Cowok Fashionista

MajalahDrise.com – Gaya busana cowok sehari-hari umumnya cenderung abstrak alias sekenanya. Gak peduli matching atau nggak, yang penting nyaman dipakai. Kalo ada cowok yang perhatian banget dengan penampilan, apalagi sampai sempet-sempetnya bongkar lemari cari padu padan atasan dan bawahan saat mau bepergian, bisa jadi ini cowok ‘abnormal’. Gak salah. Cuman mungkin doi termasuk kaum cowok fashionista.

Cowok fashionista adalah kaum adam yang cukup piawai memadukan setelah busananya. Mereka so pasti melek tren fashion. Pakaian taksekedar nutup aurat, tapi mesti enak dilihat dan jadi pusat perhatian. Makanya wajar kalo mereka deket banget temenan sama cermin. Apalagi kalo mau cabut, ngaca dulu sampe pecah tuh cermin. Hehehe..

Menurut kamus Oxford English Dictionary, fashionista berarti semua orang yang berkecimpung dalam dunia fashion, termasuk desainer, fotografer, model, penulis fashion dan lain-lain, juga untuk siapa saja pemuja industri fashion dan pemakai pakaian high-fashion.

Secara istilah, kata ‘fashionista’ pertama kali dilontarkan oleh Stephen Fried ketika ia menulis sebuah buku Thing of Beauty : The Tragedy of Supermodel Gia Carangi.Kisah tragis model yang tewas karena over dosis narioba. Saat itu, Stephen terinspirasi untuk menambahkan ‘ista’ pada kata fashion setelah membaca sebuah majalah retro yang terbit akhir abad 70-an, ketika Sandinistas di Nikaragua sedang mendominasi Headline mereka.

MAJALAHDRISE.COM - Cowok Fashionista

Fashionista atau Korban Fashion

Saking pedulinya dengan penampilan, cowok fashionista juga sering disebut pria metroseksual. Istilah yang lahir dari gabungan dua suku kata, metropolis dan heteroseksual. Pria metroseksual dengan mudah dikenali dari cara berpakaiannya yang fashionable banget. Wajar kalo cowok fashionista banyak menarik perhatian lawan jenis. Atau malah sesama jenis. Iiih…jijay!

Ngikutin tren fashion nggak ada habisnya. Setiap hari, selalu ada aja yang baru. Kalo cowok fashionista ngotot pengen update terus cara berbusananya, mesti tebel tuh kantong. Lantaran, udah pasti busana keluaran terbaru bakal dibandrol eksklusif. Masih mending kalo modelnya pas dengan postur tubuh, kebanyakan malah kesannya maksa. Udah tahu badan tumbuh ke samping, ngeyel pengen pake skinny jeans. Hasilnya, keliatan kaya piramida terbaik daripada dandanan menarik. Atau mereka yang berwajah kotak ikut-ikutan pake kacamata retro yang malahan tambah membuat muka mereka bersiku kayak balok-balok Tetris. Miris!

Parahnya, kalo tren fashion udah nggak peduli lagi dengan jenis kelamin. Baju cowok dipake cewek, sebaliknya yang cowok juga dengan pedenya berbusana ala kaum hawa. Cewek tampil tomboy bin perkasa, sementara cowok jadi kemayu bin gemulai. Hati-hati ah!

 

Don’t Over Do it!

Driser, Islam nggak melarang kita untuk berpenampilan rapi bin menarik. Tapi bukan berarti bebas aturan main lho ya. Tetep, sebagai agama yang sempurna, islam punya aturan cara berpakaian biar kemuliaan kita tetap terjaga dunia akhirat.

Pertama, cowok nggak boleh pake busana cewek begitu juga sebaliknya. Lantaran termasuk tasyabuh alias menyerupai. Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda: “Alloh melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Adu Duad: 4/157, An-Nasa’i: 371)

Kedua, nggak boleh pakai fashion yang menyertakan simbol agama tertentu. Seperti salib, bintang david, atau gambar dewa. “Barangsiapa yang meniru-niru (perbuatan) suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (lihat Shohih Abi Daud: 3401)

Ketiga, selalu menutup aurat dan tak memancing syahwat. Tujuan kita berbusana adalah ridho Allah, bukan tebar pesona di hadapan kaum hawa.

