersebut selaras dengan perputaran musim atau matahari. Tapi praktek ini sering disalahgunakan oleh kaum Quraisy agar memperoleh keuntungan dengan datangnya jamaah haji pada musim yang sama di tiap tahun, dimana mereka bisa mengambil keuntungan perniagaan yang lebih besar. Praktek ini juga berdampak pada ketidakjelasan masa bulan-bulan Haram. Pada tahun ke-10 setelah hijrah, Allah menurunkan ayat yang melarang praktek Nasi’ ini (QS At-Taubah: 38-39) dan menggenapkan hitungan bulan menjadi 12. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

Banyak Jalan Menuju Ramalan

MajalahDrise.com – Tren ramalam nasib dan peruntungan memancing nongolnya banyak metode yang dijadikan media penerawangan. Dari media kartu sampe telapak tangan. Berikut beberapa diantaranya:

 Astrologi

Astrologi memberikan informasi tentang seluruh kehidupan seseorang, bahkan sampai pada hitungan jam. Hal ini terutama berfokus pada posisi bulan dalam grafik setiap jam untuk menjawab pertanyaan tentang nasib. Astrologi Barat didasarkan pada horoskop yang meliputi posisi matahari, bulan, dan planet terkait kelahiran seseorang. Ada dua belas tanda-tanda zodiak yang mewakili tipe kepribadian dan sifat-sifat individu pada zodiak tertentu.

 

Pendulum

Pendulum adalah suatu benda pusaka yang mempunyai semacam energi. Pendulum biasanya ditempatkan di atas peta jika anda ingin mengetahui tentang tempat. Selain itu mungkin juga dapat dilakukan pada kalender, jika pertanyaan anda berkaitan dengan tanggal tertentu. Ayunan dari pendulum kadang-kadang menjadi kencang dan akhirnya mengarahkan tangan pemegang pendulum ke arah tertentu, yang kebetulan menjadi jawaban anda.

 

Crystallomancy

Crystallomancy adalah membaca bola kristal untuk memprediksi kejadian di masa depan. Dalam membaca bola kristal ini dilakukan di sebuah ruangan dengan pencahayaan remang-remang yang memungkinkan scryer(pembaca bola kristal) untuk masuk ke dalam keadaan trance untuk dapat benar-benar menatap ke masa depan dan keluar dengan prediksi yang akurat.

 

Ramalan tangan

Ramalan tangan melibatkan membaca garis-garis pada telapak tangan seseorang untuk mengevaluasi karakter dan juga kehidupannya di masa depan. Kebanyakan orang meyakini bahwa ramalan tangan adalah sebagai cara yang paling akurat, meskipun tidak ada bukti konklusif yang mendukungnya. Biasanya peramal mulai menganalisis dengan membaca tangan seseorang yang dominan. Terkadang, pilihan tangan untuk dibaca juga tergantung pada intuisi yang mendalam dari seorang peramal.

 

Feng Shui

Feng Shui adalah tradisi Cina kuno yang tadinya berasal dari India. Feng Shui secara harfiah berarti air dan angin, yang diyakini memiliki karakteristik sendiri, yang secara langsung mempengaruhi susunan perabot dan tata letak dari suatu obyek atau bangunan.

 

Necromancy

Berkomunikasi dengan orang mati, baik dengan memanggil roh mereka disebut ilmu nujum. Hal ini juga sering disebut sebagai ilmu hitam atau sihir. Untuk membangkitkan orang mati, peramal perlu untuk memperoleh bantuan roh. Cara meramal ini dilakukan untuk meramalkan peristiwa atau menemukan barang yang tersembunyi. Bentuk meramal dengan cara ini dianggap sangat berbahaya, karena diyakini bahwa orang mati memiliki keinginan yang kuat untuk hidup lagi dan dapat menyerap kehidupan dari makhluk hidup.

 

Lithomancy

Lithomancy adalah cara meramal nasib yang sangat kuno dengan menggunakan batu. Ada 16 batu, masing-masing menggambarkan arti yang unik. Seorang peramal melemparkan batu-batu di tangannya dan membentuk sebuah pola. Pola yang terbentuk tersebut dipelajari untuk menjawab pertanyaan.

 

Numerologi

Numerologi adalah studi tentang angka untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dalam numerologi, diyakini bahwa setiap angka 1 sampai dengan 9 menandakan sifat manusia. Nama dan tanggal lahir yang digunakan untuk membentuk nomor tertentu antara 1-9 memiliki geometri dan interpretasi tertentu. Numerologi dianggap sangat akurat dan membantu dalam memberikan kesadaran yang lebih dalam tentang kehidupan.

 

Oneiromancy

Metode ini menggunakan mimpi untuk memprediksi masa depan. Mimpi-mimpi yang berulang-ulang adalah sebuah pesan atau peringatan penting, yang umumnya berkaitan dengan peristiwa masa depan. Mimpi adalah cara di mana alam bawah sadar seseorang mencoba untuk berkomunikasi dengan alam sadar. Seseorang yang bermimpi tentang masa depan juga dapat mengalami mimpi yang berisi suara tanpa wujud.

 

Chronomancy

Chronomancy adalah prediksi tentang hari yang tepat untuk melakukan sesuatu. Mereka yang menguasai ilmu ini percaya adanya hari bahkan jam keberuntungan dan hari sial untuk melakukan segala sesuatu. Oleh karena itu, praktisi membantu dalam menentukan hari terbaik untuk memulai suatu tugas tertentu. Bentuk meramal ini juga sering dipakai oleh masyarakat Jawa di Indonesia.

