Dari Mahasiswa Untuk Dunia

Tahun 1998 tepatnya bulan Mei gerakan mahasiswa sukses memukul mundur penguasa orde baru. Gerakan aksi protes secara massif gabungan masyarakat dan mahasiswa berhasil memaksa pergantian kepemimpinan selama 32 tahun. Inilah buah dari pergerakan mahasiswa yang melahirkan orde reformasi.

Terlepas dari misi yang diusung gerakan mahasiswa tahun 1998, kita melihat begitu dahsyatnya kekuatan opini yang dibangun para mahasiswa untuk menggulingak rezim orde baru. Isu KKN alias Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme bergulir bak bola salju melalui media kreatif mahasiswa. Hingga menciptakan common enemy alias musuh bersama di tengah masyarakat yang ditujukan pada kekuasaan keluarga Cendana. Puncaknya, tanggal 21 Mei 1998 Presiden yang udah tujuh kali terpilih lengser. The end.

Gerakan Mahasiswa dan Perubahan

Sejarah perubahan di dunia ini tak lepas dari peran para intelektual muda. Mahasiswa adalah ibarat pahlawan bagi mereka yang menginginkan perubahan dan sebaliknya musuh bagi mereka yang berkuasa. Sejarah dunia mencatat bahwa setiap perubahan dalam negara adalah hasil dari pemikiran kritis para mahasiswa. Sepertinya, sejarah terlanjur mempercayakan kepada pemuda (mahasiswa) untuk membuat perubahan.

Sejarah mencatat pergerarakan mahasiswa dalam perubahan yang terjadi di negara-negara dunia, antara lain,

  • Gerakan Mahasiswa di Eropa. Seperti; Hungaria, Revolusi menuntut kemerdekaan, kebebasan dan pengusiran Uni Soviet, dimotori oleh Dewan mahasiswa Revolusioner. Demonstrasi besar ini berakhir dengan pembantaian massal yang dilakukan Tentara Merah.
  • Perjuangan mahasiswa Yunani – berhadapan dengan rezim papandreou menuntut kebebasan, demokrasi, keadilan sosial dan HAM. Rangkaian aksi mengakibatkan bayak korban tewas di kalangan mahasiswa.
  • Perjuangan mahasiswa Perancis – memelopori pemogokan umum menyeluruh selama dua bulan pada Mei – Juli 1968. Aksi ini memicu “Krisis Mei” yang tercatat dalam sejarah sebagai krisis paling hebat di Prancis sepanjang abad 20.
  • Gerakan Mahasiswa di Amerika Latin. Bolivia mendapat sorotan dunia ketika Che Guevara – Tokoh muda revolusioner yang sukses bersama Castro menumpas diktator Batista – tewas di sebuah pegunungan Bolivia. Tahun 1928, mahasiwa Bolivia mengusung dua tuntutan yaitu otonomi kampus dan partisipasi mahasiswa dalam pemerintahan kampus.
  • Gerakan Mahasiswa di Afrika. Revolusi Aljazair meletus 1 November 1954 menuntut kemerdekaan dari penjajahan Perancis. Perlawanan masyarakat aljazair tak lain adalah unsur-unsur mobilisasi aktivis mahasiswa.
  • Gerakan Mahasiswa di Asia. Indonesia Krisis moneter di pertengahan tahun 1997 menghancurkan legitimasi kekuasaan rezim Soeharto yang diklaim sebagai pemimpin otoriter dan korup. Tuntutan mahasiswa untuk melakukan reformasi total mengerucut pada tuntutan untuk mengganti Presiden Soeharto. Gerakan mahasiswa mengalami eskalasi setelah terjadi penembakan yang mengakibatkan tewasnya 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti yang berdemonstrasi. Puncak aksi mahasiswa terjadi pada bulan Mei 1998 dengan menduduki Gedung Parlemen selama 5 hari dan berakhir dengan turunnya Soeharto dari jabatan presiden setelah berkuasa selama 32 tahun.

Benang Merah Perlawanan Gerakan Mahasiswa lahir dari kondisi dan realitas yang dihadapi. Orang yang tertindas harus dibebaskan dan itu dipelopori oleh kaum intelektual mahasiswa.

Segala bentuk perlawanan mahasiswa di atas hanya segelintir peristiwa yang terjadi diberbagai negara didunia termasuk indonesia. Oleh karena itu arah Indonesia ke depan juga bergantung pada daya dorong mahasiswa untuk ‘memicu’ lahirnya perubahan.

