Kir #06 RAIH PRESTASI BUKAN SENSASI

Majalahdrise.com – ahad, 20 september 2015, bertempat di  lantai 2 masjid al-Hidayah Entrop, Jayapura.  Komunitas remaja islam  (KRI) – DPD I  Muslimah Hizbut Tahrir Prov. Papua kembali  menyelenggarakan  Kajian Remaja Islam (KIR)  dengan tema  “Raih Prestasi Bukan Sensasi”. Kajian  rutin bulanan ini di hadiri oleh puluhan siswi SMP  dan SMA di Jayapura. Kak laila sebagai pemeteri menjelaskan  betapa pentingnya menjadi remaja berprestasi  yang tidak sekedar mencari sensasi dan  pengakuan manusia saja. Berprestasi berarti  menjadi lebih dari yang lain, menjadi remaja luar  biasa bukan remaja biasa tentu tetap berasaskan  aqidah islam. Ada empat faktor yang harus kita  miliki untuk menjadi remaja prestatif  yaitu : (1)  Niat yang kuat; (2) Kesungguhan dan semagat  belajar yang tinggi; (3)  Lingkungan yang kondusif  dan (4) Aturan dan dukungan Negara. Kak laila menjelaskan remaja islam sebagai  khoiru ummat (umat terbaik) layak dan harus  menjadi seorang pribadi muslim berprestasi.  Remaja berprestsi yang senantiasa menebar  kebaikan dan bermanfaat bagi sesama. Remaja  prestatif dunia akhirat yang senantiasa  berkonstribusi bagi umat dan islam dengan BuNga  Dakwah (buku, ngaji dan dakwah) sentiasa mengisi  hari-hari remaja.[KRI-Jayapura ]

 

MEMBANGUN PEMIKIRAN IDIOLOGIS LEWAT ROHIS

majalahdrise.com – Di Hari Jumat yang Barokah, tepatnya  tanggal 04 September 2015, Lembaga  Dakwah Sekolah (LDS) HTI Kaltim yang  bekerjasama dengan Pengurus Rohis Al  Mukarramah SMA Negeri 3 Samarinda,  menggelar Kegiatan sosialisasi “HIDUP LEBIH  MANIS BERSAMA ROHIS” kepada puluhan siswa  baru yang tertarik dengan Organisasi Dakwah di  sekolah ini.

Selain menyampaikan materi  kepemimpinan Islam, motivasi umum dan  memperkenalkan Rohis, pada kesempatan ini  LDS HTI juga memberikan materi menggugah  seputar Islam Ideologis kepada para peserta  calon pengurus Rohis, dengan tema BUNGA  DAKWAH (Buku, Ngaji, dan Dakwah).

“Rohis bukan sekadar ekskul biasa. Lebih dari  itu Rohis adalah satu-satunya organisasi yang  komplit dan menyeluruh. Ilmu dunia dan ilmu  akhirat dapat ditemukan di sini, Pokoknya All in  One. Rohis juga media pengajaran cara  berorganisasi dengan baik, pembuatan proposal,  bekerja sama dengan tim, dan pendewasaan diri  karena dituntut untuk mengutamakan kepentingan  tim atau jamaah di atas kepentingan pribadi.  #YukGabung Rohis! Saya Juga Alumni Rohis”

Demikian Penuturan Amin Yusuf (Ketua LDS HTI  Kaltim), Selaku Narasumber utama dalam acara  tersebut. Rangkaian Acara dikemas menarik dan  menghibur, salah satunya adalah penampilan  dari Tim Nasyid Acapella dari para pengurus  Rohis yang sangat atraktif dan inovatif. Acara  ditutup dengan Komitmen dari para peserta  untuk menjadikan Sekolah mereka lebih hebat  dan lebih dahsyat bersama Rohis Al  Mukarramah. Sudah Saatnya Rohis Melahirkan  Generasi Pemikir yang Ideologis. []

di muat di majalah drise edisi 50

Jomlo Tobat (sentilan sehat jomlo galau)

majalahdrise.com – alhamdulillah, telah lahir satu karya  baru yang menusuk para jomblo  sejagat raya. Ngga bermaksud  mematikan justru buku yang ditulis Rizqi  Awal El Palembani ini menyemangati para  jomblo galau agar menjadi jomblo mulia  dunia dan khirat. Eits,,,, jika merasa udah  pernah baca dengan tema sejenis, bukan  berarti ini dipandang sebelah mata loh.  Sebab ini lebih dari sekedar buku.

