HABITS PENULIS #4 Mencintai Bahasa Memperkaya Karya

MajalahDrise.com – D’Riser, pada edisi kali ini, kita mau ngebahas habits penulis yang keempat, yaitu seorang penulis itu adalah sosok yang mencintai bahasa.Malah, seorang kawan jurnalis pernah bilang bahwa penulis itu mencintai bahasa sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Maksudnya gini, seorang penulis yang baik, tentu memiliki kreativitas lebih dalam bertutur dan bernarasi, ia tidak hanya luas ilmu pengetahuan dan wawasannya, namun juga kaya dalam diksi dan kosa katanya. Ia terampil dalam mengolah informasi dengan kekayaan berbahasanya. Artinya, seorang penulis yang baik ditunjang oleh kemampuannya untuk menguasai ragam bahasa yang ada. Bahasa yang dikuasainya akan menunjukkan bagaimana kualitas dirinya, sekaligus aktualisasi dirinya dalam jagat kepenulisan. Bahkan, ia dapat berkomunikasi akrab dengan orang asing dengan ragam bahasa yang dikuasainya.

Bagi para pemula yang berpacu untuk menjadi penulis yang baik, tentu akan terus belajar menambah bobot kualitas tulisannya, di antaranya dengan memperluas wawasan dan memperkaya penguasaan bahasanya. Ia akan terus menimba ilmu di manapun dan kapanpun, di antaranya ditandai dengan menambah perbendaharaan kamus bahasa di meja kerjanya. Hayo, kini coba hitung ada berapa kamus yang kalian miliki di tempat kerja ataupun di rumah? Kalo masih bisa nyebutin dua atau tiga kamus masih mendinglah. Tapi, kalo gak ada sama sekali? Halah, mending gak usah ngarep jadi penulis, deh!

Hal ini bukan tanpa alasan lho, karena cara termudah untuk menakar kemampuan kekayaan berbahasa seorang penulis, termasuk juga seorang editor dan penerjemah, lihatlah di meja kerjanya atau di meja tulisnya, ada berapa kamus bahasa yang dia punya? Sedikitnya ia harus punya tiga kamus, seperti: Kamus Umum Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan Kamus Inggris-Indonesia. Kalo lebih banyak, tentu jauh lebih baik.

Sebagai contoh, kalian tahu R.A. Kartini, kan? Raden Adjeng yang tiap bulan April ini hari lahirnya selalu diperingati sebagai hari emansipasi wanita ini, ternyata gemar membaca dan senang mempelajari bahasa, hingga ia mampu bertutur dan bernarasi dengan baik dalam tulisan-tulisannya, khususnya saat ia berkorespondensi dengan teman-teman Eropanya di negeri Belanda. Padahal R.A. Kartini hanyalah lulusan Europeesche Lagere School atau setingkat sekolah dasar. Namun, ia mampu menulis dengan baik hingga surat-suratnya dibukukan oleh Mr.Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht atau From Darkness to Light alias dari kegelapan menuju cahaya. Judul bukunya ini kemudian disadur oleh penyair Armyn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kartini sungguh terinspirasi dengan kalimat minazh zhulumati ilan nuurdalam al-Qur’anul karim yang bermakna”dari kegelapan menuju cahaya terang”. Ia mendapatkan kalam mulia itu dari guru ngajinya, K.H. Sholeh Darat yang menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa agar bahasa dan bahasannya mudah dipahami Kartini, sehingga dalam surat-surat berikutnya kepada Mr.Abendanon, Kartini banyak mengutip kalimat tadi. Ia menjadi lebih religius dan semakin mencintai agamanya. Tuh, keren kan, dengan mencintai bahasa, kita bisa berkorespondensi dan berkomunikasi dengan orang asing tanpa kita harus ngerasa asing dengan keyakinan sendiri, bahkan kita bisa sekaligus berdakwah!

