Musailamah Si Nabi Palsu

Majalahdrise.com – Beberapa nabi memiliki mukjizat untuk membuktikan kebenaran kenabiannya. Mukjizat inilah yang nantinya akan ia tunjukkan kepada umatnya. Mukjizat ini akan melemahkan setiap argumentasi yang menyerangnya dan akan mengalahkan semuanya. Karena mukjizat itu asalnya murni dari Allah swt., pastinya akan menakjubkan dan mengguncang banget.

Nabi Musa punya mukjizat membelah Laut Merah, tongkatnya jadi ular, dan tangannya bisa mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan. Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra, bikin orang buta jadi melek lagi, dan bisa bikin burung dari tanah liat berubah jadi burung beneran. Nabi Sulaiman bisa menundukkan jin dan angin, kekayaannya juga luar biasa. Nabi Daud bisa melunakkan besi dan punya kemampuan tempur yang luar biasa. Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., memiliki mukjizat yang bertahan sepanjang zaman, yakni Alquran Karim. Kitab suci kita ini tiada cacat dari berbagai sisi, dan telah mencengangkan banyak orang sejak dulu hingga sekarang.

Salah satu keagungan Islam terletak pada keberadaan Alquran ini. Kitab suci inilah yang membuktikan bahwa Muhammad saw adalah benar-benar utusan Allah yang sah. Lucunya, ternyata pada jaman Rasulullah saw sendiri ada seseorang yang mengaku nabi dan juga mengaku menerima wahyu dari Allah swt., namanya Musailamah.

Musailamah merupakan seorang tokoh Bani Hanifah yang berasal dari Yamamah. Dia dikenal dengan nama Musailamah al Kadzab, karena mengaku sebagai Nabi. Kedudukan Musailamah di Yamamah hampir sama dengan kedudukan Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu sebagai pemimpin. Hal itu disebabkan kekuasaannya yang besar dengan pengikutnya yang banyak.

Nabi Muhammad saw. menggelari Musailamah sebagai al Kadzab (pembohong). Ada beberapa riwayat yang mengisahkan tentang hal-hal konyol tentang Musailamah si nabi palsu. Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya yang terkenal Bidayah wa Nihayah mengisahkan bahwa Musailamah berusaha meniru-niru nabi Muhammad saw. Dia denger bahwa nabi Muhammad pernah meludah di sebuah sumur dan sumur itu jadi melimpah airnya, maka dia juga meludah di sebuah sumur tapi airnya malah jadi kering total. Pada sumur yang lain, airnya malah jadi asin. Musailamah pernah berwudhu dan air bekas wudhunya disiramkan ke sebuah batang kurma, tahu-tahu pohon kurma itu jadi kering dan mati. Pernah juga datang dua orang anak kecil yang minta diberkati oleh Musailmah, kemudian dia mengusap dahi kedua anak itu. Tak lama kemudian, salah satu anak rambutnya malah jadi rontok semua, sementara anak yang lain lidahnya malah jadi kelu. Ada juga orang yang sakit matanya, kemudian minta diobati. Musailamah kemudian mengusap mata orang itu, eeehhh malah jadi bener-bener buta. Emang biang kerok ni nabi palsu.

Suatu hari Musailamah mengirim surat kepada Nabi Muhammad Saw. Musailamah menyatakan bahwa dirinya juga seorang Nabi. Oleh karena itu, Musailamah usul agar separuh bumi buat dirinya dan separuh yang lain buat kaum Quraisy. Nabi Muhammad Saw kemudian membalas surat Musailamah dengan mengatakan bahwa Nabi Saw sudah paham isi surat tersebut. Nabi Saw memberi penjelasan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah Swt yang akan diwarisi oleh hamba-hamba-Nya yang saleh.

Musailamah dalam ajarannya menekankan asketisme, seperti perintah untuk berpuasa, hidup sederhana, dan larangan terhadap minum minuman keras. Untuk menarik minat pengikutnya, Musailamah hanya mewajibkan shalat 3 x dalam sehari, bukan 5 x. Musailamah dapat menanamkan pengaruhnya yang besar kepada pengikut-pengikutnya. Hal ini terbukti dengan adanya keengganan pengikut-pengikutnya untuk meninggalkan keyakinan yang sudah ditanamkannya. Bahkan dia pun berusaha membuat tandingan Al-Qur’an yang ternyata gagal, karena meski Manusia dan Jin bersatu pun tak bisa membuat tandingan Al-Qur’an walau hanya satu ayat.

Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Musailamah bermaksud melakukan serangan terhadap umat Islam di Madinah. Pada awalnya Musailamah berhasil mengalahkan pasukan Islam di bawah komando ikrimah, bahkan Musailamah berhasil menekan pasukan Islam sampai ke perbatasan utara Yamamah. Akan tetapi, setelah melalui peperangan yang seru, Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan perlawanan Musailamah. Musailamah terbunuh pada perang tersebut. Di pihak kaum muslimin gugur sekitar 700 syuhada dan di antara mereka terdapat sahabat Nabi Muhammad Saw dan para penghafal Al-Quran.

Driser, salah satu keagungan ajaran Islam adalah pedoman Al-Quran yang dibawakan Nabi Muhammad terpelihara keasliannya hingga kini. Jadi ngaco bin ngawur kalo ada oknum yang bilang bisa bikin al-Quran tandingan. Terlebih lagi kalo ngaku-ngaku sebagai nabi juga. Mungkin dia lelah hingga ngigau. Padahal udah jelas, tak ada Nabi lagi setelah Muhammad saw. Makanya kita mesti hati-hati biar nggak kecele dengan nabi palsu yang tiba-tiba nongol dan diberitakan media. Kuatkan akidah. Kenali Islam lebih dalam. #YukNgaji! [Isa, diolah dari berbagai sumber]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47

 

April Fools Day

Majalahdrise.com – April telah tiba, april telah tiba, hatiku gembira.. J. Eiiiitss….. di Bulan April ada suatu kebiasaan jahiliahharus kita waspadai !!!!! Apa itu…???.pada tanggal 1 April ada sebuah perayaan yang dimana orang-orang diperbolehkan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain tanpa dianggap bersalah , misalnya, kepada orang tua, teman, dan kepada siapapun. Agar tau lebih lanjut mari kita bahas bersama! Chek it dot!

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Fools Day atau April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan. Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret).

Ada beberapa contoh lelucon April Mop dan efek sampingnya, Di Jerman, kantor jaringan telepon setempat pernah dibuat pusing, karena diberitakan bahwa teroris telah mampu memasukkan bom peledak secara digital. Virus Bom Peledak itu masuk ke dalam pesawat telpon, setelah anda menelpon keluar kota. Berdasarkan ultimatum dari sang teroris, pada pkl 18.00 sore waktu setempat bom akan meledak. Cara satu-satunya untuk memusnahkan atau melumpuhkan ledakan bom tersebut ialah dengan memasukkan telepon ke dalam ember penuh dengan air. Akibatnya ribuan telepon setempat jadi rusak, karena terendam air dalam ember.

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April. Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop”, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.

Sudah pada tau enggak sih? Sejarah April Fools Day atau yang biasa disebut April Mop? Nah, kalau belum tau nih ada sedikit informasi tentang sejarah April Mop. Cekidot!

Sejarah 5 abad silam about April’s Fool Day, ditaklukkannya spanyol oleh panglima thariq bin ziyad. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.  Penduduk spanyol yang beragama nasrani berbondong-bondong masuk Agama Islam. Kelicikan Orang-orang kafir di sekitar Spanyol, menghasut kaum muslimin. Tentara Salib berhasil menguasai Spanyol,Penduduk Muslim Spanyol, tentara kaum muslimin, orang tua, wanita, bahkan anak-anak dibunuh. So, april fools day atau april mop adalah sebuah perayaan dimana hari kemenangan atas pembantaian umat muslimin di spanyol.Haram hukumnya merayakan “APRIL FOOLS DAY” Why?? Because kalau kita masih saja meryakan April Mop, sama saja kita merayakan pembantaian saudara-saudari kita di Spanyol

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya barat ini sesuai dengan hukum syara’ atau tidak. Nah, dapat kita simpulkan sekarang, generasi muslim menjadi pembebek budaya barat. Umat terbaik tidak layak membebek, namun memimpin dunia dengan agamanya. Layaknya Rasulullah dan khulafaurrasyidin yang menghapuskan kebudayaan jahiliyah dan menghidupkan kebudayaan islam.[]

