Bully Berujung Bui, Hati-Hati!

MajalahDrise.com – Mulutmu harimaumu! Gitu kata pepatah. Kalo tak piawai kita menjinakkan tuh harimau, bukannya jadi sahabat malah bikin kita sekarat. Di era sosial media, harimaumu nggak cuman mulut. Tapi juga termasuk kicauanmu di twitterland atau statusmu di dinding facebook. Bagian ini yang sering dilupain oleh aktivis sosmed. Mentang-mentang bebas bicara di sosial media, tuh jari kagak disekolahin lagi. Walhasil, perilaku bully jadi menu sehari-hari. Ngeri!

Kalo sekedar ngejek dengan level stadium rendah, mungkin teman kita bisa maafin. Paling banter bayar goceng masukin ke topless kaya di Ini talkshow. Tapi kalo udah masuk delik penghinaan atau mencoreng nama baik, bakal berurusan dengan hukum dan meja hijau. Sekedar ngingetin aja kalo kita asal bunyi di sosial media sehingga merugikan pihak lain, menyebarkan fitnah, memutarbalikkan fakta, menyebarkan kabar bohong, bisa kena jerat UU lho. Catet tuh!

Sosialisasi UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) No 11 Tahun 2008 kayanya nggak merata. Wajar kalo banyak orang yang tidak mengetahui pasal-pasal di UU itu yang bisa menjerat perbuatan yang melawan hukum. Terutama saat berkelana di sosial media. Coba cek, pasal 27 ayat 3 menyebutkan: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Kalo kena jerat hukum, bakal dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pasal 27 ayat 3 inilah yang dipakai banyak kalangan untuk melaporkan tulisan dan status di media sosial. Akibatnya banyak masyarakat yang terjerat. Gara-gara ngebully, eh ujungnya harus mendekam di balik jeruji besi. Berikut diantaranya:

 

Dituduh Menghina Lewat Facebook, Ujang Dilaporkan ke Polisi Bogor

Ujang Romansyah dilaporkan temannya, Fely, ke Polresta Bogor (30/6/2009). Ujang dididuga telah melakukan pencemaran nama baik melalui Facebook.  Fely melaporkan Ujang karena kata-kata yang ditulis Ujang dan ditulis di Facebook. Tulisannya antara lain bertuliskan “Hai…Lu ngga usah ikut campur. Gendut, kaye tante2, ngga bs gaya. Emang lu siapa. Urus aja diri lu kaya… So cantik, ga bs gaya. Belagu. Nyokap lu ngga sanggup beliin baju buat gaya ya, makanya lu punya gaya gendut, besar lu, kaya lu yg bagus aja. Emang lu siapanya UJ. Hai gendut.”

 

Farah dihukum karena mencaci di Facebook

Nur Arafah atau Farah, seorang pelajar SMA asal Bogor, divonis 2 bulan 15 hari dengan masa percobaan 5 bulan lantaran terbukti menghina Felly Fandani via Facebook. Dia dijerat Pasal 310 dan 311 KUHP dan UU ITE, Pasal 27 ayat 3. (merdeka.com, 1/9-2014).

 

Warga Sukorejo Dilaporkan ke Polisi Karena Komentar Facebook

Akun Facebook berinisial FES milik warga Sukorejo, dilaporkan ke Mapolres Pasuruan oleh ulama Pasuruan dengan tuduhan penghinaan agama. FES dianggap telah menuliskan komentar yang bersifat melecehkan agama Islam. (CiriCara.com, 11/9-2012).

 

Guru di Pangkep, Sulsel, Ditahan Karena Tulis Bupati Pangkep Terbodoh

Guru SMP Negeri Ma’rang, Pangkep, Budiman, 37 tahun, terpaksa berurusan dengan aparat hukum. Dia dilaporkan lantaran menulis di akun facebook kalimat penghinaan ke Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid Batara. (tribunnews.com. 7/2-2013).

