“The world is ours”

drise-online.com – Denting bel tanda sekolah usai, berdentang. Serasa di penjara, ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap siswa. Dibeberapa kelas malah terdengar teriakan-teriakan riang dan tawa lepas seolah melepas beban berat untuk hari ini. Sebentar kemudian, anak-anak telah berhamburan keluar kelas.

Oji dan Lulu baru saja usai membereskan buku dan bersiap-siap keluar ruangan ketika Rajib yang belakangan dipanggil Ajibonk, si lelaki tulang lunak yang kerjaannya ngupdate fashion untuk remaja putri dan….ah, si Ajibonk maju kedepan kelas dengan gaya gemulai sambil memegang secarik kertas dengan lengan ditekuk dan ditopang lengan sebelahnya.

“hey hey hey”, Ia menyapu ruang kelas dengan tatapan genitnya. Rambutnya yang mengikuti gaya rambut anak korea dikibas-kibaskannya kesamping. Gayanya yang gemulai mampu mengundang senyum teman-teman sekelasnya. Oji memberengut

“hey hey hey…hey Rajib Singh! Itu kertas apaan? Baca aja cepat”, Oji berkata gusar. Ia bisa menebak, jika Ajibonk datang, alamat kekacauanakan terjadi.

“ihhh, nama eike bukan Rajib Singh, Oji. Rajib. Tapi, akika lebih suka dipanggil ajibonk. Lebih ajib,gitu lhoks”, tangan kanannya yang masih memegang kertas melambai dengan gemulai

“halah…udah, baca cepet!”, Oji makin gusar. Pengen cepat-cepat pulang.

“idihhh, sabar dikit nape? eh, denger baik-baik ya. Eike bacain. Ini pengumuman khusus untuk yang update trending topic dunia ”, Ia menjeda kalimatnya. Memandang kawan-kawannya dengan tatapan genit. Melirik Oji dan Lulu dengan tatapansinis. Beberapa orang yang tak sabar segera berlalu. Yang lainnya juga sudah tak begitu tertarik. Melihat hal tersebut, Rajib buru-buru meralat.

“hey hey hey…perhatian perhatian. Tolong dengerin eike duong…jadi gini lho, pengumuman ini terkait jadwalnonton bareng worldcup 2014!”, Rajib berteriak semangat diikuti wajah cerah yang lainnya.

OjidanLulu saling tatap. “kirain apaan”, Oji nyeletuk.

“emang nape? klo ga suka bola, ya gak usah denger. Sirik aja deh. Urusin tuh Rohis kalianyang…” belum tuntas perkataan Rajib, Oji beringasan memotong kata-kata Rajib

“eh, lu..gue agak aneh juga ada ya cowok gemulai tapi suka bola? Ikut-ikutan untuk eksistensi doing? Biar dibilang gaul? Semuanya denger, Gue bukannya ngelarang nonton bola. Olahraga mah boleh-boleh aja. Gue hanya ngingetin, jangan sampai pada melalaikan kewajiban yang lain karena ikut-ikutan gila bola. Apalagi di bulan ramadhan. Banyak yang lebih bermakna untuk dilakukan dibanding ngabisin waktu buat nonton bola. Bela-belain begadang Cuma buat nunggu bola. Ga mau bela-belain begadang, buat ngabisin malam dengan nyembah Allah.Dan catet ya,catet Ajibonk, gue ga pernah sirik sama acara-acara gituan”, Ojimenuntaskan kalimatnya dan segera berlalu. BersamaLulu yang melangkah keluar di ikuti suara riuh redam teman sekelas yang ramai mengerubuti Rajib.

………………….

“Ji, Neymar tu keren banget ya?”, Lulu seperti mendesis berbicara di samping Oji.

“lu suka bola, Ul?”, Oji menghentikan langkahnya sembari memandang Lulu yang juga balik menatapnya

“nontonbola kan boleh aja, Ji. Yang penting ga melalaikan kewajiban”, sahut Lulu.

“iya sih tapi… kita juga harus mampu nunjukin pribadi yang khas Ul. Kata mas Hadi, meski sesuatu itu boleh, tapi jika berkaitan dengan konspirasi, tetap kita harus jelasin ke teman-teman, Ul. Lu kan tau sepakbola itu bikin orang melalaikan banyak hal.Malah ada yang sampai kejebak pada permainan judi. Judi dibulan ramadhan lagi”, Oji menjelaskan panjang kali lebar. Lulu hanya manggut-manggut.

