Mati Gara-gara Selfie

Majalahdrise.com – Perilaku selfie alias memotret diri sendiri seolah tak terpisahkan seiring perkembangan teknologi smartphone. Resolusi kamera handphone yang mumpuni dipadukan kemudahan akses internet, memancing setiap pengguna smartphone untuk berselfie ria lalu mengunggahnya ke dunia maya. Klik!

Kurt Coleman mengklaim dirinya sebagai remaja paling populer di Australia. Dia menjadi begitu terkenal karena hobinya melakukan selfie. Kurt yang sangat percaya diri tidak pernah absen berfoto selfie setiap hari.Dalam setiap fotonya, Kurt tak lupa selalu memuji dirinya sendiri. “I’m in love with this photo of me, SimplyAmazing,” tulisnya. Remaja ini mungkin rajanya selfie alias memotret dirinya sendiri. Bagaimana tidak, dia menjepret dirinya sendiri setiap hari selama 7 tahun!

Ternyata, foto jenis selfie udah ada sejak dahulu kala. Menurut penelitian yang detikINET kutip dari Huffington Post, Kamis (3/4/2014), selfie pertama dilakukan pada Oktober 1893 oleh pria bernama Robert Cornelius. Pria asal Amerika Serikat yang termasuk sosok pionir di bidang fotografi.

Suatu ketika, ia berniat mengambil foto diri sendiri dengan teknik fotografi awal bernama Daguerreotype. Jadilah Robert menjepret foto dirinya sendiri yang disebut-sebut sebagai selfie pertama di dunia. Karena masih rumitnya proses fotografi kala itu, Cornelius perlu waktu 3 sampai 15 menit dalam posisi diam agar kamera menangkap gambar dengan baik.

Selain foto Cornelius, ada lagi foto selfie masa lalu yang juga dianggap salah satu yang tertua. Yakni foto Grand Duchess Anastasia Nikolaevna di tahun 1914, di mana dia menjepret diri sendiri di depan kaca.

Kegiatan selfie seringkali tak kenal tempat. Malah tak sedikit yang berpose ria di tempat berbahaya. Sampe lupa kalo mengancam jiwa. Jika tak hati-hati, bisa fatal akibatnya. Seperti terjadi belum lama ini di Filipina (17/10/2014).Chezka Agas yang baru berusia 18 tahun bersama teman-temannya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk selfie dengan latar belakang kincir angin di wilayah bernama Masikil. Sayangnya mereka tidak menyadari sebuah ombak rakasasa bergulung datang.Ombak tersebut menghantam mereka dan membuat Agas terseret kemudian tenggelam. Aparat langsung mencari Agas dan berhasil menemukannya. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit tapi malang, nyawanya tidak tertolong.

Kejadian tragis juga menimpa pasangan suami istri di Portugal (13/08/14). Peristiwa nahas ini terjadi di sebuah tebing di Cabo da Raca, Portugal, yang berbatasan dengan laut. Pemandangan tempat itu memang menakjubkan dan menjadikannya tempat wisata populer. Bersama dua anaknya, pasangan suami istri asal Polandia itu mengunjunginya. Ingin mengambil foto selfie sebaik mungkin, mereka melakukan tindakan berbahaya, melanggar batas aman untuk mencapai tepi jurang.

Sayangnya saat sedang asyik mengambil foto, mereka terpeleset dan langsung jatuh dari ketinggian ratusan meter. Tragisnya lagi, peristiwa ini disaksikan langsung oleh kedua anak mereka yang baru berusia 5 dan 6 tahun.

Yang tragis, ketika perilaku serfie justru berakibat fatal merenggut nyawa orang yang sangat dicintai seperti ibu kandung sendiri. Tragedi ini terjadi di Malaysia (6/10/2014). Dalam sebuah perjalanan menuju tempat wisata, pria Malaysia bernama Yusriman mengambil foto selfie bersama keluarga dalam mobil yang dikendarai.

Saat mengambil selfie menggunakan tongsis yang dilakukan oleh penumpang di sebelahnya, Yusriman yang ikut bergaya pun lengah, sehingga tanpa sadar mobil yang tengah dikendarai di jalan tol itu berpindah jalur.Di waktu yang sama, sebuah truk tengah berpacu kencang dari arah belakang. Malang tak dapat dihindarkan, truk tersebut pun menabrak dengan keras mobil bertipe Proton Saga itu.

