Cowok Pake Parfum?

MajalahDrise.com – Cowok pake parfum udah nggak tabu lagi. Terutama buat mereka yang begitu peduli dengan penampilannya. Selain meningkatkan rasa pede, pake parfum juga diklaim dunia fashion pria sebagai bagian dari kepribadian yang mesti dijaga. Nggak boleh asal semprot, tapi aromanya harus pas dengan karakternya. Makanya nggak heran kalo ada cowok yang bolak-balik ke counter parfum buat nyobain testernya sampe nemu yang cocok. Hadeuh…segitunya!

Padahal secara umum, aroma dasar parfum tradisional itu nggak jauh wangi bunga-bungaan (florals), amber, dan kayu-kayuan (woody). Tak sekedar wangi, aroma parfum bagi pemerhati penampilan dikaitkan dengan karakteristrik pribadi pemakainya. Wewangian yang beraroma bunga-bungaan memiliki karakteristik feminis, manis, dan natural. Parfum dari jenis bunga-bungaan seperti lili, mawar, lavender, gardenia ini umumnya disukai wanita. Selain jenis wewangian bebungaan, ada juga aroma amber dengan karakteristik manis sekaligus eksotis. Aroma kayu-kayuan (woody) biasanya didominasi oleh bau sandalwood dan cedar. Karakteristik aroma woody ini berarama khas kepulauan selatan, hangat, maskulin, dan dewasa.

Selain tiga jenis aroma tradisional di atas. Wewangian modern juga dikembangkan menjadi aromacitrus/fruits (ekstrak buah terutama jeruk). Karakteristik aroma citrus/fruits ini segar sekaligus ringan. Kemudian ada aroma aquatic yang segar dan lembut. Terakhir ada aroma green yang berkarakteristik sejuk, ringan, dan berasosiasi dengan nuansa rerumputan. Aroma-aroma dengan karakter maskulin yang dominan biasanya beraroma dasar madu dan tembakau. Selain itu ada aroma fougere, aroma dasar modern ciptaan seniman parfum asal prancis Paul Parquet.Fougereadalah aroma dengan latar lumut-lumutan yang disisipi nuansa lavender ketika dihirup.

Keren banget ya, parfum bisa nunjukkin kepribadian. Tapi itu belum seberapa, pake parfum bagi cowok udah jadi gaya hidup. Walhasil, harganya juga bisa bikin isi dompet redup. Dari yang ratusan ribu sampe jutaan per botol. Baca box untuk info lengkapnya.

 

Cowok pake Parfum, boleh aja asal…

Dalam Islam, parfum gak ada kaitannya dengan kepribadian. Yang pasti, pake parfum alias wewangian dianjurkan bagi cowok seperti dicontohkan Rasul.

“Diberi kecintaan kepadaku daripada (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, harum-haruman/wangi-wangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik)

“Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abi Sa’id al Khudriy)

Dari Abi Hurairah ra, “Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas. (HR. At-Tirmizi dan Nasa’i)

Dari Ibni Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Hari ini adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.”

Yang perlu digarisbawahai, pake parfum itu ngikutin sunnah Rasul. Terutama pas mau shalat jumát atau shalat Id. Gak perlu dikaitkan dengan kepribadian. Misal cowok macho, bagusnya pake parfum yang wanginya seperti oli mobil. Nggak mesti gitu. Cukup pake sewajarnya dengan disemprot. Bukan diguyur. Biar wanginya semerbak, dan orang yang mencium aromanya nyaman. Bukan malah muntah karena over dosis.