“world cup sejak kapan sih, Ul?”, Oji bertanya tanpa melihat lawan bicaranya. Keduanya berjalan menyusuri trotoar meninggalkan sekolah mereka. Lulu yang sedang sibuk dengan ponselnya tak begitu menghiraukan pertanyaan Oji.

“Ul??”, Oji mengulang pertanyaannya. Kali ini tangannya sengaja menjambak rambut Lulu yang dibentuk seperti Mohawk tiarap. Ia baru sadar, ada sedikit perubahan pada gaya rambut sahabatnya.

“aihhh, Ji, jangan maen jambak-jambak gitu dooong”, Lulu memprotes sembari menata ulang rambutnyayang baru saja di obrak abrik Oji.

“eh, gaya rambut lu baru cuy!”, tangan Oji kembali bergerak, buru-buru Lulu menepisnya.

“iya dong. Lu tau? Ni gaya rambut Neymar hehehe”, jawab Lulu dengan wajah meringis. Tangan kanannya sibuk mengusap rambutnya kearah depan. Seperti ayam jago kesiram air.

Oji mengerutkan jidat. Kedua keningnya nyaris bertemu.”Neymar?Neymar? Rambut lu kayak ayam jago keluar dari salon, Ul”, Oji senyam senyum memandang Lulu yang cemberut. Ia segera meraih pundak sahabatnya. Menepuknya lalu berkata ”lu demam Ul?”

“demam? Gue sehat-sehat aja”, ia meraba tengkuknya sendiri

“demam sepakbola”,sahut Oji

“oalaaah…kalau sebagai olahraga sih gue suka-suka aja, Ji. Tapi gue ga sampai galau lho ya kalau Neymar kalah”

“iya, tapi kalau udah sampai ikut-ikutan gaya gitu juga, hati-hati, Ul, ntar kelupaan”. Tambah Oji

“ya, galah…”

‘eh, temenin gue di warung Mang Udin yah. Mau beli pesenan emak buat buka puasa ntar”

“oqeylah klo begitu, Bro”

Keduanya tertawa lepas dan sekali lagi, Oji mengobrak abrik rambut Lulu.

………………………..

Oji memasuki gang kecil yang biasa Ia lewati. Sebentar lagi waktu ashar tiba.Beberapa anak terlihat semangat menggiring bola dengan suara riuh. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah yang tak begitu luas untuk bermain. Tak jauh dari situ, sekelompok laki-laki tengah mendiskusikan piala dunia dengan tak kalahsemangatnya. Di tengah-tengah mereka terdapat kertas yang berisi jadwal piala dunia dari group A hingga group H. dari tiga besar, hingga final (hapal banget). Kertas lainnya yang juga berisi jadwal pertandingan piala dunia telah ditempel pada dinding papan pos kamling.

“finalnya kapan, Li?”, Tanya Pak Ilham

“13 Juli, Pak. di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro”sahut Ali seperti meracau merapalkan huruf yang terpampang pada jadwal pertandingan

“tau ga, menurut Ronaldo, Brasil akan mampu menjuarai Piala Dunia. Selain karena ini dihelat di kandang sendiri, Pemain andalannya itu lho yang keren. Si Neymar”, sahut Pak eman.

“wah, kalau saya tetap megang spanyol, Mas. Bertaburan bintang. Dari gelandang,bek, ampe penyerang hehe”, Mas Karno si tukang siomay yang lagi cuti selama ramadhan ikut nimbrung.

“kalau gue, yakin jerman yang menang, Bro”, Rio anak Pak RT melengkapi arisan para lelaki di siang menjelang sore. Hingga adzan ashar terdengar, pembahasan sepakbola belum berhenti juga.Oji hanya geleng-geleng kepala. Dimana-mana, trending topic dunia saat ini satu, BOLA. Seperti kata Ajibonk.

……………..

The world is ours, lagu piala dunia ala David correydan Millane Fernandez mengalun menghentak ruangan kelas. Yang muter jelas,Rajib and the gank. Beberapa siswa ikut bersenandung.