Tabrakan tersebut membuat penumpang yang duduk di kursi belakang yakni ibu Yusriman dan saudara perempuannya meninggal seketika. Untungnya Yusriman beserta dua penumpang lainnya hanya menderita luka ringan, padahal mobil yang ditabrak mengalami kerusakan parah.Selepas kejadian itu Yusriman disebut hanya dapat menyesali perbuatannya sambil berkali-kali mengucapkan,”I’m sorry mom,”.

Tingkah konyol dilakukan seorang remaja asal Meksiko (4/8/2014). Ingin berpose keren saat selfie, Oscar Otero Aguilar masih berusia 21 tahun menodongkan pistol ke kepalanya. Malang tidak dapat ditolak, pistol itu meletus dan sang pria meninggal tidak lama kemudian.

Driser, tren foto selfie jangan sampai bikin kamu lupa diri. Gak perlu diunggah ke sosial media biar dikomentari. Cukuplah jadi koleksi pribadi. Dan kelak pihak berwenang yang berhak menikmati. Nggak juga mati-matian cari posisi biar foto selfie menuai kontroversi. Gunakan teknologi sebagaimana mestinya. Biar perilaku kita jauh dari dosa. Dengan begitu, kita memantaskan diri untuk jadi penghuni sorga. Yuk ngaji, biar hidup kita nggak mati gaya. Yuk! [@Hafidz341]

Ketika Selfie Merajalela

By: Asri Supatmiati, Wartawan Radar Bogor

 

Kalau kamu buka situs Yahoo atau akun Instagram baru-baru ini, pasti menemukan foto-foto selfie para pesohor bersama Victoria Beckam (VB). Yup, doi baru aja menginjakkan kaki di Jakarta, Selasa 13 Mei 2014 lalu. Nah, Dian Sastrowardoyo termasuk orang paling beruntung sedunia. Soalnya, dia jadi salah satu tamu very important person (VIP) buat gala dinner eksklusif bareng VB di restoran Tugu Kunstring Palaes.

Dian mengaku merasa senang bisa bertemu dengan istri dari mantan pesepakbola David Beckham itu. Sampai-sampai tanpa rasa malu, diapun berselfie ria dan memamerkan di Instagramnya @therealdiansastro. “Sitting one table with @victoriabeckham .. What an experience..” tulis Dian.

Selain Dian Sastro, mereka yang ikut makan malam dengan Victoria juga ada Annisa Pohan, Didik Hedi Prasetyo yang seorang perancang, dan sosialita anak mantan Gubernur Sutiyoso, yakni Renny Sutiyoso. Ada juga Olla Romlan, Aliya Rajasa yang juga mantunya presiden dan sosialitas lainnya.

Begitu foto mereka tersebar di jagat maya, kira-kira gimana perasaan mereka? Puas dan bangga habis. Yup, mereka pasti senang luar biasa bisa share foto diri bareng artis dunia. Hmm…puas bisa bikin iri teman, kenalan atau follower-nya. Ya, begitulah, orang ngetop kayak Dian Sastro pun, rupanya jadi katrok ketika ketemu seorang Posh Girl. Padahal, apa kelebihan VB selain nama tenarnya?Ketika Selfie Merajalela - DRISE-ONLINE.COM

Hmm…selfie emang sedang jadi fenomena. Yakin deh, kamu juga suka foto diri kan? Pastinya! Di era jejaring sosial ini, siapa sih yang nggak suka mejengin gambar diri. Kalau dulu istilahnya narsis, sekarang selfie. Wah, rasanya bangga dan puas banget kalau bisa upload foto terkini di jejaring sosial. Terus, makin puas setelah direspon banyak orang. Dapat jempol, follower atau komentar.

Apalagi kalau foto selfinya bukan foto biasa aja. Misalnya berpose bareng orang ngetop, ada di suatu lokasi yang menakjubkan, atau berada saat momen spesial. Pastinya puaaaas bingit! Seolah ingin berkata pada dunia: ini loh gue, eksis!

Sebenarnya sih, berselfie ria sah-sah aja. Namanya juga manusia, punya ego diri yang ingin dijunjung tinggi. Setiap diri punya gharizah baqo alias naluri mempertahankan diri. Ada rasa ingin eksis, dihargai dan dipuji. Berfoto diri adalah salah satu cara agar eksis. Tapi, hati-hati! Kalau udah kecanduan selfie, bisa bahaya loh! Ada beberapa “penyakit” yang kudu diwaspadai. Yup! Penyakit hati terutama.