Nah, selain R.A. Kartini, ada contoh yang lebih super duper soal mencintai bahasa ini. Kalian tahu kakak kandung Kartini, gak? Pasti gak kenal, kan? Ia adalah Rd. Mas Panji Sosrokartono, sosok yang gak banyak diketahui publik ini justru sangat membumi di bumi Eropa, karena Si Genius dari Jawa lulusan Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur Universitas Leiden ini menguasai 24 bahasa dunia, khususnya bahasa di Eropa dan 10 bahasa daerah di Nusantara Indonesia.

Keterampilan Kartono yang bertitel Doctorandous in de Oostersche ini dalam berbahasa, menghantarkan dirinya menjadi wartawan Herlad Tribune di kantor biro Wina, Austria, dan pada 1917 saat terjadinya Perang Dunia I, ia pernah dimintai jasanya untuk menerjemahkan berita jalannya peperangan ke berbagai bahasa di Eropa Raya. Selepas perang, Kartono menjadi penerjemah di Kedubes Perancis di Den Hagg, Belanda. Bahkan, pada 1919, kariernya melesat menjadi kepala penerjemah Liga Bangsa-Bangsa (embrio PBB) di Jenewa, Swiss. Gimana tuh, keren kan, kakaknya R.A. Kartini ini?

Selain kakak beradik itu, ada juga tokoh bangsa lainnya yang keren abis dalam mencintai bahasa ini, dialah Si Bung Besar, Rd. Kusno Sosro Soekarno yang menguasai banyak bahasa asing dan berbagai bahasa daerah di Indonesia. Bahkan, Pangeran Norodom Sihanouk menyatakan bahwa; ”Sukarno adalah seorang ahli bahasa yang ulung. Ia menguasai bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman dan juga bahasa Pali (bahasa suci India kuno) yang masih digunakan oleh para biarawan Buddha. Bahasa Inggrisnya juga luar biasa. Bahkan, saya bisa bercakap-cakap dengannya dalam bahasa Perancis tanpa memerlukan penerjemah.”

Presiden Republik Persatuan Arab (Mesir, Irak dan Suriah) taon 60an pun, Jenderal Gamal Abdul Nasser mengakui bahwa ia suka berakrab ria dengan Bung Karno melalui tiga bahasa; Arab, Inggris dan Perancis! Saat ketemu dengan para pembantunya, para ajudannya dan rakyatnya, Si Bung lebih nyaman bercakap-cakap dengan bahasa daerah lawan bicaranya. Kalo soal menulis dan berpidato bagi Si Bung, walah jangan ditanya, deh!

Oke, D’Riser, di edisi y.a.d kita akan merampungkan bahasan habits penulis ini dengan habits terakhir, menjalin komunitas…. Cegat, ya?![]

 

BOX:

Tips Mencintai Bahasa

D’Riser, habits penulis yang keempat ini emang kudu en wajib dimiliki oleh para penulis karena banyak manfaatnya. Kini, saya mau berbagi tips, agar kamu padamencintai bahasa:

  1. Mantepin dulu niat mau belajar bahasa dengan baek, kalo niatnya gak mantep lupain saja deh, mimpimu jadi penulis hebat!
  2. Pastiin juga bahasa apa saja yang akan kamu pahami dan kuasai, misal kamu terobsesi jadi penakluk Roma maka kuasailah dulu bahasanya biar saat kamu tiba di Italia, kamu gak nyasar di sana!
  3. Siapin apa pun yang dapat menunjang penguasaanmu pada bahasa tadi; minimalnya kamu punya kamus, baik kamus bahasa, dialek, istilah, etc.
  4. Cari orang atau pihak yang bisa kamu ajak berkomuniksi akrab dengan bahasa itu, searching aja di berbagai medsos yang ada di gadget kamu, tapi awas kamu tetap kudu waspada!
  5. Ayo nulis pake bahasa yang kamu kuasai itu, kamu mau nyadur, mau nerjemahin ataupun mau nulis sendiri seterah kamulah, yang penting kamu sudah menulis.Semakin kamu asyik berkarya maka semakin kamu mencintai bahasanya. Semakin kamu mencintai bahasa, semakin kaya setiap karya yang dihasilkannya. Cobalah… []

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi 46

Ustadzah Ir. Ratu Erma Rachmayanti (Ketua DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia) “Duhai Muslimah…. mari kita fahami Islam, agar kita mencintainya, memilikinya dan memperjuangkannya.”

