Majalah Remaja Islam Drise Edisi 60 : Ngudud Biar Yahud!

Majalahdrise.com – Gitu kali yang ada di kepala remaja yang asyik ngepulin asap. Rokok udah jadi gaya hidup bin identitas. Kayanya nggak keren kalo belon pernah ngisep tembakau. Apalagi ditawarin gratis ama temen dekat, pantang ditolak. Meski awalnya batuk-batuk, selanjutnya malah asyik masyuk. hehehe…

Namun bagi kita, bukan keren ngeliat remaja yang lagi ngerokok. Justru kasihan. Asli. Yang dia nikmatin, jadi bumerang di hari depan. Satu hisap rokok, sama dengan nanam benih penyakit yang terbukti telah merenggut nyawa sekitar 46 orang setiap jamnya. Ngeri!

Karena itulah kita kupas habis bahaya rokok di edisi September ini. Bukan nakut-nakutin, cuman ngingetin. Tentang kamu dan masa depanmu. Itu.

Selain bahasan bahaya rokok bin udud, tema rubik lainnya juga nggak boleh dilewatin.
– ada obrolan seru dengan dokter arum seputar rokok dan kesehatan remaja
– liputan khusus acara bedah film dracula yang keren abis
– nggak ketinggalan sorotan media tentang awkarin effect yang mesti dipantengin
sejarah seru tentang penderitaan Annelise yang bikin merinding
– kelaparan yang memilukan akibat ketamakan kapitalis pada rubrik the most
– atau serunya ngomongin fenomena cewek edgy yang lagi trendy.
– ups hampir ketinggalan lanjutan epik HEKA yang bikin penasaran, rubrik amazing yang inspiratif, plus kiriman drise di rubik monogatari dan share your mind. Asyik banget dah!

Nggak afdhol kalo kamu belum punya majalahnya. Langsung aja deh hubungi pengedar terdekat di kotamu. Kalo belum tahu, tanyain via WA ke sini 085814771511 entar dikasih wangsit, eh petunjuk no pengedar yang paling dekat. Jangan sampai kehabisan! ?

RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI

Majalahdrise.com – setelah sukses diadakan di kota  Bogor dan Jakarta, akhir bulan  Agustus kemarin event #YukNgaji  kembali diadakan di 5 kota, yaitu   Malang, Surabaya, Solo, Jogja dan  Bandung. Dalam kesempatan tersebut  Ustadz Felix Siauw dan tim # YukNgaji  akan berbagi tentang Kekuatan  Mengkaji Islam, atau “the Power of  Ngaji”.  Yups, ngaji memang bukan  aktivitas sembarangan, sebab  dengan belajar, mengkaji pemikiran  Islam, menginstall Al-Qur’an  kedalam diri kita, belajar mencintai  ilmu, belajar membenarkan amal,  maka orang yang melakukan itu  berarti telah mengawali langkah  menuju perubahan diri. Diawali oleh  perubahan diri itu, kemudian akan  mendorong pula untuk mengubah  dunia, menjadi tenpat yang lebih  baik untuk ditinggali, lebih  manusiawi untuk hidup. Perubahan  seperti ini, hanya bisa dilakukan  oleh Islam, khas terjadi pada  siapapun yang sudah diwarnai ayat-ayat Allah. Kira-kira itulah tujuan  diadakannya rangkaian event ini,  untuk mewujudkan perubahan yang  hakiki, hijrah di jalan Allah.

Roadshow event ini dimulai  di kota Malang, tanggal 22  Agustus 2015 dan bertempat di  Ballroom Ibis Styles Hotel,  Malang. Peserta yang memadati  Ballroom terlihat sangat antusias  menyimak pemaparan dari Ust.  Felix. Talkshow inspiratif  berikutnya diadakan esok  harinya di Surabaya, di Kaza Mall  Surabaya. Alhamdulillah event  ini dipadati oleh tak kurang dari  500 orang peserta yang  berkomitmen untuk mengkaji  Islam dan melakukan perubahan  ke arah yang lebih baik. Luar  biasa! Mudah-mudahan kita  semua bisa istiqomah untuk  terus berubah menjadi lebih  baik. Aamiin. []

lebih lengkap bisa di baca di majalah remaja islam drise edisi 49

 

 

SEJARAH SERU : RAHASIA LOLA MONTEZ 2

Majalahdrise.com – Dalam keadaan miskin, Lola  mengembara menjelajahi Eropa. Dia tiba di  Warsawa, Polandia, dan berkenalan dengan  seorang kekasih gelap yang kembali  mengorbitkannya menjadi aktris dan penari.  Dia kembali melambung dalam ketenaran,  dan namanya pun dikenal di kalangan para  bangsawan. Pangeran Polandia, Paskieviech,  tergila-gila padanya. Tetapi Lola tidak tertarik  sama sekali kepada Pangeran Polandia itu.  Sang pangeran kemudian menandatangani  sepucuk surat pengusiran dan Lola pun  harus angkat kaki dari Polandia.

