HIJAB HIJRAH MUSLIMAH

Majalahdrise.com – Senang deh. Belakangan ini, sesekali kita nonton televisi, banyak artis yang aktif mengenakan kerudung bukan karena tutuan profesi tapi memang sudah menutup aurat sesuai hukum syari. Hijab juga bukan jadi seragam pengajian tapi sehari-hari makin bangga berhijab. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa banyak yang keranjingan untuk selalu berhijab. Baik di sekolah atau lingkungan rumah. Malah di mall-mall aja mba berhijab yang lalu lalang makin cling!

Driser, berhijab ialah panggilan iman, meresap dari hati sehingga nyaman di hati. Muslimah yang taat atau berusaha untuk selalu taat, akan memompa semangat beramal sholeh ketika sudah berhijab. Itulah yang dirasakan Laudya Chynthia Bella pasca berhijab. “Sekarang aku udah jarang sih pulang larut malam. Jam 9 biasanya udah ada di rumah atau lagi di jalan mau pulang. Sengaja maupun tidak, berhijab menggiring aku pada kebaikan. Aku masih berteman dengan teman-teman lama, sebagai bonusnya ada teman-teman baruku yang berhijab yang juga menguatkan aku. Namanya juga baru ya, masih butuh disemangatin supaya istiqomah”, begitu tutur Mba cantik yang biasa main di sinetron atau film layar lebar ini.

Nah, jadi prinsipnya, wanita berhijab memang belum tentu taat,tapi wanita taat pasti berhijab. Hijab adalah awal kebaikan, akan mengundang kebaikan lain untuk datang. Inilah berkahmenjadikan islam sebagai tolak ukur perbuatan. Catet!

 

Hijab Buka-Tutup

Fenomena yang menggelitik ialah sebagian muslimah yang masih buka-tutup hijab. Bisa jadi karena satu tuntutan, desakan atau rayuan, sehingga sehari hijab dipake, sehari dibuka. Jeng, itu hijab atau portal?! Kok buka tutup, ups…. Sorry, bukannya ngeledek. Tapi kan sayang amalan yang kemarin. Sudah dibangun, dihancurkan lagi. Ngerti kok, kita semua emang lagi belajar. Hijrah dari kegelapan menuju cahaya. Pergi dari jalan yang bengkok kepada jalan yang lurus, yaitu tuntunan Allah. Mau dituntun Allah atau dituntut Syaithan?! Muslimah untuk dituntun, bukan dituntut.

Yupz, sempurnakan hijrahmu dengan istiqomah berhijab. Buang penilaian manusia, harapkan penilaian Allah saja. Sebab Dia yang sanggup membuka dan menutup hati dan mulut manusia. Pintalah padaNya supaya hanya mulut yang baik yang mendekati hati kita, ajakan yang benar yang menguatkan hijab kita.

Berhijab mantap akan menggiring kita pada sikap yang semakin islami. Selama ini jarang shalat, maka berhijab itu jadi pemicu kerinduan untuk sujud dalam sajadah. Malu pada al-Qur’an yang hanya jadi pajangan, malu pada hijab atau penutup kepalayang cuma jadi pelengkap penampilan.

Berhijab tapi masihpacaran? Malu pada malaikat Raqib Atid di samping kiri dan kananmu. Ia tidak kelihatan tapi pasti melihat kita. Malu pada Allah yang Maha Penyayang, yang selalu berikesempatan padahal selama ini kita berbuat dosa. Selamatkan pacarmu dari api neraka. Kalau pacarmu beneran sayang, masa dia ajak kamu ke neraka. Jika dia orang yang benar, dia pasti memilih surga walau resikonya kalian harus putus! Cinta adalah cinta. Jika digabung dengannafsu maka cinta akan memudah, tersisalah nafsu.Ngeri!

Supaya hijab kamu ngga buka tutup, bergabunglah dengan teman-teman yang istiqomah. Mereka kelak yang akan jadi patroli pengontrol kalau kamu khiaf atau galau. Jadikan al-Qur’an sebagai teman duduk, saat santai atau menjelang tidur. Sempatkan seminggu sekali ikut tausiah islam, sharing dengan para ustadzah. Jika sehari-harinya sudah sibuk dengan amal sholeh, dijamin maksiat minggat, ketaatan yang memuat kita kuat. Hijrahlah! Istiqomahlah! Yuk! [Alga Biru]

 

 

BOX

TANTANGAN BERHIJAB

Berikut ini momen saat aktivitas berhijab kamu mungkin akan diuji. Siapkan amunisi iman dan tawakkal kepada Allah

Dunia Kerja

Ketika kelak memilih kerja, biasanya ada tuntuntan untuk tampil cantik dan kadang-kadang disyaratkan untuk membuka aurat (hijab). Lebih baik stop! Berani berkata TIDAK! Ingat, rezeki sudah diatur oleh Allah, kita hanya berusaha, biarkan Dia datang dengan cara yang indah.

Pelangkap Identitas

Pas foto ijazah SMA sering membuat dag-dig-dug. Buka kerudung atau tidak? Kalau pakai kerudung, harus buat pernyataan ini dan itu. Kelihatannya horor banget ya? Wah, apa yang salah dengan wanita berhijab? Nah, banyaklah berkonsulitasi dengan ahlinya agar harga diri kita sebagai muslimah tetap terjaga.

Takut Ngga dapet Jodoh

Klise banget. Alasan yang dibuat-buat. Siapa bilang berhijab menjauhkan jodoh atau lelaki untuk mendekat. Percayalah, justru lelaki yang datang bukan lelaki sembarangan.Lelaki itu pastinya lelaki yang seiman dan menjaga auratmu dari yang haram memandang.

Low Exist !

Wanita berhijab tidak bisa eksis, sulit. Wanita juga ingin tampil ke depan. Hijab menghalangi wanita dalam mengeksplorasi diri. Nah, pemikiran seperti ini masih menempel di sebagian orang. Sementara di jaman sekarang ini, makin banyak bukti wanita berhijab makin berkilau, berprestasi tanpa harus mengumbar auratnya dan sekedar modal cantik semata.

[Alga Biru]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #45

Kamu Suka Ngeluh?

Majalahdrise.com – Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai makhluk hidup, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek sampai habiskan tissue tetangga hehe.. #OhNo

Itu baru satu sikap yang lahir akibat masalah atau problema, karena sebenarnya ada segudang ekspresi yang dilahirkan saat menghadapi problem. Namun umumnya, sebelum problem itu terselesaikan dengan solusi yang jitu, terkadang ada hal ini nih yang selalu dilalui dan menjadi pilihan yang kita lakukan. Hal itu adalah berkeluh kesah. Iya kan? Tuh pada senyum-senyum karena ketahuan sering ngeluh hehe.. saya juga ikutan senyum-senyum juga nih, karena sebab yang sama.

Pernah ga sih terpikirkan oleh kita atau kita renungkan, kenapa ya kita sukanya ngeluh? Rasanya walaupun masalah belum kelar, tapi ngeluhnya sudah terlaksanakan ibarat berhasil nyusun puzzle yang berantakan, lega gitu. Ngeluh seakan jadi menu utama nya kita. Duh gawat tuh. Jika kita telusuri lagi, ternyata ngeluh itu ada karena manusiawinya kita sebagai manusia, alias manusia itu punya naluri. Naluri itu adalah bagian dari potensinya diri manusia yang dikaruniakan Dzat yang Maha Pencipta. Nah dari naluri ini kita kenal ada tiga jenisnya : 1. Naluri mensucikan sesuatu (tadayyun), 2. Naluri mempertahankan diri(baqa’) dan terakhir Naluri berkasih sayang (nau’)

Usut punya usut ternyata keluh atau mengeluh itu terkategori dalam naluri baqa’ kita untuk menjaga eksistensi diri, gengsi gitu. Jadi dalam hal ini, problem itu diibaratkan seperti musuh yang menyerang lawannya. Nah, lawan yang diserang oleh musuh ini otomatis merasa takut (jika ia bersalah terhadap musuhnya) atau merasa kesal atau jengkel (jika ia diserang tanpa sebab oleh musuhnya tersebut) otomatis juga si lawan berpikir dengan akalnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, bisa jadi dengan tindakan serang balik atau malah melipir pergi dan muntaber alias mundur tanpa berita hehe agar aman dari kejaran musuh tadi. Nah, gitu pula halnya dengan diri kita yang suka ngeluh, berkeluh kesah semata-mata untuk melampiaskan naluri mempertahankan diri.

Cerita keluh mengeluh ini bukan hanya beredar di kalangan manusia, ternyata dalam Al-qur’an Allah SWT juga mengabarkan tentang ini yaitu di surah Al-Ma’arij ayat 19-21. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”

Jleeb banget ketika baca ayat tersebut. Astahgfirullah baru nyadar bahwa selama ini tiada hari tanpa mengeluh, persis seperti apa yang Allah katakan dalam Al-qur’an. Hmm.. tapi ayat diatas bukan juga dijadikan justifikasi atas keluh kesah yang kita tuturkan tiap harinya yaa, ternyata sekalipun Allah kabarkan didalam kitab suci bahwa Allah ngasi naluri baqa sama kita yang berpotensi untuk berkeluh kesah dan kikir, tapi disinilah Maha Mudabbir nya Allah, yap apalagi kalau bukan Allah Sang Pengatur hidup dan kehidupan kita, atas segala yang telah diciptakannya, tak terlepas rasa keluh kesah ini D’Riser.. karena itu pula lah Allah takkan membiarkan kita terlunta-lunta dengan apa yang kita alami dan rasakan. Sehingga dalam penciptaan kita, Allah barengi dengan manual instruction yang sudah tentu sesuai dengan ciptaannya. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, begitu juga Allah tau atas keluh kesah ini. Bahkan lebih dari itu, Allah juga nyediakan langsung jurus ampuh agar kita terbebas atau meminimalisir rasa keluh kesah ini.

Yups, ga perlu jauh-jauh nyari jurus jitunya D’Riser, kamu cukup buka mukjizatNya Rasulullah saw (Al-qur’an,red) dan cari di Juz 29 surah ke 70, ayat ke 22-34, nah ada yang udah nemuin ? yups, exactly masih di surah yang sama dengan ayat yang kita bahas sebelumnya. Kita masih di surah Al-ma’arij. Begini redaksi ayatnya : kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab tuhannya, sesungguhnya terhadap adzab tuhan mereka,tidak ada seseorang merasa aman (dari kedatangannya) dan seterusnya J. Check al-qur’annya masing-masing yah hehe..

Dan pada akhirnya, bagi hambaNya yang sukses dan complete ngejalani manual instruction yang ada di beberapa ayat diatas tadi dengan sebaik mungkin maka akan ada yang akan di petik dan didapatkan, ga nanggung-nanggung loh, yaitu apa yg dijelaskan di ayat berikutnya (ayat 35), begini bunyinya : “mereka itu kekal disurga yang dimuliakan”. Nah, siapa yang mau masuk surga? Saya !!! 😀 maka apalagi yang ditunggu dan dinanti. Yuk manage diri agar jadi pribadi yang enggan berkeluh kesah tapi sebaliknya senantiasa bersyukur atas nikmatnya dan menjadikan problema sebagai instrumen yang mampu menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sebagaimana Allah juga ingatkan kita di Surah Ibrahim:7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” Duh bergidik merinding dengan azabnya Allah, ngeri kan D’Riser?

So, ayo bergerak, bertindak, dan berfikir menjadi hamba yang senantiasa dalam RidhaNya. Bagaimana caranya? Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan namun tetap ingat ya D’Riser setelah kesulitan ada kemudahan, So kamu pasti bisa !! caranya dengan banyak belajar dan menggali ilmu islam sampai kamu ngeh, ngerti, paham, teraplikasi dan sharing itu semua ke seluruh penjuru mata angin hehe, makanya #YukMoveOn dan #YukNgaji[]

Oleh : Islamideena

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

 

Ambil Peran Itu Bro!

drise-online.com – Remaja bukan cuman bisa hura-hura. Remaja juga bisa berkarya nyata sesuai dengan kebisaannya. Remaja juga punya kesempatan menorehkan jasa bagi bangsa, negara, dan agama. Tapi sorry, kita bukannya generasi muda nyari popularitas lho. Apalagi bawa-bawa pesan sponsor. Nggak lah yauw.

Kita cuman mau ngingetin, saatnya remaja en remaji ambil perannya sebagai penopang kebangkitan umat. Estafet kepemimpinan akan terus bergulir. Yang tua bakal pensiun. Yang muda jangan cuman manyun. Segera ambil tuh tongkat estafet, ayunkan dan pimpin kebangkitan. Untuk itu, yang kita perluin sekarang adalah kemauan yang keras untuk menjadi duplikatnya Thariq bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih.

Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita.

Untuk itu, hal pertama yang mesti kita perbuat adalah nuntut ilmu. Yap, dengan belajar Islam, kita jadi tambah wawasan Islam, tahu kondisi umat Islam, dan makin mengenal kemuliaan aturan hidup Islam. Informasi ini yang memancing alam pikiran kita untuk mencari tahu ada apa dengan umat Islam yang hidup terjajah. Sehingga kita memahami mestinya ada yang bergerak untuk menyadarkan umat. Ada yang kudu berani menjadi martir revolusi yang membakar semangat umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Disitulah peran kita sebagai pemuda. Menjadi martir revolusi!

Imam Asy Syafii mengatakan: “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).”

Jangan sampai masa muda kita habis nggak jelas lantaran terhanyut budaya sekuler yang mengejar kesenangan dunia. Kita juga nggak rela dong nasib umat Islam dan kita menderita akibat penjajahan. Makanya wajar kalo kita-kita yang masih muda, kuat, dan cakep ini mesti ambil peran sebagai agen of change. Untuk kebaikan Islam dan kaum Muslimin. Jangan tunggu esok. Jangan liat orang lain. Mulai hari ini, ikut ngaji. Pake aturan hidup Islam. Dan jadilah seorang martir revolusi. Kalo bukan kita siapa lagi. Segera ambil peran itu bro!  [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise #40

Khilafah for Teens

Naruto khilafah[Drise-#029] Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, istilah Khilafah masih terasa asing ditelinga remaja. Saking asingnya, terkadang masih suka ketuker dengan istilah khilafiyah (perbedaan). Padahal artinya jelas beda. Khilafah wajib, khilafiyah boleh untuk masalah furu’ (cabang) dlm syariah. Terlebih lagi remaja kaya kita, jarang dikenalin dengan istilah khilafah yang dianggap terlalu tinggi bahasannya. Walhasil, nggak ketemu deh kata Khilafah dalam database memori remaja. Entah belum diinput atau terselip dalam rimbunan istilah gaul mereka. Yang pasti, remaja lumayan gagap kalo ditanya tentang khilafah. Tapi itu dulu. Sekarang, seiring berjalannya waktu dan laju roda dakwah yang menyasar pasar remaja, istilah Khilafah semakin dikenal luas oleh remaja. Jadi kalo hare gene masih ada remaja Islam nggak tahu apa itu Khilafah, tandanya cupu dan nggak gaul. Hehe…

“Tapi kan aku emang belum tahu!” Oke, kalo emang masih ada yang belum tahu, kalo gitu D’Rise kasih tahu ya. Khilafah adalah sebuah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin di seluruh dunia, dipimpin oleh seorang Khalifah yang satu, untuk menerapkan syariat Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Itulah dia definisi yang kita kutip dari Syekh Taqiyuddin an Nabhani, beliau adalah seorang ulama mujtahid dari Palestina. Dengan kata lain, Khilafah adalah sebuah negara yang di dalamnya diterapkan syariat Islam secara sempurna dan dipimpin oleh seorang Khalifah. Cuma sistem pemerintahan ini saja yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita.

Seorang muslim akan sangat membutuhkan Khilafah, karena hanya dengannya sajalah Islam bisa diterapkan dengan sempurna dan kaum muslimin bisa melaksanakan segala perintah Allah dengan baik dan total. Kalo tanpa sistem pemerintahan Isla, syariah hanya bisa dilaksanakan sepotong-sepotong aja, nggak menyeluruh.

Di jaman kita ini Khilafah nggak ada, akibatnya banyak kaum muslim yang nggak melaksanakan aturan Islam lagi. Kaum muslim pun dianiaya dan dibunuh di berbagai belahan dunia. Wilayah-wilayah kaum muslim pun dengan bebas dikeruk dan dieksploitasi oleh kaum kafir penjajah. Karena itulah tugas remaja Islam sekarang adalah mengembalikan Khilafah agar bisa ditegakkan lagi. Sehingga umat Islam akan kembali mulia dan sejahtera. So, remaja muslim wajib melek khilafah. Yuk![Sayf]