Teror Predator, Ihh Syereeemm!

Predator itu identik dengan perilaku hewan yang saling mangsa satu sama lain. Di belantara hewan, berlaku hukum rimba. Artinya, siapa yang lemah maka ia akan kalah dan mengalah. Apa jadinya jika di dunia manusia terjadi hal yang sama? Ngeri..! Yang dimangsa tentunya yang lebih lemah, seperti kaum perempuan yang masih imut-imut alias ABG. Belakangan ini banyak pristiwa yang mencerminkan prilaku predator di sekitar kita.Ada Bapak-bapak atau om-om berkumis, ‘memangsa’ anak SMA,SMP bahkan SD untuk memuaskan nafsu birahinya.

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan predator anak Si Emon, yang melakukan tindak sodomi, dimana jumlah korbannya mencapai seratusan. Juga, mencuat peliknya kasus sejenis disekolah bertaraf  internasional, Jakarta International School (JIS). Pelaku pekerja seks komersil juga semakin belia, yaitu siswa SMA bahkan SMP. Awalnya mereka korban, tapi malah terjerumus dan ketagihan.

Sejak awal, kita memang harus jaga jarak kepada orang asing & tidak dikenal. Buat apa orang tersebut berbuat baik kalau tidak ada maunya? Misalnya, nganterin pulang atau ngajak makan siang. Emangnya dia ngga punya anak atau keponakan buat dianterin? Bukan hanya untuk diri kita, juga harus waspada ke adik kita yang masih SD atau TK. Curiga kalau adik yang periang mendadak lesu atau seolah ketakutan. Mungkin dia trauma atau takut untuk terus terang.

WASPADALAH!

Lahirnya predator seksual seperti yang banyak diperbincangkan di media massa ialah salah satu buah kebusukan ide sekularisme-liberalisme, yaitu paham kehidupan ‘bebas berekspresi’ dan menjauhkan nilai-nilai agama sebagai panduan. Sehingga lahirlah pribadi-pribadi nyeleneh’, termasuk dalam pemenuhan seksual. Secara normal, laki-laki tentunya menyukai lawan jenisnya, yaitu perempuan. Namun akibat gaya hidup liberal yang memanjakan nafsu syawhat ini, fantasi manusia sudah melampaui wilayah kewajaran. Abnormal, laki-laki malah suka ke laki-laki juga alias homoseksual. Ada juga yang demen berhubungan intim dengan anak-anak (pedofilia), bahkan gemar bercumbu dengan mayat (hiii… syerem).

Dear, sebagai muslimah, pastinya kita ngga mau jadi korban predator kotor tersebut. Bukan tidak mungkin loh, si pelaku ada di tengah-tengah kita.So, kita cegah yuk. Setidaknya ada usaha kita untuk mencegahnya walau belum seratus persen. Beberapa tips real action untuk jauhi sang predator.

Pertama, kenali lingkunganmu : Kepedulian kita sebagai muslimah berawal dari rumah. Kenali tetangga dan sifat-sifat mereka. Sebisa mungkin di sekitar rumah kita tidak terdapat tempat maksiat seperti, warung remang-remang yang biasanya tempat berjudi, berzinah, atau mabuk-mabukkan. Jika sudah terlanjur ada, jangan sekalipun kita main kesana walau sekedar melihat. Siapa tau malah kita sasaran korban berikutnya.

Kedua, jaga penampilan. Serius! Kalau ngga mau jadi korban, jauhi penampilan seronok yang memancing gairah sang predator. Mungkin si predator ‘lapar’karena melihat aurat yang bertebaran. Khimar & jilbab memang dipakai guna melindungi aurat, perlambang taat. Hikmahnya, bisa jauhkan dari pelaku maksiat.

Ketiga, jaga lisan. Berbicara secukupnya dan sesuai kepentingannya. Jangan mau diajak berlama-lama bicara pada orang asing terutama lawan jenis. Komunikasi yang berketerusan ialah cara sang predator menangkap mangsanya. Mereka tidak bekerja dalam sehari. Awalnya, tentu dia berusaha membuat mangsanya percaya, merasa aman & nyaman. Setelah percaya, baru deh rela diapa-apain, termasuk diambil keperawanannya. Hiks, ngeri.