 

Gara-gara Facebook, Siswi SMP di Bengkulu Dilaporkan ke Polisi

DF, 13 tahun, siswi SMP di Kota Bengkulu dilaporkan teman sekelasnya, HM, 12 tahun, gara-gara percakapan di Facebook. Peristiwa ini berawal ketika korban hendak mengebalikan sepatu yang dipinjamnya dari pelaku (23/5-2014), sekaligus ingin mengklarifikasi ‘kicauan’ pelaku di Facebook yang menyebut korban sebagai, maaf, lonte (pekerja seks-pen). Pelaku justru memarahi korban yang berujung pada adu mulut dan perkelahian yang menyebakan luka-luka pada korban. Karena tidak terima perlakuan pelaku korban pun mengadukan hal itu ke polisi. (kupasbengkulu.com24/5-2014).

 

Florence Sihombing hina Yogya di Path

Florence Sihombing, mahasiswi pascasarjana UGM, ditahan penyidik Polda DIY lantaran dianggap menghina Yogyakarta lewat status di media sosial Path.

 

Driser, kasus-kasus di atas udah seharusnya jadi pembelajaran buat kita-kita yang sering ngeceng di sosial media. Biar kata sosmed tempat bebas buat berekspresi, menyampaikan pendapat, atau kritikan, bukan berarti lolos dari pengawasan hukum. Terlebih lagi, apa yang kita lakukan di sosmed juga masuk dalam pengawasan malaikat Raqib dan Atid di samping kiri kanan kita. Andaikata kita ngebully orang terus bebas dari jeratan hukum di dunia, jangan harap di akhirat bakal lolos. Pake aja sosmed sebijak mungkin untuk nambah pahala, nambah ilmu, atau nambah harta. Jangan malah nambah musuh. Gara-gara ngebully, endingnya masuk bui. Nggak banget! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 45

Berbagi Serantang Nasi Luthfia saparianti eps. 2

MajalahDrise.com – Pagi ini Rahmat sedang menonton tv sambil meminum susu di cangkir kecilnya sedang sang Ayah menggoreng keripik keripik yang nantinya akan di jual. Sebenarnya Rahmat sangat ingin membantu Ayahnya itu namun Ayahnya selalu melarangnya karena takut nanti Rahmat terkena pecikan minyak.

“Rahmat di atas meja makan ada rantang putih, tolong antarkan ke kakek Udin ya, kamu masih ingatkan rumah kakek di mana” teriak Ayah Rahmat dari dapur.

Tanpa aba aba lagi Rahmat langsung pergi, dia sangat semangat menerima perintah tesebut. Walaupun untuk membawa rantang itu dia sedikit keberatan tapi dia tidak merasa terbebani. Namun dalam perjaanan itu dia melihat ada seorang pengemis yang sudah tua terduduk dengan tangan memengangi perut Rahmat penasaran dengan nenek itu.

“ Nek, nenek kenapa? Kok nenek duduk disini sendirian?”

“Nenek tidak punya rumah dan perut nenek lapar sekali dari kemaren nenek belum makan” jawab nenek itu lirih menahan lapar.

Rahmat bingung harus bebuat apa, dia sama sekali tidak membawa uang, jika dia memberikan rantang yang berisi makanan ini kepada nenek lalu bagai mana dengan kakaek Udin mungkin saja beliau juga kelaparan. Tapi dia membuang semua pertanyaan yang membuatnya ragu tadi dan memberikan makanan itu pada nenek.

“Ini untuk nenek”

Nenek itu makan dengan lahapnya sampai kekenyangan dan tak lupa beliau mengucap kan terima kasih. Rahmat tersenyum bahagia karena bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan tapi bagai mana jika Ayah tahu kalau maknan itu tidak di antar ke rumah kakek Udin, bisa bisa Ayah marah. Namun Rahmat mendapatkan sebuah ide.

Diam-diam Rahmat masuk ke dalam rumah dan memecahkan tabungan berbentuk ayam miliknya. Namun, suara pecahan tabungan itu sampai ke dapur dan membuat Ayah Rahmat panik.

“Rahmat ada apa? Rahmat!” dengan tergesa beliau lari menuju kamar Rahmat

“Ayah!” Rahmat menunduk dan ketakutan dia merasa benar-benar bersalah telah melakukan ini.

