Agar Hijrah Tetap Istiqomah

Majalahdrise.com – Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab  “Muqasysyafatul Qulub”, ada beberapa ciri  yang menunjukkan tobat seseorang diterima.  Ciri-ciri ini penting kita pahami, agar hijrah  tetap istiqomah. di antaranya: Pertama, orang tersebut terlihat lebih  bersih dan lebih terjaga dari perbuatan  maksiat. Sadarilah pengawasan Allah swt dan malaikat raqib dan atid. Sehingga kita akan  berusaha untuk lebih bisa menahan diri  dari perbuatan dosa di mana saja, kapan  saja.

Baik sendiri atau bersama-sama. Kedua, dia selalu bergaul dengan  orang-orang saleh dan mencari lingkungan  yang baik pula untuk memelihara iman dan  islam kita. Berkumpulah dengan orang-orang shaleh dan komunitas aktivis  dakwah. Biar bisa saling mengingatkan dan  menguatkan.  Ketiga, kualitas amalnya semakin  meningkat. Selain menahan diri dari  perbuatan maksiat, dia juga semakin  meningkatkan kualitas amal baiknya.

Tak  hanya yang wajib, yang sunnah pun  dijabanin.  Keempat, dia senantiasa menjaga  lidahnya. Dia punya kualitas pengendalian  lisan dan pikiran yang baik. Lisannya selalu  dibasahi dengan ayat-ayat suci dan amar  makruf nahi munkar. Ingatannya selalu  kembali kepada Allah.  Satu hal yang perlu kita inget kalo  Allah swt sayang banget ama kita-kita yang  mau berhijrah. Nggak ada ceritanya kalo  Allah swt menolak tobat hamba-Nya.

Yang  ada, pintu tobat selalu terbuka 24 jam  sehari dan 7 hari seminggu. Nggak pake  libur weekend atau tanggal merah. Rasul  saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah  membentangkan tangan rahmatNya pada  waktu malam supaya bertobat orang yang  telah melanggar pada siang hari. Juga  mengulurkan tangan kemurahanNya pada  waktu siang, supaya bertobat orang yang  berdosa pada waktu malam. Keadaan itu  tetap terus hingga matahari terbit dari Barat”.  (HR. Muslim)

Driser, untuk merawat tobat  kita biar bisa masuk ciri-ciri di atas,  jangan lupa untuk getol mengenal  Islam lebih dalam dan aktif  berdakwah. Sehingga keimanan  kita tetep terjaga dan benteng  akidah kita kokoh dalam  menghadapi godaan setan. Jangan  tunggu hari esok. Karena nggak  akan ada sms pemberitahuan saat  Allah swt ‘memanggil’ kita kembali  pada-Nya…. selamat berhijrah!  [@hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise

Hijrah Bukan Tanpa Masalah

Majalahdrise.com – Proses hijrah itu nggak semulus jalan  tol. Itu yang dirasakan para selebriti.  Pastinya selalu ada kerikil plus lubang yang  bikin perjalanan tobat kita nggak nyaman.  Apalagi kalo orang-orang udah mengenal  kita dengan track record jelek. Kayanya  susah banget membersihkan nama baik.  Ada aja yang meragukan keikhlasan tobat  kita. Tapi kita nggak usah bete. Tetep aja  jalan terus. Tobat must go on. Mau nggak  mau, kita mesti siap dengan respon dari  lingkungan sekitar.  Yup, bertobat bukan cuman urusan diri  sendiri dengan Allah swt. Tapi sering  berhubungan dengan orang lain. Terutama  temen-temen senasib sepenanggungan ketika masih jahiliyah dulu. Bisa jadi mereka  belum bisa terima perubahan sikap kita.

Yang mendadak jadi sok alim bin bau syurga.  Padahal dulu sama-sama jadi aktifis maksiat.  Reaksi mereka pun beragam. Ada yang  ngedukung, tapi tak sedikit yang menjauh.  Kondisi ini yang sering jadi dilema. Pengen  jauh dari perilaku maksiat, tapi enggan  berpisah dari teman dekat dan sahabat.  But the show must go on. Sejatinya  nggak bolehh ada yang bisa menghalangi  kita untuk berhijrah. Seburuk apapun reaksi  dari lingkungan kita, bukan alasan untuk  mundur teratur terus jatuh lagi ke dalam  lumpur kemaksiatan.