Run like you’re born to fly
Live like you’ll never die
Beranilah bermimpi
Menggapai semua cita

We are drawn by the rhythms
That beat through our hearts
Saat kita bersama
Tunjukkan semangatmu

Pada jam istrahat ini, kebanyakan siswa memilih menghabiskan waktu di ruang kelas atau menghabiskan waktu istrahat di taman sekolah. Oji dan Lulu sendiri terlihat sibuk mendiskusikan beberapa rangkaian kegiatan Rohis selama ramadhan ini. Di sudut sana, Rajib dan beberapa anak terlihat ramai. Oji hanya sesekali memandang mereka dengan tatapan sinis.

“eh, Ji.woles aja kali.ga usah panas gitu”

“bête gue liatnya,Ul. Pada curcol aja tuh kerjanya”

“ya, tapi kata mas Hadi, kita jangan terpancing, Ji. Makin ngelunjak klo digituin mah. Tetep dengan kata-kata ahsan”, Lulu senyam senyum berusaha arif. Oji hanya mendengus.

“eh, jadi gimana? besok kita harus memastikan lagi ke Pak Kamarudin. Ya sekedar mengingatkan gitu, agar beliau ga lupa membuka kegiatan rohis kita lusa”, Oji beralih ke pembahasan agenda Rohis

“iya. Panitia lainnya juga kemarin udah rapat. Masing-masing divisi udah merampungkan persiapannya. Tinggal besok, kita ke Pak Kepsek”

“siip. Alhamdulillah, semoga kegiatan kita sukses ya, Ul”, Oji menatap sahabatnya dengan wajah sumringah. Sebagai ketua panitia, ia merasa sangat bertanggung jawab atas kesuksesan kegiatan tersebut.

Di sudut lain, Rajib beraksi. Ia menirukan gerakan samba yang diikuti tawa riuh siswa lainnya..Mereka menyemangati Rajib yang terus menggerak-gerakkan tubuhnya hingga tiba-tiba, bukkk! Kaki Rajib tak sengaja terantuk kaki meja, tubuhnya terjerembab menghantam kursi. Beberapa teman datang membantu Rajib untuk bangkit. Oji dan Lulu ikut mengerubungi Rajib yang telah didudukkan disebuah kursi. Ia meringis. Pelipisnya lebam. Detik selanjutnya, Ia menangis layaknya anak kecil.

………………….

Pak Kamarudin, wakil kepala sekolah Oji menyetujui permintaan Rohis untuk membuka rangkaian kegiatan Rohis dibulan ramadhan. Rencananya esok hari,sebagai pembukaan, Rohis akan membuat seminar bertajuk ramadhan, tonggak perubahan. Wajah Oji dan Lulu tampak cerah. Keduanya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Ga pake lama, keduanya segera beranjak di ikuti Pak Kepsek nan baik hati. Tiba di pintu, Oji danLulu sekali lagi menyalami lelaki setengah baya itu

“makasih banyak, Pak. Semoga kegiatan Rohis ini bisa sukses”

“sayado’akan, kegiatan kalian sukses. Semoga banyak siswasiswi yang mengikutiacara ini. Saya justru salut dengan kalian”, kata Pak Kepsek sambil menepuk pundak Oji.Setengah membungkuk keduanya akhirnya meninggalkan ruang Kepsek.

………….

Pagi di hari ahad. Seluruh panitia Rohis terlihat sibuk menyiapkan keperluan acara. Mas Hadi, yangakan tampil sebagai pembicara pun sudah standby di TKP sejak pukul delapan. Yang paling cemas jelas Oji. Ketar ketir tiap melirik jam dan beralih ke deretan kursi peserta yang baru beberapa saja terisi. Hatinya ciut. Lulu sesekali menenangkan sahabatnya.

“nyantai aja, Ji. Memperjuangkan kebenaran tuga gampang”

“gue tau, Ul. Teman-teman tuga datang pasti karena nonton Bola. Tu,yang putrinya udah lumayan”, Oji berkata sepertimemelas. Lulu hanya tersenyum. Oji mengarahkan pandangannya kepada Mas Hadi yang sedang sibuk berbincang-bincang dengan Pak Kamaruddin. Ia melangkah mendekati keduanya,memohon izin untuk memulai acara.