“Lho kok tabungan kamu dipecah?” Ayah Rahmat bingung, kenapa tabungan yang sangat disayangi Rahmat tiba tiba bisa pecah seperti itu.

“Anu…”

“Apa?” mendekati Rahmat.

“Itu Ayah….”

“Itu apa?”

“Ayah, Rahmat minta maaf karena makanan tadi tidak Rahmat antar ke kakek Udin.”

“Lalu kamu kasih ke siapa?”

“Ada nenek yang kelaparan di pinggir jalan, Rahmat kasihan dengan nenek itu Ayah. Jadi makanan itu Rahmat berikan ke nenek itu. Maafin Rahmat ya Ayah. Rahmat tidak akan melakukan hal itu lagi”

“Lho kok gitu. Apa yang kamu lakukan itu baik. Justru Ayah senang kamu memberikan makanan itu kepada nenek yang kamu temui di pinggir jalan tadi. Lalu kenapa kamu memecahkan tabungan kamu bukannya kamu sayang sekali dengan tabungan ini”

“Rahmat ingin mengganti dan membelikan makanan untuk kakek Udin jadi Rahmat memecahkan tabungannya. Ayah tidak marah kan?”

Ayah Rahmat mengambil uang yang berhamburan di lantai “kamu tidak perlu menggantinya dengan uang kamu. Di dapur nasi dan lauk masih banyak jadi kita bisa mengantar dan memberi kakek Udin. Ayah sudah selesai menggoreng keripik jadi kita bisa mengantar makanan itu bersama sama!”

“Benar Ayah?”

“Iya”

********************

21 tahun sudah kejadian itu berlalu namun memorinya masih tersimpan jelas. Usaha keripik singkong milik Ayahnya itu berkembang dengan pesat. Namun tak lama setelah Rahmat menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah, Ayahnya meninggal. Walaupun beliau sudah tiada, kebaikanya masih tersimpan dalam diri Rahmat dan akan diteruskan oleh anaknya itu. Cita cita kecilnya itu tidak terwujud namun tak perlu menjadi seorang pemimpin besar untuk bisa saling berbagi. Baginya menjadi seorang pemimpin untuk dirinya sendiripun sudah cukup dan yang terpenting adalah saling berbagi. Setiap dua minggu sekali dia mendatangi panti asuhan untuk berbagi apa saja yang dapat dia berikan terkadang uang atau hiburan untuk anak anak yang merindukan kasih sayang dari orang tuanya. Dia ingin anak-anak lain juga merasakan kasih sayang yang telah ayahnya berikan kepadanya.[]

di muat di Majalah remaja Islam drise Edisi 45

 

 

Berbagi Serantang Nasi Luthfia saparianti

Majalahdrise.com – Di dalam kamar Rahmat sedang mengenakan sebuah topi bewarna hitam milik ayahnya. Dia mengenakannya dengan bangga dan gagah. Sebenarnya dia tidak tahu topi itu untuk pekejaan apa.

“Siap grak!” perintahnya pada dirinya sendiri dan langsung saja dia membusungkan dadanya. Topi yang ia pakai hampir menutupi matanya karena topi itu terlalu besar.

“Hormat grak!” perintahnya lagi namun tak hanya dia saja yang mengikuti aba aba itu seseorang tiba tiba datang dan berdiri tepat dibelakangnya juga ikut hormat

“ Ayah” sahut Rahmat.

“Wah anak ayah gagah sekali dengan topi itu.” puji Ayahnya Rahmat pada anaknya itu.

“Rahmat kan ingin menjadi seorang jendral.”

“Oh ya?” tanya beliau. Tiba tiba Ayah Rahmat berdiri dengan tegak.

“Kepada jendral Rahmat hormat grak!” Beliau hormat pada anaknya itu dan sang anak pun membalasnya.

“Ayah itu rantang untuk siapa?” tanya Rahmat penasaran sambil menunjuk rantang berwarna putih yang berada tepat disamping kaki ayahnya.

“Ini untuk kakek Udin.”

“Siapa kakek Udin itu Ayah?”

“Kamu mau ikut Ayah untuk mengantarnya tidak ?”