Waduh…nggak banget  deh!  Kalo nggak tahan, beli aja kapas buat  nutup telinga kita dari suara-suara sumbang  yang bisa meruntuhkan semangat kita dalam  berhijrah. Tapi kalo tahan, jadikan suara-suara sumbang itu sebagai pelecut  semangat kita. Itung-itung cheerleader  gratisan. Yang penting kita yakin kalo Allah  swt pasti menerima tobat kita. Dan akan  selalu terbuka jalan bagi kita untuk menjadi  lebih taat pada-Nya. Otreh?

Hijrah Demi Menjemput Berkah

Ketika pertama kali kata tobat terucap,  pastinya nggak maen-maen dong. Nggak  sekedar pindah suasana hidup. Tapi pengen  bener-bener insyaf. Kembali ke jalan yang  benar. Emang nggak gampang jalanin  prosesnya. Karena itu, Allah swt ngasih  kompensasi yang amat besar bagi hamba-hambanya yang berkomitmen untuk hijrah  dan memperbaiki diri demi menjemput  berkah.  06 d’rise #51 November 2015

Pertama,  Dosanya diampuni.  Sebuah hadits  Qudsi yang  diriwayatkan dari  Anas bin Malik ra,  bahwa ia pernah  mendengar  Rasulullah saw  bersabda, Allah  SWT berfirman,  ”Wahai anak Adam,  sungguh jika  engkau berdoa dan  berharap kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni  dosa yang telah engkau perbuat dan Aku tidak  memperdulikannya. Wahai anak Adam,  seandainya dosamu membumbung setinggi  langit, lalu engkau memohon ampunan  kepada-Ku, pasti Aku ampuni semuanya dan  aku tidak memperdulikannya. Wahai anak  Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan  membawa kesalahan seluas bumi lalu  menemui-Ku dan tidak menyekutukan-Ku,  pasti Aku mendatangimu dengan ampunan  seluas bumi pula.” (HR. Tirmidzi).

Kedua, Keburukannya diganti dengan  kebaikan.  Allah swt berfirman, ”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal  sholeh, mereka itulah orang-orang yang Allah  ganti keburukan-keburukan mereka dengan  kebaikan-kebaikan, Allah maha pengampun  lagi maha penyayang.” (QS. Al-Furqan : 70)

Ketiga, Mendapatkan Cinta Allah. Allah swt berfirman, ”…Sesungguhnya  Allah mencintai orang-orang yang bertaubat  dan orang-orang yang membersihkan  diri.”(QS. Al-Baqarah : 222)

Keempat, Diberikan keluasan rezeki. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang  membiasakan beristighfar, Allah akan  menjadikan jalan keluar atas setiap  kesempitannya, memberikan solusi bagi  kegelisahannya dan memberikan rezeki dari  arah yang tidak disangka.” (HR. Muslim).

Kelima, Mendapatkan keberuntungan. Allah swt berfirman, “Dan bertaubatlah  kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang  yang beriman, agar kamu beruntung.”(QS. An-Nur : 31).

Keenam, Dimasukkan ke dalam Surga. Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah  dengan taubat yang semurni-murninya (nasuha),  mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus  kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu  ke dalam surga-surga yang mengalir di  bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah  tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang  beriman bersama dengannya; sedang cahaya  mereka memancar di hadapan dan si sebelah  kanan mereka, sambil mereka berkata, ‘Ya  Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami  cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh,  Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” (At-Tahrim : 8).

Biar bisa meraih berkah seperti di atas,  hijrahnya harus poll. Mesti taubatan nasuha.  Sebuah tekad yang kuat untuk menebus dosa-dosa di masa lalu dan berjanji nggak ada  siaran ulang di masa medatang. Menurut Ibn  Abbas dan al-Kalbi, tobat nashûha adalah  menyesal dengan hati, istighfar dengan lisan,  menanggalkan (kemaksiatan) dengan badan  dan berketetapan hati untuk tidak akan  mengulangi. Kalo dosa atau kesalahan yang  kita perbuat berhubungan dengan orang lain,  kita mesti meminta maaf kepadanya dan  mengembalikan haknya yang udah kita  langgar.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 51

THE BEAUTY OF HIJRAH

MAJALAHDRISE.COM – Secara khusus, hijrah diartikan sebagai  peristiwa pindahnya Rasul dan para  shahabat dari Mekkah ke Madinah  demi menjaga iman dan Islam serta  menyebarkan Islam ke seluruh alam.  Saat  Rasul berhijrah kondisi Mekkah masih sarat  dengan kehidupan jahiliyah yang penuh  kemaksiatan.

