Obrolan dengan Abietya Sakti Narendra (salah satu Inisiator Komunitas #YukNgaji)

  1. Sebenernya Komunitas #YukNgaji ini apa sih?

Ust Felix di dunia maya memiliki netizen yang cukup besar, tetapi selama ini aktifitas mereka hanya dilakukan di dunia maya saja. Padahal keinginan para follower ini yang dari facebook, twitter, maupun instagram, justru ingin berlanjut sampai di kopi darat atau tatap muka. Nah dari situlah kemudian kami menginisiasi bagaimana para netizen ini, para followernya ust Felix ini bisa bertatap muka langsung dengan Ust Felix dan orang-orang yang menginspirasi Ust Felix atas prestasinya selama ini. Maka dibentuklah komunitas Yuk Ngaji.

Komunitas ini sebenernya secara kelembagaan hanya menyalurkan keinginan para netizen untuk belajar agama pada ustadz-ustadz yang dipandang berkompeten oleh @yukngajiID untuk menyelesaikan problem dahaga pemikiran itu. Jadi kita lebih seperti fasilitator. Di dalamnya juga ada sosok ustadz lain yang kemudian kita minta untuk bisa membantu netizen untuk memperdalam agama Islam.

  1. Siapa saja‘tim sukses’ #YukNgaji?

Kalau tim inti pertama ustadz Felix. Beliau sebagai founding father atau sosok utama dalam komunitas ini. Kedua, Mas Husein Assadi yang bisa dikatakan sebagai pimpinan produksi dari seluruh acara. Jadi segala ide dan masukan akan beliau olah dan beliau teruskan kepada kawan-kawan yang lain. Ketiga, Mas Cahyo Sutradalang. Beliau adalah spesial host di jagad #YukNgaji. Beliau bukan sekadar host tapi juga meramu event itu agar menjadi event yang renyah dan materi yang disampaikan bisa diterima dengan mudah walau pembahasannya bisa dikatakan berat dan monoton. Keempat, mas Ihsanul Muttaqin. Beliau adalah orang yang amat penting dalam sosial media, karena orang yang ingin kopi darat dengan ust Felix maka via mas Ihsan inilah aktifitas tadi bisa terwujud. Jadi praktis kita mengundang peserta hanya melalui media sosial saja. Hanya online saja, jadi memang tidak ada kirim surat. Lebih lanjut lagi nanti beliau yang mensupervisi bagaimana memaintain para netizen ini tentang follow up nya. Kajian-kajian yang sifatnya online dan seterusnya. Terakhir, saya sendiri, Abietya Sakti Narendra. Saya lebih tepatnya pesuruh ya, heahahaha… ya saya membawahi apa yang saya bawahi gitu ya. Dan itu banyak, kadang kala desain, utamanya dokumentasi dan post produksi. Jadi secara inti tim nya itu yang mengemas kegiatan dan acara.

  1. Kabarnya, #YukNgaji ada band nya juga ya?

Jadi kita juga membentuk yang namanya Ngakustik. Maksudnya ngaji akustik. Jadi bukan sekadar dialog, talkshow tanpa ada hiburan. Kita ingin menyajikan bagaimana talkshow itu juga bernuansa entertain tapi dengan pesan-pesan mendalam. Kita rekrut ada Mas Devi, gitaris. Ada mas Jimmy, beliau kajon. Lalu mas Cahyo, selain host juga sebagai vokalis, juga mas Husein, selain sebagai pimpro juga sebagai keyboardist. Saya selain sebagai pesuruh juga sebagai basist nya. Semua dilakukan karena riang saja. Maka kemudian terjadilah semua itu. Tapi perlu dicatat bahwa sebenarnya tim ini tidak berhenti sampai di sini saja dalam jumlah dan sosoknya. Kita ingin mengembangkan potensi temen2 netizen untuk berkontribusi dalam komunitas ini. Mungkin ada yang bisa desain, atau ada yang bisa ilustrasi.

  1. Acara kopdar #YukNgaji sudah diadakan di mana saja ya Mas?

Launching perdananya diadakan pada bulan puasa yang lalu di Bogor tanggal 4 Juli dan di Jakarta tanggal 5 Juli. Bogor di LIPI dan Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede. Ke depannya akan dilaksanakan di Bandung tanggal 30 Agustus dan Surabaya tanggal 16 Agustus. Selain itu akan ke Yogya dan ke Solo. So, follow akun sosial media #YukNgaji untuk update jadwal acaranya ya..

