Banyak Jalan Menuju Ramalan

MajalahDrise.com – Tren ramalam nasib dan peruntungan memancing nongolnya banyak metode yang dijadikan media penerawangan. Dari media kartu sampe telapak tangan. Berikut beberapa diantaranya:

 Astrologi

Astrologi memberikan informasi tentang seluruh kehidupan seseorang, bahkan sampai pada hitungan jam. Hal ini terutama berfokus pada posisi bulan dalam grafik setiap jam untuk menjawab pertanyaan tentang nasib. Astrologi Barat didasarkan pada horoskop yang meliputi posisi matahari, bulan, dan planet terkait kelahiran seseorang. Ada dua belas tanda-tanda zodiak yang mewakili tipe kepribadian dan sifat-sifat individu pada zodiak tertentu.

 

Pendulum

Pendulum adalah suatu benda pusaka yang mempunyai semacam energi. Pendulum biasanya ditempatkan di atas peta jika anda ingin mengetahui tentang tempat. Selain itu mungkin juga dapat dilakukan pada kalender, jika pertanyaan anda berkaitan dengan tanggal tertentu. Ayunan dari pendulum kadang-kadang menjadi kencang dan akhirnya mengarahkan tangan pemegang pendulum ke arah tertentu, yang kebetulan menjadi jawaban anda.

 

Crystallomancy

Crystallomancy adalah membaca bola kristal untuk memprediksi kejadian di masa depan. Dalam membaca bola kristal ini dilakukan di sebuah ruangan dengan pencahayaan remang-remang yang memungkinkan scryer(pembaca bola kristal) untuk masuk ke dalam keadaan trance untuk dapat benar-benar menatap ke masa depan dan keluar dengan prediksi yang akurat.

 

Ramalan tangan

Ramalan tangan melibatkan membaca garis-garis pada telapak tangan seseorang untuk mengevaluasi karakter dan juga kehidupannya di masa depan. Kebanyakan orang meyakini bahwa ramalan tangan adalah sebagai cara yang paling akurat, meskipun tidak ada bukti konklusif yang mendukungnya. Biasanya peramal mulai menganalisis dengan membaca tangan seseorang yang dominan. Terkadang, pilihan tangan untuk dibaca juga tergantung pada intuisi yang mendalam dari seorang peramal.

 

Feng Shui

Feng Shui adalah tradisi Cina kuno yang tadinya berasal dari India. Feng Shui secara harfiah berarti air dan angin, yang diyakini memiliki karakteristik sendiri, yang secara langsung mempengaruhi susunan perabot dan tata letak dari suatu obyek atau bangunan.

 

Necromancy

Berkomunikasi dengan orang mati, baik dengan memanggil roh mereka disebut ilmu nujum. Hal ini juga sering disebut sebagai ilmu hitam atau sihir. Untuk membangkitkan orang mati, peramal perlu untuk memperoleh bantuan roh. Cara meramal ini dilakukan untuk meramalkan peristiwa atau menemukan barang yang tersembunyi. Bentuk meramal dengan cara ini dianggap sangat berbahaya, karena diyakini bahwa orang mati memiliki keinginan yang kuat untuk hidup lagi dan dapat menyerap kehidupan dari makhluk hidup.

 

Lithomancy

Lithomancy adalah cara meramal nasib yang sangat kuno dengan menggunakan batu. Ada 16 batu, masing-masing menggambarkan arti yang unik. Seorang peramal melemparkan batu-batu di tangannya dan membentuk sebuah pola. Pola yang terbentuk tersebut dipelajari untuk menjawab pertanyaan.

 

Numerologi

Numerologi adalah studi tentang angka untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dalam numerologi, diyakini bahwa setiap angka 1 sampai dengan 9 menandakan sifat manusia. Nama dan tanggal lahir yang digunakan untuk membentuk nomor tertentu antara 1-9 memiliki geometri dan interpretasi tertentu. Numerologi dianggap sangat akurat dan membantu dalam memberikan kesadaran yang lebih dalam tentang kehidupan.