MajalahDrise.com – Driser, pastinya hapal dong kalo bulan April identik dengan datang bulan Perempuan. Eit, maksudnya bulan perempuan lantaran ada peringatan hari Kartini. Makanya, obrolan seputar kondisi wanita pun kerap mewarnai berbagai media. Terutama terkait emansipasi yang konon kabarnya terinspirasi dari perjuangan RA Kartini. Nah, biar infonya tambah lengkap, kali ini Drise berkesempatan ngorek informasi dunia kaum hawa dan segudang permasalahan yang menimpanya bersama Ustadzah Ir. Ratu Erma. Beliau adalah Narasumber Rubrik Muslimah Bicara di program radio Cermin Wanita Sholihah. Yuk kita simak!

 

Apa pendapat Ustadzah tentang kondisi Muslimah hari ini?

Kondisinya sangat tidak baik. Mereka dipermalukan, dihinakan, seluruh hak-haknya diabaikan. Muslimah hari ini tidak mengetahui hak-hak yang Islam berikan untuknya, kecuali hanya sedikit. Karena mereka dijauhkan dari nilai-nilai Islam yang benar, akibat bangsa kita mengadopsi ideologi kapitalis liberal. Identitas muslimah sebatas formalitas dalam penampilan atau tercantum di KTP, namun pemikiran dan perbuatannya didasarkan pada nilai sekuler. Berkerudung tapi berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Shalat, tapi tidak menutup aurat. Berpuasa, tetapi berdusta dan membantah oragtua dan lain-lain. Ada yang lebih miris, bahwa mereka menjadi korban eksploitasi ekonomi, korban kejahatan sosial, korban budaya liberal, korban kekerasan dan lain-lain.

 

Apakah tindak kekerasan perempuan itu akibat dari pandangan diskriminatif laki-laki kepada mereka?

Bisa jadi. Pandangan laki-laki yang salah adalah ketika ia memandang perempuan sebagai obyek eksploitasi. Atau pandangan bahwa perempuan adalah makhluk yang dapat memuaskan nafsu syahwatnya. Pandangan seperti ini hanya ada di masyarakat yang mengadopsi system demokrasi sekuler dan kapitalis liberal. Perempuan diangagp barang, seperti benda mati, yang bisa diberi perlakuan apa saja.

 

Di kalangan remaja puteri, pergaulan bebas hingga perzinaan kian merajalela. Tanggapan Ustadzah?

Benar. Naudzu Billahi min dzalik. Merebaknya free seks karena didukung lingkungan. Remaja sangat mudah mengakses film-film dan cerita cabul tanpa terkontrol. Tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk menghilangkan situs porno, menutup café remang-remang, dan tempat maksiat lainnya. Malahan, pemerintah mengajarkan bagaimana cara berpacaran yang sehat, seks yang aman dengan pasangan, sengaja diajarkan melalui kurikulum kespro remaja di sekolah-sekolah. Belum lagi sekarang akses terhadap kondom sangat mudah. Puskesmas menyediakannya secara gratis. Semua ini mendukung hasrat muda-mudi untuk melakukan perzinaan. Sudahlah pendidikan agama saat ini tidak mumpuni untuk membuat remaja komit terhadap halal dan haram, dosa dan tidak dosa, ditambah dengan berbagai fasilitas yang mendukung, lengkap sudah. Orangtua sudah kewalahan, sulit mengarahkan dan mengatur perilaku anaknya. Oleh karena itu, untuk menghilangkan hal-hal yang memicu pergaulan bebas di kalangan remaja, peran pemerintah sangat penting. Akan sangat efektif dan efisien jika pemerintah bertindak menutup tempat maksiat, melarang adanya film, lagu, cerita dan sarana kepornoan, melakukan edukasi sistem pergaulan laki-laki dan perempuan yang sesuai dengan Islam. Karena hanya Islam yang mengatur hubungan laki-laki dan perempuan dengan detil dan benar.