Keempat, socmed selection. Fakta berbicara, ternyata predator juga memilih mangsanya via social media. Entah facebook, twitter, instagram atau sejenisnya.  Socmed itu layaknya taman umum, siapa pun boleh berkunjung dan duduk di sebelah kita, selama kita berada di dalamnya. Yang penting, jaga jarak & kepentingan. Pajang foto yang full selfie lebih baik jangan. Pajang foto sekedar profil diri, ya boleh aja. Pasti ‘gaya’ dan ‘modus’-nya berbeda dengan foto genit untuk ber-selfie ria. Juga yang paling utama, jangan mau diajak ketemuan oleh siapapun terutama lawan jenis kecuali sudah jelas asal-usul dan kepentingannya.Ingat, predator itu amat lihai. Bahkan bisa jadi dia bertampang ustadz, berhati iblis. Waspadalah, sist!  [@Alga_Biru_]

di muat di Majalah Drise edisi #38

Derap Rantai Episode 9

drise-online.com – “AKU ADALAH agen rahasia yang telah ditanam di wilayah Persia ini sejak Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam masih hidup,” Aswad memulai ceritanya. “Jadi misi rahasiaku diberikan langsung oleh Rasulullah sendiri. Aku  ditugaskan untuk meneliti dan mengumpulkan informasi apapun yang berkaitan tentang pemerintah Persia di kota ini. Selain itu, aku diperintahkan untuk membangun sel dan jaringan serta fasilitas rahasia ini. Ternyata Rasulullah memang sudah merencanakan untuk mem-futuhat Persia lewat Ubullah ini. Aku harus terus memertahankan posisiku sampai datang instruksi selanjutnya, dan itulah kalian.”

Shollu ‘ala Rasulillah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan barokahnya kepada Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam,” Mutsana memanjatkan solawat untuk Rasulullah. “Kekaisaran Persia memang batu sandungan yang amat besar untuk tersebarnya Islam, karena itu kita harus berupaya sekuat tenaga dalam menyingkirkan batu sandungan ini dengan jihad fi sabilillah.”

Aswad mengangkat tangannya dan berdoa, kemudian mengusapkannya ke wajahnya. “Selama pelaksanaan tugas rahasia ini aku diperintahkan untuk menyamar menjadi pedagang kain. Panghasilannya lumayan juga, dan bisa dijadikan sebagai penopang hidup sekaligus pendukung untuk menjalankan misi. Anggota timku yang lain ada yang menjadi tukang kayu, tukang batu, sampai pegawai administrasi Persia. Tapi sebagian besar adalah pedagang kain.”

“Jumlah tim anda ada berapa orang?” Tanya Mutsana.

“Tujuh puluh orang.”

“Subhanallah,” gumam Jabal. “Semoga Allah menambahkan barokahNya kepada anda dan tim anda.”

Mutsana memeriksa saku celananya. Dibukanya ikatan tali yang mengamankan isinya, kemudian mengeluarkan sepucuk surat kecil.

“Kami diamanahkan untuk menyerahkan surat ini kepada anda. Allah menyaksikan bahwa sekarang amanah telah kami tunaikan,” kata Mutsana.

Aswad menerima surat kecil itu dalam kedua belah tangannya. Sudah lama sekali masanya sejak dia menerima surat misinya yang pertama kali. “Terima kasih banyak. Semoga Allah memberkahi kalian.” Aswad membuka surat itu dan membacanya.

 

 

Assalamu’alaikum

Kepada saudaraku, Aswad bin Asadi

Aku telah mengutus dua orang saudara kita, yakni Mutsana bin Harits dan Jabal bin Abdul’uzza ke Ubullah untuk menemuimu. Serahkanlah seluruh laporan temuanmu kepada mereka. Nanti merekalah yang akan membawanya kembali kepadaku.

Misi selanjutnya untukmu dan timmu adalah, lumpuhkan seluruh fasilitas pemerintahan dan militer Persia di Ubullah. Kita akan melakukan futuhat ke Persia.

Saudaramu

Abu Bakar.

 

 

 

“Khalifah Abu Bakar mengatakan bahwa anda akan menyerahkan sesuatu setelah membaca surat itu,” kata Mutsana. “Kami ditugaskan untuk membawa sesuatu itu kepada Khalifah.”