ICMS2014: We Need Khilafah, Not Democracy

Namun sayangnya sejarah menunjukan bahwa arah perjuangan mahasiswa lebih banyak bersuara untuk demokrasi, padahal sesungguhnya demokrasilah biang dari rusaknya negeri ini. Berbagai perundang-undangan yang merugikan rakyat lahir atas nama demokrasi. Berkat demokrasi pula kapitalis dan Asing dengan mudahnya menguasai kekayaan alam Indonesia. Ini adalah hasil dari penerapan sistem pemerintahan rakyat yang memang telah rusak dari akar filosofisnya. Nggak heran kalo penerapan demokrasi ujungnya selalu bikin rakyat nelangsa.

Indonesia hari ini dan ke depan tidak lagi butuh demokrasi atau masih berharap pada proses berdemokrasi. Justru demokrasilah yang mesti dicampakkan kemudian digantikan dengan ideologi dan sistem yang sempurna. Sistem yang matang secara konseptual dan terbukti mampu membawa kebangkitan.

Satu-satunya harapan hanya pada Islam. Sebagai ideologi yang melahirkan sistem kehidupan paripurna dalam berbagai aspeknya, Islam mampu menjawab berbagai problematika manusia. Oleh karena itu arah perubahan mesti diarahkan pada penerapan Islam, yaitu dengan ditegakkannya institusi Khilafah.

Khilafah sebagai institusi yang akan menerapkan Islam secara sempurna akan menuntaskan semua kebobrokan akibat diterapkannya demokrasi.Walhasil sudah saatnya mahasiswa mengganti mainstream perjuangannya dengan seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Saatnya mahasiswa menyeru We Need Khilafah, Not Democracy.

Demi mewujudkan perubahan tersebut, mahasiswa Indonesia dan berbagai pergerakannya perlu menyatukan mainstream perjuangan dan mengkristalkan opini perubahan ke arah Islam. Oleh karena itu Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia sebagai salah satu pergerakan mahasiswa Indonesia, berupaya menciptakan opini umum tersebut dan menyatukan mainstream perjuangan mahasiswa dengan menyelenggarakan ICMS (Indonesia Congress of Muslim Students) 2014.

Kongres ini adalah terbesar dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia. Kongres insya Allah dilaksanakan di 73 Kota besar seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, mulai 10 Oktober 2014 dan puncaknya diselenggarakan di Jakarta, 02 November 2014, tepat di depan pusat penguasa yakni Istana Merdeka. Insya Allah akan hadir dalam puncak acara tersebut, 25.000 aktivis dan 1000 pergerakan mahasiswa.

Sesungguhnya agenda ini dilaksanakan atas dasar keimanan kepada Allah SWT. dan menjalakan perintah-Nya. Mencampakkan sistem kufur demokrasi adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Penerapan demokrasi bertentangan dengan akidah Islam karena demokrasi telah meletakkan kedaulatan ditangan manusia.

Secara faktual demokrasi juga telah menjadi biang segala kebobrokan yang terjadi di negeri ini. Maka tidak ada lagi alasan untuk melanggengkan sistem kufur tersebut.

Di sisi lain Allah SWT sesungguhnya telah mewajibkan penerapan Islam secara kaaffah melalui ditegakkannya Khilafah. Secara konseptual dan empiris Khilafah juga terbukti mampu membawa umat manusia menuju kebangkitan hakiki sebagaimana tercatat dalam sejarahnya yang panjang.

Maka tidak ada lagi seruan perjuangan yang hakiki selain seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Melalui ICMS 2014, mahasiswa menyeru “We Need Khilafah, Not Democracy” [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #40

PIONER KULINER

drise-online.com – pernah bertanya siapa pioner kuliner? Ketika penduduk di berbagai daerah di luar jazirah Arab masuk Islam sejak abad ke 7 M, kaum Muslimin menemukan berbagai macam buah dan sayuran yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan bagi kaum muslimin untuk menanam kembali tanaman dan pepohonan berbuah tersebut di wilayah mereka dengan iklim yang berbeda, sehingga mendorong terjadinya revolusi pertanian Islam.