Oh ya, saking banyaknya parfum modern jangan sampai kita lalai. Perhatikan kandungannya. Yang kita pakai mesti bebas dari alkohol yang sifatnya najis. Biar kalo kita shalat, tetap dalam keadaan suci. Pakai aja parfum yang dijual di toko herbal. Biasanya lebih terjaga kandungannya. Pilih aromanya yang bikin enjoy. Hmmm.. haruum..! [@Hafidz341]

 

BOX:

Parfum Pria Klasik Yang Banyak Dikoleksi

Parfum bagi cowok tak sekedar pewangi, tapi udah jadi gaya hidup. Harganya juga ikut ‘hidup’. Berikut beberapa jenis parfum klasik yang harganya bener-bener ‘hidup’. Buat kamu yang kantongnya hidup segan mati tak mau, daftar berikut just for your information aja. Cekidot!

  • Christian Dior Eau Sauvage. Eau Sauvage adalah parfum untuk pria pertama yang dibuat oleh Dior fashion house. Pertama kali diciptakan oleh seniman pembuat parfum Edmond Roudnitska pada tahun 1966. Perkiraan harga : 50 ml = IDR. 822.500,-  100ml = IDR 1.129.000,-
  • Aramis Classic. Diperkenalkan pada tahun 1964 dengan maskulinitas yang dibalut oleh aroma campuran citrus, bergamot, sage,sandalwood, dan kulit. Perkiraan harga : 110ml = IDR 950.786,-
  • Guerlain Vetiver. Vetiver adalah parfum beraroma dasar woodyyang kuat. Jean Paul Guerlain menciptakan wewangian ini dan memperkenalkannya pada dunia di tahun 1961. Perkiraan harga : 200ml = IDR 1.286.357,-
  • Acqua di Parma Colonia. Parfum yang pertama kali dibuat di Parma, Italia pada tahun 1916 ini belum ada saingannya. Saat pertama kali menyemprotkan parfum ini wangi citruskhas Sisilia akan menyeruak keluar lalu dengan cepat berganti aroma herbal serta inti bebungaan yang matang menciptakan kesan hangat di indra penciuman. Perkiraan harga : 50ml = IDR 1.073.82,-  180ml = IDR 1.789.714,-
  • Penhaligon’s Blenheim Bouquet. Parfum ini diciptakan pada tahun 1902 untuk Duke of Marlborough. Aroma dasar parfum para bangsawan ini adalah campuran antara aroma citrus, woody, danblack pepper. Perkiraan harga : 50ml =IDR 950.786,-  100ml = IDR 1.398.214,-

TIPS USIR GALAU

Majalahdrise.com Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, sy galau dengan masa depan sy. Gimana ya agar Kita optimis bisa berhasil? (Diaz, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Diaz di bumi Allah,

Kegalauan dan keresahan hati bisa singgah di setiap orang. Banyak hal yang menjadikan seseorang resah, salah satunya bisa jadi karena kekhawatiran akan keberhasilan di masa depan.  Seseorang yang galau  akan menjalani hari-harinya penuh dengan kecemasan. Hingga terkadang tampak raut  wajahnya muram, tidak ceria, mengurung diri, malas beraktifitas, lebih memilih tidur, atau bermain game selama berjam-jam, menonton film, dsb. Akibatnya kewajiban dan tanggung jawabnya banyak terlalaikan.

Dik Diaz di bumi Allah,

Ketenangan hati akan diperoleh jika Kita selalu ingat pada Allah SWT. “Ketahuilah, dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang.” (QS. ar-Ra’d: 28).Mengingat Allah SWT hendaknya dalam keseluruhan gerak aktifitas Kita, tidak hanya dalam bentuk dzikir dalam  lisan, akan tetapi menjadikan seluruh perbuatan Kita sesuai dengan perintah Allah SWT . Senantiasa berpikirlah positif, Adik akan bisa berhasil di masa depan dengan pertolongan  Allah yang pasti akan  memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Dik Diaz di bumi Allah,