Tepat pukul 09.00, acara segera dimulai. Sambutan Pak Kepsek sungguh membangkitkan kesadaran Oji. Bahwa memperjuangkan kebenaran itu sulit. Bahwa mengajak manusia ke jalankebenaran itu ga sepi dari ujian termasuk susahnya mengajak ummat untuk menghadiri majlis ilmu. Oji menunduk, membenarkan perkataan Kepsek. “Ah, harusnya gue ga boleh apatis”, batinnya. Terlebih materi yang dikemas menarik oleh Mas Hadi. Peserta dibuat antusias karena materi yang sensitive dengan keseharian mereka. Tentang sekolah, life style, fashion hingga football yang sengaja diciptakan untuk memalingkan kaum Muslimin. Bahwa kaum muda saat ini adalah generasi plagiat. Bahwa remaja saat inilebih tertarik dengan kebudayaan barat. Bahwa seluruh upaya barat, berhasil memalingkan kaum muda. Oji seperti teriris. Lulu ga bisa berkata apa-apa. Betapa mirisnya kondisi kaum muslimin. Betapa pedihnya Rasulullah jika menyaksikan ummatnya.

Di luar sana, ratusan bahkan ribuan manusia sedang terlena dengan sepakbola. Menyela kekhusyuan ramadhan. Bulan yang senantiasa dirindukan. The world is ourstak sepenuhnya salah namun akan lebih benar jikadifahami, bahwa dunia kita adalah milik Allah. Bumi ini milik Allah. Manusia hanya numpang. Tolong, fahami kewajiban jika status kitahanya “numpang”.Bukan pemilik. [Juanmartin]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

Ketika Selfie Merajalela

By: Asri Supatmiati, Wartawan Radar Bogor

 

Kalau kamu buka situs Yahoo atau akun Instagram baru-baru ini, pasti menemukan foto-foto selfie para pesohor bersama Victoria Beckam (VB). Yup, doi baru aja menginjakkan kaki di Jakarta, Selasa 13 Mei 2014 lalu. Nah, Dian Sastrowardoyo termasuk orang paling beruntung sedunia. Soalnya, dia jadi salah satu tamu very important person (VIP) buat gala dinner eksklusif bareng VB di restoran Tugu Kunstring Palaes.

Dian mengaku merasa senang bisa bertemu dengan istri dari mantan pesepakbola David Beckham itu. Sampai-sampai tanpa rasa malu, diapun berselfie ria dan memamerkan di Instagramnya @therealdiansastro. “Sitting one table with @victoriabeckham .. What an experience..” tulis Dian.

Selain Dian Sastro, mereka yang ikut makan malam dengan Victoria juga ada Annisa Pohan, Didik Hedi Prasetyo yang seorang perancang, dan sosialita anak mantan Gubernur Sutiyoso, yakni Renny Sutiyoso. Ada juga Olla Romlan, Aliya Rajasa yang juga mantunya presiden dan sosialitas lainnya.

Begitu foto mereka tersebar di jagat maya, kira-kira gimana perasaan mereka? Puas dan bangga habis. Yup, mereka pasti senang luar biasa bisa share foto diri bareng artis dunia. Hmm…puas bisa bikin iri teman, kenalan atau follower-nya. Ya, begitulah, orang ngetop kayak Dian Sastro pun, rupanya jadi katrok ketika ketemu seorang Posh Girl. Padahal, apa kelebihan VB selain nama tenarnya?Ketika Selfie Merajalela - DRISE-ONLINE.COM

Hmm…selfie emang sedang jadi fenomena. Yakin deh, kamu juga suka foto diri kan? Pastinya! Di era jejaring sosial ini, siapa sih yang nggak suka mejengin gambar diri. Kalau dulu istilahnya narsis, sekarang selfie. Wah, rasanya bangga dan puas banget kalau bisa upload foto terkini di jejaring sosial. Terus, makin puas setelah direspon banyak orang. Dapat jempol, follower atau komentar.

Apalagi kalau foto selfinya bukan foto biasa aja. Misalnya berpose bareng orang ngetop, ada di suatu lokasi yang menakjubkan, atau berada saat momen spesial. Pastinya puaaaas bingit! Seolah ingin berkata pada dunia: ini loh gue, eksis!