So, pandailah memilah dan memilih pakaian kalo kamu termasuk cowok fashionista. Tentu dengan memperhatikan aturan main berpakaian dalam Islam ya. Satu catatan penting, “Fashion means style. Fashion is not something the models wear over the catwalks. Fashion is what you are wearing, and it should makes you look good on it”. Ngukur diri aja. Busana yang dipakai para model di atas catwalk atau para selebriti, belon tentu cocok untuk diri sendiri. Bijaklah dalam berbusana. Yang penting, ridho Allah tetap terjaga. Yuk! [@Hafidz341]

 

BOX

Biar Nggak Jadi Korban Fashion

  1. Selektif

Kamu mesti belajar memilah dan memilih kalo beli baju. Terutama yang lagi tren. Jangan mudah terpancing oleh provokasi SPG atau SPB. Kalo perlu, coba dulu di kamar ganti. Ngaca deh biar puas. Kalo bajunya cocok dan gak bikin katro, masukin keranjang belanjaan.

  1. Tidak berlebihan

Dunia fashion cowok itu nggak serumit kaum hawa. Berpakaian simple dan rapi tetap bikin kamu menarik kok. Lantaran kalo busananya rumit dan cenderung rame, entar orang susah bedain kamu sama badut. Hehehe…

  1. Hindari brand minded

Meski kita tergolong fanatik sama satu merek fashion tertentu, tetep kendalikan diri. Lantaran nggak semua produk dari clothing line atau brand ternama cocok dengan kamu. Sesuaikan aja dengan kebutuhan dan kepantasan. Biar keliatan serasi dan nggak menzholimi orang lain yang liat.

Ingat, “it’s not about the clothes you wear it’s about how you wear them” – J. Bassil. Setuju dong?[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

Majalah Drise Edisi 44 : Be A Great Leader

Majalahdrise.com – Masalah remaja masih sering menghiasi headline media massa. Dari urusan cinta hingga narkoba nggak ada habisnya. Gara-gara narkobakertas jenis lysergic acid diethylamide (LSD), Christopher Daniel (23) ngotot bawa mobil dalam keadaan fly. Walhasil, laju Outlander tak terkendali kecelakaan maut pun tak terhindari. Christopher menabrak 2 mobil dan 5 sepeda motor di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah. Total ada empat korban tewas, sementara empat lainnya luka-luka. Tragis! (Merdeka.Com, 22/01/2015).

Dalam urusan cinta, seks bebas di kalangan remaja makin beringas. Berawal dari pacaran, ujungnya tidur barengan. Kalo nafsu udah di ubun-ubun, tempat apapun jadi tempat pelampiasan. Dari mulai gerbong kereta bekas, warnet, hingga ada yang mesum saat jam sekolah di ruang kelas. Jika Jakarta terkenal dengan jembatan layang cinta, Purwakarta dikenal dengan ‘kereta cinta’. Tempat muda-mudi berzina. Naudzubillah.

Akibatnya, kehamilan tak dikehendaki kerap dialami remaji yang gaulnya kebablasan. Pacar nggak mau tanggung jawab. Sementara ceweknya harus tanggung malu. Kebayang sangsi sosial kalo ketahuan hamil diluar nikah. Akhirnya ambil jalan pintas aborsi atau lahir prematur. Seperti dilakukan seorang siswi SMK di Tangerang yang melahirkan di kebun. Teganya!

Selain aborsi dan kelahiran premature, seks bebas juga memicu prostitusi remaja. Seorang siswi SMK di Depok, Jawa Barat, nekat menjual dirinya dengan tarif Rp 500 ribu. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan barang yang diinginkannya seperti handphone dan baju baru.(Merdeka.Com, 13/01/15)

Kasus narkoba dan seks bebas, hanya sebagian kecil masalah yang lekat dengan dunia remaja. Masih ada tawuran yang memakan korban jiwa, nenggak miras saat berpesta, atau ikutan judi bola. Semuanya silih berganti menjadi headline media massa.