 

Driser, ini sebagian metode yang dipake oleh para peramal nasib. Kita bukan mau mancing kamu untuk nyobain ya. Just for your information aja. Lantaran, Rasul dengan tegas melarang kita untuk mendatangi tukang ramal. Baik tujuannya sekedar having fun atau emang benar pengen tahu nasib di masa depan. Namanya ramalan, gak ada yang pasti. Kita yang menentukan mau kaya gimana masa depan kita nanti. Apa yang kita lakukan hari ini adalah penyebab yang akan terjadi di masa depan. Itu sunatulloh. Makanya, benahi cara berpikir dan tingkah laku kita sehari-hari agar selalu ngikutin syariah Islam. Agar masa depan kita kelak, bakal cerah dunia akhirat. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

Letih?? #HamasahAndIstiqomah ya…

MajalahDrise.com – Letih nggak sih, sobat? Kita harus terikat dengan hukum Allah dalam menjalani segala aktivitas kehidupan kita? Letih gitu, ya? Terkhusus untuk kita nih yang masih remaja. Remaja saat ini identik dengan kesenangan. Kesenangan dalam maksiat, bukan taat loh. Kenapa saya katakan seperti itu? Fakta yang terlihat memang seperti itu. Oke, sekarang saya tanya deh. Lebih banyakan mana, remaja yang bicarain keburukan orang lain dengan yang bicarain urusan umat? Antara remaja yang pergi ke mall dengan yang pergi ke tempat pengajian, banyakan mana? Remaja yang memikirkan urusan cinta yang menyesatkan alias pacaran dengan yang memikirkan urusan umat, banyakan mana, sobat?

Letih ya? Ketika kita harus menjadi orang minoritas dari mayoritas raga. Karena, kita beraktivitas sesuai aturan Allah. Kita menjadi minoritas raga. Karena, berpakaian syar’i. Kita menjadi minoritas raga, karena memilih diam daripada bicara tapi tak ada manfaatnya. Kita menjadi minoritas, karena tidak pacaran. Kita menjadi minoritas ketika berbicara masalah umat dibanding tentang cinta yang menyesatkan. Kita menjadi minoritas, ketika lebih memilih mengerjakan soal ulangan sendiri, daripada mencontek. Karena kita tahu, Allah mengawasi kita meskipun guru pengawas tidak melihat kita.

Sobat, letih nggak sih? Kita yang muslimah nih, harus pakai kaos kaki ketika mau ke warung. Padahal warungnya ada di depan rumah kita. Letih, nggak sih? Dengerin cacian, makian, bahkan fitnahan orang? Ada yang bilang kita aneh, pemimpi, aliran sesat, bahkan teroris. Letih, nggak sobat?
Sobat, niatan saya membuat tulisan ini bukannya mau mengajak kalian mengeluh berjamaah. Tapi, mengapa ya tulisan saya terkesan mengeluh? Hehe… saya sengaja. Oke, abaikan!

Sobat, khalifah umar bin khatab pernah berkata. “Apabila seseorang letih dalam kebaikan. Sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan itu akan abadi. Apabila seseorang bersenang-senang terhadap suatu dosa. Sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan abadi.”

Sobat, ketika kita letih dalam berbuat suatu kebaikan. Dari kita yang letih datang ke tempat-tempat kajian, menyampaikan opini untuk menyadarkan umat walau sering di abaikan, berbuat sesuatu yang dikit-dikit harus merujuk kepada sumber hukum islam yang benar dan kuat. , menyuarakan dan memperjuangkan akan tegaknya khilafah.

Ingat, sobat? Letih yang fisik kita rasa. Hanya dengan tiduran sebentar saja, letih sudah hilang. Akan tetapi, kebaikan yang telah kita lakukan pahalanya tidak akan hilang.Karena, malaikat allah telah mencatatnya, dan insyaallah akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di yaumil hisab nanti. Begitu pula dengan dosa atau kemaksiatan. Apabila kita bersenang-senang terhadapnya. Misalnya nih ya, minum miras, mencuri, berpakaian kurang bahan, dan lain-lain. Ketika miras itu habis, ketika mencuri telah sukses, ketika pakaian yang kekurangan bahan tersebut terlihat tak indah lagi. Ketika itu pula kesenangan yang di rasa berakhir! Hilang! Akan tetapi, dosa tersebut tetap menempel. Dan akan menjadi pemberat timbangan dalam kategori amalan keburukan kita kelak.

“Islam awalnya datang dalam keadaan aneh atau asing. Dan akan kembali menjadi sesuatu yang dianggap aneh atau asing. Maka berbahagialah orang-orang yang di anggap aneh atau asing itu.” itulah sabda rasulullah. So, terasing dalam kebenaran? #Ngapain takut? Yang ada malah kita di rusuh berbahagia.

Sobat, mayoritas raga belumlah menggenggam kebenaran. Begitu pula dengan minoritas raga, tak selalu memegang kesalahan. Dari itu Allah ciptakan otak atau meanugerahkan akal kepada kita manusia. Agar kita mampu berfikir dalam menentukan pilihan! Jadi minoritas? Ngapain takut? Lah wong kita aja berada dalam jalan kebenaran kok. Mereka aja mayoritas raga yang berada di jalan kemaksiatan aja bangga!

Oke sobat, keep hamasah (semangat) dan istiqomah ya! Dalam menjalankan dan berjuang menegakan hukum Allah secara kaffah dalam naungan Khilafah Rasyidah! Ingat Nabi s.a.w. berkata kepada Sayyidina Abu Bakar r.a. ketika Nabi dan beliau bersembunyi di Gua Tsur :La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita” Takbir! ALLAHUAKBAR! Khilafah! Khilafah! Khilafah![] by Meilan Rohmani

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43