 

Oneiromancy

Metode ini menggunakan mimpi untuk memprediksi masa depan. Mimpi-mimpi yang berulang-ulang adalah sebuah pesan atau peringatan penting, yang umumnya berkaitan dengan peristiwa masa depan. Mimpi adalah cara di mana alam bawah sadar seseorang mencoba untuk berkomunikasi dengan alam sadar. Seseorang yang bermimpi tentang masa depan juga dapat mengalami mimpi yang berisi suara tanpa wujud.

 

Chronomancy

Chronomancy adalah prediksi tentang hari yang tepat untuk melakukan sesuatu. Mereka yang menguasai ilmu ini percaya adanya hari bahkan jam keberuntungan dan hari sial untuk melakukan segala sesuatu. Oleh karena itu, praktisi membantu dalam menentukan hari terbaik untuk memulai suatu tugas tertentu. Bentuk meramal ini juga sering dipakai oleh masyarakat Jawa di Indonesia.

 

Driser, ini sebagian metode yang dipake oleh para peramal nasib. Kita bukan mau mancing kamu untuk nyobain ya. Just for your information aja. Lantaran, Rasul dengan tegas melarang kita untuk mendatangi tukang ramal. Baik tujuannya sekedar having fun atau emang benar pengen tahu nasib di masa depan. Namanya ramalan, gak ada yang pasti. Kita yang menentukan mau kaya gimana masa depan kita nanti. Apa yang kita lakukan hari ini adalah penyebab yang akan terjadi di masa depan. Itu sunatulloh. Makanya, benahi cara berpikir dan tingkah laku kita sehari-hari agar selalu ngikutin syariah Islam. Agar masa depan kita kelak, bakal cerah dunia akhirat. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

Letih?? #HamasahAndIstiqomah ya…

MajalahDrise.com – Letih nggak sih, sobat? Kita harus terikat dengan hukum Allah dalam menjalani segala aktivitas kehidupan kita? Letih gitu, ya? Terkhusus untuk kita nih yang masih remaja. Remaja saat ini identik dengan kesenangan. Kesenangan dalam maksiat, bukan taat loh. Kenapa saya katakan seperti itu? Fakta yang terlihat memang seperti itu. Oke, sekarang saya tanya deh. Lebih banyakan mana, remaja yang bicarain keburukan orang lain dengan yang bicarain urusan umat? Antara remaja yang pergi ke mall dengan yang pergi ke tempat pengajian, banyakan mana? Remaja yang memikirkan urusan cinta yang menyesatkan alias pacaran dengan yang memikirkan urusan umat, banyakan mana, sobat?

Letih ya? Ketika kita harus menjadi orang minoritas dari mayoritas raga. Karena, kita beraktivitas sesuai aturan Allah. Kita menjadi minoritas raga. Karena, berpakaian syar’i. Kita menjadi minoritas raga, karena memilih diam daripada bicara tapi tak ada manfaatnya. Kita menjadi minoritas, karena tidak pacaran. Kita menjadi minoritas ketika berbicara masalah umat dibanding tentang cinta yang menyesatkan. Kita menjadi minoritas, ketika lebih memilih mengerjakan soal ulangan sendiri, daripada mencontek. Karena kita tahu, Allah mengawasi kita meskipun guru pengawas tidak melihat kita.

Sobat, letih nggak sih? Kita yang muslimah nih, harus pakai kaos kaki ketika mau ke warung. Padahal warungnya ada di depan rumah kita. Letih, nggak sih? Dengerin cacian, makian, bahkan fitnahan orang? Ada yang bilang kita aneh, pemimpi, aliran sesat, bahkan teroris. Letih, nggak sobat?
Sobat, niatan saya membuat tulisan ini bukannya mau mengajak kalian mengeluh berjamaah. Tapi, mengapa ya tulisan saya terkesan mengeluh? Hehe… saya sengaja. Oke, abaikan!

