Majalahdrise.com – ilmu adalah cahaya kehidupan, tanpanya dunia akan menjadi gulita. Ya iyalah gulita, secara, cahayanya gak ada . Nah, karena ilmu adalah sumber cahaya, maka wajar dong kalau menjaga dan mencari ilmu adalah sesuatu yang kudu bin penting untuk dilakukan. Kalau kita malas nyari ilmu, udah jelas alamat gulita yang bakal kita dapat. Kalau gak mau kita terus-terusan bergelap-gelapan,maka alaminya, kita kudu nyari lentera buat nerangin kehidupan.
Dan lentera itu adalah : ilmu. Inget sob, ILMU. Catet! Adalah Ibnu Abbas (anak paman Rasulullah yakni Abbas). ibnu Abbas merupakan sosok yang sangat banyak menimba ilmu dari para sahabat yang masih hidup. Suatu saat beliau pernah mendatangi seorang sahabat di waktu siang untuk mendengar hadits darinya. Ternyata sahabat tersebut sedang istrahat siang.
Maka ibnu Abbas pun menunggu di depan pintu dan ketiduran disitu sampai mukanya terkena debu. Ketika sahabat tersebut membuka pintu maka Ia terkaget melihat ibnu Abbas. Ia pun mengatakan ,”wahai anak paman Rasulullah, apa yang membuat engkau datang? Mengapa engkau tidak mengutus salah seorang agar aku mendatangimu? Ibnu Abbas menjawab, ”tidak,akulah yang lebih berhak mendatangimu. Telah sampai hadits kepadaku darimu bahwa engkau mendengar dari Rasulullah. Aku ingin mendengar langsung darimu”.
Lain Ibnu Abbas, lain pula imam Syafi’i. Beliau udah hafal Al-Qur’an sejak kecil dan udah mulai ngeluarin fatwa sebelum beliau masuk usia baligh. Beliau bahkan mengeluarkan satu ungkapan yang sangat terkenal yakni”barangsiapa tak tahan lelahnya belajar, maka Ia harus tahan menanggung perihnya kebodohan”, wihhh dalem dan menyayat banget ya?. Semangat yang menggebu menncari ilmu jugalah yang pastinya menjadikan kaum Muslimin di setiap masanya, melahirkan sosok-sosok hebat bin pinter-pinter. Yang doyan sains pasti tahu Teori relativitas.
Di muat di Majalah Remaja islam Drise Edisi 50