BIASAKAN TABAYYUN

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Sy hampir kehilangan teman dekat akibat

berita yang menjadikan kami saling

menuduh (berprasangka buruk). Bagaimana

caranya agar hal serupa tidak terjadi lagi?

(Nasya, Jkrt)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nasya yang baik, Buruk sangka dikenal dengan istilah “su’udhan” dan sebaliknya, baik sangka ialah “husnudhan”. Keduanya merupakan prasangka terhadap sesuatu atau seseorang. Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berbaik sangka kepada orang beriman, dan menjauhi berburuk sangka. “Wahai orangorang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa” (QS. Al Hujurat: 12).

Dik Nasya yang baik, Seringkali kita menerima informasi tanpa mengecek kebenarannya, kemudian tanpa merasa berdosa kita menyebarkan lagi informasi itu kepada orang lain, puluhan, bahkan ratusan orang via sosmed. Jika informasi itu benar, selamatlah kita. Namun jika informasi itu salah? Celakalah kita karena menyebarkan dusta. Informasi tersebut terkadang berkaitan dengan ibadah, yang menyebutkan sebuah hadis tertentu.

Kita inginnya sih dapat pahala karena menyebarkan kebaikan. Namun, karena kita yang tidak mau mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, ternyata kita telah menyebarkan hadits dhaif. Kalau sudah begitu maka itu sama saja kita telah berdusta atas nama Rasulullah saw, dan tempatnya pendusta atas nama beliau adalah neraka. Na’udzubillaah…Ada juga yang berkenaan dengan berita tentang seseorang. Jika berita itu benar, maka itu ghibah, dan jika itu salah kita telah membuat fitnah.

Informasi yang tidak benar bisa menyebabkan keburukan bagi orang lain, termasuk bisa menghancurkan pertemanan. Biasakan Tabayyun Dik Nasya yang baik, Jika kita menerima berita, maka kita harus mengeceknya terlebih dahulu. Allah SWT telah mengingatkan kita agar melakukan klarifikasi “tabayyun” alias cek dan ricek terlebih dahulu akan kebenaran suatu informasi. Agar jangan sampai informasi yang kita sebarkan mengakibatkan musibah bagi orang lain.

Tabayyun untuk meminta penjelasan dilakukan setiap ada berita atau informasi yang kita tidak jelas atau kurang paham maksudnya atau simpang siur. Termasuk kalau kita mendengar ada tuduhan yang menimpa saudara kita. Harus kita jelaskan dulu duduk perkaranya bagaimana dengan cara-cara yang baik tentunya. Guna mendapatkan penjelasan yang benar kita harus menanyakan kepada yang bersangkutan, jangan sampai salah orang karena bisa-bisa bukannya masalahnya selesai, akan tetapi bertambah pelik masalah.

Dik Nasya yang baik, Kerukunan akan dipengaruhi dari adanya kejelasan informasi. Maka jika ada informasi yang tidak jelas harus segera diluruskan. Jika tidak segera diluruskan bisa menyebabkan permusuhan atau bahkan perpecahan karena dipicu kesalahpahaman dari informasi yang tidak benar. Jadi, untuk menjaga agar terwujud suasana persaudaraan, kita harus membiasakan bertabayyun. Tabbayun sebagai wujud pengendalian diri, apakah kita termasuk orang yang sabar saat mendengar informasi yang kurang jelas atau menuruti nafsu kita mempercayai begitu saja.

Mulai sekarang jangan mudah percaya pada informasi. Biasakan tabayyun jika mendapat informasi. Cari tahu akan kebenarannya, jangan sampai kita berdosa dan kehilangan sahabat hanya karena enggan melakukan tabayyun.[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

INDONESIA MENUTUP AURAT

Majalahdrise.com Kita udah pernah dengar ya ada gerakan Indonesia Tanpa Pacaran?! Nah, sekarang ada gerakan yang tak kalah keren dan pentingnya yaitu gerakan #IndonesiaMenutupAurat. Gerakan ini masih semirip namun beda tema dengan gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. Jadi, selain anti pacaran, aurat juga perlu dan tentu wajib hukumnya untuk ditutup. Karena seruan menutup aurat datangnya dari Rabb Semesta yang menciptakan kita, Allah Swt.