Visual Abu  Ammar di buku ini yang penuh gambar full  colour and desain yang cantik, bikin betah  bacanya dan ngga terasa hati para jomblo  akan meleleh. Persis kaya piscok lumer.

Sedaap! Terdiri dari 6 bab pilihan yang dikemas  gaul dan unik dari diksi-diksi pilihan mas  Rizqi yang sudah malang melintang di social  media (baik Facebook, Twitter dan Line). Kita  akan mengenal jenis-jenis jomblo. Mulai dari  jomblo sniper, jomblo error, jomblo negative,  sampai jomblo ngayal. Semua jenis jomblo ini  bisa dipastikan akan berujung galau.  Misalnya : jomblo ngayal. Namanya  juga ngayal, jadi isi pikirannya penuh dengan harapan palsu tanpa makna. Ngayal, andai  Aliando jadi pacarnya, atau mau jadi  pengantin cowoknya. Waduh…. Emang siapa?

Tetangganya atau adik sepupu kali ya?   Gimana ngga galau kalau yang dipikirin  sesuatu yang ngga jelas dan ngga real. Yahh,  cape deh. Ujung-ujungnya malah menyiksa  diri. Karena lain di khayalan dengan  kenyataan, alias nyesek!! Ada istilah-istilah menggelitik di buku  ini seperti seperti HIV (Hati Ini Verih), BBM  (Berapa Biaya Mencintaimu), CDMA (Ceorang  Diri Makin Asyik) dan banyak lagi lainnya  yang bikin senyum. Dijamin para jomblo  bukan Cuma kebat-kebit tapi kesentil abis.

Dan ngga Cuma sampe disitu dong. Dalam  dua bab terakhir, penulis mencoba  menggiring para jomblo galau ke habitat  aslinya. Yaitu jomblo mulia. Yaitu jomblo yang  ngga doyan ngayal tapi berkarya, ngga  update status alay gantinya selalu berbagi  penuh makna. Masih banyak yang harus  dipikirin, ngga hanya seputar dunia jomblo.  Makanya, jomblo mulia, dikenalkan dengan  wahana dakwah. Yaitu berbagi manfaat,  menyeru pada kebenaran dan mencegah  kemungkaran.

Jadi hidup jomblo lebih  bernilai gitu loh.  Yakinlah, jomblo baik-baik akan  mendapat pasangan yang baik-baik juga  suatu hari nanti, sesuai kepantasannya. Nah,  silakan bayangin sendiri gimana gokilnya  visual di buku ini. Nah, daripada panasaran,  dapatkan dan lahap sampai habis ya! Top!  [Alga Biru]

buku-jomlo-tobat-majalah-drise

PROFIL BUKU

Judul    : Jomblo Tobat

Penulis   : Rizqi Awal El Palembani

Penerbit   : Cairo Press

Harga    : Rp.60.000

di muat di majalh drise edisi 50

MENGENAL SOCIAL MEDIA LOKAL

majalahdrise.com – Jumlah pengguna sosial media tiap hari  terus membengkak. Seiring kemudahan  akses internet dan terjangkaunya harga  gadget. Bersosialisasi kini begitu mudah  dilakukan dalam genggaman tangan.  Apalagi dengan berjibunnya aplikasi sosial  media. Bikin pengguna betah berkelana di  dunia maya.  Kamu pasti udah familier dengan  aplikasi jejaring sosial semacam facebook,  twitter, instagram, path, pinterest, atau  google plus. Semuanya produk ekspor yang  aktif menyasar pasar dalam negeri.

Gimana  dengan aplikasi sosmed hasil kreasi anak  bangsa? Ada yang kamu pakai? Kok geleng  kepala. Jangan-jangan, emang pada nggak  tahu kalo ada sosial media produk lokal.  Hmm…kasian banget sih. Ini bocorannya  biar nggak gaptek. Cekidot!

Daftar Jejaring Sosial dari Indonesia

Apa-apa saja situs yang didesain sebagai jejaring sosial tersebut? Berikut daftarnya:

  1. Fupei

Fupei merupakan singkatan dari Friend Uniting Program Especially Indonesia bisa dikatakan salah satu jejaring sosial tertua di  Indonesia. Situs ini merpakan website  komunitas berisi jurnal kesehatan dan juga  kreativitas. Terdapat beragam fasilitas yang  tidak kalah dari website-website luar. Fupei  punya sekitar 80.000 pengguna.

