Ganti Kaos Kaki Tiap Hari.
Kaos kaki yang sering jadi biang keladi untuk masalah bau tak sedap ini. Pilihlah bahan katun yang bisa menyerap keringat untuk mengurangi bau. Pastikan sepasang kaus kaki dipakai hanya untuk satu hari saja. Saat pake kaus kaki, sebaiknya kondisi kaki dalam keadaan kering. Kenapa? Karena kalo basah, namanya lap, bukan kaos kaki. Kalo tetep ngeyel, kondisi basah bisa bikin kaki lembap dan memancing kehadiran bakteri dan jamur yang memicu bau tak sedap. Jangan sungkan pinjem hairdryer punya kakak untuk ngeringin kaki. Catet!
Ganti Sepatu Tiap Dua Hari.
Kalo gak ada stok, kombinasikan pemakaiannya dengan sendal rumah. Hari senin, kaki sebelah kiri sendal jepit, sebelah kanan sepatu. Sepatu yang kiri, istirahat dulu di bangku cadangan. Hari berikutnya, gantian. Kaki sebelah kiri bungkus pake sepatu, sebelah kanan giliran pake sendal biar jempol lebih leluasa bernapas. Jangan lupa sepatu yang kanan dijemur dan kasih pewangi. Gitu aja gantian tiap hari. Intinya, untuk menghindari kondisi sepatu menjadi lembap.
Gunakan Bedak Kaki.
Hanya untuk mereka yang kelenjar keringatnya workaholic. Tiap detik memproduksi keringat yang dengan cepat mengubah kaos kaki jadi lap basah. Cobalah pake bedak kaki berbahan menthol yang dapat menyerap keringat. Ingat, pakaikan saat kaki kering. Kalo basah, entar jadinya kaya adonan.
Rendam Kaki Secara Rutin.
Kaki direndam dalam air hangat yang udah dikasih essential oil yang mengandung antiseptik. Cobain deh selama 15-20 menit satu kali dalam seminggu. Selain sebagai penghilang bau, rendaman air hangat konon kabarnya juga bisa ngasih efek relaksasi bagi kaki yang selama ini sudah bekerja keras. Apalagi kalo dalam air hangatnya dicemplungin ikan-ikan kecil. Geli-geli sedap gitu deh rasanya. Selamat mencoba!
di muat di majalah remaja islam drise edisi 50