Emang banyak juga remaja yang nggak ikut-ikutan pake narkoba, ngisep nikotin, atau terjun ke dunia seks bebas. Sayangnya mereka lebih milih kegiatan yang memanjakan diri sendiri dibanding upaya mendongkrak produktifitasnya untuk hal yang bermanfaat. Mereka berlomba-lomba meraih popularitas lewat jalan pintas dalam audisi pencarian bakat. Atau ngisi waktu luang dengan nongkrong di pinggir jalan, hang out ke arena dugem, atau ngetem di depan playstation. Padahal, seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.”

Kebayang gak sih, gimana wajah Ibu Pertiwi kelak di masa depan kalo kader-kader pemimpinnya saat ini sibuk dengan urusannya sendiri. Waktu hidupnya lebih banyak dipake buat ngejar kesenangan dunia. Duitnya yang pas-pasan dituker ama karcis konser musik musisi idola. Fisik dan nyalinya yang kuat dijadikan modal tawuran. Jiwa mudanya diperas abis-abisan untuk meraih popularitas. Dan isi kepalanya banyak dicekokin content yang berbau pornografi dan pornoaksi. Boro-boro mikirin nasib bangsa dan negara yang tengah dijajah oleh negara-negara maju. Kasian deh Ibu Pertiwi.

 

Berdiam Diri atau Berkontribusi?

Ini sebuah pilihan yang harus kita hadapi selaku remaja ngeliat kondisi teman-teman sebaya. Masing-masing pilihan ada resikonya. Pilihan pertama mungkin dianggap aman. Dengan mendiamkan kemaksiatan, kita nggak ngerecokin urusan orang lain. Dan gak bakal kecipratan bahaya akibat melawan arus gaya hidup sekuler yang ada. Bahasa Jermannya, podo wae alias peduli amat atau #BukanUrusanSaya.

Padahal, berdiam diri dengan kemaksiatan bukan berarti aman lho. Karena dampak buruknya tidak hanya menimpa pelaku maksiat, tapi juga kita. Biar lebih kegambar, simak hadits Rasul tentang penumpang di sebuah kapal berikut. Dari An Nu’man bin Basyir rahiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,“Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493).

Hadits di atas menegaskan firman Allah swt:“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.”(QS. Al-Anfâl [8]: 25).

Ali bin Abi Thalib meriwayatkan dari Ibnu Abbas ketika menafsirkan ayat ini dengan, ‘Allah menyuruh kaum Mukminin agar jangan membiarkan orang mungkar di tengah-tengah mereka, maka nanti azab akan meliputi mereka.’ Penafsiran ini ditegaskan oleh Rasul dalam dalam sabdanya, “sesungguhnya manusia, bila melihat kemungkaran sedangkan tidak berupaya mencegahnya, maka tunggulah saatnya Allah akan menurunkan azabnya secara menyeluruh.” (HR. Abu Dawud).

Jadi, berdiam diri terhadap kemaksiatan yang merajalela sama aja menyodorkan diri kita untuk menerima azab dari-Nya. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ummu Salamah, Istri Nabi saw, mendengar Rasulullah saw bersabda: “Jika kemaksiatan merajalela pada umatku, maka Allah akan meliputi mereka dengan azab dari sisi-Nya…..” (HR. Ahmad).

Perlahan namun pasti, kita bakal kebagian getahnya kalo kemaksiatan tak ada yang hentikan. Jangan sampe deh, tragedi Outlander maut mengambil nyawa orang-orang yang kita cintai. Atau hiv aids menjangkiti kerabat yang kita sayangi.