 

Yuk Ngaji di @yukngajiID

Majalahdrise.com – Pada jaman digital dan media sosial kayak sekarang ini, ada sebuah kebahagiaan yang harus kita syukuri lho. Apaan tuh?! Ternyata masih ada generasi Islam yang mau menyempatkan diri untuk menimba ilmu-ilmu Islam guna menyelesaikan permasalahan hidup mereka. Terasa ada sebuah kemauan yang besar untuk selalu dekat dan akrab dengan Allah dan RasulNya. Kerennya, Jumlah kawan-kawan kita yang kayak gini ini ternyata lumayan bejibun. Fenomena ini salah satunya bisa dilihat di media sosial. Banyak kawan kita yang aktif di forum-forum keagamaan untuk bisa mendapatkan ilmu dan mencari pemecah permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Hal ini juga dirasakan oleh Ustadz Felix Siauw, seorang da’i muda energik yang udah nggak asing lagi di tengah-tengah dunia dakwah untuk remaja en remaji. Lewat akun sosial media maupun buku-bukunya, ia memberikan banyak sekali pencerahan tentang bagaimana cara bergaul yang benar dan aman bagi remaja Islam. Akun @felixsiauw dibanjiri follower hingga saat ini mencapai angka 1,42 juta follower lho. Belon lagi 2,8 juta facebooker yang nge-like fanspagenya. Nah ini juga bisa menjadi indikasi bahwa kaum muda sebenarnya sangat ingin dekat dengan agamanya dan ingin hidup dengan aturan-aturan Islam.

Nah, Ustadz Felix Siauw melihat tidaklah cukup jika hanya mengkaji Islam dari media sosial saja. Karena itulah dibentuk Komunitas #YukNgaji. Mas Abietya Sakti Narendra, salah seorang inisiator Komunitas Yuk Ngaji mengungkapkan adanya komunitas ini ditujukan untuk menjembatani para netizen agar bisa mengkaji Islam tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di “dunia nyata”. Sebab memang mengkaji Islam itu haruslah dilakukan di dunia nyata.

Komunitas #YukNgaji dibentuk oleh pakar-pakar marketing dan multimedia handal yang terjun full time dalam dunia dakwah Islam. Selain Ustadz Felix Siauw, mereka adalah: Ustadz Husein Assadi, Ustadz Ihsanul Muttaqien, Ustadz Cahyono, dan Mas Abietya Sakti Narendra.

Launching dan event perdana #YukNgaji mengambil tema “The Power of Ngaji”, dan digelar pada tanggal 4 Juli lalu di Gedung LIPI Bogor. Dengan menampilkan Ust Felix Siauw dan Ust Epi Taufik sebagai pembicara, kursi yang disediakan panitia terisi penuh, bahkan membludak! Hingga para peserta rela duduk lesehan di lantai. Amazing banget. Asli. Ternyata masih banyak lho kaum muda yang mau meluangkan waktu untuk ngaji, dan semuanya antusias.

Keesokan harinya, tanggal 5 Juli, diadakan event #YukNgaji pula putaran kedua di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Mereka yang nggak kebagian kursi dan nggak sempat hadir di Bogor sampe bela-belain hadir di Jakarta. Animo netizen untuk ngaji ternyata sangat besar. Ust Felix dan Ust Epi kembali tampil, bersama host yang asik dan kocak, Ust Cahyon sehingga acara talkshow inspiratif ini jadi lebih lumer dan nggak garing. Dijamin anti manyun. Dalam acara ini terungkap bahwa ngaji memang membawa akibat positif bagi diri seseorang, persis seperti yang terlihat pada diri figur-figur seperti Ust Felix dan Ust Epi. Mereka mengaku bahwa mereka nggak bakalan bisa meraih kesuksesan seperti sekarang ini kalau mereka nggak ngaji. Itu baru kesuksesan di dunia lho, kesuksesan di akhirat insya Allah nggak ketinggalan.

Selain acara talkshow yang seru banget, sebagai selingan kita juga akan dihibur oleh lantunan lagu dari band Ngakustik. Kalau kata Ust Cahyo sang host, kenapa band ini dinamai Ngakustik karena “ngakunya akustik”, hehehe. Lagu-lagunya islami dan inspiratif, akan menemani kita merenung tentang hakikat diri dan hidup kita serta kekuasaan Allah. Album band Ngakustik ini belum bisa ditemukan di toko-toko kaset di manapun apalagi di toko beras atau toko besi (sekadar promo). Lantaran memang belon rekaman.

Menurut Ust Cahyono yang berhasil D’Rise temui selepas acara di Bogor, insya Allah akan digelar juga event #YukNgaji di beberapa kota besar lainnya. Mas Abietya menambahkan bahwa di Surabaya akan digelar tanggal 16 Agustus dan di Bandung tanggal 30 Agustus. Komunitas ini juga mengharapkan kontribusi terbaik dari kawan-kawan. So, pastikan Driser ikut ambil bagian dalam dakwah islam. Yuk Ngaji! [Isa]

Cut Nyak Dien Ratu Perang

MajalahDrise.com – Wanita perkasa ini telah menggetarkan singgasana penjajahan Belanda di Aceh. Dia menjadi begitu dikenal bahkan hingga ke negeri Belanda. Dialah Cut Nyak Dien. Seorang mantan prajurit Belanda, bernama Zentgraff, yang pernah turut berperang di Aceh menuliskan pengalaman-pengalamannya pada perang di Aceh ke dalam sebuah memoar yang berjudul Atjeh. Selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, Cut Nyak Dien memimpin perang gerilya melawan Belanda. Dia menjadi amat renta dan bahkan menjadi buta. Dia menjalani semua ujian hidup dalam perjuangan dengan amat sabar dan ikhlas. Dia cuma makan umbut pisang liar, dan bahkan lebih sering menahan laparnya.

