AKSI CINTA PALING GILA

Majalahdrise.com – Kata orang, cinta bisa bikin mabuk kepayang. Nggak sadar diri tanpa disadari. Demi cinta orang bisa nekat melakukan aksi paling gila. Ngeblokir jalan hanya untuk nembak si doi di tengah kerumunan, mungkin masih kurang ekstrim kalo dibandingkan aksi gila orang-orang yang terinfeksi virus merah jambu berikut. Penasaran? Cekidotz!

 

Memalsukan Kematian

Hari yang cerah di bikini bottom, ups! di sebuah kota di Siberia, Rusia. Irena Kolokov berjalan menuju tempat janjian dengan pacarnya. Namun sesampainya di TKP, Kolokov shock berat melihat sang pacar, Alexey Bykov, tergeletak bersimbah darah di tengah jalan. Di sekitarnya ada mobil-mobil yang ringsek, asap, bahkan ambulans. Kolokov akhirnya tak kuasa menahan tangis ketika paramedis mengatakan bahwa Bykov sudah meninggal.

Coba bayangin, pas lagi sedih-sedihnya, Bykov keluar dari dalam ambulans sambil cengar-cengir, lantas melamar Kolokov on the spot. Kolokov pun kebingungan sebelum Bykov akhirnya menjelaskan bahwa semua cuma akting. Gak tanggung tanggung, Bykov mengupah sutradara film, stuntman, make-up artist, sampe penulis skenario demi memuluskan aksinya ini. “Aku ingin dia menyadari betapa hampa dan tak berarti hidupnya tanpa diriku” ujar Bykov dengan wajah tanpa dosa. “Hampir saja dia kubunuh beneran” ujar Kolokov, yang walaupun kesal, tapi menerima lamaran pacarnya tersebut.

 

Operasi Plastik Biar Identik

Biasanya, pasangan yang lovey dovey suka pakai baju yang matching, kaos couple, atau semacamnya lah, seolah-olah ingin menunjukkan “nih kita, pasangan paling kompak sedunia”. Tapi, apa yang dilakukan oleh Neil (Genesis) dan Jacqueline (Lady Jaye) Megson benar-benar ekstrim, yaitu melakukan oprasi plastik supaya fisik mereka berdua mirip satu sama lain. Mereka mengaku sangat mencintai satu sama lain sampe-sampe mereka merasa bahwa mereka adalah satu orang yang sama.

Demi berevolusi menjadi satu makhluk identik yang disebut Breyer P-Orridge, mereka melakukan serangkaian modifikasi tubuh yang mereka sebut Pandrogyne Project, sejak tahun 1996 sampai 2009. Bahkan ketika Jacqueline meninggal tahun 2007, proyek itu masih berlanjut, dengan alasan bahwa Genesis mewakili Breyer P-Orridge di dunia material, sementara Lady Jaye mewakili dunia immaterial, yang menciptakan kolaborasi interdimensional berkelanjutan. Gila kali ya.

 

Tembak Diri Demi si Doi

Di Indonesia, kalau ada orang yang stress bin depresi atau putus asa gara-gara diputusin pacar, biasanya dia naik menara sutet terus ngancam mau loncat biar mati (walaupun biasanya nggak jadi bunuh dirinya). Ternyata, di Amerika juga nggak jauh beda. Orang bisa berbuat nekat dan absurd, gara-gara diputusin pacar. Jordan Cardella, pemuda umur 20 tahun yang gagal move on, berpikir kalau saja dia ditembak orang, mungkin sang mantan akan merasa kasihan dan mau balikan lagi dengannya.

Entah dari mana datangnya ide gila itu, tapi keputusan Jordan sudah bulat, dan meminta bantuan temannya, Michael Wezyk, untuk menembak dirinya. Gilanya si Michael ini setuju saja untuk “membantu” Jordan. Mereka pun memilih lokasi di sebuah taman yang sepi untuk melakukan penembakan tersebut. Gak tanggung-tanggung, Jordan meminta ditembak 3 kali di punggung atau di dada. Jangankan di dada, ketika Michael menembaknya di lengan, Jordan langsung terjengkang. Gilanya, mungkin sambil meringis dan berdarah-darah, Jordan malah minta ditembak lagi. Saat itulah Michael eling, alih-alih menembaknya lagi, dia malah membawa Jordan ke rumah sakit. Boro-boro balikan lagi, bahkan sang mantan nggak sekalipun menjenguk Jordan di rumah sakit. Yang datang malah Polisi. Tragis!