“Mau!” jawab Rahmat antusias.

7 tahun yang lalu Ayah rahmat bekerja menjadi seorang satpam di salah satu mall ternama di kota itu namun semenjak istrinya meninggal dia berhenti dari pekerjaannya dan beralih profesi menjadi seorang penjual keripik singkong walau pun penghasilannya bisa di bilang kurang tapi dia tetap bersyukur karena ada kebahagian lain yang tidak bisa ia dapatkan saat bekerja menjadi satpam yaitu bisa besama lebih lama dengan anaknya itu.

Perjalanan ke rumah kakek Udin tidak terlalu jauh karena itulah mereka memutuskan untuk melakukan perjalnan hanya dengan berjaln kaki. 15 menit kemudian merekapun sampai didepan sebuah rumah yang kumuh, dinding nya ditumbuhi tanaman parasit, jendela dan pintunya pun sudh hampir lapuk.

“Assalamu’alaikum kakek Udin ” Ayah Rahmat memanggil sang pemilik rumah, tak lama orang itupun keluar hanya dengan menggunakan sarung berwarna coklat dan baju kaos oblong, dia tersenyum dan menyambut dengan ramah.

“Wa’alaikum salam eh Imam dan Rahmat, ada apa?”

“Karena ada sedikit rezki belebih saya dan Rahmat ingin memberi sedikit makanan kepada kakek , ini” Ayah Rahmat memberikan rantang itu dan di sambut oleh kakek Udin dengan senyum yang dari tadi tak pernh hilang dari wajahnya. Senyum itu membuat jiwanya tidak seperti kakek-kakek.

“Ini banyak sekali, saya jadi merepotkan” ucap beliau malu.

“Terimakasih ya Imam semoga dagangan nya makin laris.” tukas kakek.

“Terima kasih kembali, kami pulang dulu ya kek assalamu’alaikum.” Rahmat dan Ayahnya pun pulang.

“Ayah kasihan sekali ya kakek itu, rumahnya kumuh”

“Makanya kita harus selalu bersyukur atas apa yang sudah di beri Allah kepada kita caranya ya bisa seperti tadi, saling berbagi.”

“Ayah, Rahmat ngak mau jadi jendral Rahmat maunya jadi seperti ayah saja menjadi pedagang keripik singkong biar bisa berbagi seperti tadi” Rahmat berbicara dengan polos.

“Pekerjaan kamu nanti harus lebih hebat dari Ayah tetapi jadi apapun kamu nanti kamu tetap harus saing berbagi.”

“Iya ayah Rahmat janji.”

“Anak pintar” beliau memelai rambut anaknya dengan lembut.

“Habis ini temanin Ayah ke pasar beli singkong ya.”

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 45

Cowok Behel

Majalahdrise.com – Umumnya, orang pake behel untuk merapikan giginya yang berantakan. Tengsin gitu lho saat tersenyum lebar, gigi geliginya terlihat kaya maju mundur ala Syahrini. Ada yang pede agak nongol ke depan, tapi tak sedikit yang minder dan ambil posisi di belakangnya. Kawat kecil yang dilem pada gigi dan menggunakan kabel tipis untuk menghubungkan satu kawat dengan yang lainnya ini juga dipake untuk merapikan gigi yang jarang. Bukan jarang sikat gigi ya. Tapi susunan gigi geligi yang syafnya renggang kaya yang lagi marahan. Padahal, kalo sholat aja harus rapi dan rapat biar berkah. Masa gigi dibiarin banyak celah, entar jadi tempat setan mangkal lho. Wkwkwk…

Selain alasan medis, kini pake behel udah masuk dalam kategori gaya hidup. Konon kabarnya, remaja en remaji yang giginya pake behel keliatan keren. Bikin mupeng teman-temannya yang giginya belon pada dipagerin. Walhasil, nggak cuman anak cewek yang biasanya peduli dengan penampilan senyum menawan. Kaum adam pun ikut-ikutan pasang pager gigi biar keliatan tambah kiyut bin unyu-unyu. Emang bener?