Misalnya gula. Sebelum mengenal gula, manusia menggunakan madu sebagai pemanis makanan. Ketika Daulah Abbasiyah menaklukkan wilayah utara India pada kisaran abad 750 M, mereka membawa pulang pohon tebu dan membudidayakannya secara besar-besaran sehingga tersebar di seluruh wilayah kaum Muslimin, termasuk Andalusia (sebagian Spanyol) dan Afrika Utara. Sementara, orang Eropa utara baru mengenal “madu yang tumbuh di pohon tanpa lebah” ini 400 tahun kemudian, yang dibawa pulang oleh Pasukan Salib. Tau nggak, kata “sugar” itu sendiri berasal dari bahasa India “sakkara”, dan kata “candy” berasal dari bahasa Arab untuk gula yaitu “qand”. Ketika Salahudin al-Ayyubi menaklukkan kembali Asia Barat dari Pasukan Salib, mereka mencoba menumbuhkan tebu di kampung mereka di Eropa Utara, tapi gagal. Karena itulah harga gula di Eropa ketika itu sangat mahal sekali, dan hanya orang kaya saja yang mampu membelinya.

Seiring dengan revolusi agrikultur tersebut, para ilmuwan dan ahli pengobatan Muslim pun meneliti berbagai macam herbal dan rempah-rempah yang belum dikenal sebelumnya, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, mereka menjadi otoritas utama dalam menentukan apa yang dimakan dan kapan waktu memakannya. Beberapa karya penting ilmuwan tersebut misalnya kitab Al-Hawi (tentang pengobatan) karya Muhammad bin Zakariya ar-Razi (865-925); Al-Qanun fi t-Tibb (tentang pengobatan) karya Ibnu Sina (980-1037); Khalq al-Janin wa Tadbir al-Hibala (gizi untuk janin dan ibu hamil) karya Ibnu Sa’id al-Qurthubi (abad 10 M); dan kitab al-Aghdia (tentang nutrisi) karya Abu Marwan Ibnu Zuhr (1092-1161).

Jadi, dalam peradaban Islam, seni masak memasak nggak berkembang secara random bin acak, melainkan sebuah ilmu tersendiri, yang berdasarkan pada penelitian medis yang cermat serta masukan dari para ahli gizi. Bahan-bahan terbaik dipilih dan diramu menjadi masakan yang selanjutnya disebar luaskan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat memasak makanan yang bukan cuma lezat, tapi juga bergizi tinggi bahkan punya efek terapis untuk memperkuat daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan. Ini baru maknyos!

Seiring dengan bertambahnya resep-resep masakan, para penulis pun mengumpulkannya ke dalam kitab-kitab resep. Beberapa kitab resep yang terkenal misalnya: Kanz al-fawâ’id fi tanwî ‘al-mawâ’id (Anonim, dari Mesir abad 10 M);   Fadhalât al-khiwân fi atayyibat di-ta’âm wa-‘l-‘alwân (Ibnu Razin Attujîbî, Andalusia abad 12 M); at-tabîkh fi al-Maghrib wa-‘l-Andalus(Anonim, Maroko abad 12 M); Kitab at-tabîkh (Mohammed al-Baghdadi, Irak abad 13 M); Kitab at-tabîkh (Ibn al-Warraq Sayyâr, Irak abad 13 M); Tadhkira (Dawud al-Antaki,Suriah abad 13 M); Wasla ‘l-habib fi wasf al-tayyibât wa-t-tibb (Ibn’ Adim, Suriah abad 13 M).

Sehingga, untuk pertama kalinya dalam sejarah, makanan yang dahulu hanya tersedia di dalam istana kerajaan, dalam peradaban Islam makanan itu (beserta cara memasaknya) bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Pada abad 13 M, buku-buku pengobatan dan resep-resep kaum Muslimin itu menarik perhatian bangsa Eropa untuk mempelajarinya. Kota Ferrara, Salerno, Montpellier dan Paris menjadi pusat pembelajaran karya medis peradaban Islam. Permintaan untuk masakan-masakan khas Muslim dan rempah-rempah pun meningkat.

Kitab-kitab pengobatan dan masakan karya ilmuwan-ilmuwan Islam tadi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan lagi ke dalam bahasa-bahasa daerah di Eropa untuk kepentingan para tabib dan juru masak. Misalnya buku Tacuinum Sanitatis adalah terjemahan dari kitab Taqwim al-Sihha (Pemeliharaan Kesehatan, abad 11 M) karya Ibnu Butlan, yang isinya banyak disalin, bahkan salinannya pun diplagiasi di berbagai negara.