 

Ustadzah, emansipasi dan feminisme kian gencar disuarakan. Apa pengaruhnya terhadap masa depan remaja puteri?

Harus difahami bahwa ide emansipasi dan feminisme adalah ide impor dari Barat. Tidak cocok untuk menyelesaikan masalah perempuan di negeri muslim, termasuk Indonesia. Pengaruh ide ini negatif terhadap perempuan, karena ia ide berbahaya. Ide ini menanamkan persepsi bahwa perempuan sekarang terdiskriminasi. Kaum laki-laki lebih diunggulkan dari mereka. Itu sebabnya banyak perempuan yang tertinggal. Banyak yang taraf pendidikannya rendah, banyak yang miskin, dilecehkan dan sebagainya. Menurut feminis, faktor yang menghambat kemajuan perempuan adalah tugas perempuan di rumah tangga yang sudah dibakukan oleh Islam. Peran ini menghalangi perempuan untuk ke luar rumah, sehingga tidak bisa akses materi dan kedudukan. Akibat racun ini, akhirnya banyak muslimah yang terpengaruh, berbondong-bondong keluar rumah dan fokus mengejar karier, mendapat uang banyak supaya bisa memiliki semua kebutuhannya. Update fashion, kosmetik, gadget, kredit motor dan mobil, dan sebagainya. Muslimah meninggalkan tugas pokok dan pentingnya menjadi Ibu pendidik generasi, akibatnya hak anak-anaknya terabaikan, rumah tanga konflik karena suami-istri atau ayah dan ibu merasa sejajar tidak ada yang mau mengalah.

 

Seperti apa gambaran Muslimah yang ideal saat ini? Sukses di karir? Keluarga? Dakwah?

Muslimah sudah diberi tugas yang jelas dalam Islam. Kewajiban pokoknya setelah ia menjadi ibu adalah mendidik anak-anak untuk menjadi generasi solih dan memenej urusan di rumahnya untuk ketenangan dan ketentraman keluarga. Tugas cabang di luar rumah yang sama-sama wajib dilaksanakan permpuan, banyak. Seperti berdakwah, menuntut ilmu, mengoreksi pemimpin yang menyimpang, dan sebagainya. Saat ia belum menikah, ia punya kewajiban untuk taat dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Sehingga Muslimah ideal itu adalah yang sukses menjalankan tugas pokoknya dengan baik dan juga sukses menjalankan kewajiban-kewajiban cabangnya. Karir dalam pekerjaan, tidak dijadikan parameter keberhasilan atau kesuksesan Muslimah. Berkarir pada pekerjaan yang dihalalkan Islam, merupakan bentuk kontribusi muslimah dalam pembangunan masyarakat.

 

‘Perempuan sebagai tiang negara’ bagaimana remaja Muslimah memahami hal ini dalam keseharian?

Peran perempuan sebagai ibu pencetak generasi solih calon pemimpin umat, adalah peran strategis untuk sebuah Negara. Oleh karena itu remaja puteri harus bersiap diri dari sekarang baik pemikiran dan sikapnya untuk menjadi ibu yang nanti akan menjalankan peran strategisnya. Jangan terpengaruh dengan orientasi feminis, yang mengklaim peran ibu itu pengekangan. Disisi lain, Islam membuka peluang besar kepada perempuan untuk berkiprah di masyarakat, sesuai dengan ilmu dan keterampilannya untuk kemajuan Negara. Dalam Islam, peran perempuan di rumah ataupun di rumah mempunyai sifat strategis bagi kemajuan bangsa.