Oleh : Najwa*

*Penulis adalah siswa SMA Bina Insan Mandiri kelas 10

di muat di majalah remaja islam drise edisi 46

 

Di Bawah Langit Perang Yaman

2 Agustus 2014

Majalahdrise.com – Akhirnya aku beserta suami dan kedua anakku menginjakkan kaki ditanah Sana’a, ibukota Yaman. Negara yang telah aku idam-idamkan untuk didatangi. Negara yang aku impikan untuk menimba ilmu. Sejak usia 12 tahun, niat untuk belajar di Yaman sudah tumbuh dihatiku. Teringat saat aku tak sengaja melihat sebuah brosur tentang beasiswa ke Yaman. Di brosur itu terpampang sebuah foto para pelajar wanita yang sedang didalam kelas. Seluruh tubuhnya dibalut kain bewarna hitam dan hanya menyisakan kedua matanya. Bagaimana bisa aku merinding hanya dengan melihat hal itu? I think it’s very cool ^^

Hari pertama hingga hari ketiga kami menikmati sarapan, makan siang, dan makan malam dengan menu ala Yaman yang disediakan hotel tempat kami menginap. Semuanya enak dilidah kecuali satu, Fasulia. Bentuknya yang bikin eneg dan rasanya yang aneh membuat aku tiba-tiba kenyang. Untungnya anak-anak suka. Jadi aku tak khawatir mereka kelaparan. Sedangkan yang paling ditunggu-tunggu adalah waktu makan siang. Menu ayam panggang guling ala Yaman benar-benar lezat menggugah selera.

Ternyata saat kami datang, Yaman sedang konflik. Teman-teman Indonesia banyak yang mengungsi ke KBRI. Terutama teman-teman yang tinggal didaerah Universitas Al-Iman. Salahsatu universitas besar di Yaman yang terkenal secara internasional. Saat itu Al-Iman mendapat ancaman serangan dari Syiah Houthi (Syiah beraliran Rafidhah). Hingga perayaan Idul Fitri pun dirayakan oleh teman-teman pengungsi di KBRI. Kami yang malang karena belum mendapat rumah jadi masuk kategori pengungsi. Awalnya malu karena barang-barang kami lumayan banyak. Membuat sesak ruangan. Tapi Alhamdulillah kami diterima dengan baik. Seminggu kami di KBRI hingga suasana aman dan kami pun dapat rumah kontrakan. Alhamdulillah…

Tetapi,baru dua bulan kami menikmati hidup di Yaman dengan tenang, konflik kembali muncul. Tak tanggung-tanggung…perang besar terjadi di ibukota Sana’a. Hari itu, suamiku bilang kalau ia akan pergi keluar rumah. Selang beberapa saat suamiku pulang. Aku heran karena tumben sekali dia pulang begitu cepat. Ternyata orang-orang di jalan memberitahunya kalau perang sebentar lagi dimulai. Suamiku sempat-sempatnya menunggu ditepi jalan untuk melihat permulaan perang, setelah melihat mobil-mobil pickup berisi tentara lewat dan kemudian terdengar bunyi satu atau dua tembakan,barulah beliau pulang ke rumah.

Ternyata Syi’ah Houthi benar-benar melaksanakan ancamannya yang pernah dilontarkan dua bulan sebelumnya. Mereka mulai memerangi Universitas Al-Iman, dan kami yang tinggal diluar kompleks universitas (walau tidak belajar disitu) turut merasakan horor yang ditimbulkan.

Tidak banyak yang bisa kami lakukan selama perang berlangsung, melainkan menunggu dan berharap perang reda. Kemudian pemilik rumah sewa datang kepada kami dan mengatakan untuk tidak khawatir karena menurutnya perang tidak akan berlangsung lama.

Detik-detik berlalu, kemudian menit, kemudian jam, sedangkan perang tidak semakin reda. Suara-suara yang awalnya hanyalah suara tembakan satu-dua kali dalam satu menit, semakin lama semakin sering terdengar hingga tidak ada jeda diiringi suara ledakan mortir. Hingga malam hari, suara ledakan-ledakan yang besar terus menggema. Aku tak membuang kesempatan, suara-suara itu kurekam diponsel untuk jadi kenangan. Bersyukurnya anak-anak tidak rewel ataupun ketakutan sama sekali. Hingga tengah malam, suara-suara itu masih terdengar mengiringi tidur kami.