Karena pengkhianatan prajuritnya sendiri, yang merasa iba dengan keadaannya, Cut Nyak Dien ditangkap Belanda dan kemudian dibuang ke Sumedang. Kisah hidup dan perjuangan Cut Nyak Dien inilah yang menjadi inspirasi penulisan Dwilogi Sabil dan Cut Nyak Dien karya salah seorang kru D’Rise, Sayf Muhammad Isa.

Mengambil latar sejak masa awal penyerangan Belanda ke Aceh, dwilogi Cut Nyak Dien merangkaikan kisahnya dengan amat luwes tetapi kuat. Selain sosok Cut Nyak Dien sendiri yang digambarkan dengan sangat unik, novel ini juga memperlihatkan berbagai sisi tentang Aceh secara luas. Banyak lagi tokoh-tokoh lain yang mengiringi perjuangannya, seperti Teuku Ibrahim Lamnga (suami pertama Cut Nyak Dien), Teuku Umar (suami kedua Cut Nyak Dien), Teungku Cik di Tiro, Teuku Nanta Seutia (ayah Cut Nyak Dien), dan banyak lagi.

Gaya penuturannya mengingatkan kita dengan gaya sastra Melayu klasik yang bertabur perumpamaan. Selain itu dialog-dialognya yang kuat dan amat emosional akan membuat pembaca terhanyut dengan jalan cerita dan merasa seolah-olah berada di dalamnya. Bukan cuma hikayat peperangan yang akan menyayat hati, tetapi juga ada cerita cinta yang berbunga-bunga. Semuanya dirangkai dengan semangat perjuangan membela negeri ini dari tangan-tangan penjajah dan melaksanakan perintah Allah untuk berjihad fi sabilillah.[]

Identitas buku.13775900_10202099496044812_3610443077361423592_n

Judul: Cut Nyak Dien,

Penulis: Sayf Muhammad Isa

Penerbit: Qanita

Tebal: 770 halaman

Genre: Fiksi-sejarah

Pemesanan: 0898 2700 920 (Dian).

di maut di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 48

Memancing Azab

Majalahdrise.com – Pernah dengar kaum Nabi Luth? Itu lho kaum penyuka sesama jenis yang kisahnya diabadikan dalam Al-Quran. Tentunya bukan untuk nambah cerita masa lalu. Tapi justru jadi pelajaran buat kita-kita yang mengimani Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Dikisahkan, pada mas Nabi Luth masyarakatnya itu mayoritas kaum LGBT alias Lesbian dan Gay. Mereka doyan mengumbar nafsu syahwat kepada sesama jenis. Jeruk makan jeruk gitu deh. Karena itulah Nabi Luth gencar mengingatkan kaumnya bahwa perbuatan mereka itu keliru dan jijay banget. Belum pernah dilakukan oleh kaum-kaum sebelumnya. Eh, bukannya pada nyadar mereka malah nantangin Nabi Luth.

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguh-nya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya menga-takan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” ( QS. Al ‘Ankabuut, 29: 28-29) !

Akibatnya, Allah pun menunjukkan kekuasaannya.

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud, 11: 82-83) !

Ngerinya, sekarang kaum Nabi Luth sedang dapat angin untuk nongol lagi di permukaan. Sangsi sosial yang selama ini bisa ‘menahan’ perilaku bejat mereka, seolah mendapatkan pengakukan dengan dilegalisasikannya pernikahan sesama jenis di seluruh negara bagian kampiun demokrasi. Kebayang kalo kondisi ini didiamkan, bakal menular ke negeri-negeri lainnya dengan dalih hak asasi manusia. Itu artinya, mereka tengah memancing Azab Allah sebagaimana yang terjadi pada kaum Sodom Nabi Luth. Dan sialnya, azab Allah itu bisa jadi akan merembet ke negeri kita kalo kita berdiam diri.

Karena itu, hanya ada satu pilihan bagi kita untuk menghindari azab Allah. Seperti dilakukan oleh Nabi Luth, berdakwah dan terus berjuang demi tegaknya institusi yang bisa melawan arogansi negeri paman Sam yang mengkampanyekan gaya hidup hewani. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di maut di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 48