Pertama, pamer. Beberapa waktu lalu Syahrini share foto sedang di pesawat pribadi, asyik belanja di Paris, menenteng tas belanjaan berlabel Hermes yang harganya mungkin setara dengan gaji setahun seorang guru SD. Hm, kira-kira apa komentar kamu? Pamer! Sombong! Yup! Hati-hati berselfie ria jika niatnya adalah untuk pamer alias riya’. Padahal Rasulullah SAW melarang kita bersifat sombong.

Sahabat Abdillah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk sorga.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, terus bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasulullah: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Nah, jangan sampai kita menjadi orang yang suka pamer. Sekadar demi menghibur dan memuaskan diri saja sih boleh, tapi jangan sampai pamer.

Kedua, menyibukkan diri. Iyalah, demi pose terbaik, pastinya kan butuh waktu. Buat dandan, milih baju, pose terbaik, bolak-balik jeprat-jepret, editing foto, trus pilih-pilih yang bakal diupload. Semua itu butuh waktu kan. Nah, kalau lagi nganggur sih nggak masalah. Kalau lagi banyak kegiatan malah asyik selfie, gimana? Bisa-bisakerjaan utama malah terbengkalai.

Ketiga, konsumtif. Orang yang udah ‘ketagihan’ foto selfie karena mendapat respon positif dari orang lain ketika di-posting melalui sosial media, pasti ingin selalu up date foto-foto terbarunya. Nah, kalau gitu pasti mikirnya: harus berada di lokasi baru dengan kostum baru nih. Malu dong kalau fotonya itu lagi itu lagi. Akhirnya terpikirlah untuk selalu travelling, membeli pakaian dan aksesoris baru, makan di restoran, kafe atau menghadiri acara-acara lainnya. Semua itu butuh biaya pastinya. Nah, jangan sampai aktivitas kita akhirnya didorong karena keinginan berselfie ria dibanding menikmati aktivitas itu sendiri.

Keempat, waspadai jadi objek kejahatan. Foto selfie emang lumayan bisa menjadi salah satu cara untuk menghibur diri atau mengisi waktu luang. Cuma, kudu hati-hati karena bisa saja foto kita jadi korban kejahatan atau bahan olok-olok, bahkan di-bully.

Contohnya kasus jilboobs. Kamu pernah dengan istilah jilboobs? Itu loh, akun yang mengolok-olok dan melecehkan muslimah yang menutup aurat tapi pakaiannya serba ketat. Jadi, foto-foto para muslimah yang bajunya nyeplak itu “dicuri”, dipajang, trus dijadikan bahan obrolan mesum para komentator di akun jilboobs itu. Nah, bahaya kan? Padahal, saat ini tak sedikit muslimah yang foto selfie dengan pakaian seksi sehingga membuka kesempatan orang jahat untuk memanfaatkannya.

Makanya, silakan berselfie ria, tapi hati-hati kalau masuk urusan nge-share-nya. Luruskan aja niat kita. Kalau foto yang kita bagikan pas moment bahagia, niatkan untuk berbagi kebahagiaan pada orang lain. Bahwa kita baik-baik saja. Kalau momennya sedang sedih atau sakit, niatkan untuk minta doa supaya segera lepas dari masalah. Dah gitu aja!(Asri supatmiati*)

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

 

Selfie: Eksis atau Kurang Percaya diri?

Suci Sri Yundari

drise-online.com – Selfie (foto narsis) adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Foto narsisis sering dikaitkan dengan narsisisme, terutama dalam jejaring sosial. Pose yang digunakan umumnya bersifat kasual, dan diambil dengan menggunakan kamera yang diarahkan ke diri sendiri, atau bisa juga melalui cermin (www. WikipSelfie Eksis atau Kurang Percaya diri - DRISE-ONLINE.COMedia.com)

Sobat, Istilah Selfie sendiri sebenarnya sudah sejak lama, akan tetapi kata selfie sendiri nge-trend akhir-akhir ini, karena seiring dengan perkembangan jaringan sosial seperti facebook, twitter ataupun instagram yang memudahkan seseorang untuk upload foto berbagi dengan lain sehingga mendapatkan pujian atas foto tersebut. Semakin bagus foto sobat maka akan semakin banyak komentar pujian dari teman2 sobat dan semakin terkenal sobat didunia jaga raya dunia maya karena kecantikan atau ketampanan sobat.

Berbagai macam trik-trik agar mendapatkan foto selfie yang bagus dimulai dari berpose lucu dengan wajah bebek, menggunakan cermin, mencari background bagus, pengaturan pencahayaan, dll. Foto selfie sendiri bisa dilakukan dimanapun dan yang paling sering dilakukan dengan latar belakang di dalam mobil. Foto selfie juga bisa dilakukan kapanpun dari bangun tidur ampe tidur lagi, kalau gak selfie gak keren deh. Akhirnya selfie bikin ketagihan untuk diupload di sosial media.