Bukan cuma cara memasak, urutan penyajian hidangan ala kaum Muslimin pun juga dicontek; salad atau sup sebagai hidangan utama lalu diakhiri dengan hidangan penutup (dessert), berasal dari anjuran Ar-Razi dan ibnu Zuhri. Sementara itu kaum aristokrat Eropa, umumnya mereka benci sayuran, dan santapan mereka sebagian besar terdiri dari daging. Akibatnya banyak di antara mereka yang menderita asam urat (gout).

Nah D’Riser, itulah beberapa warisan peradaban Islam dalam dunia kuliner. Bukan sekedar enak bin kenyang, Kaum Muslimin dibiasakan untuk memperhatikan bahan-bahan dan cara masak agar makanan yang dihasilkan senantiasa halalanthayyiban. Sebuah kutipan dari sabda Rasulullah Saw “untuk jasadmu ada hak atasmu” (HR Bukhari), menuntun kita untuk menyantap makanan yang baik bagi tubuh, dan menghindari konsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Ajaran Islam memang keren! [Ishak, dari berbagai sumber]

 

BOX

Beberapa masakan yang berakar dari peradaban kaum Muslimin.

  1. Beberapa penggunaan pasta dicatat oleh seorang petualang, Ibnu Bakri (11 M). Bahan pembuat pasta adalah gandum jenis durum, yang dibawa oleh kaum Muslimin ke Sicily dan Spanyol abad 10 M.
  2. Es Krim. Kata ‘cassata‘ dalam bahasa Italia untuk es krim berasal dari bahasa Arab ‘qashda‘ (krim). Pengawas pasar pada abad ke-12 di Sevilla, Ibnu Abdun, mencatat adanya penjualan qashda. Pada waktu itu teknik pengawetan dan penyimpanan es sudah bukan hal ajaib lagi di negeri Muslim.
  3. Nah, ini yang ironis. Hari ini Perancis-lah yang terkenal dengan kue-kuenya, padahal, abad 14 M, kue-kue adalah barang baru sampai-sampai sang raja menugaskan prajurit berjaga di toko tempat kue-kue itu pertama kali dijual.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #40

Duhai Remaja en Remaji, Jaga Perilakumu..

drise-online.com – Driser, aborsi yang dilakukan remaja kebanyakan karena faktor kesengajaan. Pemicunya, apalagi kalo bukan pacaran yang kebablasan. Kita selaku remaja muslim yang imut dan perindu surga, pastinya nggak mau dong jadi salah satu pelakunya. Ruginya itu lho nggak tanggung-tanggung. Dunia akhirat bo! Untuk itu, penting bagi kita untuk menjaga pergaulan agar dijauhkan dari kemaksiatan. Di antara yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menutup aurat.

Ini penting. Bagaimanapun juga bagi orang yang sudah akhil balig sudah wajib menutup diri dengan pakaian yang sopan, yakni menutup aurat. Soalnya, pandangan itu adalah kunci awal terjadinya pelecehan seksual. Untuk remaji, bungkus deh auratmu dengan khimar (kerudung) dan jilbab (baju terusan yang longgar dan tidak transparan) ketika keluar rumah.

 

  1. Tidak pacaran.

Yang satu ini adalah gerbang utama menuju perbuatan-perbuatan lain yang lebih ‘berat.’ Kalau hati anda sudah tertambat pada si doi, rasanya apapun akan anda berikan, termasuk urusan yang ‘satu’ itu. Pacaran cuman jadi ajang baku syahwat. Pelakunya bakal digiring jadi aktivis maksiat. Nah, daripada terjebak lebih dalam, mendingan hindari sama sekali.

  1. Jangan berdua-duaan.

Pacaran sih mungkin nggak, tapi kalau kamu sering berdua-duaan dengan cowok, atau sama teman cewek lain tapi jumlah cowoknya lebih banyak, lebih baik hindari tempat-tempat sepi. Banyak lho kejadian seorang cowok yang tega memperkosa teman sendiri. Apalagi hari gini pornografi dan pornoaksi dijual bebas kaya pulsa elektrik. Bias jadi pemicu tindakan pelecehan hingga perkosaan. Hati-hati!