Pilihan terbaik bagi kita sebagai calon pempimpin adalah berkontribusi. Saatnya hentikan diam kita dengan ikut ambil bagian dalam dakwah Islam. Bersama-sama mengajak manusia agar menjadikan Islam sebagai aturan hidup. Hanya dengan dakwah kita bisa mencegah meluasnya kemaksiatan. Sebagaimana diperintahkan Rasul: “Kalian harus mengajak mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran. Bila tidak demikian, tentu Allah akan menjadikan orang-orang jahat diatnaramu menguasai kalian. (Dan) bila ada orang baik dianaramu berdoa (untuk keselamatan) mka doa mereka tidak akan dikabulkan.” (HR. Al-Bazzar dan Thabrani).

Ayo bergerak. Tunjukkan pada dunia kalo remaja bukan cuman bisa hura-hura. Remaja juga bisa berkarya nyata sesuai dengan kebisaan kita dan berjasa bagi bangsa, negara, dan agama. Dari awal kita niatkan cuman ridho Allah yang jadi tujuan setiap amal baik kita. Emang nggak mudah mengawalinya. Tapi kita yakin pasti bisa. Cuman satu yang kita perluin sekarang, kemauan yang keras untuk menjadi duplikatnya Thariq bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih.

Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita. Segera Bergerak Guys!

 

Meneladani Kepemimpinan Sahabat Rasul

Driser, banyak temen kita yang ngefans banget ama bintang-bintang kenamaan; penyanyi pop, bintang sepak bola, tokoh legendaris, atau tokoh-tokoh fiktif. Sekarang coba kamu ceritain mana yang paling kamu kenal kehidupannya: Ali bin Abi Thalib ra atau David Beckham? Abdullah bin Mas’ud atau Michael Jackson? Usamah bin Zaid atau Li Min Ho?

Nggak usah malu. Jujur aja kalo kita lebih kenal orang-orang yang ada di pilihan kedua yang udah jelas orang kafir. Malah nggak sedikit di antara kita yang ngefans sampe mencontoh gaya hidup mereka. Gaswat kan? Makanya sebagai remaja muslim, kita juga kudu kenal tokoh-tokoh di urutan kedua yang udah terbukti menjadi pemimpin dan pelopor kebangkitan di usia muda. Biar nggak salah pilih idola. Betul nggak seh?

Ali bin Abu Thalib ra.  Beliau termasuk generasi pertama pemeluk Islam. Pada usia yang masih sangat belia, delapan tahun, beliau berani memeluk Islam atas keinginannya sendiri. Padahal ayahnya, Abu Thalib, masih tetap dalam keadaan kafir.

Ketika beliau ditanya, “Apakah engkau tidak minta izin dulu kepada Bapakmu untuk masuk Islam?”, maka beliau menjawab dengan tegas, “Allah tidak meminta izin kepada bapakku ketika Ia menciptakanku. Lantas, mengapa aku harus meminta izin kepada ayahku untuk menyembah-Nya?”

Abdullah bin Mas’ud. Abdullah ra masuk Islam pada usia 14 tahun. Beliau termasuk salah satu pembaca al-Quran yang paling baik, yang disebut-sebut Rasulullah dalam hadisnya: “Barangsiapa yang hendak membaca al-Quran sebagaimana ia diwahyukan, maka bacalah sesuai dengan bacaannya Ibnu Ummi Abdin (Abdullah bin Mas’ud).”

Usamah bin Zaid, di usianya yang sweet seven teen dipercaya sebagai komandan pasukan kaum Muslim menghadapi pasukan Romawi memimpin para sahabat senior seperti Abu Bakar dan Umar.Banyak yang meragukan hal itu. Namun rasull menegaskan dalam sabdanya : “Wahai sekalian manusia, saya mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah, demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang kepemimpinan, begitu juga dengan putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat saya kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik manusia di antara kalian.”

Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah. Setelah melewati beberapa daearah yang masih tetap memeluk Islam, akhirnya mereka tiba di Wadilqura. Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah bernama Huraits. Ia maju meninggalkan pasukan hingga tiba di Ubna, tempat yang mereka tuju. Setelah berhasil mendapatkan berita tentang keadaan daerah itu, dengan cepat ia kembali menemui Usamah.