“Benar,” Aswad mengangguk. “Aku harus menyerahkan seluruh laporan kepada kalian, dan kalian harus mengantarkannya kepada Khalifah Abu Bakar. Semuanya sudah aku siapkan. Silakan ikut aku.”

Aswad memimpin mereka memasuki ruangan bagi tengah. Di dalam ruangan itu sudah ada dipan-dipan yang empuk dan meja-meja yang terletak di atasnya buah-buahan. Ruangan itu terlindungi dari pandangan luar.

“Silakan duduk dengan lebih nyaman, sementara aku mengambilkan seluruh laporanku,” kata Aswad sambil melayangkan lengannya.

“Terima kasih,” kata Mutsana.

Mereka segera mengempaskan tubuh mereka di atas dipan, lelah sekali rasanya. Namun rasa lelah apakah yang paling nikmat kalau bukan rasa lelah dalam mengemban amanah dari Khalifah kaum muslim. Energi mereka telah terkuras, semalaman mereka tidak tidur, ditambah lagi mereka harus dikejar-kejar seperti pencuri ayam. Jabal segera mengambil sebutir anggur hijau yang ada di atas meja, setelah membisikkan basmallah, dia menjejalkan anggur itu ke dalam mulutnya. Dia benar-benar kelaparan, sudah seharian itu mereka tidak makan.

Tak lama kemudian Aswad muncul lagi di ruangan itu dengan membawa setumpuk tebal perkamen berwarna cokelat. Dia letakkan tumpukan perkamen itu di atas meja kemudian dibungkusnya dengan sebuah tas dari kulit.

“Ini semua adalah dokumen laporan yang lengkap untuk Khalifah Abu Bakar Shiddiq,” katanya. “Dokumen ini harus kalian bawa kepada Khalifah.”

“Insya Allah,” kata Mutsana.

“Oya, bagaimana cara kalian masuk ke kota ini? Lewat gerbang utama?” Tanya Aswad.

“Kami tidak lewat gerbang utama. Tidak mungkin lewat sana,” kata Jabal.

“Benar, pemeriksaannya ketat sekali, dan kami tidak punya surat izin masuk,” tambah Mutsana.

“Memang sulit sekali mendapatkan surat izin masuk itu,” kata Aswad, “salah satu syaratnya adalah tidak boleh beragama Islam. Pemerintah Persia memang benci sekali kepada Islam. Jadi kalau begitu kalian lewat mana?”

“Kami mendaki tembok kota di sebelah barat, dan bersembunyi di Rumah Kematian,” kata Jabal. “Pasti anda tahu, rumah hantu yang ada di sebelah barat kota.”

Aswad tergelak, “Ooh, Rumah Kematian, ya semua orang yang tinggal di kota ini pasti tahu rumah itu. sebenarnya kalau kalian tahu sesuatu tentang rumah itu, kalian tidak harus repot-repot menghadapi kekacauan seperti yang baru saja kalian alami!”

“Ada apa dengan rumah itu?” Tanya Mutsana.

Bersambung

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

MajalahDrise Edisi 38 : Gila Bola di Bulan Mulia

 13 Juni 2014 jadi bakal hari bersejarah bagi negeri samba. Setelah 64 tahun menunggu, akhirnya Juara dunia lima kali ini dapet giliran lagi untuk jadi tuan rumah piala dunia. Hajatan sepakbola empat tahunan yang paling ditunggu oleh jutaan bola mania, tak terkecuali di Indonesia. Arena Corinthians, Sao Paulo, Jumat (13/6/2014) dinihari WIB bergemuruh oleh ribuat penontonmenyaksikan berbagai atraksi dan tarian khas Brazil dalam pembukaan pagelaran perebutan piala Jules Rimet ini. Sebuah euforia piala dunia di atas kesenjangan sosial warga Brazil. Ironis.