Seiring dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan keberhasilan pada Adik. Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan. Allah SWT menyerukan “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”  (QS. Ar Ra’d  :11). Keberhasilan masa depan Dik Diaz ditentukan oleh kesungguhan dik Diaz saat ini dalam mengoptimalkan usaha untuk menggapainya, tentu dengan tetap selalu memanjatkan do’a pada Allah SWT. Jadi, hilangkan galau di hati. Isi hari-hari dengan usaha  maksimal untuk meraih masa depan gemilang. Allahumma aamiin..[]

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #43

 

 

 

Ma’rakah Mu’tah

MajalahDrise.com – Menjadi bagian dari bumi syam, membuat Jordan memiliki tempat-tempat yang kaya akan sejarah. Berbagai agama pernah menancapkan benderanya di Negara ini. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah dua kali melewati Jordan. Keduanya untuk urusan bisnis sebelum masa kenabian.

Sebuah peristiwa besar yang menghiasi catatan sejarah dunia islam pernah terjadi di selatan Jordan, tepatnya di kawasan Mu’tah. Perang Mu’tah, adalah peperangan yang terjadi di masa Rasulullah SAW pada tahun 629 M atau Jumadil Awal 8 Hijrah.

Berawal dari dibunuhnya salah satu utusan Rasulullah SAW yang membawa surat beliau untuk Raja Bushra di kawasan timur Jordan, Mu’tah. Sejak dahulu sampai sekarang, pembunuhan terhadap utusan diartikan sebagai pernyataan perang. Pembunuhan ini menyebabkan Rasulullah SAW marah dan mengirim pasukan perang sebanyak 3.000 tentara yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah radhiyallahu anhu.

Dalam perang kali ini Rasulullah SAW menunjuk tiga orang panglima perang sekaligus, hal yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya. Dan beliau bersabda: “Jika Zaid mati syahid, maka Ja’far yang menggantikannya. Jjika Ja’far mati syahid, maka Abdullah bin Rawahah penggantinya.”

Setibanya pasukan di Ma’an wilayah Syam, terdengar kabar bahwa Heraklius sang Raja Romawi telah sampai di Balqa dengan membawa pasukan gabungan sebanyak 200.000 tentara. Awalnya para sahabat terkejut dan hendak meminta pasukan tambahan kepada Rasulullah SAW. Namun Ibnu Rawahah, panglima ketiga,membakar semangat para pasukan dengan mengingatkan akan kemenangan serta kesyahidan, sehingga mereka membulatkan tekad untuk tetap maju sampai ke hadapan musuh. Mereka pun berangkat menuju medan perang. Di sinilah terlihat betapa besar keberanian para sahabat dalam berjihad memerangi musuh-musuh Allah.

Pasukan musuh yang berjumlah sangat besar membuat para sahabat berperang habis-habisan. Satu tentara dari sahabat mesti melawan puluhan tentara-tentara musuh. Sungguh benar firman-Nya yang diyakini para sahabat: “Jika di antara kalian 20 orang yang bersabar makan akan mengalahkan 200 orang.” (Qs. Al-Anfal: 65)

Bendera Islam dipegang oleh Zaid ibn Haritsah. Dengan keberanian beliau maju memerangi musuh, hingga syahid. Kemudian bendera dipegang oleh panglima kedua, Ja’far ibn Abi Thalib. Tangan kanan beliau ditebas oleh musuh, sehingga beliau memegang bendera dengan tangan kiri. Namun musuh terus memburu dan kembali menebas tangan kiri beliau, yang menyebabkan beliau harus merangkul bendera tersebut untuk mempertahankan tegaknya bendera Islam.Dalam keadaan seperti itulah beliau syahid terbunuh. Beliau pun dijuluki Ath-Thayyar sebab Allah menggantikan kedua tangan beliau dengan dua sayap di surga. Ditemukan pula di tubuh beliau lebih dari 90 luka tusukan panah, sabetan pedang dan tombak.

Lalu bendera tersebut diambil alih oleh panglima ketiga yaitu Ibnu Rawahah. Tak lama beliau pun syahid menyusul kedua panglima sebelumnya.

