Love Communication PART 2

Majalahdrise.com – Yah. Maklum. Namanya juga anak yang  bersekolah di luar. Lingkungan dengan  pergaulan bebas. Jadi … setinggi-tingginya  benteng, sekokoh-kokohnya bangunan, pasti  ada saja celah kecil yang dapat berakibat  fatal jika tidak segera ditangani dengan  sergap, tangkas dan bijak. Seperti Ramya. Anak alim yang sedikit  polos dan taat itu, baru saja naik ke kelas 2  tingkat SMA dan dia baru merasa bahwa  menahan diri dari virus merah jambu itu  memang rada terbilang susah. Gimana engga  susah coba? Kalau satu kelas atau bahkan  satu sekolah tak ada yang menyabet predikat  jomblo kecuali kamu (dari kalangan anak  cewek)?  Gimana engga susah coba kalau  harus sabar diejek anak-anak kalau kamu  engga laku dan sok ngalim. Pake bawa-bawa  alasan agama cuma untuk nutupin  ketidaklakuannya dirimu. Gimana engga  nyesek coba, kalau sejelek-jeleknya teman  cewekmu—dibanding kamu—aja juga punya  gebetan. Dan terakhir, gimana engga dongkol  coba, kalau guru-guru di sekolahmu aja kepo  dengan masalah cinta murid-muridnya dan  suka godain anak-anak yang belum punya  pacar. And last, gimana enggak bingung,  kalau kamu yang selama ini berdalil engga  pacaran karena hukum syara’ tapi ketua rohis  di skulmu aja malah pacaran.

Lantas, mau  dibawa kemana wajahmu? Wah, apalagi  kalau jadi Ramya, terasa banget deh  nyeseknya. Saat skull lagi ada acara kemah,  study tour dan lainnya, semua bakal sama  gebetannya masing-masing. Sahabat pun  sampai terlupakan. Lalu sisanya, tinggal  Ramya dipacok-pacokin dan digoda-godain  sama si lelaki jerawat batu yang cupu abis. 2  dari 3 orang cowok yang masih memilih  untuk menyandang status jomblo. Yah, gitulah sekolah luar dengan  lingkungan pergaulan rusak yang memang  sudah bobrok dari dasarnya. Yang so pasti  udah jauh banget dari nilai-nilai Islam. Jadi,  jangan heran kalau sampai anak yang paling  taat dan alim satu skulmu pun bisa sedikit  terjerumus ke dalam perkara bathil itu. Atau  malah terbenam ke dalamnya. Naudzubillah

Aku sih Ram, ya sebenarnya juga agak  anti sama yang namanya pacaran. Karena  setahuku, cowok itu … sukanya gombal, gak  setia dan tukang ngibul. Tapi …. Ada  benarnya juga sih kalau pacaran itu gak bisa  dilihat dari sebelah mata doang.

Karena,  pacaran itu sebenarnya punya banyak  dampak positifnya kok. Contohnya kayak aku  Ram. Gara-gara pacaran sama ketua rohis,  aku jadi termotivasi untuk menggunakan  hijab. Selama aku gak mau pakai hijab, Kak  Sofyan maunya kita itu backstreet-an. Tapi  kalau aku udah mau pake hijab … Aaah … Ya  gitulah Ram. You know that! I can’t talk  anymore …. This enough of excitement! I’m  happy because him! Oh God!” ujar Millie yang  lama-lama histeris sendiri ketika bercerita  dengan Ramya. “Jadi … Kamu berhijab gara-gara dia  Mil? Bukan karena kau tahu bahwa menutup  aurat itu kewajiban bagi seluruh kaum  muslimat?” Tanya Ramya hati-hati. Tapi itu  sudah cukup membuat Millie terhenti dari  aktivitas jerit-jerit menyebalkannya. Kini  menatap Ramya tajam. Agak terkejut dengan  pertanyaan yang dilontarkan Ramya rupanya.

“Jadi kamu berhijab benar-benar bukan  karena Allah? Kamu berhijab karena perintah  dia? Lantas, kamu anggap apa Ramya selama  ini Mill? Ramya sudah mengingatkan Millie  bahwa menutup aurat itu wajib baki kita  kamu wanita. Dan mengenakannya karena  iman dan keyakinan serta berlandaskan  karena rasa kecintaan dan ketoatan kita  kepada Allah itu jauh lebih penting daripada  menggunakan hijab karena orang lain!” ujar  Ramya kecewa. Millie yang sebelumnya sibuk  bercermin—melihat penampilan barunya  yang telah mengenakan hijab—kini berkaca-kaca.  “Ram, sebenarnya … Apa sih maksud  kamu ngomong kayak gitu? Kamu iri ya sama  aku yang sekarang sudah punya pacar.