Di Prancis, Lola nggak begitu hoki,  maka dia melanjutkan perjalanan ke Bavaria.  Ketika wanita asing ini tiba di Munich  (ibukota Kerajaan Bavaria), para bangsawan,  pejabat, dan para agamawan di kota itu  langsung menyadari bahwa Lola adalah  sebuah ancaman. Pihak gereja bahkan  menyerukan propaganda anti-Lola ketika  wanita itu ikut audisi di Royal Theatre  Munich. Karena propaganda itu pun Lola  ditolak dari audisi. Namun Lola adalah  wanita yang berkemauan kuat.

Dia nggak  sudi ditolak. Dia pun mengirimkan surat  resmi kepada Raja Ludwig I, meminta  diberikan kesempatan agar bisa tampil untuk  sang raja. Izin pun diberikan, Ludwig menyaksikan penampilan Lola, dan  saat itulah sang raja mengalami  puber kedua. Ludwig tergila-gila  kepada Lola dan mabuk kepayang. Ludwig memberikan  segalanya kepada Lola, uang, rumah,  harta, dan gelar kebangsawanan.  Walau menghadapi banyak  tentangan, Ludwig mengangkat Lola  sebagai Countess of Lansfeld.  Pandangan politik Lola yang liberal  banyak mempengaruhi Raja Ludwig,  sehingga sang raja yang pada awalnya  amat dicintai oleh rakyatnya ini  menjadi begitu dibenci.

Aliran Calvinis  (Protestan) yang dianut Lola pun  membuatnya tidak disukai oleh kalangan  Katolik. Revolusi dan kerusuhan pecah di  mana-mana. Berbagai propadanda dan  tuduhan beredar, bahkan Lola dikatakan  sebagai penyihir yang memelihara dedemit  berbentuk burung-burung hitam berukuran  besar. Rakyat Bavaria begitu ingin Lola  disingkirkan dari Bavaria. Karena keadaan yang semakin  genting, mau tak mau, Ludwig pun  menandatangani surat pengusiran Lola.  Hanya diberi waktu satu jam, Lola harus  angkat kaki dari Bavaria. Dia tidak sempat  merapikan barang-barangnya, hanya  beberapa perhiasan saja yang dibawanya.  Ketika Lola sudah pergi dengan menaiki  kereta kuda, rumahnya yang mewah,  pemberian Ludwig, langsung diserbu  massa dan dijarah. Ludwig tahu-tahu  nongol dan segera menghentikan  penjarahan itu. dia telah kehilangan  keluarganya, dan negaranya kacau balau  hanya karena godaan wanita.

Driser, berhati-hatilah dengan  fitnah yang bisa bikin kita sengsara. Seperti  diingatkan Rasullulah sawa dalam sebuah  hadits, “Aku tidak meninggalkan satu fitnah  pun yang lebih membahayakan para lelaki  selain fitnah wanita” (HR. Bukhari no. 5096).  Maksud fitnah disini bukannya kayak  fitnah-fitnah di sinetron-sinetron gitu lho  ya, kita nggak ngerjain perbuatan itu, tetapi  kita dituduh alias difitnah telah ngerjain  perbuatan itu, bukan yang kayak gitu.  Maksud fitnah di sini adalah potensi  bahaya yang sangat besar. Waspadalah![]

dimuat di majalah remaja islam drise edisi 49

KITAB PALING OTENTIK 2

Majalahdrise.com – Imam Jalaluddin al-Sayuti menjelaskan  bahwa mukjizat itu adalah “Suatu hal atau  peristiwa luar biasa yang disertai  tantangan dan selamat (tidak ada yang  sanggup) menjawab tantangan tersebut”.   Walid bin al-Mughirah, dedengkot  kafir Quraisy pun mengakui keindahan Al-Qur’an; “Demi Allah, sungguh aku baru saja  mendengar dari Muhammad suatu  perkataan yang bukan merupakan  perkataan manusia maupun jin. Sungguh ia  berasa manis dan penuh pesona, bagian  atasnya berbuah dan bagian bawahnya  subur.