Sobat tau gak, ada beberapa kejadian loh kisah seorang cwek suka mengupload foto cantiknya disosmed lalu diajak ketemuan oleh seorang cowok dan akhirnya cowoknya kecewa karena foto nya tidak sama dengan aslinya. Ternyata seperti kotak ajaib aja, foto selfie itu terkesan“lebih cantik/tampan” dari pada aslinya sehingga banyak yang suka berselfie ria. Ada juga karena ingin pujian cantik/tampan gak didapat didunia nyata akhirnya dengan selfie bisa mendapat pujian cantik/tampan dan bisa membangun rasa percaya diri. Jadi didunia nyata kurang percaya diri dengan fisiknya dengan berselfie dengan pengaturan sana sini akhirnya jadi cantik/tampan dan mendapat pujian.

Sobat tau gak, mesin pencari Yahoo memperkirakan bahwa pada 2014 ada sekitar 880 miliar foto akan diupload. Itu berarti ada 123 foto untuk setiap orang pria, wanita dan anak-anak, kebanyakan foto tersebut adalah selfie. Wow ….fantastis. Di Inggris, sebuah survei untuk Samsung menemukan bahwa 17 persen laki-laki dan 10 persen perempuan, mengambil selfies karena mereka menikmati ketampanan atau kecantikan diri mereka sendiri. (http://teknorc.blogspot.com).

Sebenarnya, kalau diliat-liat apa kebanyakan alasan sobat muda untuk selfie dan mengupload foto di sosmed? Jika tujuan untuk mendapat pujian kecantikan atau ketampanan, sebaiknya sobat muda mengurungkan niat tersebut karena siapa yang berhak mendapatkan pujian tersebut selain dari Sang Pencipta, Allah swt. kita hanya makhluk ciptaan-Nya diciptakan Allah swt dengan bentuk sempurna dan hanya Dia-lah yang berhak mendapat pujian atas ciptaan Nya.

Sobat, jika suka akan pujian berlebihan apapun itu ingatlah pesan Rasulullah saw sangat mewanti-wanti bahwa pujian bisa mematikan iman.

“Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli.” (HR. Ad-Dailami).

Tidaklah kecantikan atau ketampanan yang dinilai orang lain “lebih” bisa membuat sobat sombong dan ini tentu bahaya sobat. Ingat gak sobat, selendang kesombongan itu hanya milik Allah swt.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman : Sombong itu adalah selendang-Ku dan kebesaran itu adalah pakaian-Ku, maka barangsiapa mencabut salah satunya dari-Ku, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka”. [HR. Ibnu Majah,dlm Targhib wat Tarhib juz 3,hal.563]

Nah sobat, kalau ada yang bilang “selfie tujuan buat mengexplor diri” ya bisa jadi tujuan seperti itu, tetapi kalau diupload disosmed tujuan buat apa ya? Sobat, setiap aktifitas kita dinilai dari dua hal yaitu niat dan caranya sesuai dengan Aturan Nya. Sebenarnya gak masalah sobat, kalau selfie sesekali terus disimpan dihandphone untuk mengabdikan bersama sahabat orang terdekat-ingat ya sebatas mahram- tetapi tidak diupload disosmed cukup disimpan sebagai kenang-kenangan dengan sobat. Keseringan upload di sosmed alih-alih ingin mendokumentasi malah ketagihan pujian, gak mau dikritik, merasa lebih dari lain, jiwa yang rapuh, dll. Sudah ada beberapa tulisan yang sering mengatakan terlalu sering selfie bisa mengakibatkan gangguan mental.

Sobat muda, di era modern ini dengan lingkungan era teknologi canggih, baiknya kita memilah memilih mana yang baik dan buruk untuk diri kita dan masa depan kita. Tentu standarnya adalah hukum syara’. Hukum asal benda adalah mubah, selama tidak ada dalil mengharamkan. Berfoto adalah benda dan itu adalah mubah. Akan tetapi diliat lagi aktifitasnya yaitu objek fotonya misalnya foto campur baur laki dan perempuan, tentu hal ini tidak boleh alias haram dalam islam apalagi foto berdua dengan pacaran yang jelas keharamanya. Sebagai seorang muslim/muslimah sejati marilah kita mengikuti tata cara

di muat di Majalah Remaja islam Drise #37