MELAWAN DENGAN PENA

Majalahdrise.com – Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah.  Jika kamu ingin dikenal dunia, maka  menulislah. Nah, mungkin kita pernah dengar  kata-kata bijak tersebut. Salah satu aksi kreatif di  muka bumi ini ialah menuliskan sebuah karya  yang membangkitkan peradaban dan  menginspirasi orang untuk terus maju. Buku di  rubrik rekomendit kali ini akan mengangkat tema  seputar dunia tulis-menulis. Siap-siap melahap  banyak tips di dalamnya ya! Buku berukuran sedang ini diberi judul  “Melawan Dengan Pena”, yang ditulis dengan  gaya tulisan khas dari penulisnya, Abay Abu  Hamzah. Mungkin dari kita sudah pernah  membaca beberapa karya ustadz Abay ini ya.  Alhamdulillah, sekarang muncul gebrakan buku  ini yang memberikan inspirasi dan konsep untuk  menjadi penulis yang mendobrak peradaban. Di bagian pendahuluan buku, kita coba  digugah dengan sebuah kutipan pesan dan  narasi berikut ini :

“Kakekku, jangan salahkan cucumu jika  hanya mengenalmu sebatas nama dan  statusmu sebagai kakekku. Tidak lebih dari  itu. Maafkan aku jika lebih mengenal Karl  Marx, Lenin dan Stalin daripada kakekku  sendiri. Bukan karena aku tidak ingin  mengenalmu, tapi karena tidak ada tulisan  yang bisa kubaca tentangmu” Kebayang ya, jadi cucu bisa tidak mengenal kakeknya sendiri lantara semasa hidup kakeknya  tidak pernah menulisnya karya nyata maupun  karya tulis. Jadi, upaya kita untuk menulis bukan  hanya untuk dikenal dan naik pamor.

Namun  menjaga kelestarian umat manusia dan melukis  sejarah dengan sebaik-baiknya. Lalu pertanyaannya, apa menulis itu  sembarang nulis? Tentu tidak ya. Ngga semua  tulisan enak dibaca, belum tentu sarat makna  dan padat informasi. Walau kita memiliki banyak  ilmu, tapi tidak menguasai teknik menulis dengan  benar, bisa-bisa informasi yang diberikan tidak  membekas di hati para pembaca. Nah, sayang  banget tuh !

Buku ini terdiri dari 5 bab  utama, mulai  dari motivasi menulis hingga upaya menerbitkan  buku atau karya yang telah kita tulis tersebut. Isi  yang full energy terdapat pada bab 3, yaitu ENAM  TAHAPAN MENULIS. Buat yang selama ini merasa  berat dalam memulai dan menuntaskan tulisan,  insyaallah pada bab ini akan dibimbing supaya  masalah itu tidak lagi jadi penghalang. Mulai dari  tips-tips mendapatkan inspirasi, menuangkan  dalam bentuk tulisan, mempercantik dan  menajamkan isinya. Wah, panjang juga ya  prosesnya. Iya dong, kan kita ingin tulisannya  berkualitas.

Tak ketinggalan yaitu bagaimana  mendapatkan gaya bahasa yang ngga  menjemukan. Karena konsep menulis tidak sama  dengan cara berbicara. Butuh memilih kata dan  susunan. Di buku ini pun diberi tips yang  memudahkan kita mendapatkan gaya menulis  secara alami maupun buatan. Nah, menarik ya  kisi-kisi buku ini. Semoga seperti judul bukunya, yaitu  melawan dengan pena.

Semoga abis baca buku  ini, kita punya tambahan bentuk perlawanan  baru terhadapa kebodohan dan kekufuran. Yaitu  melalui tulisan yang membangun spirit, dan  insyaallah menjadi amal jariyah yang kelak kita  bawa ke akhirat. Yuk nulis ! [Alga Biru]

PROFIL BUKU

Judul  : Melawan Dengan Pena

Penulis  : Abay Abu Hamzah

Penerbit  : Mabda

Harga  : Rp.46.000

Macam Macam Ojek Online | JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA

Majalahdrise.com – Macam Macam Ojek Online “Udah hujan, becek, gak ada ojek..”!  gerutu Cinta Laura pas musim hujan tiba.  Jadwal dah mepet, jalanan macet, udah gitu  hujan lagi. Lengkap sudah penderitaan yang  sering dialami penduduk ibukota seperti  Cinta Laura. Tapi itu duluu… Sekarang, udah era digital. Informasi  ada dalam genggaman tangan. Seolah  menjawab masalah kemacetan dan  minimnya moda (jenis) transportasi yang  gampang dicari, hadirlah layanan ojek  online. Di mana saja, kapan saja, tukang  ojek bisa dipanggil dan antar kita ke tempat  tujuan. Tinggal pesan via aplikasi mobile.  Cepat, mudah, murah. Mantabs!

Berbagai Jenis Layanan ‘Jemput Bola

Ketinggalan jaman kalo hari gini  jalanin bisnis tunggu konsumen datang.  Lantaran persaingan bisnis semakin ketat.  Saatnya cari terobosan biar usaha selalu  ada pemasukan. Salah satunya dengan  layanan menjemput bola. Para pengusaha  berlomba-lomba mendatangi konsumen.  Nggak nunggu order datang, tapi dijemput.  Apalagi dengan bantuan aplikasi gadget,  layanan jemput bola makin oke punya. Jadi  lebih joss omzetnya. Berikut beberapa  layanan ‘jemput bola’ berbasis aplikasi.