Sebenarnya sih, berselfie ria sah-sah aja. Namanya juga manusia, punya ego diri yang ingin dijunjung tinggi. Setiap diri punya gharizah baqo alias naluri mempertahankan diri. Ada rasa ingin eksis, dihargai dan dipuji. Berfoto diri adalah salah satu cara agar eksis. Tapi, hati-hati! Kalau udah kecanduan selfie, bisa bahaya loh! Ada beberapa “penyakit” yang kudu diwaspadai. Yup! Penyakit hati terutama.

Pertama, pamer. Beberapa waktu lalu Syahrini share foto sedang di pesawat pribadi, asyik belanja di Paris, menenteng tas belanjaan berlabel Hermes yang harganya mungkin setara dengan gaji setahun seorang guru SD. Hm, kira-kira apa komentar kamu? Pamer! Sombong! Yup! Hati-hati berselfie ria jika niatnya adalah untuk pamer alias riya’. Padahal Rasulullah SAW melarang kita bersifat sombong.

Sahabat Abdillah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk sorga.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, terus bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasulullah: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Nah, jangan sampai kita menjadi orang yang suka pamer. Sekadar demi menghibur dan memuaskan diri saja sih boleh, tapi jangan sampai pamer.

Kedua, menyibukkan diri. Iyalah, demi pose terbaik, pastinya kan butuh waktu. Buat dandan, milih baju, pose terbaik, bolak-balik jeprat-jepret, editing foto, trus pilih-pilih yang bakal diupload. Semua itu butuh waktu kan. Nah, kalau lagi nganggur sih nggak masalah. Kalau lagi banyak kegiatan malah asyik selfie, gimana? Bisa-bisakerjaan utama malah terbengkalai.

Ketiga, konsumtif. Orang yang udah ‘ketagihan’ foto selfie karena mendapat respon positif dari orang lain ketika di-posting melalui sosial media, pasti ingin selalu up date foto-foto terbarunya. Nah, kalau gitu pasti mikirnya: harus berada di lokasi baru dengan kostum baru nih. Malu dong kalau fotonya itu lagi itu lagi. Akhirnya terpikirlah untuk selalu travelling, membeli pakaian dan aksesoris baru, makan di restoran, kafe atau menghadiri acara-acara lainnya. Semua itu butuh biaya pastinya. Nah, jangan sampai aktivitas kita akhirnya didorong karena keinginan berselfie ria dibanding menikmati aktivitas itu sendiri.

Keempat, waspadai jadi objek kejahatan. Foto selfie emang lumayan bisa menjadi salah satu cara untuk menghibur diri atau mengisi waktu luang. Cuma, kudu hati-hati karena bisa saja foto kita jadi korban kejahatan atau bahan olok-olok, bahkan di-bully.

Contohnya kasus jilboobs. Kamu pernah dengan istilah jilboobs? Itu loh, akun yang mengolok-olok dan melecehkan muslimah yang menutup aurat tapi pakaiannya serba ketat. Jadi, foto-foto para muslimah yang bajunya nyeplak itu “dicuri”, dipajang, trus dijadikan bahan obrolan mesum para komentator di akun jilboobs itu. Nah, bahaya kan? Padahal, saat ini tak sedikit muslimah yang foto selfie dengan pakaian seksi sehingga membuka kesempatan orang jahat untuk memanfaatkannya.

Makanya, silakan berselfie ria, tapi hati-hati kalau masuk urusan nge-share-nya. Luruskan aja niat kita. Kalau foto yang kita bagikan pas moment bahagia, niatkan untuk berbagi kebahagiaan pada orang lain. Bahwa kita baik-baik saja. Kalau momennya sedang sedih atau sakit, niatkan untuk minta doa supaya segera lepas dari masalah. Dah gitu aja!(Asri supatmiati*)

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

 

Apa UKURAN SUKSES itu?

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

drise-online.com – Mbk, apa sich ukuran sukses bagi seorang muslim, sy selalu saja merasa gagal…(Aditya, Jkrt)

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Aditya yang baik,

Setiap orang berharap menjadi pribadi sukses.Kebanyakan orang mengukur kesuksesan hanya berhasil secara materi, berprestasi, popular, bergaji besar, dan memiliki pangkat yang tinggi. Inilah penilaian yang kurang tepat dalam memaknai kata sukses. Penilaian ini menyebabkan banyak orang berlomba dan tergila-gila mendapatkannya. Para remaja pun berlomba – lomba ingin menjadi artis, sebab mereka mengira dengan mendapatkan banyak uang, popularitas inilah kesuksesan.