 

Barat seringkali menuding bahwa Syari’ah Islam membatasi kiprah perempuan. Bagaimana usaha Muslimah untuk menjawabnya?

Tudingan harus dijawab, dengan memisahkan antara fakta sebenarnya tentang kehidupan perempuan dalam naungan Syari’ah dan apa yang dituduh mereka. Faktanya, di masa hukum Islam diterapkan, kebutuhan ekonomi perempuan terjamin tanpa ia harus tereksploitasi dengan bekerja. Kehormatan mereka terjaga karena menjalani tugas utamanya di rumah. Sekalipun ia harus keluar rumah untuk melaksanakan kewajiban lainnya, kehormatannya tetap terlindungi dengan aturan berpakaian, terpisahnya laki-laki dari perempuan saat belajar, dan ketika mereka berinteraksi di pasar atau jalan misalnya, Islam melarang pandangan yang berdasar nafsu syahwat diantara mereka. Dan faktanya, perempuan tidak merasa dikekang dengan aturan ini, tetapi merasakan ketenangan. Mestinya kita balik menuding Barat sebagai ideologi yang menghancurkan martabat perempuan. Ia dibiarkan bebas berkeliaran di luar, dan mengekspresikan segala yang diinginkannya sehingga menghinakan dirinya. Jadi, tudingan itu harus dilawan. Hingga saat ini upaya untuk menjawab tudingan itu terus dilakukan. Pada bulan Februari sampai Maret lalu, Muslimah Hizbut Tahrir mengkampanyekan perempuan dalam Syari’ah Islam, menjawab tudingan Barat terhadap Islam dan menunjukkan kebenaran perlakuan Islam kepada perempuan. Puncaknya ditutup dengan konferensi internasional di lima Negara, termasuk di Indonesia. Kita membantah narasi Barat yang menyatakan bahwa muslimah tertindas oleh Syari’ah, dan kita bongkar makar mereka dengan menjajakan feminism Islam yang menyesatkan para perempuan.

 

Terakhir, apa pesan Ustadzah kepada Pembaca Majalah DRISE, terutama para Muslimah?

Ayo para remaja puteri ! sebenarnya yang akan menyelesaikan berbagai problem perempuan hari ini adalah penerapan Syari’ah Islam secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Dan seharusnya muslimah itu berbangga diri kepada perempuan lain di seluruh dunia, karena Islam telah memuliakan mereka dengan berbagai aturan yang telah ditetapkan untuknya. Hanya saja, masih banyak muslimah yang belum faham Islam dengan utuh. Untuk itu, mari kita fahami Islam, agar kita mencintainya, memilikinya dan memperjuangkannya. Agar ketika Syari’ah Islam disudutkan, kita mampu membelanya.

 

Biodata Singkat:

Nama                      : Ir. Ratu Erma Rachmayanti

Aktivitas                 : –   Ketua DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia

Narasumber Rubrik Muslimah Bicara di program radio Cermin Wanita Sholihah,

Pemerhati persoalan perempuan, tinggal di Bogor.

 

Di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi 46

Traveler Terhebat

Majalahdrise.com – Kalau bicara tentang petualang terhebat di dunia, mungkin nama yang langsung “klik” bagi sebagian orang adalah Marco Polo atau jangan-jangan Dora the Explorer. Padahal, di abad yang sama Islam punya tokoh yang jauh lebih hebat lho daripada Marco Polo. Siapa dia? Yup, dialah Ibnu Battutah.

Pada abad 14 M Ibnu Battutah mengembara sejauh 75.000 mil atau sekitar 120.000 km melintasi sebagain besar belahan bumi bagian timur, 3 kali lebih jauh dari perjalanan Marco Polo. Kalau dicocokkan dengan peta dunia saat ini, maka selama 30 tahun pengembaraannya Ibnu Battutah telah mengunjungi sekitar 40 negeri, 2 kali lebih banyak dari Marco Polo. Catatan perjalanannya itu kemudian dibukukan dengan judul Tuhfat al-Nuzzar fi Ghara’ib al-Amsar wa-’Aja’ib al-Asfar, atau singkatnya Rihlah Ibnu Battutah saja.