Piala dunia 2014 di Brazil adalah penyelenggaraan ke 20 setelah pertama kali digelar tahun 1930. Untuk kedua kalinya, negeri Pele sang legenda sepakbola ini jadi tuan rumah. Nggak heran kalo pemerintahnya banyak berbenah untuk menyambut kedatangan team dan supporter dari 31 negara yang lolos kualifikasi. Sampe rela merogoh kocek sekitar $ 11,5 miliar atau setara 142 triliun rupiah. Ini yang memicu protes dari para penduduk pribumi yang merasa tersisihkan akibat piala dunia. Untuk sepakbola, pemerintahnya rela ngeluarin miliran duit real Brazil. Sementara untuk kesejahteraan rakyatnya, minim banget. Rakyatnya protes keras dengan mengusung tema, “We need FOOD not FOOTBALL!”

 

Kemaksiatan Merajalela

Kalo euforia sudah naik ke ubun-ubun, sering kali bikin pengidapnya lupa daratan. Ekspresi kegembiraannya diungkapkan dengan berbagai cara. Nggak peduli keliatan gokil bin tengil, orang dipaksa memaklumi. Seperti yang banyak dilakukan oleh suporter wanita yang kedapatan kamera memberikan dukungan bagi tim idolanya dengan busana seksi malah tanpa busana bagian atas alias topless! Persis kaya orang gila menari striptease di tengah jalan protokol saat jam masuk kerja. Kagak waras..!

Para penggila bola pun demikian adanya. Bukan. Kita bukan mau menyamakan para bola mania dengan orang gila. Itu fitnah. Kita cuman mau bilang, ada beberapa oknum bola mania terutama muslim yang udah kebablasan ekpresikan hobi bolanya. Dari mulai tawuran, taruhan, hingga campur baur laki perempuan yang semuanya bertabur kemaksiatan. Orang gila masih mending, kalo maksiat nggak akan ditanya di akhirat. Lah kalo penggila bola yang waras terus terhanyut kemaksiatan yang terorganisir, berabe urusannya. Bisa-bisa nggak pernah menginjakkan kaki di surga. Nah lho!

Hajatan olahraga akbar seperti piala dunia, lantaran lahir dari rahimnya orang-orang sekuler tentu nggak peduli dengan norma gama. Bahkan event akbar piala dunia nggak ada sangkut pautnya dengan agama. Bebas nilai dan bebas berekspresi. Walhasil, kemaksiatan dalam kacamata Islam pun tak merajalela selama ajang piala dunia.

Pertandingan sepakbola dengan tingkat fanatisme yang tinggi, sering kali bikin semangat suporter-nya over dosis. Fenomena kaya gini sering dianggap wajar sebagai ekspresi dari sebuah cinta atas dasar rasa se-tanah air, sebangsa, senegara, atau sebuah komunitas semu (fans club). Padahal, sikap ashobiyah ini gampang memancing kerusuhan yang dilakukan suporter.

Di Italia misalnya. Pada 2 Februari 2007, pendukung klub Catania terlibat bentrokan dengan polisi Italia. Kerusuhan yang pecah usai laga antara Catania dengan Palermo itu menewaskan seorang anggota polisi, Filippo Raciti, dan ratusan orang mengalami luka-luka. Pasca kejadian ini, kompetisi Seri A diliburkan selama satu pekan.

Yang terbesar, sekaligus yang terburuk di Eropa mungkin adalah Tragedi Heysel, pada laga antara Liverpool kontra Juventus di Final Liga Champions, 29 Mei 1985. Para Liverpudlian yang tak terima tim kesayangannya kalah 0-1 dari Juve, melancarkan serangan ke pendukung ‘Bianconeri’ dan mengakibatkan 39 orang tewas serta 600 orang luka.

Di Piala Eropa 2008, perkelahian antarsuporter merebak pascakemenangan Jerman atas Polandia, 2-0, Senin (9/6) dini hari. Bentrokan pendukung kedua kesebelasan terjadi di luar Stadion Worthersee, Austria, saat Jerman unggul 1-0 atas Polandia. Penangkapan terhadap para hooligans Jerman juga terus dilancarkan Kepolisian Austria guna mencegah terjadinya kerusuhan. Sedikitnya 100 hooligans ditangkap polisi dalam dua kali razia. Empat puluh orang di antaranya ditangkap karena mengeluarkan ejekan berbau Nazi selama pertandingan antara Jerman dan Polandia.