Sobat, khalifah umar bin khatab pernah berkata. “Apabila seseorang letih dalam kebaikan. Sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan itu akan abadi. Apabila seseorang bersenang-senang terhadap suatu dosa. Sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan abadi.”

Sobat, ketika kita letih dalam berbuat suatu kebaikan. Dari kita yang letih datang ke tempat-tempat kajian, menyampaikan opini untuk menyadarkan umat walau sering di abaikan, berbuat sesuatu yang dikit-dikit harus merujuk kepada sumber hukum islam yang benar dan kuat. , menyuarakan dan memperjuangkan akan tegaknya khilafah.

Ingat, sobat? Letih yang fisik kita rasa. Hanya dengan tiduran sebentar saja, letih sudah hilang. Akan tetapi, kebaikan yang telah kita lakukan pahalanya tidak akan hilang.Karena, malaikat allah telah mencatatnya, dan insyaallah akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di yaumil hisab nanti. Begitu pula dengan dosa atau kemaksiatan. Apabila kita bersenang-senang terhadapnya. Misalnya nih ya, minum miras, mencuri, berpakaian kurang bahan, dan lain-lain. Ketika miras itu habis, ketika mencuri telah sukses, ketika pakaian yang kekurangan bahan tersebut terlihat tak indah lagi. Ketika itu pula kesenangan yang di rasa berakhir! Hilang! Akan tetapi, dosa tersebut tetap menempel. Dan akan menjadi pemberat timbangan dalam kategori amalan keburukan kita kelak.

“Islam awalnya datang dalam keadaan aneh atau asing. Dan akan kembali menjadi sesuatu yang dianggap aneh atau asing. Maka berbahagialah orang-orang yang di anggap aneh atau asing itu.” itulah sabda rasulullah. So, terasing dalam kebenaran? #Ngapain takut? Yang ada malah kita di rusuh berbahagia.

Sobat, mayoritas raga belumlah menggenggam kebenaran. Begitu pula dengan minoritas raga, tak selalu memegang kesalahan. Dari itu Allah ciptakan otak atau meanugerahkan akal kepada kita manusia. Agar kita mampu berfikir dalam menentukan pilihan! Jadi minoritas? Ngapain takut? Lah wong kita aja berada dalam jalan kebenaran kok. Mereka aja mayoritas raga yang berada di jalan kemaksiatan aja bangga!

Oke sobat, keep hamasah (semangat) dan istiqomah ya! Dalam menjalankan dan berjuang menegakan hukum Allah secara kaffah dalam naungan Khilafah Rasyidah! Ingat Nabi s.a.w. berkata kepada Sayyidina Abu Bakar r.a. ketika Nabi dan beliau bersembunyi di Gua Tsur :La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita” Takbir! ALLAHUAKBAR! Khilafah! Khilafah! Khilafah![] by Meilan Rohmani

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

Asyiknya Jadi Pengemban Dakwah

“Kebaikan yang tidak teratur (terorganisir) dengan baik akan mampu terkalahkan oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik”. (Ali bin Abi Thalib)

Majalahdrise.com – Rubrik Recommended kali ini, drise menghadirkan buku yang bisa bikin wawasanmu tentang dunia dakwah bertambah. Buku yang ditulis oleh aktivis dakwah sekolah dan kampus ini, bercerita tentang Asyiknya Jadi Pengemban Dakwah (Pejuang Syariah dan Khilafah). Buku dengan cover bendera hitam bertuliskan Laailahaillallah Muhammadarasulullah ini mengajak pembacanya mengenal lebih jauh tentang lika-liku dunia dakwah yang sebenarnya. Sehingga aktifitas dakwah bukan sekedar ceramah dimimbar mesjid.

