Majalahdrise.com – Proses hijrah itu nggak semulus jalan tol. Itu yang dirasakan para selebriti. Pastinya selalu ada kerikil plus lubang yang bikin perjalanan tobat kita nggak nyaman. Apalagi kalo orang-orang udah mengenal kita dengan track record jelek. Kayanya susah banget membersihkan nama baik. Ada aja yang meragukan keikhlasan tobat kita. Tapi kita nggak usah bete. Tetep aja jalan terus. Tobat must go on. Mau nggak mau, kita mesti siap dengan respon dari lingkungan sekitar. Yup, bertobat bukan cuman urusan diri sendiri dengan Allah swt. Tapi sering berhubungan dengan orang lain. Terutama temen-temen senasib sepenanggungan ketika masih jahiliyah dulu. Bisa jadi mereka belum bisa terima perubahan sikap kita.
Yang mendadak jadi sok alim bin bau syurga. Padahal dulu sama-sama jadi aktifis maksiat. Reaksi mereka pun beragam. Ada yang ngedukung, tapi tak sedikit yang menjauh. Kondisi ini yang sering jadi dilema. Pengen jauh dari perilaku maksiat, tapi enggan berpisah dari teman dekat dan sahabat. But the show must go on. Sejatinya nggak bolehh ada yang bisa menghalangi kita untuk berhijrah. Seburuk apapun reaksi dari lingkungan kita, bukan alasan untuk mundur teratur terus jatuh lagi ke dalam lumpur kemaksiatan.
Waduh…nggak banget deh! Kalo nggak tahan, beli aja kapas buat nutup telinga kita dari suara-suara sumbang yang bisa meruntuhkan semangat kita dalam berhijrah. Tapi kalo tahan, jadikan suara-suara sumbang itu sebagai pelecut semangat kita. Itung-itung cheerleader gratisan. Yang penting kita yakin kalo Allah swt pasti menerima tobat kita. Dan akan selalu terbuka jalan bagi kita untuk menjadi lebih taat pada-Nya. Otreh?
Hijrah Demi Menjemput Berkah
Ketika pertama kali kata tobat terucap, pastinya nggak maen-maen dong. Nggak sekedar pindah suasana hidup. Tapi pengen bener-bener insyaf. Kembali ke jalan yang benar. Emang nggak gampang jalanin prosesnya. Karena itu, Allah swt ngasih kompensasi yang amat besar bagi hamba-hambanya yang berkomitmen untuk hijrah dan memperbaiki diri demi menjemput berkah. 06 d’rise #51 November 2015
Pertama, Dosanya diampuni. Sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman, ”Wahai anak Adam, sungguh jika engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni dosa yang telah engkau perbuat dan Aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung setinggi langit, lalu engkau memohon ampunan kepada-Ku, pasti Aku ampuni semuanya dan aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan seluas bumi lalu menemui-Ku dan tidak menyekutukan-Ku, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan seluas bumi pula.” (HR. Tirmidzi).
Kedua, Keburukannya diganti dengan kebaikan. Allah swt berfirman, ”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholeh, mereka itulah orang-orang yang Allah ganti keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan, Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al-Furqan : 70)
Ketiga, Mendapatkan Cinta Allah. Allah swt berfirman, ”…Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang membersihkan diri.”(QS. Al-Baqarah : 222)
Keempat, Diberikan keluasan rezeki. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membiasakan beristighfar, Allah akan menjadikan jalan keluar atas setiap kesempitannya, memberikan solusi bagi kegelisahannya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR. Muslim).
Kelima, Mendapatkan keberuntungan. Allah swt berfirman, “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”(QS. An-Nur : 31).
Keenam, Dimasukkan ke dalam Surga. Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (nasuha), mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan si sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” (At-Tahrim : 8).
Biar bisa meraih berkah seperti di atas, hijrahnya harus poll. Mesti taubatan nasuha. Sebuah tekad yang kuat untuk menebus dosa-dosa di masa lalu dan berjanji nggak ada siaran ulang di masa medatang. Menurut Ibn Abbas dan al-Kalbi, tobat nashûha adalah menyesal dengan hati, istighfar dengan lisan, menanggalkan (kemaksiatan) dengan badan dan berketetapan hati untuk tidak akan mengulangi. Kalo dosa atau kesalahan yang kita perbuat berhubungan dengan orang lain, kita mesti meminta maaf kepadanya dan mengembalikan haknya yang udah kita langgar.
di muat di majalah remaja islam drise edisi 51