Cowok yang kita berdua sama-sama sukain  lagi. Memangnya aku gak tahu kamu juga  suka sama Kak Sofyan? Tapi seharusnya  kamu mikir Ram, kamu gak berhak menyakiti  perasaaanku seperti itu. Seharusnya kamu  senang sahabatmu sudah tergerak hatinya  untuk mengenakan hijab walau belum  karena Allah! Kamu jahat Ram, jahat!!” Millie  histeris. Marah. Membanting meja lalu  meninggalkan Ramya pergi.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

Love Communication

MAJALAHDRISE.COM – Tes … Tes … Air hujan yang telah mereda—namun  cukup untuk membuat kuyup itu—masih  menjadi alasan Ramya untuk tak beranjak  pulang saat itu juga. Ia masih merenung.  Berteduh di bawah atap halte bus. Ia  memang sedang sial hari itu. Lupa tak  membawa jas hujan. Sahabatnya resmi  pacaran. Dan ia lupa tak membawa uang  saku untuk makan siang. Ah, bagaimanalah.  Perutnya kan benar-benar tak bisa diajak  kompromi. Jika perut sudah mengamuk kan,  otak (pikiran) juga susah untuk diajak  toleransi.

Hahh … Itulah salah satu alasan  dari 1.327.593 faktor yang membuatnya jadi  semakin galau hari ini. “Ram, aku beritahu deh,” Ramya  mengingat kembali kejadian saat istirahat  pertama tadi pagi. Ramya  yang sedang  membaca mushaf menoleh bingung. “Ada apa Mil?” Ramya bertanya lembut.  Millie, sahabat karibnya mendekat. Membisi  telinga Ramya yang tertutupi oleh hijab putih  susu. “Kamu tahu engga, kemarin aku  ditembak Kak Sofyan. Dia kan ketua rohis  Ram! Jadi ….,” mata Ramya membelo kaget.  Untung saja detak jantungnya tak berhenti  mendadak saat itu juga.  “Jadi ….?” Tanya Ramya penasaran. “Jadi …. Ya kamu  tahu sendirilah, aku  memang udah dari dulu naksir dia secara  diam-diam. Eh engga tahunya dia juga naksir  aku. Ya udah, jadinya pasti kuterimalah!  Intinya …. Hari ini aku resmi pacaran sama  dia Ram! Jadian! Ih, excited banget deh …,”  tukas Millie dengan semangat menggebu- gebu.

Kedua pipi sepasang sahabat itu sama-sama memerah. Kedua pipi Millie merah  padam saking malu dan bahagia. Sedangkan  Ramya, kedua pipinya merah karena sedikit  terkejut dan malu akan satu hal. “Jadi … Kapan kamu akan punya pacar?”  NAH! Itu dia yang membuatnya malu dan  galau bersamaan dalam satu waktu. Kata-kata itu yang sampai sekarang masih  terngiang-ngiang di kepalanya. Membungkus  akal sehatnya sampai sulit bernafas. Sesak!  Ingin mati rasanya -.-v. Iiiih …. Millie nyebelin!! Benar kan selama  ini dia juga memendam rasa sama kak Sofyan!

Kelihat banget dari tatapannya setiap mencuri  pandang ke kelas sebelah! Tapi … Kok dia tega  banget sih menceritakan itu kepadaku?  Bukankah dari mataku ia tahu bahwa aku juga  amat menyukai kak Sofyan? Eh tunggu-tunggu  …. Tapi, Kak Sofyan rupanya juga bisa pacaran  toh? Bukannya dalam Islam itu …. Kita dilarang  pacaran ya? Tapi, ah, lihat saja, kak Sofyan  yang ketua rohis saja pacaran, kenapa aku  tidak? Lagian. Aku juga engga mau kali jadi  satu-satunya anak yang ngejomblo di sekolah!  Ah, kayak gini aku jadi sebal sama Millie! Dia  tega banget ninggalin aku jadi anak yang satu-satunya berstatus jomblo di kelas!