Sementara di Mesir, tercatat 74 orang meregang nyawa dan sekitar seribu orang mengalami luka-luka akibat kericuhan antarsuporter usai pertandingan antara klub Al Masry dengan Al Ahly, di Kota Port Said, Rabu 1 Februari 2012.

Selain memancing kerusuhan, ashobiyah juga melahirkan sikap rasisme atau merendahkan orang lain karena perbedaan ras atau warna kulit. Nuansa rasisme ini kental sekali di English Premier League. Sebuah survei yang dilakukan ICM Research dan hasilnya dipublikasikan BBC pada Mei 2004 memperlihatkan 51% dari responden menyatakan kalau Inggris adalah negara yang rasis. Jumlah yang sama dari 1576 responden dengan berbagai background itu juga menyatakan kalau warna kulit membuat mereka diperlakukan secara diskriminatif di tempat kerja. Jumlah lebih besar lagi, yaitu 61%, bahkan menyatakan mereka mendapat pelecehan rasial saat berada di bangku sekolah (Jawa Pos.com, 25/11/04)

Selain tawuran, pasar taruhan selama ajang piala dunia juga cukup menggiurkan. Demam Piala Dunia 2014 Brasil membuat semua pecinta taruhan bola berpesta pora.Mulai dari anak-anaksampai orang tua asyik ngomongin skor pertandingan saban harinya. Saking serunya, nggak sadar mereka terhanyut dalam ajang taruhan. Awalnya sih buat seru-seruan. Biar tebak-tebakan skor nggak cuman permainan, tapi ada hadiah yang bikin penasaran. Mulai deh taruhan yang tebakannya jitu dapat hadiah kumpulan receh atau traktiran makanan dari temen-temennya. Hadiahnya tambah gede seiring ajang kompetisi yang makin mengkerucut. Ujungnya, tebakan skor final atau negara kampiun piala dunia jadi ajang taruhan. Kalo udah kecanduan taruhan, kaya orang kehillangan akal. Sampe-sampe percaya aja ama ramalan gurita, kucing, atau binatang lainnya. Tepok jidat!

Pasar judi online selama ajang piala dunia udah jadi incaran para bandar judi. Dari tingkat lokal sampe internasional. Bandar judi di Surabaya panen mengeruk keuntungan melalui jaringan judi bola secara online waktu Piala Dunia 2010. Omzet mereka bisa mencapai Rp 1,5 miliar per hari. Selama Piala Dunia Brazil, omset judi via internet ini mampu menembus nominal Rp50 juta dalam satu hari.

Terakhir yang sering luput dari perhatian remaja. Aksi nobar alias nonton bareng ajang piala dunia yagn sering digelar di cafe atau rumah makan. Laki perempuan campur baur kaya jemuran. Nggak sedikit yang memanfaatkan untuk mojok berduaan. Nggak ketinggalan, godaan setan pun berkeliaran menggoda setiap pasangan untuk bermaksiat. Dari sekedar nonton, ikut taruhan, sampe mabuk-mabukan. Parah!

 

Saatnya Panen Pahala, Bukan Dosa!                                                         MAJALAH REMAJA | TABLOID | BACAAN | ISLAM | TRENDI | GAUL | MUSLIM | DAKWAH | ONLINE | ANAK | MUDA | CERPEN ISLAM | SMART| HTTP://MajalahDrise.Com          

Driser, kebeneran bangetajang Piala Dunia 2014 ini bersinggungan dengan hadirnya bulan mulia yang ditunggu umat Islam sedunia. Bulan penuh pengampunan sekaligus ajang pas buat mendongkrak tabungan pahala kita. Seperti disampaikan Rasul dalam khutbahnya sebelum Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

Bayangkan ada sebuah rumah berkah. Setiap hal positip yang dikerjakan penghuninya bakal diganjar duit segepok. Buka alas kaki dulu sebelum masuk rumah, dibayar. Ngerjain rutinitas harian mulai dari bangun pagi, mandi, sikat gigi, nyuci baju, sarapan,dan makan, semuanya dibayar. Nggak cuman itu, kalo bersihin debu  di atas meja, motongin rumput di halaman depan, atau ngerapihin perabotan dalam rumah, semuanya dibayar. Pertanyaannya, apa yang bakal kamu kerjain kalo dapet kesempatan tinggal di rumah berkah di atas selama sebulan penuh?