Pria kelahiran Tangier, Maroko pada 17 Rajab 703 H/ 25 Februari 1304 itu bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, bergelar Syamsuddin bin Battutah. Ibnu Battutah hidup pada masa akhir Abad Keemasan Islam, yang merupakan ledakan prestasi ilmiah dan budaya dalam sejarah dunia. Sejak kecil, Ibnu Battutah dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam.Maka tak heran bila Ibnu Battutah juga pernah diangkat menjadi Qadhi (hakim) di beberapa wilayah yang dikunjunginya, yang menunjukkan kefaqihannya dalam ilmu agama.

Pengembaraan ibnu Battutah dimulai ketika usianya menginjak 21 tahun, dengan tujuan utama yakni melakukan ibadah haji ke Makkah. Dari Tangier, Afrika Utara dia menuju Iskandariah. Lalu kembali bergerak ke Dimyath dan Kaherah.Setelah itu, dia menginjakkan kakinya di Palestina dan selanjutnya menuju Damaskus, lantas ke Ladzikiyah hingga sampai di Allepo. Ibnu Battutah kemudian bergabung dengan kafilah haji ke Tanah Suci. Sesampainya di Makkah kemudian ia menetap selama dua tahun.

Setelah cita-citanya tercapai, Ibnu Battutah, ternyata tak langsung pulang ke Tangier, Maroko. Ia lebih memilih untuk meneruskan pengembaraannya mengelilingi berbagai negeri, baik negeri muslim maupun negeri non muslim. Perjalanannya meliputi wilayah Afrika Utara, Tanduk Afrika, Afrika Barat, Timur Tengah, Eropa Timur dan lembah sungai Volga, Asia Selatan, Asia Tengah, hingga ke China dan Asia Tenggara.

Setiap kali mengunjungi sebuah negeri atau negara, Ibnu Battutah mencatat dengan detail mengenai kehidupan penduduk, pemerintah, dan ulama-ulamanya. Selain menceritakan hal-hal menakjubkan yang dijumpainya, Ia juga mengisahkan rintangan-rintangan yang pernah dialaminya seperti ketika berhadapan dengan penjahat, kabur dari bajak laut Eropa, hampir pingsan bersama kapal yang karam dan nyaris dihukum penggal oleh pemerintah yang zalim.

Petualangan dan perjalanan panjang yang ditempuh Ibnu Battutah sempat membuatnya terdampar di Samudera Pasai – kerajaan Islam pertama di Nusantara. Ia menginjakkan kakinya di Aceh pada tahun 1345. Sang pengembara itu singgah di bumi Serambi Makkah selama 15 hari.Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Battutah melukiskan Samudera Pasai sebagai ”Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah,”. Kedatangan penjelajah kondang asal Maroko itu mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai.

Sebelum abad 13 M, petualangan panjang seperti yang dilakukan Ibnu Battutah bisa dibilang mustahil. Peluang besar untuk itu mulai ada seiring dengan meluasnya wilayah yang dikuasai Daulah Islam. Ditambah lagi setelah bangsa Mongol dan kelompok nomaden lain yang membentuk kerajaan besar dan stabil di wilayah Eropa dan Asia turut memfasilitasi wisata, perdagangan dan pertukaran budaya. Sehingga berkat dakwah Islam lah perjalanan sejauh Ibnu Batutah untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia menjadi mungkin.

Kafilah-kafilah perjalanan dari jalur darat maupun laut menciptakan jaringan transportasi dan komunikasi yang membentang di belahan bumi timur. Kota-kota di Afrika, Eropa dan Asia dikunjungi secara teratur oleh para pedagang, diplomat, dokter, seniman, pengrajin,ulama maupun jamaah haji. Semua ini memfasilitasi pertukaran barang dan ide-ide pada skala yang tidak terlihat sebelumnya dalam sejarah dunia.