Esok harinya kami dibuat panik karena letusan dan ledakan masih saja bersahut-sahutan. Tanpa fikir panjang aku mulai berkemas. Hanya untuk menyiapkan jika mungkin terjadi apa-apa. Hingga akhirnya datanglah pemilik rumah dan menawarkan kami untuk diungsikan (kembali) ke KBRI, sedangkan istri dan anak-anaknya sudah ia ungsikan terlebih dahulu ke negerinya di Taiz.

Perjalanan ke KBRI bukannya tanpa teror tersendiri. Jalanan sepi. Namun masih terlihat beberapa warga yang lalu lalang dipinggir jalan. Beberapa mobil yang kami lewati ternyata mobil-mobil para pengungsi lainnya terbukti dengan banyaknya barang yang memenuhi mobil mereka. Hingga akhirnya si supir menurunkan kami ditengah jalan untuk ditukar dengan taksi. Kami heran namun tak bisa berkata-kata. Tanpa babibu kami turun dan memberhentikan taksi yang lewat. Saat mengganti kendaraan aku benar-benar ketakutan. Aku takut jika ada peluru nyasar dan mengenai salah satu dari kami.

Taksi melaju sangat cepat. Tak henti-hentinya kami berzikir dan berdoa meminta perlidungan pada ALLAH. Hingga akhirnya kami pun sampai di KBRIdengan selamat. Eh si sopir bisa-bisanya mengambil keuntungan dari kejadian ini. Ia meminta bayaran tiga kali lipat dari harga biasanya.

Di KBRI kami tak mendengar suara-suara mengerikan itu. Karena jaraknya cukup jauh dari daerah perang. Hingga suatu malam kami dikagetkan oleh suara-suara yang kami hindari itu. Suara tembakan kembali kami dengar di pengungsian. Aku dan ummahat lain sangat panik. Beberapa ummahat berlarian mencari anak-anaknya. Sejujurnya aku sedikit geli dengan situasi ini. Karena saking paniknya, ada yang teriak-teriak menyebut nama anaknya. Ada yang tiba-tiba asal ambil hijab orang lain untuk menutupi rambutnya. Takut kalau-kalau harus kabur namun tidak sempat mencari milik sendiri. Barang-barang sekitar yang tercecer pun menjadi korban tendangan para ummahat. Hehehe 😀

Ternyata oh ternyata itu perayaan kemenangan Syiah Houthi yang berhasil menguasai Universitas Al-Iman. Mereka melakukan parade keliling kota dengan menembakkan peluru ke udara. Ditambah kembang api yang meramaikan malam itu hingga terasa seperti malam tahun baru (walaupun kita tidak ikut merayakan malam tahun baru namun kita terganggu dengan kegiatan itu). Kami sedikit lega karena yang kami bayangkan tidak terjadi (penyerangan) namun kesedihan begitu terasa di ruangan itu. Betapa tidak, dengan jatuhnya Universitas Al-Iman ke tangan Houthi, rumah-rumah beserta harta benda didalamnya yang mana harta benda itu milik para pelajar Al-Iman akan menjadi harta rampasan mereka. Beberapa ummahat ada yang menitikkan air mata.

Dalam perang ini kami disuguhi dagelan yang nyata, yaitu Universitas Al-Iman yang sebelumnya telah dijaga oleh tentara pemerintah dan mendapatkan jaminan untuk dilindungi ternyata hanya dalam sehari tanpa perlawanan menyerahkan universitas tersebut ke pihak oposisi yang masuk dengan melenggang, seakan-akan menunjukkan mereka dari awal berkomplot tetapi dibuat sebuah cerita perang agar tidak menimbulkan kecurigaan. (Sudah rahasia umum bahwa Universitas Al-Iman tidak disukai oleh pemerintah dan juga Amerika Serikat)

Akhirnya KBRI membuka evakuasi untuk pulang ke Indonesia. Banyak yang mengambil kesempatan tersebut tetapi kami tidak mengambilnya. Pertimbangannya adalah, kami baru saja datang dari Indonesia dengan mengorbankan banyak hal, sungguh rugi jika kami pulang kembali sedangkan ilmu pun belum didapat. Belum tentu bisa kembali ke negeri ini dengan mudah.