Kalo kamu mata duitan, pastinya nggak akan pernah melewatkan setiap detik di rumah itu tanpa kegiatan positif. Yup, kurang lebih kesempatan itulah yang ditawarkan bulan Ramadhan. Nggak keren kalo kita sebagai muslim menganggap tak ada yang istimewa dengan bulan Ramadhan. Apalagi sampe kalah antusias sama ajang piala dunia. Kebangetan.

Kita nggak dapat apa-apa untuk kebaikan di akhirat dari piala dunia 2014. Kita malah bisa terhanyut dalam suasa
na fanatisme alias ashobiyah tanpa kita sadari. Padahal jelas-jelasislam ngelarang kita bersikap ta’ashub. Bangga dan fanatik buta ama kelompok kebanggaan kita. Fanatisme kelompok seperti kesukuan dan nasionalisme terbukti memecah belah manusia. Karena kita dipaksa untuk hidup terkotak-kotak dalam kungkungan daerah, negara, atau klub sepakbola. Selain itu, fanatisme kelompok juga bisa bikin kita ngerasa beda dengan orang lain dan mempersempit pergaulan. Makanya wajar kalo agama kita nggak ngasih celah sedikitpun untuk berkembangbiaknya sikap fanatik kelompok seperti yang dilestarikan dalam ajang piala dunia. Sabda Nabi saw.: “Bukan golongan kami yang menyeru pada ashabiyyah, berperang karena ashabiyyah dan mati karena ashabiyyah.”(HR Abu Daud)

Suasana piala dunia bisa bikin kita terlena. Bukannya getol nyari pahala, malah ikut jadi aktifis maksiat di bulan mulia. Akibatnya, dosa berlipat ganda sementara pahala puasa hilang entah kemana. Rasul saw ngingetin kita, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan haram serta kejahilan, maka Allah tidak butuh puasanya; meninggalkan makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari)

Karena itu, sinari ramadhanmu dengan kegiatan yang ngasih manfaat dunia akherat. Ikut kajian Islam yang menjamur di bulan Ramadhan. Biar kuat iman, kuat ilmu, kuat mental, dan kuat pendirian untuk tetap istiqomah pake aturan hidup Islam. Jangan lupa, tiada hari tanpa tadarrus. Baca Al-qur’an di bulan Ramadhan jadi ladang pahala berlimpah bagi kita. Nggak ketinggalan, banyakin ngobyek ibadah ‘sampingan’. Shalat sunnah pahalanya disamain dengan shalat fardhu. Dan shalat fardhu diganjar 70 kali lipat bo! Makanya, jangan sampe kelupaan untuk sempatkan diri shalat sunat. Mulai dari shalat rawatib (sebelum dan sesudah shalat fardhu), shalat dhuha, shalat tahiyatul masjid, shalat tarawih, shalat witir, dll. Terakhir, kikis sikap individualis. Di bulan suci ini, saatnya kita genjot kepedulian kita terhadap orang lain yang membutuhkan. Sisihkan uang jajan kita untuk bershadaqah. Dalam sebuah percakapan seorang shahabat bertanya: “Shodaqoh mana yang utama?”. “Shadaqoh di bulan Ramadhan..” Jawab Rasul(HR. At-Tirmidzi).

Driser, kalo kamu suka nonton sepak bola, nikmati saja permainannya. Bukan sikap ashobiyahnya. Kalo kamu ngefans ama satu tim, bagusnya simpan dalam hati saja. Nggak perlu ditunjukkan dalam ekspresi berlebihan. Yang perlu kita sadari, ajang kompetisi sepakbola seperti piala dunia selain menyuburkan ashobiyah juga bisa banyak menyita waktu dan perhatian umat. Akibatnya, umat nggak peduli lagi dengan masalah yang menimpanya selain urusan sepakbola. Umat nggak ngeh kalo lagi dijajah secara budaya dan pemikiran. Kalo tetep dibiarin, umat Islam jadi bulan-bulanan. Jadi korban diskriminasi dan kekayaannya abis dieskploitasi investor asing yang nggak tahu diri. Makanya tugas kita untuk menyadarkan umat akan bahaya ajang olahraga yang melenakan.Ikut ngaji lalu sampaikan. Yuk![341]

di muat di Majalah Remaja Islam D’rise Edisi #38

TELAH TERBIT MAJALAH REMAJA ISLAM D’RISE EDISI 51

Siapa Sangka Majalah D’rise ngebahas kecantikan! terbukti tema yang di angkat adalah The Beauty Of Hijrah,,,