Huraits menyampaikan informasi bahwa penduduk Ubna belum mengetahui kedatangan mereka dan tidak bersiap-siap. Ia mengusulkan agar pasukan secepatnya bergerak untuk melancarkan serangan sebelum mereka mempersiapkan diri. Usamah setuju. Dengan cepat mereka bergerak. Seperti yang direncanakan, pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya. Hanya selama empat puluh hari, kemudian mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.

Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang. Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.”

Pokoknya banyak banget deh figur pemuda Islam yang bener-bener berdiri di garis depan kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Berikutnya giliran kita. Tapi jangan sampe lupa, semuanya bisa berprestasi karena mereka hidup dengan aturan Islam dan berjuang untuk kejayaan Islam. Catet ya?

 

Be a Great Leader

Majalah Drise Edisi 44 Be A Great Leader

Driser, sebagai remaja muslim kitalah yang bakal memimpin umat ke arah kebangkitan yang selama ini kita dambakan bersama. Karena itu, mari kita sama-sama memantaskan diri menjadi pemimpin sejati. Caranya?

Pertama, menempa diri dengan tsaqofah Islam. Nggak usah alergi bin gengsi ikut pengajian. Galilah tsaqofah Islam sedalam mungkin. Sampai kita bener-bener yakin kalo Allah itu ada dan selalu mengawasi kita. Al-Quran itu perkataan Allah yang kudu kita jadiin pegangan dalam hidup. Dan Rasulullah saw. adalah panutan kita dalam berbuat.

Kedua, mengaitkan perbuatan kita dengan kehidupan akhirat. Sebagai muslim, udah seharusnya kita selalu mikir imbalan yang bakal kita terima sebelum berbuat. Pahala atau siksa di akhirat. Walaupun rencana itu masih diperdebatkan dalam hati. Kesadaran hubungan kita dengan Allah Swt. dan akhirat ini yang bisa jadi perisai buat lindungi diri kita dari dosa sekaligus memicu kita mencari pahala.

Ketiga, hidup dalam lingkungan yang baik. Salah satu upaya pencegahan biar kita nggak tergoda berbuat maksiat adalah hidup dalam lingkungan yang sehat dan steril dari godaan setan. Seperti dalam sebuah hadis: “Perumpamaan teman pendamping yang shalih dan teman pendamping yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Dari penjual minyak wangi kalian bisa mendapatkan minyak wangi atau mencium bau harumnya; sedangkan dari tukang besi kalau tidak membakar pakaianmu, maka kalian akan mendapatkan bau busuk darinya.” (HR Bukhari Jilid 3 No. 314)

Keempat, berdakwah kepada orang lain. Nggak cukup rasanya kalo kita menimba tsaqofah tapi cuma buat diri sendiri. Kebayang, nggak akan tersebar Islam kalo kita nggak ikut nyampein ke orang lain. Karena kita memeluk Islam pun karena ada orang yang nyampein ke kita, keluarga, atau nenek moyang kita. Betul apa bener? Hehehe…

Kelima, ngikut aturan Islam nggak kayak robot. Istiqomah dengan aturan Islam bukan berarti kita nggak boleh senang-senang. Sok aja. Karena Rasulullah pun dulu suka becanda dengan istrinya, berolahraga dengan sahabatnya, atau pake baju yang bagus dan rapi. Tapi tetep, semuanya kudu nyar’i. Dan kita kudu hati-hati biar nggak terlena dengan berbagai macam hiburan atau larut dalam kesenangan. Karena itu kerjaan orang kafir. Kita tentu, BEDA!

Nah, driser, mumpung kita masih muda, jangan sia-siakan potensi yang kita punya. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar, berdakwah, berbuat baik kepada umat, dan berkarya sebelum masa muda hilang ditelan usia. Nggak ada kata terlambat buat jadi pemuda dambaan umat. Let’s Be a Great Leader! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

Sulaiman Yang Agung

MajalahDrise.com – Sultan Suleiman mendapatkan gelar “The Magnificent” (yang agung) di dunia barat, dan “Alkanuni” (penetap hukum) di dunia timur. Beliau adalah sultan kesepuluh dari Turki Utsmani dan yang paling lama memerintah. Beliau lahir pada 6 November 1494. Masa pemerintahan beliau berawal pada tahun 1520 hingga wafatnya di tahun 1566.

Pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman, terjadi beberapa kali peperangan. Hal tersebut berkonsekuensi menjadikan wilayah kekuasaan kerajaan Utsmani kian luas hingga mencapai Eropa, Asia, dan Afrika. Pada tahun 927 H/1521 M, Utsmani berhasil menguasai wilayah Belgrade (ibu kota Serbia sekarang). Tahun 935 H/1529 pasukan Utsmani mengepung Kota Vienna (ibu kota Austria sekarang) walaupun tidak berhasil menguasainya. Di kesempatan berikutnya upaya menaklukkan Vienna kembali dilakukan, namun hasilnya tetap sama. Kemudian Budapest, ibu kota Hungaria menjadi salah satu propinsi Utsmani.

Perkembangan Daulah Utsmaniyah di Masa Sultan Sulaiman

Kekuasaan Utsmani kian meluas hingga mencapai Laut Merah karena mereka berhasil mengusir orang-orang Portugal dari wilayah tersebut. Di Afrika, Habasyah pun menjadi bagian dari Utsmani. Dengan demikian, jalur-jalur perdagangan antara Asia dan dunia Barat melewati negara Islam Turki Utsmani.

Selain sebagai kepala negara, Sultan Sulaiman al-Qonuni adalah seorang yang mahir dalam menggubah syair, menulis kaligrafi, dan mengusai beberapa bahasa timur, seperti bahasa Arab. Ia juga suka dengan batu mulia, arsitektur, dan kontruksi bangunan. Hal ini berdampak pada pembangunan di kerajaannya.

Ia membangun beberapa bangunan utama seperti benteng di Rhodes, Belgrade, dan di wilayah Iran. Ia juga membangun masjid-masjid di wilayah Aden, Yaman, dan al-Qanatir al-Khayriyya, Mesir serta di berbagai penjuru wilayah Turki Utsmani. Khususnya di Damaskus, Mekah, dan Baghdad. Ia juga menunjukkan seni arsitektur pada bangunan-bangunan di ibu kota dan berbagai daerah.

Pada masanya juga muncul arsitek-arsitek ulung dalam sejarah Islam, seperti Sinan Basya yang berperan besar dalam pembangunan-pembangunan Kerajaan Turki Utsmani. Ia juga yang memberikan sentuhan khas akan arsitektur Utsmani. Sehingga orang dengan mudah mengenal bangunan-bangunan Utsmani. Arsitek lainnya adalah Mimar Sinan. Ia membangun Masjid Sulaiman al-Qonuni atau dikenal juga dengan Jami’ as-Sulaimaniyah di Istanbul, pada tahun 964 H/1557 M. Ini adalah salah satu bangunan terbaik yang dibangun oleh seorang arsitek Islam yang bernama Mimar Sinan.

Selain kemajuan dalam bidang politik dan sosial kultural, seni kaligrafi pun mencapai puncak kemajuannya di zaman Sultan Sulaiman. Banyak ahli kaligrafi terkenal yang muncul di zamannya. Sebut saja Hasan Effendi Chalibi al-Qarah Hashari yang membuat kaligrafi-kaligrafi di Jami’ as-Sulaiman. Ada juga Ahmad bin Qarah Hashari penulis Rawa-i’ al-Khoththi al-Arabi wa al-Fanni ar-Rafi’. Demikian juga bermunculan ulama-ulama.

Sultan Sulaiman al-Qonuni menyusun tata perundangan dengan berdiskusi bersama Syaikh Abu as-Suud Effendi. Ia berusaha agar tata perundangan yang ia rancang tidak melenceng dari garis-garis yang dibataskan syariat Islam. Undang-undang tersebut dikenal dengan Qanun Namuhu Sulthan Sulaiman atau Undang-Undang Sultan Sulaiman. Undang-undang yang ia susun ini diterapkan hingga abad ke-13 H atau abad ke-19 M.