 

  1. Menjauhkan diri dari media pornografi.

Bacaan, tontonan, dan obrolan-obrolan ngeres sudah selayaknya dijauhkan. Biar pikiran kita nggak tercemari dengan informasi yang tidak sehat. Lantaran makin banyak info mesum yang bersemayam di kepala kita, bisa memancing perilaku seksual yang menyimpang. Ngeri!

 

  1. Banyak ingat dosa dan kematian.

Dengan ingat mati, insya Allah kita akan takut untuk melakukan perbuatan dosa sekecil apapun. Begitu pula dengan ingat dosa, kita tidak akan mau menambah lagi. Rasul bersabda, “Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”.(HR. at-Tirmidzi)

Nah driser, ayo sama-sama jaga perilaku kita dari pergaulan mall praktek yang menyalahi hukum syara. Ingat, masa depan di dunia dan akhirat sangat bergantung dari perilaku kita. Semoga Allah swt menguatkan hati kita untuk selalu istiqomah. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40

 

Kita Harus Tuli!

drise-online.com – Tuli atau nama lain dari tidak mampu mendengar merupakan posisi dimana informasi dari luar tidak diterima oleh salah satu panca indra, yaitu indra pendengaran, yang disebut dengan telinga. Di antara panca indra yang lainnya, telinga merupakan panca indra pertama yang berfungsi, tengoklah ketika bayi baru lahir maka akan menangis, sebab itu semua merupakan respon dari adanya suara yang didengar bayi, di tahap awal. Tidak sedikit ketika bayi tidak menangis, maka yang ada bayi tersebut akan tuli, sebab menangis akan timbul ketika indra pendengaran berfungsi. Tangisan pertama sang bayi ke alam kehidupan dunia, merupakan kebahagiaan orang tua, terlebih ibu yang melahirkannya.

Dalam perkembangannya di kehidupan, banyak informasi yang masuk melalui panca indra yang satu ini, mulai dari informasi positif hingga negative. Suatu hal yang membahagiakan jika informasi yang masuk adalah positif, namun bagaimana jadinya jika informasi yang masuk terkesan negative, bahkan menjatuhkan mental diri kita.

Beberapa contoh, informasi atau perkataan positif, di antaranya,”sukses selalu yah, rajin belajar, jangan sampai meninggalkan ajaran agama, dan seterusnya,” Namun tidak sedikit yang mengatakan hal negative dan semua itu masuk ke telinga kita, kemudian bermuara di pikiran dan hati kita, yang berujung pada sifat dan sikap kita menjadi negative.

Di antara perkataan atau informasi negative, seperti,”kamu itu dilahirkan dari orang tua yang tak punya, maka tidak akan ada kesempatan untuk sukses, kamu itu bodoh, kamu itu miskin, …dan seterusnya.” Perkataan tersebut akan mengambil separuh kekuatan dalam diri kita, ketika semua perkataan tersebut, kita dengar, kemudian bermuara ke pikiran dan hati, yang menghasilkan sifat dan sikap yang negatif.

Tengoklah mereka yang belum dewasa, mengapa banyak remaja sekolah melakukan tawuran, pemerkosaan, pacaran yang kebablasan, pencurian bahkan hingga membunuh orang lain, semua itu karena ada input pada pendengarannya, kemudian sampai ke pikiran dan hati dan bermanifestasi dalam bentuk sifat dan sikap diri kita menjadi negative layaknya perbuatan yang disebutkan di atas.

Lalu, bagaimana sikap kita agar terhindar dari itu semua, caranya yaitu bersikap “TULI” dari setiap perkataan, informasi yang negative, yang mencoba menjatuhkan diri kita dalam lubang kesengsaraan dan kenistaan. Banyak orang yang sebenarnya mampu melakukan hal kebaikan dan prestasi, potensinya bagus, namun karena terlalu mendengarkan perkataan yang keluar dari orang yang ingin menjatuhkannya, maka kelumpuhan masa depanlah yang dia dapatkan, sebab separuh kekuatannya untuk sukses hilang begitu saja. Mari kita berdoa, semoga Allah menulikan telinga kita dari perkataan dan informasi negative yang dapat menjatuhkan perjuangan kita, baik perjuangan dunia maupun akhirat, dan semoga Allah Swt memberikan pendengaran yang sangat baik ketika ada indormasi yang menjadikan kita lebih baik dan sukses.

 

Penulis :

Yandi Hidayatulloh

Pengajar di MTs Al-Iqna Cisaga

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #40