The First chemists

majalahdrise.com – Alkimia (alchemy) diperkirakan lahir di  daerah Cina, pada abad ke 4  sebelum Masehi, yang tujuan  utamanya yaitu membuat ramuan yang  bisa memperpanjang usia. Nggak heran,  praktek kimia kuno ini diliputi dengan sihir  dan takhayul.

Pada periode awal ini, ide-ide  dan resep-resep alkimia terinspirasi dari  sains Yunani kuno, agama-agama pagan,  dongeng-dongeng, serta berhubungan  dengan astrologi dan  klenik. Teori-teori yang menjadi landasan  alkimia kuno diantaranya adalah beberapa  kepercayaan seperti bahwa segala materi  terdiri dari 4 elemen: air, api, bumi dan  udara.

Yup, kepercayaan yang kembali  populer gara-gara serial Avatar Aang ini  ternyata pertama kali dikemukakan oleh  Aristoteles (384 – 322 SM). Juga bahwa  emas adalah logam paling “mulia” dan  “murni”;  bahwa transmutasi dari logam  satu menjadi logam lainnya dimungkinkan  dengan mengubah komposisi campuran  dari 4 elemen dasar; Serta kepercayaan  terhadap batu bertuah (sorcerer  stone) yang esensial dalam proses  transmutasi logam menjadi emas;  dsb.

Kepercayaan-kepercayaan ini  kemudian mendorong  dilakukannya berbagai macam  eksperimen yang menghasilkan  berbagai teknik dalam pembuatan  gelas, pengolahan kulit, logam,  bahkan obat-obatan. Namun, cita-cita utama para alchemist ini, yaitu  membuat ramuan awet muda dan transmutasi belerang menjadi emas  ternyata tak pernah kesampaian. Sampai  sekarang.

Nah kemudian datanglah masanya  ilmuwan-ilmuwan Islam. Mereka  menyingkirkan segala jenis khurafat dan  takhayul dalam ilmu pengetahuan dan  mengecam percampur adukan antara klenik  dan sains. Misalnya Al-Kindi yang mengkritik  eksperimen transmutasi dalam  Kitab at-tanbih ‘al khata’ al-kimiyyawiyyin (peringatan  kepada para alkimiawan).

Kemudian Ibnu  Khaldun dalam kitab Muqaddimahnya juga  mengecam praktek penipuan para  alkimiawan yang memoles perhiasan perak  dengan lapisan emas tipis. Para ilmuwan  Islam inilah penarik batas yang  membedakan alkimia –yang sarat dengan  klenik- dengan ilmu kimia modern yang  murni sains.

Salah satu bapak dari ilmu kimia  modern adalah Jabir ibnu Hayyan atau  Geber (722-815). Karya-karyanya  diantaranya adalah Al Khawass al-kabir (Buku  Besar Sifat Kimia), al-Mawazin (berat dan timbangan), al-Mizaj (Kombinasi kimia) dan  al-Asbagh (pewarna). Jabir juga memelopori  dasar-dasar operasi kimia seperti sublimasi,  liquifasi, sublimasi, oksidasi, amalgamasi,  kristalisasi, distilasi, evaporasi dan filtrasi.

Ia  juga membedakan berbagai macam asam,  membuat tinta yang bisa terbaca dalam  gelap, teknik glazur untuk keramik dan  teknik-teknik lainnya. Setelah Jabir lahirlah Al-Kindi (801–873)  yang mengabdi di istana khalifah al-Ma’mun  dan al-Mu’tashim (dari dinasti Abbasiyah).

Karyanya dalam bidang kimia adalah Kitab  kimiya’ al-‘itr (kimia parfum), yang berisi  lebih dari 100 resep minyak wangi, salep, air  aromatik dan pengganti atau imitasi dari  obat-obatan yang mahal harganya. Satu lagi ilmuwan yang sangat  berperan dalam pengembangan ilmu kimia  adalah Muhammad ibn Zakariya Al-Razi  yang di Barat dikenal dengan nama Rhazes.  Dialah yang pertama kali menuliskan rincian  berbagai proses kimia seperti kalsinasi (al-tasywiya). Pelarutan atau solusi (al-tahlil),  sublimasi (al-tas’id), amalgamasi (al-talghim),  cerasi (al-tasymi), dan metode untuk  mengubah substansi menjadi pasta atau  padatan lunak. Al-Razi juga yang pertama  kali menyaring minyak bumi sehingga  menjadi minyak tanah, dan bahkan  menciptakan sabun batangan pertama di  dunia.

Selain al-Razi, kimiawan  Islam lainnya adalah al-Majriti  dari Madrid (950-1007), yang  dikenal dengan karyanya yaitu  kitab Rutbat Al-Hakim, yang  diantaranya membahas formula  dan petunjuk-petunjuk  pemurnian logam mulia. Al-Majriti jugalah yang pertama kali  mencetuskan teori konservasi  massa, 8 abad sebelum Lavoisier.

Terkait ilmu kimia ini, sejarawan Will  Durant menulis dalam The Story of  Civilization IV: The Age of Faith: “Kimia adalah  ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh  kaum muslim; yang dalam bidang ini, ketika  orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman  industri dan hanya memberikan hipotesis yang  samar-samar, para ilmuwan muslim  mengantar pada pengamatan teliti, eksperimen  terkontrol, dan catatan yang hati-hati.

Mereka  menemukan dan memberi nama alembic (al-anbiq), menganalisis substansi yang tak  terhitung banyaknya, membedakan alkali dan  asam, menyelidiki kemiripannya, mempelajari  dan memproduksi ratusan jenis obat.  Alkimia  yang diwarisi kaum Muslim dari Mesir,  menyumbangkan untuk kimia ribuan  penemuan insidental, dari metodenya, yang  paling ilmiah dari seluruh kegiatan di zaman  pertengahan”. Hebat ya guys?

Mungkin inilah  hikmahnya mengapa Al-Qur’an mengajak  manusia untuk berfikir, merenungi segala  ciptaan Allah di alam semesta, serta  melarang untuk bergelut dalam perkara yang  gaib, apalagi mempercayai takhayul dan  mempraktekkan sihir. Bisa-bisa waktu  berabad-abad terbuang hanya untuk  mengejar khayalan semacam immortal potion  & sorcerer stone. Gaje![Ishak]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 50

Tips ATASI BAU KAKI

Ganti Kaos Kaki Tiap Hari.

Kaos kaki yang sering jadi biang keladi  untuk masalah bau tak sedap ini. Pilihlah  bahan katun yang bisa menyerap keringat  untuk mengurangi bau. Pastikan sepasang  kaus kaki dipakai hanya untuk satu hari saja.    Saat pake kaus kaki, sebaiknya kondisi  kaki dalam keadaan kering. Kenapa? Karena  kalo basah, namanya lap, bukan kaos kaki.  Kalo tetep ngeyel, kondisi basah bisa bikin  kaki lembap dan memancing kehadiran  bakteri dan jamur yang memicu bau tak  sedap. Jangan sungkan pinjem hairdryer  punya kakak untuk ngeringin kaki. Catet!

Ganti Sepatu Tiap Dua Hari.

Kalo gak ada stok, kombinasikan  pemakaiannya dengan sendal rumah. Hari  senin, kaki sebelah kiri sendal jepit, sebelah  kanan sepatu. Sepatu yang kiri, istirahat dulu  di bangku cadangan. Hari berikutnya,  gantian. Kaki sebelah kiri bungkus pake  sepatu, sebelah kanan giliran pake sendal  biar jempol lebih leluasa bernapas. Jangan  lupa sepatu yang kanan dijemur dan kasih  pewangi. Gitu aja gantian tiap hari. Intinya,  untuk menghindari kondisi sepatu menjadi  lembap.

Gunakan Bedak Kaki.

Hanya untuk mereka yang kelenjar  keringatnya workaholic. Tiap detik  memproduksi keringat yang dengan cepat  mengubah kaos kaki jadi lap basah. Cobalah  pake bedak kaki berbahan menthol  yang dapat menyerap keringat. Ingat,  pakaikan saat kaki kering. Kalo basah,  entar jadinya kaya adonan.

Rendam Kaki Secara Rutin.

Kaki direndam dalam air hangat  yang udah dikasih essential oil yang  mengandung antiseptik. Cobain deh  selama 15-20 menit satu kali dalam  seminggu. Selain sebagai penghilang  bau, rendaman air hangat konon  kabarnya juga bisa ngasih efek  relaksasi bagi kaki yang selama ini  sudah bekerja keras. Apalagi kalo  dalam air hangatnya dicemplungin  ikan-ikan kecil. Geli-geli sedap gitu  deh rasanya.  Selamat mencoba!

di muat di majalah remaja islam drise edisi 50

COWOK BAU KAKI

Majalahdrise.com – cowok normal terutama remaja,  umumnya gak perhatian dengan  penampilan. Emang gak semua sih.  But most of them. Apalagi untuk urusan  kaki yang letaknya di bawah. So pasti, gak  begitu menarik perhatian kalo gak  didandanin. Iya dong.

Anak cewek biasanya  tajam penglihatan dari leher ke atas. Begitu  ada cowok cakep, radar ganjennya langsung  berbunyi. Lalu segera mendekat dan cari  perhatian.  Tapi lain ceritanya kalo ada cowok yang  kaos kakinya wangi semerbak gitu. Abis  direndem pewangi satu ember.

Tapi radar  ganjennya adem ayem aja. Gak kedeteksi  detak kegantengan cowoknya. Makanya,  wajar kalo kaum Adam cuek bebek dengan  urusan kaki. Sampe-sampe ada oknumnya  yang kebablasan menjadi sarang kuman  dan menebar bau tak sedap. Iih..jijay!

Urusan Kaki, Harus Peduli?

Biar kata kaki ada di bawah dan  seringnya ngumpet dibalik sepatu dan  balutan kaos kaki bukan berarti tak pernah  nongol ke permukaan. Bagi remaja muslim,  ada saatnya kita harus buka sepatu dan  membiarkan kaki melihat dunia. Saat itulah  tanpa disadari, ternyata aroma tak sedap  tiba-tiba keluar dan mengotori udara. Nah  lho!

Usut punya usut, ternyata sumber  polusinya berasal dari kaki. Tepatnya kaki  yang udah lama dibungkus kaos tanpa ganti  untuk beberapa hari. Inilah biang  masalahnya. Emang sih, wajar aja kalo  kelenjar keringat juga buang hajat pada  bagian kaki. Sayangnya, bakteri yang  mejeng di atas permukaan kaki mengolah  keringat menjadi bau yang tak sedap.  Berikut beberapa kondisi yang memancing  kehadiran bakteri Khaki. Cekidot!

Jarang Ganti Kaos Kaki

Cowok punya kebiasaan jarang  mengganti kaos kaki. Hal ini dilakukan  karena kebanyakan dari mereka  menganggap kalau kaos kaki yang dipakai  belum cukup kotor. Tetapi, pemakaian kaos  kaki dalam jangka waktu yang lama  membuat bakteri lebih mudah berkembang  biak sehingga membuat kaki lebih mudah  bau

Kaos Kaki Basah

Kebanyakan cowok sangat malas untuk  menunggu kaos kaki menjadi kering  sehingga mereka memilih untuk  menggunakan kaos kaki yang masih basah  dan membiarkan bakteri berkembang biak  dalam keadaan lembab akibat keringat.  Oleh sebab itulah kaki cowok lebih mudah  bau.

Pakai Sepatu Basah

Saat musim hujan, cowok malas sekali  untuk mengeringkan sepatu sehingga  mereka lebih memilih untuk tetap  menggunakan sepatu basah atau setengah  basah

Jarang Cuci Sepatu

Minimalnya sepatu dicuci 2 kali dalam  seminggu, apalagi setelah terkena hujan.  Tapi, kemalasan cowok justru membuat  mereka memilih untuk tidak mencuci  sepatu dan membiarkan kuman di kaki  berkembang biak hingga akhirnya  memunculkan bau khaki

Cuma Punya Satu

Sepatu Dari sekian banyak alasan bau kaki  pada cowok, alasan yang satu inilah yang  mungkin paling bisa diterima. Bukan karena  malas atau jorok, tapi karena memang gak  punya sepatu lagi. Kasian banget deh!

Driser, kaki adalah penopang hidup kita.  Jadi, perlakukanlah dengan baik  sebagaimana mestinya. Walau jarang jadi  pusat perhatian, bukan berarti  membolehkan kita untuk bersikap  diskriminatif. Rawatlah agar tidak menjadi  sumber polusi. Jangan sampai deh kejadian  saat tidur kaki digigit tikus yang merasa  terganggu penciumannya oleh bau yang  menyengat dari kaki kita. So, sayangi kaki,  jauhkan dari bakteri, biar tikus got nggak  jatuh hati. Yuk mari! [@hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 50

 

LENTERA ILMU

Majalahdrise.com – ilmu adalah cahaya kehidupan, tanpanya  dunia akan menjadi gulita. Ya iyalah  gulita, secara, cahayanya gak ada . Nah,  karena ilmu adalah sumber cahaya, maka  wajar dong kalau menjaga dan mencari  ilmu adalah sesuatu yang kudu bin penting  untuk dilakukan. Kalau kita malas nyari  ilmu, udah jelas alamat gulita yang bakal  kita dapat. Kalau gak mau kita terus-terusan  bergelap-gelapan,maka alaminya, kita kudu  nyari lentera buat nerangin kehidupan.

Dan  lentera itu adalah : ilmu. Inget sob, ILMU.  Catet! Adalah Ibnu Abbas (anak paman  Rasulullah yakni Abbas). ibnu Abbas  merupakan sosok yang sangat banyak  menimba ilmu dari para sahabat yang  masih hidup. Suatu saat beliau pernah  mendatangi seorang sahabat di waktu siang  untuk mendengar hadits darinya. Ternyata  sahabat tersebut sedang istrahat siang.

Maka ibnu Abbas pun menunggu di depan  pintu dan ketiduran disitu sampai mukanya  terkena debu. Ketika sahabat tersebut  membuka pintu maka Ia terkaget melihat  ibnu Abbas. Ia pun mengatakan ,”wahai  anak paman Rasulullah, apa yang membuat  engkau datang? Mengapa engkau tidak  mengutus salah seorang agar aku  mendatangimu? Ibnu Abbas menjawab,  ”tidak,akulah yang lebih berhak  mendatangimu. Telah sampai hadits  kepadaku darimu bahwa engkau  mendengar dari Rasulullah. Aku ingin mendengar langsung darimu”.

Lain Ibnu Abbas, lain pula imam Syafi’i.  Beliau udah hafal Al-Qur’an sejak kecil dan  udah mulai ngeluarin fatwa sebelum beliau  masuk usia baligh. Beliau bahkan  mengeluarkan satu ungkapan yang sangat  terkenal yakni”barangsiapa tak tahan  lelahnya belajar, maka Ia harus tahan  menanggung perihnya kebodohan”, wihhh  dalem dan menyayat banget ya?.  Semangat yang menggebu menncari  ilmu jugalah yang pastinya menjadikan  kaum Muslimin di setiap masanya,  melahirkan sosok-sosok hebat bin pinter-pinter. Yang doyan sains pasti tahu Teori  relativitas.

Di muat di Majalah Remaja islam Drise Edisi 50