TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, hati sy  hancur. Ortu saya barusan bercerai. Dari dulu ortu memang sering bertengkar. Gimana dengan masa depan saya?…(Osa, Blora)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

 

Dik Osa yang baik,

Saya bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Adik atas kondisi orang tua.  Adik tentu merasa berat menerima kenyataan ortu berpisah dan memilih hidup sendiri-sendiri. Dalam perceraian  memang anak paling terkena dampak langsung. Ada perasaan campur aduk, emosi berubah setiap saat, marah, putus asa dan menyalahkan salah satu dari mereka, atau menyalahkan diri sendiri. Merasa terbuang, takut, khawatir, minder, dan merasa pesimis dengan masa depan. Terasa hidup tidak menyenangkan.

Dik Osa yang baik,

Inilah kenyataan hidup yang harus Adik jalani. Apapun yang terjadi Life must go on. Terkadang apa yang Kita alami dalam kehidupan nggak sesuai dengan harapan. Apa yang buruk dalam pandangan Kita belum tentu buruk dalam pandangan Allah SWT. Pernikahan dilakukan dengan tujuan terwujudnya keluarga yang penuh ketenangan dan kedamaian. Jika  di dalam kehidupan berkeluarga muncul persoalan yang mengganggu ketenangan (sering bertengkar, berselisih) hingga  tidak memungkinkan kehidupan suami-istri dipertahankan kelangsungannya, maka jalan keluar bagi kedua belah pihak adalah berpisah sebagai sarana agar masing-masing bisa menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dik Osa yang baik,

Ada mantan istri, ada mantan suami, akan tetapi tidak ada mantan anak. Adik tetap mempunyai ayah dan ibu meskipun mereka berpisah. Bisa saja setelah perceraian salah satu dari ortu tinggal di tempat terpisah jauh, lain kota misalnya. Jagalah terus hubungan Adik sama ortu yang jarang Adik temui karena jarak yang jauh. Sesekali telepon, kirim sms atau e-mail singkat akan cukup menggantikan perasaan-perasaan yang hilang diantara kalian. Jangan khawatir dengan masa depan. Pilih waktu yang tepat untuk membicarakan tentang apa yang Adik pikirkan. Sampaikan pada ortu kondisi ini sebenarnya membuat Adik cemas dan Adik membutuhkan support dan financial terutama untuk pendidikan, dan jangan lupa berdoa, sebab bagaimanapun beratnya ujian yang menimpa, asal Adik  ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Allah, semuanya akan terasa ringan. “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya “ (QS. Al Baqarah : 286).

Dik Osa, tetaplah optimis, jangan biarkan Adik ikut terpuruk. Teruskan perjalanan hidup Adik. Tetaplah focus pada cita-cita dan tetaplah berjalan pada kehidupan normal. Jangan sampai terjerumus hal-hal negatif.  Semoga Allah SWT memberikan kekuatan pada Adik menghadapi ini semua. Aamiin…[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #45

Tidak Siap Menerima Masukan

majalahdrise.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Di akhir tahun, sy bertanya ke sahabat bagaimana penilaiannya tentang saya, dengan harapan bisa menjadi masukan bagi saya. Ternyata banyak sekali sisi negatif saya yang ia bilang. Sejak itu sy jadi malas bertemu dan ngobrol seperti dulu. Kenapa sy bisa begitu? (Fara, Pnorogo)

 

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Fara yang shalehah..

Sebagian besar orang senang mendengar penilaian baik dari orang lain dan sebaliknya, ia tidak suka dengan penilaian negatif dari orang lain tentang dirinya.Sebenarnya  wajar hal ini terjadi, sebab ada naluri mempertahankan diri pada masing-masing pribadi. Hanya saja, tidak ihsanjika rasa tidak suka dengan masukan menjadikan putusannya persahabatan, dan tersimpan rasa benci di hati.

Dik Fara yang shalehah,

Ketika dik Fara berani meminta masukan, maka seharusnya sudah siap-siap mendapat segala jenis masukan, baik positif atau negatif. Ketika kita tidak siap dengan umpan balik negatif, lebih baik jangan dulu meminta masukan orang lain. Akan tetapi jika ada sahabat yang memberi masukan tanpa diminta, InsyaAllah sahabat Kita bermaksud baik supaya Adik  bisa menjadi pribadi yang lebih baik.Sahabat yang baik, bukanlah sahabat yang selalu mengiyakan Kita. Sahabat yang baik adalah sahabat yang menegur, dan menasehati saat Kita melakukan kesalahan.

Dik Fara yang shalehah,

Salah satu tanda kedewasaan adalah kemampuan Kita untuk bisa menerima masukan dari orang lain, termasuk dari sahabat. Dengan kita mau menerima masukan dari orang lain, maka kita akan menjadi lebih sadar, lebih peka, dan tahu apa saja yang mesti dirubah dan diperbaiki dari diri kita. Saat seorang sahabat memberi masukan kita, dibutuhkan kelapangan dan kerendahan hati untuk menerimanya. Rendah hati (tawadhu’) merupakan akhlak mulia. Allah SWT memerintahkan Kita bersikap rendah hati, dan melarang sikap sombong.Orang rendah hati yaitu orang yang menerima kebenaran, darimanapun datangnya, serta tidak memandang rendah orang lain. Sebaliknya, sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia  (HR. Muslim).