Kesannya  aku kan jadi cewek gak laku! Lagian. Kok bisa-bisanya sih kak Sofyan jadian sama Millie yang  engga berhijab? Ah, ini menyebalkan! Illfeel  tahu engga sih? Batin Ramya ngedumel. Ia  menghentak-hentakkan kakinya beberapa  kali. Mangkel. Sebel. Sedih. Gemes. Keki.  Jengkel. Dan satu lagi kata yang populer  untuk menggambarkan isi hati Ramya saat  ini galau.

di muat di majalah remaja islam drise 49

Majalah Remaja Islam Drise Edisi 60 : Ngudud Biar Yahud!

Majalahdrise.com – Gitu kali yang ada di kepala remaja yang asyik ngepulin asap. Rokok udah jadi gaya hidup bin identitas. Kayanya nggak keren kalo belon pernah ngisep tembakau. Apalagi ditawarin gratis ama temen dekat, pantang ditolak. Meski awalnya batuk-batuk, selanjutnya malah asyik masyuk. hehehe…

Namun bagi kita, bukan keren ngeliat remaja yang lagi ngerokok. Justru kasihan. Asli. Yang dia nikmatin, jadi bumerang di hari depan. Satu hisap rokok, sama dengan nanam benih penyakit yang terbukti telah merenggut nyawa sekitar 46 orang setiap jamnya. Ngeri!

Karena itulah kita kupas habis bahaya rokok di edisi September ini. Bukan nakut-nakutin, cuman ngingetin. Tentang kamu dan masa depanmu. Itu.

Selain bahasan bahaya rokok bin udud, tema rubik lainnya juga nggak boleh dilewatin.
– ada obrolan seru dengan dokter arum seputar rokok dan kesehatan remaja
– liputan khusus acara bedah film dracula yang keren abis
– nggak ketinggalan sorotan media tentang awkarin effect yang mesti dipantengin
sejarah seru tentang penderitaan Annelise yang bikin merinding
– kelaparan yang memilukan akibat ketamakan kapitalis pada rubrik the most
– atau serunya ngomongin fenomena cewek edgy yang lagi trendy.
– ups hampir ketinggalan lanjutan epik HEKA yang bikin penasaran, rubrik amazing yang inspiratif, plus kiriman drise di rubik monogatari dan share your mind. Asyik banget dah!

Nggak afdhol kalo kamu belum punya majalahnya. Langsung aja deh hubungi pengedar terdekat di kotamu. Kalo belum tahu, tanyain via WA ke sini 085814771511 entar dikasih wangsit, eh petunjuk no pengedar yang paling dekat. Jangan sampai kehabisan! ?

RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI

Majalahdrise.com – setelah sukses diadakan di kota  Bogor dan Jakarta, akhir bulan  Agustus kemarin event #YukNgaji  kembali diadakan di 5 kota, yaitu   Malang, Surabaya, Solo, Jogja dan  Bandung. Dalam kesempatan tersebut  Ustadz Felix Siauw dan tim # YukNgaji  akan berbagi tentang Kekuatan  Mengkaji Islam, atau “the Power of  Ngaji”.  Yups, ngaji memang bukan  aktivitas sembarangan, sebab  dengan belajar, mengkaji pemikiran  Islam, menginstall Al-Qur’an  kedalam diri kita, belajar mencintai  ilmu, belajar membenarkan amal,  maka orang yang melakukan itu  berarti telah mengawali langkah  menuju perubahan diri. Diawali oleh  perubahan diri itu, kemudian akan  mendorong pula untuk mengubah  dunia, menjadi tenpat yang lebih  baik untuk ditinggali, lebih  manusiawi untuk hidup. Perubahan  seperti ini, hanya bisa dilakukan  oleh Islam, khas terjadi pada  siapapun yang sudah diwarnai ayat-ayat Allah. Kira-kira itulah tujuan  diadakannya rangkaian event ini,  untuk mewujudkan perubahan yang  hakiki, hijrah di jalan Allah.

Roadshow event ini dimulai  di kota Malang, tanggal 22  Agustus 2015 dan bertempat di  Ballroom Ibis Styles Hotel,  Malang. Peserta yang memadati  Ballroom terlihat sangat antusias  menyimak pemaparan dari Ust.  Felix. Talkshow inspiratif  berikutnya diadakan esok  harinya di Surabaya, di Kaza Mall  Surabaya. Alhamdulillah event  ini dipadati oleh tak kurang dari  500 orang peserta yang  berkomitmen untuk mengkaji  Islam dan melakukan perubahan  ke arah yang lebih baik. Luar  biasa! Mudah-mudahan kita  semua bisa istiqomah untuk  terus berubah menjadi lebih  baik. Aamiin. []

lebih lengkap bisa di baca di majalah remaja islam drise edisi 49