Ke depannya, gerakan ini sedang merancang program berbagi hijab plus edukasi berhijab baik ke sekolah atau chapter gerakan di berbagai daerah. Pendampingan ini perlu banget, supaya muslimah yang berhijab memang dari niat yang kuat dan ilmu mumpuni. Juga menjawab berbagai tantangan selama berhijab baik dari diri sendiri, keluarga atau lingkungan sekitar. Untuk yang sudah nikah, siap-siap akan ada kajian Isteri Sholihah. Nah, lengkap deh.

Kita doain ya, aksi ini dimudahkan oleh Allah sehingga bisa menuntaskan program yang jitu ini. Sudah banyak dukungan, baik berupa foto, aksi langsung, dari berbagai penjuru. Baik dalam negeri juga beberapa foto saudara-saudara kita dari luar negeri. Jadi daripada isi socmed kamu Cuma ceracau keluhan, mending diisi dan share postingan yang bermuatan dakwah.

Mudah-mudahan jadi tabungan pahala ya. Dukung geratakan Indonesia Menutup Aurat dengan cara, kirim foto dukungan kamu dengan hashtag #IndonesiaMenutupAurat via WA #081280474747. Contohnya bisa diubek di instagram @indonesiamenutupaurat. Yuk Dukung![]

di muat di majalah drise edisi 52

TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE NEGERI PANSER

Majalahdrise.com – Jika ada kemauan, selalu ada pintu yang  membawa kita pada jawaban kehidupan.  Episode hidupku, tidak ada yang mampu  menerkanya, termasuk diriku sendiri. Apa  yang terjadi padaku, ialah episode yang  sepantasnya aku syukuri, sebab tak semua  mungkin mendapat kesempatan ini.  Kala itu, aku hanyalah anak yang baru  saja melepas masa-masa remaja dan  memasuki usia dua puluh. Awal mula, aku  terdaftar sebagai mahasiswa UPI Padang,  jurusan teknik informatika. Bahkan, bukan  sekedar terdaftar, aku sudah mengabdi  pada jurusan itu selama 2 semester.

Semua  itu kini hanya tinggal cerita ketika teman  sepupunya banyak cerita, yang ujung-ujungnya menawariku berangkat ke Jerman  untuk studi. Siapa sih yang ngga kenal Jerman  yang terkenal baik dari sisi budaya,  kemajuan IPTEK, dan pendidikannya.  Pikiranku mengawang ke negara yang dulu  dipimpim oleh sang dictator Hitler yang  melegenda. Dalam hatiku, andai aku bisa lanjut kuliah disana ya, mungkin entar deh  pas S2 aja. Masa mau di dalam negeri terus.

Sesekali mahasiswa perlu tantangan keluar  negeri, mencari ilmu ke negeri orang. Aku dan sepupuku ini mendapat  tawaran dari Euro Management yang tau  cara mengurus dokumen serta persyaratan  jika mau kuliah disana. Wah, jiwaku  semakin tertantang dengan potensi disana.  Apalagi sepupuku pun tak kalah  antusiasnya. Akhirnya, orangtuaku  menyuruh berpikir matang-matang  mengenai keputusan penting iini.  Jangan sampai ada penyesalan jika  aku menolaknya, jangan sampai  pula ada keterpaksaan jika harus  melepas apa yang ada.

Entah,  makin hari hatiku terpaut pada  negera eropa itu. Aku pun mantap  pergi ke Jerman, perkuliahan yang  lama aku tinggalkan. Syarat pertama yang harus  aku kantongi tentu saja perihal  bahasa. Hidup di Jerman akan sulit  bahkan terbuang kalau tidak tau  bahasa setempat. Perjalanan ini  aku awali dengan kursus 4 bulan Alhamdulillah sertifikan bahasa Jerman  level B1 berhasil aku kantongi. Sebelum  benar-benar menjadi anak didiknya, Jerman  ingin meyakinkan para pendatang asing  tidak ada kendala bahasa selama  perkuliahan.

Untuk itulah para calon  mahasiswa dibekali (alias diseleksi) di  Studentkolleg maksimal 4 semeester. Jadi,  maksimal duat tahun, harus cas-cis-cus  bahasa orang Jerman seolah-olah anak  kampung halamannya sendiri. Aku pun bergiat dalam ujian pertama  ini, dan Alhamdulillah lulus studentkolleg.  Udara Jerman dengan segar dapat kuhirup.  Hidup di negeri orang harusnya pintar-pintar menempatkan diri. Apalagi Negara  ini terkenal dengan kedisiplinannya dan  tantangan budaya. Beradaptasi tanpa  kehilangan jati diri, bahkan tujuan pelajar  datang kesini pastilan untuk menaikan level  alias kualitas kehidupan. Beraneka rupa nasib para pendatang  asing yang aku lihat. Ada muslimah asal  Indonesia, yang dulunya berjilbab, pas  sampe sini malah dibuka.

Sebaliknya, ada  yang tadinya tampil seksi, begitu hidup  disini malah bertaubat. Ada juga yang  sudah berhijab, tapi genitnya minta ampun.  Hehe. Itulah kehidupan, setiap pilihan pasti  mengandung konsekuensi, makin  menunjukkan,siapa dirimu sebenarnya. Di  musim kemarin, Amerika Serikat telah  mengesahkan pernikahan sesame jenis,  dan tidak lagi memasukkan LGBT sebagai  “kelainan”. Adalah pemandangan biasa aku  melihat pasangan lesbi dan homo  bermesraan di tempat umum. Risih? Pasti.  Astaghfirullah… Ada satu kejadian lucu dan  memalukan yang sampai sekarang masih terekam dalam ingatan.

Kala itu di  siang hari menjelang tengah hari  di hari jumat. Mesjid berada di  tengah kota dan harus melewati  pusat perbelanjaan, yang artinya  padat banget. Karena terburu-buru, aku lewati saja trotoar lebar  yang tampak lengang. Sebagian  orang ada juga yang lewat di  trotar itu, aku merasa tak masalah  di awalnya. Jerman oh Jerman,  tetap saja kedisiplinan umum  harus diterapkan. Walhasil, bukannya  sampai dengan cepat di tujuan, aku malah  kena tilang.

Apalagi polisinya perempuan,  minta ampun deh, ngomel-ngomel panjang.  Lumayan, uang denda sebessar 15 Euro  melayang. Masih banyak cerita seru dan juga  haru di tempat ini. Jerman memberiku  banyak warna, tinggal aku yang memilih  warna macam apa yang akan kujalani.  Apakah kepada jalan kebaikan, ataukah  sebaliknya. “Berdiri di atas kaki sendiri,  berjalan dengan pedoman”, begitulah  motto hidupku menjalani segalanya.  [Seperti yang dituturkan Ikhsan kepada  redaktur/Alga Biru]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

 

“teruslah berbagi dan menebar kebaikan islam”

Madha Afiatin (Sineas Muslim Dan Sutradara Film Andai Dia Tahu)

Geliat perfilman Indonesia masih  menyisakan harap bagi sineas  muslim. Nggak bisa dipungkiri, negeri  dengan mayoritas penduduk muslim ini  doyan banget nonton film. Sayangnya,  banyak film dalam dan luar negeri yang  justru muatannya jauh dari nilai-nilai Islam.  Untuk itulah Madha Afiatin, salah seorang  sineas muslim menghadirkan Film layar lebar  bernuansa religi, Andai Dia Tahu. Bagaimana  suka duka produksi film Islam yang harus  memegang teguh aturan pergaulan Islam by  hijab alila, silakan simak obrolan redaksi  Drise dengan sutradaranya. Yuk Mari!

Menurut Mbak Madha, bagaimana kondisi  perfilman Indonesia dewasa ini?

Bagi saya film adalah sarana untuk  menyampaikan pesan. Kondisi perfilman  Indonesia mulai marak diisi oleh film-film yang  berusaha menyampaikan pesan kebaikan  yang bersumber dari Islam. Namun jika  melihat jumlah film yang beredar dan tayang  di bioskop masih lebih banyak menyampaikan  pesan-pesan yang kontradiktif dengan Islam. Saat ini sudah ada cukup banyak film yang  bernafaskan Islam di dunia perfilman  Indonesia, bagaimana pandangan Mbak?

Setuju… Film-film bernafaskan Islam sedang  dilirik oleh beberapa production house,  masyarakat juga ternyata banyak yang minat.  Mudah-mudahan dapat lebih menggerakkan  insan-insan film untuk membuat film islami.  Dan juga memotivasi insan dakwah untuk menyampaikan pesannya lewat film. Namun  saya juga mau mengajak siapa pun yang  terkait dengan film-film islami, agar bukan  hanya content dan pesan yang bernafaskan  Islam, tapi juga metode dan teknik produksi  yang sebaiknya juga dilandaskan para norma  Islam. Seperti tidak sentuhan di antara pemain  yang bukan mahrom. Untuk menjalankan  norma tersebut, kita bisa gunakan stunt in  (pemeran pengganti). Stunt in ini sudah umum  digunakan dalam film untuk adegan-adegan  berbahaya. Padahal adegan memeluk,  bersalaman, dan mencium kening juga bisa  jadi berbahaya menurut Allah jika dilakukan  oleh pemain yang bukan mahrom.