Ia tinggi dan tidak ada yang lebih  tinggi darinya”. Al-Qur’an juga jelas bukan  karangan Nabi Muhammad, biar gimana  pun juga, beliau kan tetap orang Arab,  apalagi beliau nggak dikenal sebagai  seorang penyair. Ditambah lagi ada  perbedaan besar antara gaya bahasa Al-Qur’an dengan sabda-sabda beliau. Jauh  banget. Jadi kalau ada yang bilang Al-Qur’an itu bikinan Nabi Muhammad, itu  fitnah banget! Apalagi kalau ada yang  bilang Al-Qur’an itu karangan orang non-Arab atau jiplakan dari kitab non-Arab. Lah  orang Arab paling fasih aja nggak bisa  bikin, apalagi orang ‘ajam (non-Arab), ya  nggak sih.

Jadi, Al-Qur’an itu perkataan siapa  dong? Hmm… nampaknya kemungkinan terakhir yang bisa  diterima akal sehat  cuma satu, yaitu  kalam Allah SWT yang  diwahyukan kepada  Nabi Muhammad  Saw(QS Al-Insan:23).   Kalau boleh ngutip  kata-katanya Sir  Arthur Conan Doyle  melalui karakter  Sherlock Holmes;  “when you have  eliminated the  impossible, whatever  remains, however  improbable, must be  the truth”. Ketika  kamu sudah  menyingkirkan  (kemungkinan-kemungkinan) yang  mustahil, maka apapun yang kemungkinan  tersisa, walaupun kelihatannya gak  mungkin, tapi pasti itulah yang benar! Yup! Ketika ada wahyu turun kepada  Rasulullah Saw, beliau memerintahkan para  sahabat dan juru tulisnya untuk menghafal  dan menuliskan ayat tersebut, sambil  menunjukkan dimana ayat itu ditempatkan  dalam surat.

Jadi, susunan ayat dan surat Al-Qur’an itu juga merupakan tuntunan wahyu,  bukan asal-asalan.  Hanya saja, pada masa Rasulullah  Saw hidup, tulisan-tulisan ayat itu masih  berceceran, walaupun banyak di antara para  sahabat yang hafal seluruh ayat Al-Qur’an.

Sepeninggal Rasulullah, Allah Swt  mengilhamkan kepada para sahabat  terkemuka di masa Khalifah Abu Bakar ra.  untuk mengumpukan dan merapikan  tulisan-tulisan Al-Qur’an yang berceceran itu  dalam satu tempat.  Tugas mulia ini diemban oleh Zaid  bin Tsabit ra. dengan amat sangat teliti  banget. Walaupun banyak penghafal,  namun pengumpulan ini nggak cukup  mengandalkan hafalan para huffazh saja,  tetapi harus didukung dengan adanya  manuskrip tertulis. Manuskrip ini pun nggak  akan diterima, kecuali setelah disaksikan  oleh dua orang saksi bahwa lembaran ini  ditulis di hadapan Rasulullah saw. Masya  Allah.

Pada masa Khalifah Utsman ra.,  mushaf Al-Qur’an kemudian ditulis ulang  untuk mengatasi perbedaan cara membaca  Al-Qur’an dan mengantisipasi fitnah yang  bisa timbul akibat perbedaan bacaan itu.  Setelah selesai ditulis ulang, mushaf ini  disalin sebanyak 7 buah dan dikirimkan  masing-masing ke kota Makkah, Syam,  Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah dan  Madinah, agar orang-orang tidak berbeda  pendapat lagi tentang al-Qur`an. Mushaf  inilah yang dikenal dengan mushaf Utsmani.

Salah satu langkah antisipasi yang  lain adalah perintah untuk memusnahkan  selain mushaf Utsmani, yang diamini para  sahabat radhiallahu ‘anhum ‘ajmain.  Selanjutnya kaum muslimin menyalin  mushaf-mushaf lainnya dari mushaf  Utsmani, dengan tulisan dan bacaan yang  sama hingga sampai kepada kita sekarang.  Pada masa Khalifah berikutnya Al-Qur’an  diberi tanda baca untuk menghindari  kesalahan bacaan bagi yang kurang mengerti  tata bahasa Arab. Benarlah firman Allah Swt,  “Sesungguhnya Kami menurunkan adz-Dzikru  (Al-Qur’an) dan susungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS al-Hijr:9).

Sudah lebih  dari seribu tahun lamanya kitab ini  mempunyai bacaan dan tulisan yang sama di  seluruh dunia. Coba, kitab mana yang lebih  otentik dari Al-Qur’an?[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49