Karena konsistennya Sultan Sulaiman dalam menerapkan undang-undang yang ia susun, ia pun dilaqobi dengan al-Qonuni. Oleh karena itu, gelar-gelar yang diberikan orang-orang Eropa kepada Sultan Sulaiman seperti The Magnificent dan The Great, tidak memiliki pengaruh dan kesan yang mendalam dibanding laqob al-Qonuni. Karena laqob ini menunjukkan keadilan sang sultan dalam memerintah.

Dengan luasnya wilayah kekuasaan Turki Utsmani, kerajaan ini juga mengimbanginya dengan administrasi yang rapi dan tertata.Kalau kita pikir-pikir, nggak mungkinlah kemajuan sehebat itu dicapai oleh seorang sultan yang hobinya main cewek en mabok-mabokan seperti digambarkan dalam serial King Sulaiman yang tengah diputar di sebuah stasiun televisi. Nggak mungkin juga luas wilayah sebesar itu diraih oleh seorang sultan yang senengnya ngetem melulu di istana. Padahal setengah dari masa pemerintahan Sultan Suleiman Alqanuni dihabiskan di medan perang, bukan di dalam istana.

Driser, jelas dong sekarang kalo pemutaran serial King Suleiman yang judulnya udah diganti menjadi Abad Kejayaan ini bener-bener melecehkan seorang pemimpin kaum muslim. Ini kerjaannya musuh-musuh Islam  yang nggak akan pernah suka kalau umat Islam kembali memiliki Khilafah. Mereka tahu kalo cuman Khilafah yang bisa bikin umat Islam kuat dan tak tertandingi. Untuk itu mereka setengah hidup berusaha agar khilafah nggak nongol lagi kepermukaan. Meski begitu, segetol apapun makar yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk menahan laju kebangkitan Islam dan kaum Muslimin, nggak ada artinya. Karena Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan kembali tegaknya khilafah Islamiya yang mengikuti jejak kenabian. Just a matter of time. Seriusan! (@sayfghazi).

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #44

HABITS PENULIS

MajalahDrise.com – Salam kreatif kembali para D’Riser, dalam rubrik writepreneur kali ini, kita akan ngulik bareng soal habits penulis agar kamu semua dapat tetap kreatif dan eksis terus di dunia penuh kreativitas ini.FYI neh, habits penulis ini juga bisa disebut sebagai kebiasaan, tabiat ataupun hal yang emang kudu ada pada tiap penulis, apalagi bagi kamu-kamu yang ngaku masih pemula.

Oke, deh, Bro and Sist, soal habits penulis ini emang hal alamiah yang bakal dialami oleh setiap penulis. Artinya, habits penulis ini didasarkan pada fakta empirik  yang lazim dilalui dan dirasakan oleh para penulis. Yuk, kita bocorin satu demi satu soal habits penulis ini; habits yang pertamabagi seorang penulis itu adalah suka membaca, habits yang kedua, dia senang berdiskusi, berikutnya, seorang penulis itu adalah sosok yanggemar meneliti, selanjutnya, penulis itu kudu mencintai bahasa, dan yang terakhir, seorang penulis itu selayaknya punya komunitas ato mampu menjalin komunitas.

Nah, di edisi D’Rise kali ini, kita mo ngulik habits yang pertama, yaitu seorang penulis itu sosok yang suka membaca. Bahkan, sebenarnya seorang penulis itu harus punya kebiasaan membaca yang baik karena ia emang butuh sumber energi, berupa ilmu agar dapat berbagi melalui karya dengan para pembacanya.