Sementara di Madinah, mulai  lahir kehidupan islami berkat usaha Mush’ab  bin ‘Umair yang di utus oleh Rasulullah saw  untuk menyampaikan Islam pada penduduk  Yatsrib (nama kota Madinah saat itu).  Setelah hijrah, syiar Islam  makin  bersinar. Rasulullah saw mendirikan negara  Islam di Madinah yang menjadi tonggak  kebangkitan umat Islam.

Dalam kurun waktu  10 tahun kepemimpinan Rasulullah SAW di  Madinah, Islam telah tersebar di seluruh  jazirah Arab. Diikuti masa Khulafaur Rasyidin  yang menyebarkan Islam hingga merambah  ke luar jazirah Arab. Pada masa Kekhalifahan  Umayah, Abasiyah, dan Utsmaniyah yang  terakhir, penyebaran Islam hampir meliputi  2/3 dunia. Keren!

Namun secara umum, hijrah juga  diartikan sebagai upaya meninggalkan  segala macam bentuk kemaksiatan dan  kemungkaran, baik dalam perasaan (hati),  perkataan dan perbuatan. Itulah yang kini  dilakukan oleh beberapa artis setelah  mendapat hidayah. Berani ambil  keputusan, meninggalkan kemaksiatan  demi menjemput ampunan.

From Glamour to Religius

Kisah hijrahnya selebriti selalu diwarnai  titik balik yang bikin mereka sadar kalo  kehidupannya dekat dengan kemaksiatan.  Sehingga saat hidayah menghampiri,  mereka komitmen untuk segera move on  from glamour to religius. Berikut beberapa  di antaranya:

a.Berry Saint Loco

Pria bertato ini mengaku  mulai memeluk Islam pada 20  Maret 2015. Mengikuti  sahabatnya, Essa  Muhammad yang sudah  terlebih dahulu menjadi  mualaf. Sebagai pemeluk  Islam, Berry resmi mengganti  namanya menjadi Muhammad Beery  Al Fattah.  Ia mengaku sangat tersentuh saat  untuk memeluk Islam saat belajar tentang  dzikir. Saat belajar, ia mengaku gemetar dan  akhirnya menangis. Ia teringat akan dosa-dosa yang telah diperbuatnya dan ingat  kalau ada yang lebih besar dari padanya.  Kisahnya bisa dibaca di rubrik wawancara  drise edisi Septembe 2015.

  1. Caisar YKS

Awalnya Caisar masih  warawiri stasiun TV dengan  goyangannya yang khas.  Namun, sang istri (Mbak  Indadari) merasa tak  tenang dengan sikap Caisar  tersebut. Akhirnya atas desakan sang istri, Caisar disuruh ikut  kajian. Saat ikut kajian itulah yang menjadi  titik balik perubahan Caisar. Kajian dengan  tema “Aku Ingin Berubah” oleh Ust. Syafiq  Basalamah, begitu menggugah hati Caisar  untuk dapat berubah demi memenuhi  permintaan istrinya.  “Aku ga akan minta rumah baru, mobil  baru atau apalah sama kamu. Tapi, cuma  satu yang aku minta sama kamu, tolong  mulai dari sekarang cicil rumah untukku di  surga nanti. Karena kita di dunia ini cuma  sebentar, kita pasti bakal mati nanti. Aku  pengennya tetep bisa kumpul di surga  bareng-bareng sama kamu dan anak-anak  kita. Nah, karena itu kamu harus tau  bagainana cara agar bisa bangun rumah di  surga! Caranya belajar agama, pelajari dari  Al-Qur’an dan Hadits. Hidup itu adalah  proses belajar. Makanya kita harus tetap  belajar, belajar, dan belajar lagi.”

  1. Sakti Sheilla On7

Sakti hengkang dari Sheilla  On7 tahun 2006. Pria bernama  lengkap Sakti Ari Seno  memiliki alasan untuk  memperdalam agama. Ia  merasa disadarkan untuk  taat beragama setelah  melihat sebuah buku  berjudul Menjemput Sakaratul  Maut Bersama Rasulullah.

Tak lama ia  mendapati ibunya sakit keras semakin  membuat ia ingin mendekatkan diri kepada  Allah. Setelah keluar dari Sheilla On7, Sakti  berangkat ke India, Bangladesh, dan  Pakistan untuk mendalami Islam. Belajar  bersama dengan muslim dari berbagai  bangsa. Kepulangannya kembali ke  Indonesia ditandai dengan perubahan  penampilannya 180 derajat. Jika pada  awalnya ia berpakaian ala rocker dengan  rambut panjang dan celana jeans serta baju  kaos, ia kembali dengan mengenakan baju  gamis, rambut dipotong pendek dan jenggot  yang tebal. Ia juga mengganti namanya  menjadi Salman Al Jugjawy.