Tak seperti hari ini, ketika kita terikat dengan nasionalisme dan kewarganegaraan yang sempit, Ibnu Battutah adalah warga Darul-Islam, yang identitasnya adalah Islam itu sendiri, bukan sekedar tempat kelahiran. Maka kemana pun ia pergi, ia hampir selalu menemukan saudara seiman yang akan membantunya ketika dalam kesulitan.

Satu hal yang patut kita teladani dari Ibnu Battutah, adalah kesadarannya untuk selalu terikat dalam koridor hukum Islam. Keberadaannya di suatu negeri antah berantah sekalipun, tidak lantas membuatnya meninggalkan syariat Allah apapun alasannya. Nah, catet tuh. Penting juga kita ingat, perjalanan Ibnu Battutah tidak akan terjadi bila tidak ada negara yang sebelumnya telah mendakwahkan Islam dan membebaskan negeri-negeri tersebut dan menyatukannya di bawah naungan satu bendera. Negara itulah yang disebut Khilafah. [Ishaak]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 46

 

April Fools Day

Majalahdrise.com – April telah tiba, april telah tiba, hatiku gembira.. J. Eiiiitss….. di Bulan April ada suatu kebiasaan jahiliahharus kita waspadai !!!!! Apa itu…???.pada tanggal 1 April ada sebuah perayaan yang dimana orang-orang diperbolehkan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain tanpa dianggap bersalah , misalnya, kepada orang tua, teman, dan kepada siapapun. Agar tau lebih lanjut mari kita bahas bersama! Chek it dot!

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Fools Day atau April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan. Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret).

Ada beberapa contoh lelucon April Mop dan efek sampingnya, Di Jerman, kantor jaringan telepon setempat pernah dibuat pusing, karena diberitakan bahwa teroris telah mampu memasukkan bom peledak secara digital. Virus Bom Peledak itu masuk ke dalam pesawat telpon, setelah anda menelpon keluar kota. Berdasarkan ultimatum dari sang teroris, pada pkl 18.00 sore waktu setempat bom akan meledak. Cara satu-satunya untuk memusnahkan atau melumpuhkan ledakan bom tersebut ialah dengan memasukkan telepon ke dalam ember penuh dengan air. Akibatnya ribuan telepon setempat jadi rusak, karena terendam air dalam ember.

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April. Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop”, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.

Sudah pada tau enggak sih? Sejarah April Fools Day atau yang biasa disebut April Mop? Nah, kalau belum tau nih ada sedikit informasi tentang sejarah April Mop. Cekidot!

Sejarah 5 abad silam about April’s Fool Day, ditaklukkannya spanyol oleh panglima thariq bin ziyad. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.  Penduduk spanyol yang beragama nasrani berbondong-bondong masuk Agama Islam. Kelicikan Orang-orang kafir di sekitar Spanyol, menghasut kaum muslimin. Tentara Salib berhasil menguasai Spanyol,Penduduk Muslim Spanyol, tentara kaum muslimin, orang tua, wanita, bahkan anak-anak dibunuh. So, april fools day atau april mop adalah sebuah perayaan dimana hari kemenangan atas pembantaian umat muslimin di spanyol.Haram hukumnya merayakan “APRIL FOOLS DAY” Why?? Because kalau kita masih saja meryakan April Mop, sama saja kita merayakan pembantaian saudara-saudari kita di Spanyol

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya barat ini sesuai dengan hukum syara’ atau tidak. Nah, dapat kita simpulkan sekarang, generasi muslim menjadi pembebek budaya barat. Umat terbaik tidak layak membebek, namun memimpin dunia dengan agamanya. Layaknya Rasulullah dan khulafaurrasyidin yang menghapuskan kebudayaan jahiliyah dan menghidupkan kebudayaan islam.[]

Oleh : Najwa*

*Penulis adalah siswa SMA Bina Insan Mandiri kelas 10

di muat di majalah remaja islam drise edisi 46