Seorang penulis adalah pembaca yang baik, dia adalah seorang penikmat buku yang paling lahap, bahkan rakus! Mo contoh, kenal Syaikh Abu Ibrahim bin Ismail, kan? Dia itu seorang ulama kondang dari Bayt al-Maqdis, Palestina, seorang doktor dari Universitas al-Azhar, Kairo Mesir, sekaligus pernah menjadi qadhi ato hakim di mahkamah syari’ah al-Quds. Sepanjang hidupnya, dia menulis banyak kitab yang kini jadi maroji’ utama para aktivis partai politik yang didirikannya. Kitab-kitab yang ditulisnya itu telah menjadi guidence para pejuang syari’ah wal khilafah di seluruh dunia. Sebelum wafatnya, dia telah membaca ribuan kitab klasik para ulama, bahkan membaca ribuan buku para pemikir asing untuk dikritisi dan dibongkar kesesatannya.

Para penulis kaliber dunialainnya pun adalah seorang pembaca yang hebat, bahkan mereka secara khusus menyediakan waktu tertentu, hanya untuk membaca, seperti Agatha Christie, penulis novel-novel thiller-horror, yang tidak boleh diusik, apalagi diganggu saat ia sedang membaca. Kebiasaan membaca seperti ini juga ternyata biasa dilakukan para tokoh dan pemikir, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan para tokoh bangsa lainnya.Saat mereka diasingkan oleh pemerintah kolonial pun, barang bawaan paling banyak yang merekabawa, ternyatabuku!

Mereka yang keranjingan baca seperti itu, tentu memiliki output yang hebat juga, Bung Karno adalah seorang public speaker yang luar biasa, setiap kali Si Bung berpidato, ribuan rakyat menyemut di sekelilingnya, jutaan lainnya mendengarkannya via radio. Bahkan, kaset-kaset pidatonya bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bukan hanya itu, Si Bung juga adalah sosok penulis yang hebat, karya-karyanya terhimpun dalam buku Dibawah Bendera Revolusi yang kini harganya ditaksir gila-gilaan oleh para kolektor!

Saya juga adalah seorang maniak baca, nyaris setiap waktu luang yang saya punya, saya pake buat baca! Kalo saya bepergian kemana aja, jauh atopun dekat, saya suka bawa buku. Jujur aja, saya ngerasa lebih pede kalo saya megang buku atopun nyakuin buku di tas. Saya ngerasa punya peluru dan mesiu untuk diledakkan kapan pun saya mau, baik secara lisan maupun tertulis! Membaca buku seolah telah jadi kebutuhan asasi bagi saya. Saking antusias dan ngebetnya pada aktivitas membaca buku ini, tiap kali ngisi training atopun pengajian, saya dengan bangga memperkenalkan diri sebagai predator buku alias pemangsa buku yang paling rakus. Saking ngebetnya pada aktivitas baca ini, saya pernah ngabisin ribuan halaman buku hanya dalam semalam!

Oke, Bro and Sist, kali ini saya mo berbagi tips, biar kamu semua-mua suka membaca sebagai bagian dari habits penulis: 1.ketahui ambak-nya (apa manfaatnya bagi aku)? Hayo dengan baca, apa manfaatnya? Walah pasti seabreg-abreg, tuh, manfaatnya! 2.ketahui interest-mu dimana? Kamu suka and tertarik sama apaan, cari deh buku yang ngomongin soal yang kamu suka itu. 3.ketahuilah penulis, penerjemah, penyunting dan penerbit fave kamu. Kalo dah kesengsem, wah alamat kamu bakal jadi pembaca setianya. 4.aktif berkarya agar kamu terus berpacu lebih baik, kamu pasti butuh energi dan nutrisi dengan membaca. 5.ketemu sama orang-orang yang gila baca kek saya, ntar saya tularin virus gila bacanya. ^_^  b

Kalo kamu sudah mulai keranjingan baca, ayo lanjut berkarya dengan menulis, ya?! Jangan kek temen saya sesama penulis yang sama-sama maniak baca, diangaku masuk toilet pun, dia sempat-sempatnya bawa buku, koran ato majalah buat dibaca. Walah gawat kalo gitu, mah! Ok, di edisi depan, kita lanjut dengan habits penulis berikutnya?! []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43