Driser, itulah tingkah gila orang yangg nggak beriman. Nggak ada pantasnya kita sebagai remaja muslim meniru-nirunya bahkan mengorbankan banyak hal hanya demi meraih cinta dari sesama manusia. []

 

Box

Cinta Tertinggi

Orang bilang cinta adalah pengorbanan. Memang nggak salah sih. Demi ‘ridho’yang dicintai, pasangan rela mengorbankan waktu, tenaga, harta, pikiran, bahkan nyawa sekalipun. Hmmm, kalau kecintaan terhadap makhluk saja seperti itu, harusnya kecintaan kepada Al-Khaliq Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lebih dahsyat lagi dong, ya nggak sih.

Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. ” (At Taubah [9]:24)

Bagaimanakah bentuk kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya? Allah berfirman, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali-Imran [3]:31). Az-Zujaj menjelaskan bahwa cinta manusia kepada Allah dan Rasul-nya adalah menaati keduanya dan ridha kepada semua perintah-Nya dan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya.

Cinta kepada Allah berarti nggak ada ekspresi cinta dalam ikatan pacaran. Karena jelas-jelas Rasul teladan kita nggak mencontohkan. Siapkan diri untuk meraih predikat cinta tertinggi. Bahagia dunia akhirat tanpa kecuali. Semoga kita tergolong hamba yang mencintai, serta dicintai balik oleh Allah dan Rasul-Nya. Aamiin []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

Yang Muda Yang Berjasa

Majalahdrise.com – Tak diragukan lagi bahwa genrasi memegang peran vital dalam perubahan masyarakat. Seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Kemudian Musthafa Kamil, pemikir dari Mesir berkomentar: “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.”

Sejarah Islam telah menorehkan beberapa nama remaja dengan tinta emas. Jasa mereka dalam menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia tak bisa dipandang sebelah mata. Usianya yang masih belia, tak menjadi kendala untuk ambil bagian dalam dakwah. Diantara mereka adalah Thariq bin Ziyad dan Muhammad al-Fatih.

Waktu itu tahun 92 H/711M. Pasukan Muslim di bawah pimpinan Panglima muda berusia 25 tahun bela-belain menyebrangi selat Gibraltar (Jabal Thariq) biar bisa sampe di Spanyol. Atas pertolongan Allah, pasukan raja Rhoderick (Spanyol) yang berkekuatan 100.000 pasukan tumbang di tangan pasukan Muslim yang hanya berjumlah 7000 plus 5000 pasukan tambahan. Kamu tahu siapa panglima muda itu, dialah Thariq bin Ziyad yang membuka penyebaran Islam di negeri matador Spanyol.

Dulu, waktu Rasul saw masih hidup, beliau pernah bersabda: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. Kamu tahu, Konstantinopel adalah basis kekuatan Nasrani yang yang dikuasai oleh Kaisar Heraklius. Makanya Allah swt dan Rasul-Nya begitu memuliakan orang-orang yang ikut andil menumbangkan Konstantinopel.

Setelah beberapa kali gagal, tujuh abad kemudian kaum Muslimin berhasil menaklukkan Konstantinopel atas petolongan Allah swt. Tepatnya pada hari Selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, melalui tangan seorang pemuda yang baru berusia 23 Tahun. Dialah sebaik-baiknya pemimpin seperti disebutkan dalam hadits Rasul di atas. Pemuda itu adalah Sulthan Muhammad Khan (Al-Fatih) putera Sulthan Murad II.

Driser, Thariz bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih hanya dua gelintir aja pemuda Islam yang oke banget. Bukan karena fisiknya yang macho atau wajahnya yang cute. Tapi karena kontribusinya yang begitu besar dalam penyebaran Islam.

Emang udah seharusnya pemuda-pemudi maupun remaja-remaji muslim nggak cuman mikirin diri sendiri. Tapi jadi ujung tombak perubahan ke arah yang lebih baik sebagai agen of change. Seperti pesan seorang mujahid dan ulama fiqih ternama, Hasan Al-Banna: “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya.”.

So, tunggu apalagi. Segera bergerak memantaskan diri menjadi bagian dari generasi cemerlang pembangkit Islam dan kaum Muslimin. Hiasi hari-hari dengan aktivitas ngaji dan dakwah. Agar hidup makin berarti dan penuh berkah. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di muat di Majalah remaja Islam Drise Edisi #44

The Power of Remaja Islam

Majalahdrise.com – Bulan februari, bulannya remaja. Eh tunggu dulu. Maksudnya, bulannya remaja harus hati-hati. Kita kudu ingat bahwa sampai saat ini kaum muslim belum keluar dari kungkungan budaya sekuler barat. Kaum muslim lemah, lemah iman dan lemah kepribadian. Alhasil, remaja muslim mudah terpengaruh dengan perayaan Valentine yang biasanya diperingati pada bulan Februari.Pengaruh buat merayakanValentine cukup kuatloh. Mulai dari Televisi yang menayangkan iklan acara spesial Valentine, majalah-majalah remaja ternama yang menyediakan bacaan seputar Valentine, sampai meriahnya pusat-pusat perbelanjaan menyediakan pernak pernik yang lucu nan imut untuk sarana merayakan Valentine. Ada boneka Valentine, ada coklat, permen dan lain sebagainya.Semua itu tampak indah dipandang mata dan nafsu kemanusiaan kita. Tapi ingat, tergiur dengan merayakan Valentine meski hanya dengan teman berarti bermaksiat kepada Allah Swt.