  1. Hari MoektiMAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 51

Pria kelahiran Cimahi yang bernama asli Hariadi Wibowo, memulai karir keartisannya sebagai penyayny

i Rock ( Rocker ) tahun 1987. Sejak saat itu kehidupan Hari Moekti  berubah, dari seorang  remaja biasa menjadi  artis yang tenar, dan  terkenal di seluruh  penjuru tanah air. Yah memang kehidupan  menjadi artis itu penuh kekayaan,  gelamor, mewah. Namun Hari Moekti  pelantun lagu “hanya satu kata “ tidak  merasa bahagia sedikitpun, seluruh harta  kekayaannya tidak membuatnya hidup  tenang, walaupun dia sudah  menyekolahkan banyak anak yatim,  menyumbangkan hartanya bagi panti  asuhan, namun tetaplah dia tidak bahagia.

Di tahun 1995 dia bertemu dengan  seorang Ustad dan berdiskusi tetang agama  dengannya, dia terkagum-kagum dengan  argumen Ustad itu yang cerdas,  berwawasan, dan sangat masuk akal. Dia  pun akhirnya mengaji dengan sang ustad  lalu memutuskan untuk keluar dari dunia  keartisan dan fokus berdakwah. Bagi Hari  Moekti dunia artis saat itu dan saat ini  adalah dunia yang menyebarkan  kemaksiatan, artis adalah sarana dari  musuh-musuh Islam untuk  menghancurkan generasi mudanya. Masih banyak lagi selebriti yang dapat  hidayah lalu hijrah dan aktif dalam kegiatan  dakwah. Semoga bisa menular ke yang lain  ya. Sehingga makin banyak dakwah Islam  tersampaikan melalui perantaraan selebriti.  Setuju? Pasti! ^_^

Save

Save

Save

Save

Save

MUSIBAH KABUT ASAP

majalahdrise.com – Kalo cuman asap dari sampah yang  dibakar, mungkin gak masalah.  Sekejap aja udah hilang terbawa  angin. Lah ini, yang sengaja dibakar lahan  gambut yang luasnya hektaran. Udah gitu  pas musim kemarau saat hujan sebatas  angan-angan. Kejadian deh, asap  pembakaran membumbung tinggi dan  memenuhi udara yang bikin penduduk  bumi hidup merana.  Kabut asap pun jadi musibah  nasional yang menyita perhatian dunia.

Gimana nggak, cakupan musibah kabut  asap meliputi wilayah di 12 provinsi,  dengan luas jutaan kilometer persegi.  Kabut asap pekat terutama menyelimuti  wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau,  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan  Kalimantan Selatan. Korban pun  berjatuhan. Ratusan ribu penduduk di tiga  pula besar, terjangkit Infeksi Saluran  Pernapasan Akut/ISPA yang bisa berujung  kehilangan nyawa. Inna lillaahi..! Musibah kabut asap ini udah  kejadian sejak tahun 1967. Kalo masih  kejadian, pemerintah belum serius atasi  musibah asap. Mungkin karena ada  pengusaha yang ceesan sama pemerintah  jadi sering lolos dari jeratan hukum.

Gak tahu  deh. Yang pasti, Drise turut merasakan duka  mendalam terkait musibah kabut asap ini.  Seperti terungkap dari penuturan salah satu  Driser, Mbak Dini dari Pekanbaru Riau.  “Terkait kabut asap ni, kami cukup  mnderita,, ssh brnfs, anak2 terpaksa libur sklh,  drmah mereka ttp jga kna asap, krn asap jga  sdh masuk kdlm rmh.. mgkn klau rmh nya br ac  g mslh, yg g pnya gmna, udh bnyk korban  brjatuhan, jka pmrnth tak juga bisa bertindak  tegas terhadap para pembakar hutan, kmi bsa  mati perlahan. Hnya kpd Allah kmi berharap,  smga Allah sgra menurunkan hujan, mhn  doanya saja dri tmn2 semua..”  Mari kita berdoa, semoga Allah segera  turunkan hujan untuk menghalau kabut  asap. Dan terus ingatkan pemerintah agar  lebih peduli terhadap nasib rakyatnya. Kalo  nggak, bakal dituntut entar di akhirat.  Musibah kabut asap? Piuuh..pergii!!  [@Hafidz341]

di muat di majalah drise edisi 51