Dik Aditya yang baik,

Islam memberikan kriteria kesuksesan. Sukses merupakan keberhasilan seseorang untuk menjadi lebih baik dari masa lalunya  “ Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung(Al Hadist).Sukses adalahsesuatu yang tidak kasat mata. Ia tidak dikarenakan melimpahnya kekayaan, dan tidak bisa dibeli dengan harta benda. Puncak kesuksesan dan keberuntungan seorang muslim adalah ketika mendapatkan ridha Allah. Ini hanya akan bisa diraih oleh seorang muslim yang senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya. Ia akan melakukan segala sesuatu sebaik mungkin sebab Allah menyeru seorang muslim bersungguh- sungguh melakukan segala hal dengan tetap terikat aturan Islam.

Dik Aditya yang baik,

Banyak faktor yang menyertai jalan menuju kesuksesan. Salah satunya faktor semangat. Meski kegagalan sering menghadang, bukan berarti mustahil untuk sukses. Mulailah bermimpi. Lejitkan potensi diri. Jangan takut mencoba, apalagi takut gagal. Munculkan “the best of us”. Hal terbaik yang Adik miliki, meski berbagai aral melintang. Adik pasti bisa. Tidak ada kata gagal dalam hidup ini. Sejatinya yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Meski harus jatuh bangun, Adik harus tetap semangat dan bangkit menghadainya. Tidak ada orang kalah dalam hidup ini selama ia mau berusaha dan tawakal kepada Allah. Kalau orang lain bisa, tentu Adik juga bisa karena Allah bersama kita. Jadilah seorang muslim pemenang sejati yaituseorang muslim yang terus merakit keberhasilan, meski sering menemui kegagalan. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

Kabar dari Istanbul: WAJAH ISTANBUL HARI INI (bagian I)

drise-online.com – Saat itu, sekitar pukul 02.00 dinihari EET (Eastern European Time), pesawat KLM Royal Dutch yang membawa kamidari Bandara Internasional Schippol, Amsterdam, mendarat di Bandara Internasional Atatürk Istanbul, Turki. Tak lama, supir shuttle travel hotel yang ditugaskan untuk menjemput membawa kami membelah kesunyian kota Istanbul menuju kawasan Kota Tua Sultan Ahmet,  tempat hotel kami berada. Tak jauh dari hotel terdapat sebuah Masjid kecil dengan menaranya yang tinggi, tipikal masjid-masjid Istanbul. Hotel ini juga cukup dekat dengan Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque),sehingga wajar saja bila suara adzanshubuh bersahutan memasuki kamar kami.

Pagi harinya, kami sarapan di rooftop terrace hotel yang menghadap ke Laut Marmara. Sesaat saya terhenyak, memandangi Laut Marmara yang luas membentang. Saya baru menyadari bahwa Kota Istanbul terletak di sebuah semenanjung yang diapit oleh Laut Marmaradan Laut Hitam. Selat Bosporus, sebagai salah satu jalur transportasi laut tersibuk di dunia, pun membelah kota ini menjadi dua, menguhubungkan Laut Marmara di sisi selatan dan Laut Hitam di sisi utara. Tak heran bila kota ini pernah menjadi pusat peradaban Byzantine dan Ottoman Empire (Kekhilafahan Ustmaniyah).

Saat mengikuti Bosphorus Cruising Tour, seorang guide menyebut tiga nama yang paling berpengaruh bagi pembangunan Turki. Ketiga tokoh tersebut adalah Sultan MehmedII The Conqueror (Fatih Sultan Mehmet), Suleiman The Magnificent (Kanunî Sultan Süleyman), dan Mustafa Kemal Father of the Turks (Mustafa Kemal Atatürk). Sultan Mehmet II adalah salah seorang Khalifah era Ustmaniyah yang berhasil membebaskan Konstantinopel dari Imperium Romawi (Byzantine). Selanjutnya beliau mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (sekarang dikenal dengan Istanbul) dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan Khilafah Ustmaniyah. Sepanjang Khilafah Ustmaniyah berdiri, sejarah mencatat masa pemerintahan Sultan Süleyman sebagai masa puncak keemasan. Di bawah kekuasaannya, Khilafah Ustmaniyah menjadi salah satu negara terkuat di dunia yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika (semenanjung Afrika Timur). Sultan Süleymanpulalah yang menyempurnakan pembangunan Kota Istanbul dengan tatakota yang artistik dan bernafaskan Islam, hingga Napoleon Bonaparte menjulukinya sebagai ibukota bagi seluruh dunia.