Beberapa waktu yang lalu baru saja diputar  film Andai Dia Tahu yang dihelat Hijab Alila,  gimana suka-duka penggarapan film ini,  Mbak?

Suka duka yang paling terasa  saat penggarapan Andai Dia  Tahu adalah upaya  membentuk tim yang solid  secara visi misi. Baik pemain  dan kru. Kita harus melewati  berbagai ujian. Seolah kita  ditunjukkan oleh Allah fakta-fakta “Andai Dia Tahu”. Kita  memang harus menghayati  dan merasakan substansi dari  Andai Dia Tahu, yang juga bisa  berarti Andai Aku tahu, Andai  Engkau Tahu, dan ternyata  hanya Allah yang Mahatahu.  Justru kami bersyukur karena Allah memperlihatkan berbagai peristiwa  nyata terkait dengan substansi Andi Dia Tahu  agar kami mengalami dan menghayati  sebelum kami menyampaikannya kepada  banyak orang.

Hal apa yang paling sulit ketika ingin  mengangkat nilai-nilai Islam dalam sebuah  film?

Yang paling sulit adalah menyelaraskan niat  dari seluruh unsur yang terlibat. Pemain  maupun kru. Dari berbagai pengalaman kami  mengcreate program-program tayangan religi,  niat inilah yang sangat berpengaruh pada  proses produksi dan hasil tayangannya.  Alhamdulillah di film Andai Dia Tahu, kami  memulai segalanya dengan penyelarasan niat  ini. Casting pemain tidak hanya mengandalkan  kemampuan acting, tapi juga penelusuran niat  mereka. Demikian juga dengan kru. Sebelum  ini kami sulit sekali mendapatkan tim produksi  yang solid dari aspek niat, visi dan misi,  terutama yang tergabung dalam teknis  produksi, seperti kamera person, lighting,  audio, property, dll. Sebelum Andai Dia Tahu,  meski kami selalu memegang teguh  unsuryang terkait dengan content dan  substansi tayangan, kami seringkali harus  mengalah untuk soal misi dan visi dari kru  produksi tersebut. Kareka memang  kebanyakan orang yang memiliki keahlian  tersebut dan terjun di bidang ini umumnya  tidak peduli dengan misi dan visi islami.  Sebuah kebahagiaan luar biasa bagi kami  sehingga bisa membangun tim produksi dan  merekrut talent yang memiliki niat, visi dan  misi untuk kemajuan Islam. Semoga  istiqomah.

Film seperti apa yang ingin sekali Mbak  Madha garap?

Mimpi besar saya adalah bisa menggarap film-film yang dapat dinikmati dan menginspirasi  penonton dari berbagai bangsa di seluruh dunia. Antara lain keinginan saya yang besar  untuk bisa memfilmkan kembali Muhammad  al-Fatih 1453 dan juga Ghazi. Aaamiin.. hehe

Setelah proyek Andai Dia Tahu, dalam  waktu dekat ini film apa lagi yang akan  Mbak Madha garap?

Setelah Andai Dia Tahu, kami lanjutkan  konsentrasi kami pada film Udah Putusin Aja  bekerjasama dengan Maxima Picture. Proses  yang dimulai sejak lebih dari 2 tahun yang lalu  kini sudah memasuki tahap pasca produksi.  Insya Allah segera kita sosialisasikan trailer  dan jadwal tayangnya di bioskop 21. Bukan  hanya filmnya yang akan kita promosikan,  melainkan juga cara menontonnya yang insya  Allah lebih baik. Warna Putih Creative House  memiliki program The Right Way Nonton Film  “Udah Putusin Aja”.

Pesan-pesan Mbak Madha untuk pembaca  D’Rise?

Pesan untuk pembaca D’Rise teruslah berbagi  dan menebar kebaikan Islam. Berbagi dengan  hati, dengan pikiran, dengan kata-kata,  dengan coretan tinta, dengan langkah, dengan  apa pun yang kita bisa. Pesan kebaikan tidak  saja disampaikan lewat tabligh akbar atau  kajian-kajian tapi juga bisa lewat sebuah karya  visual contohnya film.[]

Di Muat di Majalah remaja islam drise edisi 52