Kalau cuma lihat depanya doang begitu. bukan kali,, Majalah D’rise kali ini mengangkat tentang Hijrah. dalemnya banyak,,banyak,, sudah cek tokotoki belum? (jadi iklan) di dalamnya ada artis yang sudah hijrah dari dunianya dulu ke Islam semisal Berry Saint Loco,Caisar YKS,Sakti Sheilla On7, dan banyak lagi.. jadi bagaimana pendapat mereka tentang hijrah? dari kehidupan yang sebagian orang pengen,, langsung cari agen drise untuk tahu jawabnya..MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 51

Gimana dengan rubrik lainya?

– buat yang ingin jadi penulis yang propesional Di rubrik Writerprener: Betwen Bookaholic And Biblioholic tahu bedanya? baca ada ya,,

– pernah di ketawain? atau di olok-olok? Drise AmazingIslam kita bakal bahas olok-olok mending otak-otak ya bisa di makan.

– Saatnya cewe punya pembahasan sendiri. di FemaleCorner-Flirting style: adakah yang sudah tahu istilah ini? penasaran kan?

– yang suka sejarah panti nongkrong di SejarahSeru kita bakal bahas Borgia dan Kegilaannya,, loh apa masuk rumah sakit jiwa ya?

– tahu kan acara KONGRES MAHASISWI ISLAM UNTUK PERADABAN (KMIP) 2015 beberapa waktu yang lalu nah kita punya liputan khusunya hanya di Majalah Drise edisi #51

-yang suka berita luar negri ada KabarDariLuar kita akan bahas “Tantangan Berbuah Hikmah, Kisah Indah Dari Barcelona” yang patinya seruuuuu,,,

– udah pada nulis dan di kirim ke Redaksi Drise siapa yang jadi muat? hehhe beli aja ya,,

Masih penasaran dengan isinya? Kamu punya 2 pilihan biar nggak galau tingkat dewa.

Pertama, kejar pengedar drise terdekat. Kita nggak tanggung jawab kalo kehabisan. Soalnya laku keras pake banget!

Kedua, kamu langganan edisi digitalnya. Bentuk e-magazine format pdf. Full colour dan anti lecek. Harganya sangat terjangkau. Per edisi 15 ribu aja. Atau beli paket 4 edisi cukup 50rb aja. Kamu hemat 10rb.

Ketiga, pengen edisi cetak tapi gak kebagian. Kesempatan untuk jadi PENGEDAR DRISE. Pasti dapat tiap bulan, plus potongan harga yang menggiurkan. Dan insya Allah jadi ladang pahala karena ikut menyebarkan dakwah tulisan.

Langsung action deh.
Yang mau jadi ‪#‎PengedarDrise‬, hubungi 0858 10 400 774.
Yang mau edisi digitalnya, WA/SMS ke 0858 1477 1511

Oh ya, buat kamu yang baru kenal Majalah drise, silakan deh baca dulu edisi onlinenya di sini >> http://issuu.com/majalahdrise

Sebagai rasa syukur karena kamu udah LIKE page majalah drise, pilih deh edisi online favoritnya kita bakal kasih satu edisi digitalnya dengan syarat:
1. Like status ini dan LIKE page Majalah Drise.
2. Share dan kasih komentar “Majalah Drise, bacaan gaul, trendi, dan syar’i. Pas buat remaja en remaji..!”
3. Kalo udah penuhi syarat di atas, klaim hadiaha via inbox.

So, jangan sampai ketinggalan majalah drise edisi terbarunya ya. Biar lebih kenal dengan Islam.

Sekali lagi, jangan cuman mupeng. Langsung action deh.
Yang mau jadi #PengedarDrise, hubungi 0858 10 400 774.
Yang mau edisi digitalnya, WA/SMS ke 0858 1477 1511

NB:
Jangan lupain hadiah free edisi onlineny yaa…kejaar!