Dik Fara yang shalehah,

Orang rendah hati akan semakin dimuliakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu’ kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat ‘izzah) oleh Allah (HR. Muslim). Dik Fara, berupayalah menjadi pribadi mulia dengan rendah hati, bersedia menerima masukan untuk menjadi pribadi luar biasa. Selamat berproses, semoga berhasil. Allahumma aamiin…. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

Tips Jadi Remaja Kreatif

majalahdrise.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)

 

Tips Jadi Remaja Kreatif - MAJALAHDRISE.COM

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Nisa yang baik,

Subhanallah, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Ia mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru dan berguna bagi pemecahan masalah.Baik gagasan itu belum pernah ada sama sekali, atau gagasan yang dikembangkannya dari hasil memodifikasi atau mengubah gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya.Ia mampu membuat sesuatu yang baru dan menemukan cara baru. Baginya unending improvement.

 

Dik Nisa yang baik,

 

Islam mendorong Kita untuk menjadi pribadi kreatif yang memberikan banyak kebaikan dankemanfaatan bagi orang lain. Dalam mengembangkan kreatifitas harus diarahkan dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah. Orientasi kreatifitas seorang muslim haruslah mencerminkan tujuan hidup seorang muslim yaitu beribadah kepada Allah SWT guna mendapatkan surga dan menjauhkan diri dari api neraka di akhirat kelak. Kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan.

 

Dik Nisa yang baik,

Untuk mendorong berpikir kreatif, pertama banyaklah membaca, belajar, sering mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat menumbuhkan kreativitas. Kedua,biasakanselalu bertanya dalam diri serdirimengenai berbagai solusi masalah. Ketiga, berpikirlah mencari pemecahan di luar kebiasaan yang ada.Biasakan melihat masalah dari perspektif yang berbeda, dan munculkanlah kemungkinan adanya banyak jawaban. Keempat,lupakan masalah sejenak, usahakan diri untuk relaks, santai dengan jalan-jalan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan agar mampumenemukan ide-ide baru yang inovatif. Selanjutnya lakukan perenungan atas masalah untuk memilih solusi atau gagasan terbaik dari berbagai ide, solusi dan gagasan yang ada.

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendorong berpikir kreatif. Semoga berhasil. Allahumma aamiin. []

Apa UKURAN SUKSES itu?

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

drise-online.com – Mbk, apa sich ukuran sukses bagi seorang muslim, sy selalu saja merasa gagal…(Aditya, Jkrt)

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Aditya yang baik,

Setiap orang berharap menjadi pribadi sukses.Kebanyakan orang mengukur kesuksesan hanya berhasil secara materi, berprestasi, popular, bergaji besar, dan memiliki pangkat yang tinggi. Inilah penilaian yang kurang tepat dalam memaknai kata sukses. Penilaian ini menyebabkan banyak orang berlomba dan tergila-gila mendapatkannya. Para remaja pun berlomba – lomba ingin menjadi artis, sebab mereka mengira dengan mendapatkan banyak uang, popularitas inilah kesuksesan.

Dik Aditya yang baik,

Islam memberikan kriteria kesuksesan. Sukses merupakan keberhasilan seseorang untuk menjadi lebih baik dari masa lalunya  “ Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung(Al Hadist).Sukses adalahsesuatu yang tidak kasat mata. Ia tidak dikarenakan melimpahnya kekayaan, dan tidak bisa dibeli dengan harta benda. Puncak kesuksesan dan keberuntungan seorang muslim adalah ketika mendapatkan ridha Allah. Ini hanya akan bisa diraih oleh seorang muslim yang senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya. Ia akan melakukan segala sesuatu sebaik mungkin sebab Allah menyeru seorang muslim bersungguh- sungguh melakukan segala hal dengan tetap terikat aturan Islam.

Dik Aditya yang baik,

Banyak faktor yang menyertai jalan menuju kesuksesan. Salah satunya faktor semangat. Meski kegagalan sering menghadang, bukan berarti mustahil untuk sukses. Mulailah bermimpi. Lejitkan potensi diri. Jangan takut mencoba, apalagi takut gagal. Munculkan “the best of us”. Hal terbaik yang Adik miliki, meski berbagai aral melintang. Adik pasti bisa. Tidak ada kata gagal dalam hidup ini. Sejatinya yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Meski harus jatuh bangun, Adik harus tetap semangat dan bangkit menghadainya. Tidak ada orang kalah dalam hidup ini selama ia mau berusaha dan tawakal kepada Allah. Kalau orang lain bisa, tentu Adik juga bisa karena Allah bersama kita. Jadilah seorang muslim pemenang sejati yaituseorang muslim yang terus merakit keberhasilan, meski sering menemui kegagalan. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38