Remaja Islam harus sadar bahwa mereka bisa melawan ide-ide asing bernama Valentine plus sekutu-sekutunya. Mereka harus sadar bahwa kelemahan kaum muslim saat ini karena mereka butaatas kekuatan mereka. Kalau saja mereka tahu dan kembali menggenggam erat kekuatan itu, dijamin racun sekuler liberal akan mampu mereka tendang jauh dari kehidupan mereka. Yuk mengenal the power (kekuatan) of remaja Islam.

Kekuatan pertama adalah keimanan. Benar, keimanan kepada Allah Swt adalah daya dorong terdahsyat yang dimiliki kaum muslim. Dengan keimanan, dahulu kaum muslim mampu mengalahkan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak di perang Badar dan banyak perang lainnya. Dengan keimanan, seorang Bilal bin Rabbah sang sahabat Nabi yang mulia mampu menahan segala kepedihan atas siksaan kaum kafir Quraish yang menginginkan ia kembali kepada agama nenek moyang. Karena keimanan, seorang Abdurahman bin Auf dengan senang hati menginfakkan sebagian besar hartanya untuk aktivitas jihad fi sabilillah. Maka, kenalilah dirimu! Kenalilah Tuhanmu! Buktikan kebenaran imanmu dengan menghayati hakikat segala isi jagat raya. Niscaya kamu akan meraih kesempurnaan iman yang menjadi kekuatan utamamu.

Kekuatan kedua adalah pemikiran. Satu –satunya agama yang mengajak berfikir tentang Tuhan adalah Islam. Tiada agama yang mengajak berpikir tentang kehidupan, sekaligus menyelesaikan masalah kehidupan selain Islam. Maka, pemikiran Islam adalah modal berikutnya untuk memenangkan pertarungan dengan pemikiran kufur buatan manusia. Jika pemikiran Islam selalu melekat dalam ingatan, remaja Islam pasti ogah tergoda budaya Valentine. Lebih dari itu, remaja Islam akan mampu turut berjuang dengan tenaga berlipat-lipat untuk tegaknya kembali Khilafah Islamiyah.So, remaja Islam harus semangat dong untuk mengkaji sumber pemikiran Islam yaitu Al Qur’an dan As sunnah.

Kekuatan ketiga yaitu ikatan perjuangan bersama jamaah.Dalam menghadapi sistem kufur yang sedang eksis, tidak bisa tidak remaja Islam harus tergabung kedalam jamaah perjuangan Islam. Semangat juang remaja Islam yang bersatu padu dalam jamaah akan menciptakan gelombang opini Islam yang luar biasa. Remaja Islam pejuang dakwah syariah dan khilafah akan mewarnai masyarakat dengan warna khas yaitu ideologi Islam. Semoga Khilafah cepat tegak dengan the power of remaja Islam. Amin.[]

Oleh: Eva Arlini

di muat di majalah remaja islam drise Edisi #44

Kamu Suka Ngeluh?

Majalahdrise.com – Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai makhluk hidup, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek sampai habiskan tissue tetangga hehe.. #OhNo

Itu baru satu sikap yang lahir akibat masalah atau problema, karena sebenarnya ada segudang ekspresi yang dilahirkan saat menghadapi problem. Namun umumnya, sebelum problem itu terselesaikan dengan solusi yang jitu, terkadang ada hal ini nih yang selalu dilalui dan menjadi pilihan yang kita lakukan. Hal itu adalah berkeluh kesah. Iya kan? Tuh pada senyum-senyum karena ketahuan sering ngeluh hehe.. saya juga ikutan senyum-senyum juga nih, karena sebab yang sama.