Pasukan muslim sepakat menyerahkan bendera kepada Khalid ibn Walid. Dan dengan dinobatkannya sebagai panglima, beliau memegang bendera kemudian maju untuk mengubah strategi. Posisi pasukan sayap kanan ditukar dengan sayap kiri, begitu pula depan dan belakang. Dengan demikian musuh akan menyangkan kaum muslimin mendapatkan tentara tambahan. Meskipun kemudian, Khalid ibn Walid menganggap bahwa kekuatan musuh jauh tidak sebanding dengan pasukan muslim. Beliau sendiri telah berperang habis-habisan sampai sembilan pedang patah di tangannya.

Akhirnya Khalid ibn Walid memutuskan untuk menarik mundur pasukan sampai ke Madinah. Musuh tidak berani mengejar karena menyangka hal tersebut bagian dari siasat perang untuk mengajak mereka berperang di padang pasir yang terbuka, yang bisa merugikan mereka.

Perang Mu’tah memiliki banyak hikmah dan menyiratkan mukjizat kenabian Rasulullah SAW .Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dalam keadaan sedih meneteskan air mata seraya berkata, “Bendera perang dibawa oleh Zaid lalu berperang hingga mati syahid, lalu bendera diambil oleh Ja’far dan berperang hingga mati syahid, lalu bendera perang dibawa oleh Saifullah (Pedang Allah –yakni Khalid bin Walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin.” Di sinilah tampak mukjizat beliau, bahkan beliau telah mengetahui apa yang terjadi di ma’rakah Mu’tah sebelum pasukan tersebut sampai di Madinah.

Di kawasan Mu’tah sekarang, terdapat makam Zaid ibn Haritsah, Ja’far ibn Abi Thalib, dan Ibnu Rawahah. Oleh kaum Syiah, makam Zaid dan Jafar dibuat begitu mewah dengan hiasan dan bangunan, karena keduanya dimasukkan ke dalam ahlul bayt yang mereka puja-puja sedemikian rupa. Keduanya berada di satu komplek dengan masjid. Adapun Ibnu Rawahah memiliki makam di medan perang Mu’tah tanpa bangunan apapun di atasnya. Medan perang ini sangat luas dan dipagari oleh pemerintah, karena sering dipakai oleh sebagian orang untuk minum-minuman keras. Hal tersebut bisa diketahui dari botol-botol minuman keras yang berserakan di sekitar monumen. Alangkah menyedihkannya, di sebuah tempat mulia yang menjadi saksi sebuah upacara pelaksanaan puncak dalam Islam, yaitu jihad, dihinakan dengan sedemikian rupa oleh orang-orang islam itu sendiri. Allahul musta’an.

Demikian sekelumit kisah dari Mu’tah, Jordan. Betapa banyak bukti-bukti sejarah yang menggambarkan keindahan hidup Islam di zaman Rasulullah SAW . Semoga dengan turut menyaksikannya, membuat iman kita semakin bertambah dan terus bersemangat untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Wallahu a’lam.[]

Keterangan foto:

  1. Makam Ja’far ibn Abi Thalib Radhiyallahu anhu
  2. Tugu di Monumen Perang Mu’tah

    majalahdrise.com - Ma’rakah Mu’tah.jpg

    majalahdrise.com - Ma’rakah Mu’tah.jpg

di muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 43

Tips Menulis Dari Sayf Muhammad Isa : Menebar Karya

MajalahDrise.com – Bagi seorang penulis, karya yang harus ia buat tentunya dalam bentuk tulisan. Bisa berupa artikel maupun buku. Bisa dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Menulis adalah sebuah proses yang cukup rumit dan panjang, dan untuk menempuhnya dibutuhkan, konsistensi, kesabaran, dan ketekunan. Jika tidak ada hal-hal tadi, maka karya-karya itu tidak akan selesai. Kalaupun kita bisa memulai sebuah tulisan, jika tanpa konsistensi, kesabaran, dan ketekunan, maka tulisan itu tidak akan bisa kita tuntaskan. Padahal penulis yang baik itu bukan hanya bisa memulai sebuah tulisan, tetapi juga mesti bisa mengakhirinya. Tulisan ini ingin memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana proses terbentuknya sebuah karya.