Bisa jadi. Kalo anak cowok yang pake behel pas banget dengan potongan wajahnya, jadi tambah ganteng bin imut. Kalo senyum enak dilihat. Kalau mereka tertawa, tampak jelaslah hiasan dalam mulutnya itu. Berkilau mencuri perhatian bak permata. Eits, tapi lain cerita kalo ternyata tampangnya pas-pasan terus maksa pake behel. Udah gitu bracket alias kawat gigi yang dipake kualitas kw lantaran pas-pasan. Ditambah karet behelnya warna-warni kaya pelangi. Walhasil, bukan senyum manis yang diumbar. Malah senyum nyengir yang bikin perut mual dan bergetar. Niatnya biar naikin level gengsi, yang terjadi malah kena infeksi gigi. #tepokjidat! *lebay ^_^

Anak cowo emang nggak umum pasang bracket gigi. Karakter cowok yang macho, kebanyakan cuek bebek dengan penampilan. Gak mau ambil pusing dengan gigi ginsul yang merajalela menghiasi mulutnya. Tapi bukan berarti magerin giginya dilarang lho. Cuman saran dari dokter gigi, sebaiknya alasan kesehatan yang jadi dorongan. Bukan lantaran tren pergaulan jadi pasangnya asal-asalan. Kalo nggak hati-hati, bisa kena I nfeksi gigi. Udah mah ongkosnya mahal, ternyata gak sesuai kebutuhan. Makanya, sebelum pake behel kenali jenis dan fungsinya. Cekidot!

  • Behel Metal. Behel jenis ini yang paling banyak dipakai. Ingat, pilih behel yang kualitas baik bukan yang kw apalagi pake kawat pager yang udah karatan. Lantaran behel tersebut bakal pakai selama 1 hingga 2 tahun tergantung jenis perawatan yang dilakukan.
  • Behel Estetis. Behel Estetis warnanya sama dengan warna gigi. Kalo giginya kuning, jadi kuning. Kalo giginya coklat, jadi coklat juga. Hehehe.. gak ding. Behel ini mirip dengan behel metal. Sangat nyaman dipakai, efektif untuk kesehatan gigi dan asyik aja ketika menggerakkan gigi.
  • Invisalign berupa alat untuk merapikan gigi tanpa kawat dan tanpa terlihat. Invisalign dibuat sesuai dengan bentuk gigi seseorang secara 3 dimensi. Dalam penggunaannya akan diganti setiap 2 minggu. Pembuatan alat yang baru akan sedikit demi sedikit berubah seiring pergerakan gigi.
  • Behel Damon. Behel damon hampir sama dengan behel metal, namun perbedaannya terletak pada pengunci kawat sendiri (self-ligating) sebagai pengganti karet. Behel Damon mempunyai beberapa kelebihan seperti lebih bersih, nyaman, dan menggerakkan mulut.
  • Behel Lepasan. Behel tipe ini hanya untuk anak-anak di bawah 12 tahun dan dalam kasus perawatan gigi yang ringan. Behelnya sangat mudah dilepas dan dipasang kembali karena mempunyai plat akrilik dibagian dalamnya.

Driser, kita sekedar ngingetin aja. Cowok pake behel nggak masalah kok. Terutama kalo alasannya untuk kesehatan. Biar tambah kinclong tuh senyuman. Tapi kalo alasan cuman demi gengsi, not recommended deh. Khawatir pasang behel gak sesuai prosedur. Bukannya tambah menarik, malah bikin jijik. Oh ya, mau pake behel atau nggak, yang penting jaga tuh gigi biar aman dan terkendali. Selamat merawat gigi! [@Hafidz341]

 

BOX:

Do & Don’t Bagi Cowok Gigi Kawat

Do It

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni,

  • Rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi.
  • Jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket.
  • Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket.
  • Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter.
  • Iris kecil-kecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan.
  • Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.

Don’t Do It

  • Mencoba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang karena bisa merubah susunan yang telah ditetapkan.
  • Memakan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, kerupuk yang keras.
  • Mengutakatik sendiri bracket yang lepas atau kawat yang menusuk gigi. Ini sangat berbahaya hubungi dokter untuk penangulangannya.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 45