Berdiri di taman kota Istanbul (Sultan Ahmet Square), dan melihat sekelilingnya, mengingatkan saya bahwa penaklukan Konstantinopel yang dilakukan Sultan Mehmet II, semata-mata karena dorongan sabda Rasulullah SAW, “Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (HR Ahmad Bin Hanbal, Al-Musnad [4/335]).Beliau dan Sultan-sultan penggantinya memiliki dorongan yang sama dalam membangun Istanbul, yakni semata-mata untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin. Bangunan-bangunan yang masih tegak berdiri di sana menjadi bukti otentik bahwa pembangunan Istanbul sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam.

Sultan Mehmet II mengubah Hagia Sophia (Ayasofya) dari sebuah gereja menjadi Masjid dan menjadikannya sebagai pusat kehidupan kaum muslimin di Istanbul. Beliau juga membangun tempat tinggal sekaligus pusat pemerintahannya, Istana Topkapi (Topkapı Sarayı), berdekatan dengan masjid ini. Sebagai penopang keberlangsungan Masjid Ayasofya, sebuah pasar yang menjadipusat perniagaan warga Istanbul pun dibangun di dekatnya. Hingga hari ini pasar tersebut masih dikenal di seluruh dunia dengan nama Covered Bazaar (Kapalıçarşı).

Dekat dengan Ayasofya terdapat tempat penyimpanan air bawah tanah terbesar di masa Byzantine, Basilica Cistern (Yerebatan Sarayı). Cistern ini mensuplai kebutuhan air penduduk Kota Konstantinopel pada masa itu. Tetapi, di masa Kekhilafahan  Ustmaniyah, tidak dipergunakan lagi. Sebagai gantinya, Sultan-Sultan yang memerintah di Istanbul dari masa ke masa, membangun fountain untuk menyediakan air bersih bagi warga Kota Istanbul. Fountain ini dibangun karena keyakinan Islam akan sifat air mengalir yang suci lagi menyucikan. Tercatat lebih dari 10.000 fountain telah dibangun, diantaranya dipergunakan untuk berwudlu dan minum para warga maupun musafir. Salah satu fountain yang terkenal dan masih berfungsi hingga sekarang adalah Fountain of Sultan Ahmet III yang berada di depan pintu gerbang Istana Topkapi. Konon fountain ini untuk menyambut para tamu Sultan (musafir).

Kebiasaan menyediakan air bersih untuk diminum para musafir, masih berlangsung hingga sekarang. Di beberapa tempat di Istanbul, terutama di pasar-pasar, tersedia tangki air minum lengkap dengan gelas plastiknya. Sehingga memudahkan para wisatawan yang kehausan. Kali pertama menjumpai tangki air minum ini, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Segelas air langsung saya minum dan botol-botol persediaan air yang kami miliki pun saya isi penuh.

Itulah sebagian kesan saya tentang kota Istanbul yang dibangun para Sultan di masa Khilafah Ustmaniyah. Mereka (para Sultan Ustmaniy), menjadikan nilai-nilai dan ajaran Islam sebagai pondasi dalam membangun tatakota dan masyarakatnya. Pondasi inilah yang mengantarkan kekhilafahan Ustmaniyah menjadi negara kuat, besar dan berpengaruh secara internasional. Kesan saya yang lain tentang Istanbul, akan saya tuangkan dalam tulisan berikutnya. Terutama kesan yang muncul akibat kebijakan yang diterapkan tokoh ketiga yang disebut oleh tour guide yang saya ikuti, yaitu Mustafa Kemal Atatürk. Tungguin yaa…

Kontributor: Siska Putri (Linköping, Sweden)

di muat di Majlah Remaja Islam  D’rise edisi #38