 

Febuari 2015

Waktu telah berlalu. Warga Indonesia di Yaman banyak yang telah kembali ke Indonesia. Sedangkan kami tetap bertahan di Yaman hingga saat ini. Perang masih berlanjut. Namun itu tak mempengaruhi kami sama sekali. Beberapa kota termasuk Ibukota Sana’a telah jatuh ke tangan Syiah Houthi.

Hingga kini, kami berharap tidak terjadi apa-apa terhadap kami. Walaupun sempat terdengar kabar kalau warga asing akan dikembalikan ke negara masing-masing, kami sangat berharap itu tak pernah terjadi sedangkan Houthi tak akan pernah berhenti hingga Yaman didaulat menjadi negara syiah. Wallaahu a’lam bishshawwab…[]

Ya ALLAH lindungilah kami sekeluarga dan lindungilah negeri Yaman…Aamiin…

8 Februari 2015 ,Sana’a_Yaman

Ummu Asad

di Muat di majalah Islam Drise Edisi 46

Wanita Terjaga & Mulia Bersama Islam

Majalahdrise.com – Terlalu cetek kalo ada yang menyimpulkan kekerasan terhadap wanita karena gender. Jenis kelamin itu kodrat. Cuman orang-orang jahiliyah yang memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja. Prof Will Durrant bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”.  Waduh!

Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.  Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya. “Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya?

Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami. Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”.

Idih, ngeri banget ya cara pandang orang-orang jahiliyah di atas terhadap wanita. Sialnya, kini cara pandang yang sama dalam kemasan emansipasi dan kesetaraan gender gencar dikampanyekan kaum feminis. Makanya kita harus hati-hati sis!

Cuman syariah Islam yang menjaga dan menghargai wanita tanpa cacat cela. Bukan yang lain. Dari awal kedatangannya, islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia.  Fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, tak menjadikan kaum hawa terhina. Justru posisi ini adalah kehormatan yang tiada duanya.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al-Ahzaab : 33]

Tak hanya di dalam rumah, syariah Islam membolehkan wanita untuk berkiprah di luar rumah dalam perkara yang mubah. Dengan catatan, tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri, ibu, dan pengatur rumah tangga serta bukan dalam perkara yang diharamkan. Jadi, boleh aja muslimah berbisnis jual beli, menjalani profesi sebagai sebagai guru, dokter, perawat, peneliti, tukang jahit, atau jurnalis. Bahkan, wanita juga boleh terjun dalam dunia politik semisal memilih penguasa, memilih dan dipilih menjadi anggota majlis umat dalam pemerintahan Islam. Namun tetap, syarat dan ketentuannya berlaku ya. Ingat kewajiban utamanya sebagai ummu wa robbatul bait.

Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat. Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail.  ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.”

Mulianya kedudukan wanita dalam Islam, karena Rasulullah SAW telah mewasiatkan untuk menjaga perempuan dan memperlakukannya dengan baik.  Sabda Rasulullah SAW: Perlakukanlah perempuan dengan baik (HR Muslim).  Islam pun menetapkan bahwa memelihara kehormatan perempuan hukumnya wajib.  Orang-orang yang terbunuh karena mempertahankan kehormatannya adalah syahid akhirat, artinya memperoleh pahala syahid mujahid di jalan Allah. Sabda Rasululah SAW: “Barang siapa yang terbunuh (dibunuh) demi keluarga, maka dia syahid “(HR.Nasai)

Tuh kan, saking dihormatinya wanita, pembelaan terhadapnya disamakan dengan pahala syahid di akhirat. Jadi, untuk driser muslimah jangan silau dengan kampanye emansipasi dan kesetaraan gender. Kesannya baik dan mengangkat derajat wanita. Padahal, dibaliknya segudang ancaman siap menghancurkan kehidupan perempuan dan keluarga.

Kita sepakat kalo cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diperbaiki. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga atau di tempat kerja emang kudu dilawan. Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Pasti![hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46