Pernah ga sih terpikirkan oleh kita atau kita renungkan, kenapa ya kita sukanya ngeluh? Rasanya walaupun masalah belum kelar, tapi ngeluhnya sudah terlaksanakan ibarat berhasil nyusun puzzle yang berantakan, lega gitu. Ngeluh seakan jadi menu utama nya kita. Duh gawat tuh. Jika kita telusuri lagi, ternyata ngeluh itu ada karena manusiawinya kita sebagai manusia, alias manusia itu punya naluri. Naluri itu adalah bagian dari potensinya diri manusia yang dikaruniakan Dzat yang Maha Pencipta. Nah dari naluri ini kita kenal ada tiga jenisnya : 1. Naluri mensucikan sesuatu (tadayyun), 2. Naluri mempertahankan diri(baqa’) dan terakhir Naluri berkasih sayang (nau’)

Usut punya usut ternyata keluh atau mengeluh itu terkategori dalam naluri baqa’ kita untuk menjaga eksistensi diri, gengsi gitu. Jadi dalam hal ini, problem itu diibaratkan seperti musuh yang menyerang lawannya. Nah, lawan yang diserang oleh musuh ini otomatis merasa takut (jika ia bersalah terhadap musuhnya) atau merasa kesal atau jengkel (jika ia diserang tanpa sebab oleh musuhnya tersebut) otomatis juga si lawan berpikir dengan akalnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, bisa jadi dengan tindakan serang balik atau malah melipir pergi dan muntaber alias mundur tanpa berita hehe agar aman dari kejaran musuh tadi. Nah, gitu pula halnya dengan diri kita yang suka ngeluh, berkeluh kesah semata-mata untuk melampiaskan naluri mempertahankan diri.

Cerita keluh mengeluh ini bukan hanya beredar di kalangan manusia, ternyata dalam Al-qur’an Allah SWT juga mengabarkan tentang ini yaitu di surah Al-Ma’arij ayat 19-21. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”

Jleeb banget ketika baca ayat tersebut. Astahgfirullah baru nyadar bahwa selama ini tiada hari tanpa mengeluh, persis seperti apa yang Allah katakan dalam Al-qur’an. Hmm.. tapi ayat diatas bukan juga dijadikan justifikasi atas keluh kesah yang kita tuturkan tiap harinya yaa, ternyata sekalipun Allah kabarkan didalam kitab suci bahwa Allah ngasi naluri baqa sama kita yang berpotensi untuk berkeluh kesah dan kikir, tapi disinilah Maha Mudabbir nya Allah, yap apalagi kalau bukan Allah Sang Pengatur hidup dan kehidupan kita, atas segala yang telah diciptakannya, tak terlepas rasa keluh kesah ini D’Riser.. karena itu pula lah Allah takkan membiarkan kita terlunta-lunta dengan apa yang kita alami dan rasakan. Sehingga dalam penciptaan kita, Allah barengi dengan manual instruction yang sudah tentu sesuai dengan ciptaannya. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, begitu juga Allah tau atas keluh kesah ini. Bahkan lebih dari itu, Allah juga nyediakan langsung jurus ampuh agar kita terbebas atau meminimalisir rasa keluh kesah ini.

Yups, ga perlu jauh-jauh nyari jurus jitunya D’Riser, kamu cukup buka mukjizatNya Rasulullah saw (Al-qur’an,red) dan cari di Juz 29 surah ke 70, ayat ke 22-34, nah ada yang udah nemuin ? yups, exactly masih di surah yang sama dengan ayat yang kita bahas sebelumnya. Kita masih di surah Al-ma’arij. Begini redaksi ayatnya : kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab tuhannya, sesungguhnya terhadap adzab tuhan mereka,tidak ada seseorang merasa aman (dari kedatangannya) dan seterusnya J. Check al-qur’annya masing-masing yah hehe..

Dan pada akhirnya, bagi hambaNya yang sukses dan complete ngejalani manual instruction yang ada di beberapa ayat diatas tadi dengan sebaik mungkin maka akan ada yang akan di petik dan didapatkan, ga nanggung-nanggung loh, yaitu apa yg dijelaskan di ayat berikutnya (ayat 35), begini bunyinya : “mereka itu kekal disurga yang dimuliakan”. Nah, siapa yang mau masuk surga? Saya !!! 😀 maka apalagi yang ditunggu dan dinanti. Yuk manage diri agar jadi pribadi yang enggan berkeluh kesah tapi sebaliknya senantiasa bersyukur atas nikmatnya dan menjadikan problema sebagai instrumen yang mampu menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sebagaimana Allah juga ingatkan kita di Surah Ibrahim:7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” Duh bergidik merinding dengan azabnya Allah, ngeri kan D’Riser?

So, ayo bergerak, bertindak, dan berfikir menjadi hamba yang senantiasa dalam RidhaNya. Bagaimana caranya? Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan namun tetap ingat ya D’Riser setelah kesulitan ada kemudahan, So kamu pasti bisa !! caranya dengan banyak belajar dan menggali ilmu islam sampai kamu ngeh, ngerti, paham, teraplikasi dan sharing itu semua ke seluruh penjuru mata angin hehe, makanya #YukMoveOn dan #YukNgaji[]

Oleh : Islamideena

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44