  1. Koprol

Koprol adalah salah satu jejaring sosial dari  Indonesia yang cukup populer sebenarnya  yang akhirnya diakuisisi oleh Yahoo!.  Koprol.com adalah social media berbasis  lokasi, dengan memberi tahu lokasi sesama  user Koprol dan menghubungkan sesama  user-nya. Terdapat beragam pilihan fitur  termasuk fitur check-in dan melihat user  lainya yang ada di lokasi yang sama.

  1. Indoface

Indoface.com adalah salah satu jejaring  sosial dari Indonesia juga yang hampir  mirip dengan Facebook dan Twitter dalam  hal fitur. Terdapat beragam fitur, mulai dari  update status, check-in, upload foto dan  ada pula blog, vote dan my voice dan ingin  dikembangkan agar bisa melakukan video  chat. Pendirinya adalah Muhammad Fajar  Putranto yang sebenarnya bukanlah  berlatar belakang IT  pada awalnya.

  1. Kombes

Situs ini hampir mirip  dengan Twitter pada  tampilan depannya,  pengguna situs  Kombes kebanyakan  adalah dari  Indonesia saja. Kombes.com merupakan perpaduan  berbagai situs jejaring sosial yang ada.

  1. Kwikku Kwikku adalah situs jejaring sosial buatan mahasiswa Indonesia jurusan Teknik Informatika di suatu perguruan tinggi negeri  di Malang. Situs ini sempat santer tahun lalu  karena beragam fitur yang ditawarkan,  mulai dari kwikku e-learning yang  memfasilitasi kelas online, mall kwikku  sebagai marketplace dan juga blogging serta  cloud computing. Tahun 2013 lalu,  Kwikku.com memenangkan penghargaan  dari Research Expo on Computing 2013.
  2. MindTalk MindTalk.com dipelopori oleh Robin Marufi dan juga Danny Oei Wirianto yang awalnya mendirikan situs jejaring sosial Digaku.com  tapi kemudian sepakat untuk membangun  MindTalk. Situs jejaring sosial dari Indonesia  ini berfokus pada saluran minat. Pengguna  dapat mengiuti beragam saluran minat,  mulai dari fotografi, teknologi, selebriti,  kesehatan, fesyen, bisnis,  pemasaran dan otomotif. Pengguna dapat berbagi video,  foto sampai dengan artikel.

Tahukah kamu bahwa MindTalk  mempunyai 180.000 pengguna,  melebihi dari target pendirinya  yakni 100.000 pengguna.  MindTalk juga membuka API agar  pengembang bisa membuat  aplikasi ataupun game untuk  MindTalk. Rencananya MindTalk  ingin mengekspansi negara-negara lainnya di Asia Tenggara  dan India.

  1. Sebangsa Sebangsa.com adalah salah satu jejaring sosial dari Indonesia yang teranyar! Didirikan pada tahun 2014  sehingga bisa terbilang masih baru.  Namun, social media Sebangsa ini  punya keunikan yakni KONTEN LOKAL  yang terasa ‘Indonesia Banget’. Social  media ini bisa dibilang mirip Path dan  Twitter dengan fitur linimasa dan bisa  juga meng-update status dan foto dan  kegiatan lainnya. Tidak hanya itu, fitur menarik  Sebangsa adalah menghubungkan  pengguna dengan berbagai layanan  publik seperti kepolisian dan pemadam  kebakaran.

Selain itu, terdapat pula fitur  Pesan Panik yang berfungsi mengirimkan  pesan kepada 5 orang terdekat apabila  dalam keadaan darurat. Fitur Pesan Jaga-jaga yang memungkinkan posisi pengguna  bisa diketahui oleh 5 orang terdekatnya  dengan mengaktifkan GPS.

Itulah beberapa aplikasi sosial media  tanah air yang bisa kamu coba. Rasain  manfaatnya. Boleh jadi, nggak kalah keren  dengan produk ekspor. Apalagi kian banyak  pengembang aplikasi dalam negeri yang tak  kenal lelah unjuk gigi. Berbagi manfaat  dengan menunjukkan solusi. Oh ya, kalo  udah coba dan dapet manfaatnya, bagikan  di sosial media. Kalo ada masukan, jangan  sungkan infokan ke pengembangnya. Kalo  kita nggak bisa bikin sosial media lokal,  jadilah pengguna yang setia. Yuk!  [@Hafidz341]

di muat di majalah drise edisi 50