Hal yang paling pertama harus dilakukan seorang penulis adalah memunculkan ide cerita yang hendak ia tulis. Proses ini harus terjadi, jika tidak, proses-proses selanjutnya tidak akan pernah ada. Seorang penulis mesti tahu apa yang hendak ia tulis. Cukup banyak orang yang bertanya bagaimana caranya agar seorang penulis selalu memiliki ide-ide tulisan yang segar dan unik? Sebagian lainnya merasa pusing tentang apa yang mesti mereka tuliskan. Sebenarnya jawabannya cukup sederhana, selama ada kehidupan pasti akan selalu ada kisah yang menarik untuk dituliskan.Sesederhana apa pun kisah itu, pasti ia akan selalu memiliki daya tarik. Ide-ide cerita itu akan selalu ada di sekitar kita, dan kita bisa mengambilnya dari mana saja.

Ketika ide cerita itu sudah muncul di benak kita, berupa gambaran global dari kisah yang akan kita garap, langkah selanjutnya adalah menuangkan ide besar itu dalam bentuk kerangka dasar. Kerangka dasar inilah yang berperan besar untuk menentukan seperti apa tulisan yang akan kita buat. Kerangka pula yang akan memandu kita dalam menuangkan isi pikiran kita berupa tulisan sejak awal hingga selesai.

Sumber-sumber kepustakaan tentunya amat penting dan amat kita butuhkan. Langkah selanjutnya setelah kerangka dasar terbentuk adalah berburu berbagai referensi yang berhubungan dengan tulisan yang akan kita garap. Sumber-sumber rujukan ini bisa dalam berbagai bentuk, umumnya berupa buku, artikel, dan berbagai bentuk tulisan lainnya. Jika diperlukan, bisa pula diburu informasi dengan cara mewawancarai narasumber. Sumber rujukan lainnya bisa pula didapat dari melakukan riset atau penelitian. Setelah berbagai data yang kita perlukan berhasil dihimpun, langkah selanjutnya adalah mempelajari berbagai data tersebut. Langkah ini tentu saja akan memperkaya wawasan tentang tema yang sedang digarap. Di sanalah relevansinya sebuah pepatah: “Untuk menulis, maka haruslah membaca.”

Setelah semua proses di atas kita jalankan dengan baik, saatnya kita meramu kata-kata dan dirangkaikan dengan berbagai data yang sudah kita olah dan pelajari. Dengan menjadikan kerangka dasar tersebut sebagai panduan, maka tentu saja akan lebih memudahkan kita menuangkan berbagai ide dalam benak kita. Seluruh tahapan ini dari awal sampai dengan akhrinya haruslah dijalankan dengan sabar, tekun, dan konsisten. Sebagaimana sudah disebutkan tadi, tanpa kesabaran, ketekunan, dan konsistensi, maka karya yang sedang digarap ini tidak akan bisa diselesaikan dengan baik. Apa yang sudah kita kerahkan sedari awal tentunya akan sia-sia belaka. Menghasilkan sebuah karya mirip sekali dengan seorang ibu yang sedang mengandung janin di dalam rahimnya. Dia harus menjaganya dengan baik dan merawatnya dengan penuh kasih sayang, sekaligus menggenapkan waktu persemayaman janin itu di dalam rahimnya. Ia harus menjalankan semua itu dengan sabar, tekun, dan konsisten, kelak ketika waktunya sudah tiba, karya itu akan lahir dan membawa barokah, kebahagiaan, dan manfaat bagi semua. Insya Allah.[]