Pas banget kalo buku ini dibaca oleh remaja yang sedang meniti jalan dakwah. Secara gitu lho, penulisnya salah satu driser alias pembaca majalah drise kesayanganmu ini. Buku ini juga cocok dikonsumsi para pengemban dakwah yg sering naik turun tangga semangatnya, aktivis dakwah yang sering mandeg gerak dakwahnya, atau yang menginginkan dinamis dalam dakwahnya biar keistiqomahannya dalam dakwah tetap terjaga.Majalahdrise.com - ASYIKNYA JADI PENGEMBAN DAKWAH

Buku yang yang terdiri dari 4 bagian utama ini mengingatkan pembaca untuk menjadi aktivis dakwah yang fullpower. Judulnya juga asyik  dan ringan. Contohnya, “Syumuliyah Dakwah”. Judul berikutnya, ”Belajar Berdakwah dengan Mudah”, dan lainnya. Tiap bab ada quotes alias kalimat penggugah daripada hikmah. Seperti perkataan sayyidina Ali bin Abi Thalib di awal tulisan ini.

Ternyata, berdakwah juga membutuhkan cara yang jitu, bertahap dan tersusun rapi sesuai yang dicontohkan rasulullah. Nggak pake jalan kekerasan, memaksa atau menyalahkan umat. Perjuangan ini belum selesai wahai aktivis dakwah, maka dari itu hendaklah kita tidak membuang satu menit pun untuk hal yang tidak diniatkan mencari keridhoan Allah. Sungguh beruntung mereka yang telah menjadi syuhada di jalan dakwah. Tak akan terulang perjuangan yang indah ini, alangkah meruginya kita bila tak melanjutkan kehidupan Islam ini dengan dakwah.

Pada bab terakhir ada beberapa tata cara dalam menyampaikan dakwah, yaitu ajakan dengan Hikmah adalah al burhan al aqli (argumentasi logis), maksudnya argumentasi yang masuk akal, tidak dapat di bantah, dan memuaskan akal. Inilah yang bisa mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja. Karena manusia tidak akan dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti dan pemikiran yang kuat.

Insyallah, buku ini tidak menghakimi. Buku yang ngajak mikir dengan cara menjadi pengingat yang baik, nggak melulu dalil apalagi dalih. Jadi, selama ini yang manyun dan galau dengan berbagai dalih, insyaallah diterjang habis-habisan dengan buku ini. Jangan sampe ketinggalan ya! Anti manyun, bukan palsu belaka.  [Siti_1453 &Alga Biru]

 

PROFIL

JUDUL ASYIKNYA JADI PENGEMBAN DAKWAH pejuang Syariah dan Khilafah

PENULIS Siti Maryam

PENERBIT Khilafah Press

HARGA Rp.12.000

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #43

Udah Putusin Aja!

Majalahdrise.com – Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan esok hari lebih baik dari hari ini. Begitu kata Rasul. Buat kamu aktivis pacaran yang mau move on menjadi remaja sholeh/sholehah, segera ambil keputusan. Mungpung masih diberi kesempatan menghirup udara, raih pahala sebanyak-banyaknya. Dan jauhi dosa sebisanya. Dalam urusan cinta, udah putusin aja!

Budaya pacaran nggak pernah dikenal dalam Islam. Rasul yang kita muliakan, tak ada ceritanya berpacaran sebelum menikahi istri-istrinya. Begitu juga para shahabat. Jadi, kalo kita sebagai remaja muslim cinta Rasul tentu nggak ada alasan untuk tetap berpacaran. Selain menyalahi aturan, pacaran cuman menjerumuskan kita dalam kubangan maksiat setiap saat.

Pacaran sudah terbukti secara ilmiah menjadi pintu masuknya berbagai kemaksiatan. Karena yang diharamkan pasti mendatangkakan kemudharatan. Mulai dari seks bebas, kriminalitas, merebaknya wabah hiv/aids, prostitusi, hingga aborsi.

So, kalo kamu nemu buku ‘sesat’ yang mencoba memutarbalikkan keharaman pacaran menjadi boleh, hati-hati. Jangan terpengaruh secara emosi, tapi sikapi secara syar’i. Kalo ada yang belum ngerti, segera diskusikan dengan guru ngaji. Biar kalo ada bisikan setan yang bilang “Putusin Nggak Ya?”, kita tepis dengan pede “Udah Putusin Aja!”. [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43