TRASPORTASI

a.Go-jek

Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek  Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di  Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem  Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard  Business School, Universitas Harvard,  Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan  transportasi ojek, kirim makanan dan, atau  kurir dengan tarif berbasis kilometer yang  terjangkau. Sejauh ini perusahaan lokal ini  memiliki 10.000 mitra pengendara ojek.  Semua pengendara itu tersebar di  Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan  Makassar.

  1. Grabtaxi

Layanan pesan taksi asal Malaysia ini mulai  masuk ke Indonesia sejak Juni 2014. Dalam  operasinya, GrabTaxi menggandeng  beberapa mitra sopir dan perusahaan taksi  yang sudah beroperasi di Jakarta dan  sekitarnya.

  1. Ojek syari

Didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya  Evilita Adriani dan Reza Zamir, ojek syar’i  merupakan layanan ojek berbasis aplikasi di  ponsel pintar Android. Ojek Syar’i merupakan  layanan ojek yang dikendarai perempuan  dan konsumennya adalah perempuan  muslim.

  1. Bajaj

App Ini merupakan aplikasi layanan transportasi  baru yang hadir di Jakarta. Bajaj App lahir  berkat inisiasi dari Organisasi Angkutan Darat  (Organda) DKI Jakarta. Bajaj App  menawarkan konsep sama dengan layanan  pemesanan angkutan transportasi online  lainnya. Calon penumpang bisa memesan  bajaj biru berbahan bakar gas (BBG) melalui  aplikasi tersebut.

 

Ekspedisi(jasa antar barang)

a.Go-Box

GO-JEK menambahkan aplikasi baru pada  layanan antar jemputnya yang diberinama  GO-BOX, untuk menjawab kebutuhan  masyarakat dalam jasa layanan angkut dan  antar barang dalam jumlah yang lebih  besar.

  1. Wheel Line Jakarta

Adalah layanan personal kurir. Menangani  pengiriman barang dengan motor Soopy.  Resminya sudah beroperasi sejak tahun  2012 lalu.  Layanan pengiriman barang ini  dari sistem cargo delivery box, motor box,  cooler box, sampai barang yang bisa  dibawah dengan ransel.

  1. Handy Mantis Jakarta

Handy Mantis adalah layanan pengambilan  barang. Layanan pengiriman barang  ditangani oleh motor, pengambilan barang  oleh kurir dari toko online bisa diantar ke  rumah pada hari yang sama. Uniknya, ada  layanan jasa antri misalnya malas antri di  bioskop bisa meminta jasa mereka  mengantikan anda.

Pesan Belanja

  1. Kulineran.com Kulineran.com merupakan bisnis pengiriman makanan khas Yogyakarta yang  digagas oleh Ferry Wiharsasto dan Mariana  Ros Afianti. Bisnis yang mulai dijalankan  sejak 4 Maret 2014 ini awalnya dibentuk  karena banyak sekali tempat-tempat kuliner  di Yogyakarta yang belum menyediakan  layanan pesan antar. Hal ini kemudian  memunculkan ide segar untuk membuka  bisnis layanan antar khusus makanan dan  oleh-oleh khas Yogyakarta.
  2. Go-Mart Go-Mart, sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang seperti kebutuhan sehari-hari  melalui smartphone mereka. Go-Mart  menyediakan sekitar 25.000 produk yang  siap dipesan dari 20 lebih toko di seluruh  Jabodetabek, termasuk minimarket,  supermarket, dan toko alat tulis.

Growing or Dying! Beberapa layanan jemput bola di atas  menunjukkan bahwa layanan bisnis harus  terus berkembang ngikutin perkembangan  zaman. Kalo tetap bertahan dengan cara  jualan yang minim inovasi, siap-siaplah  tersingkir. Seperti yang dialami Nokia yang  keluar dari gelanggang persaingan  produsen gadget dunia dan setuju  diakuisisi Microsoft. CEO Nokia, Jorma Ollila  mengatakan sebuah kalimat terakhir: “Kami  tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya  tidak tahu mengapa kami kalah.” Nokia memang perusahaan yang  keren abis. Tumbangnya Nokia bukan  karena telah melakukan kesalahan, tapi  dunia berubah terlampau cepat. Nokia pun  terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan  perubahan, hingga akhirnya kehilangan  kesempatan! Nokia bukan saja melewatkan  kesempatan untuk menghasilkan  keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk  bertahan hidup.

Drise, acungi jempol untuk para  pengusaha pemula yang komitmen  menggandeng teknologi demi  meningkatkan layanan pada pembeli.  Growing or dying! [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 45

Derap rantai episode 22

Majalahdrise.com – Tubuhnya sampai-sampai gemetar karena  menahan amarah, sebab surat itu benar-benar telah menginjak-injak kedudukannya  yang tinggi. Badzan berdiri dan menatap  pejabat yang membacakan surat dari   Khalid itu. Dia memanggil pejabat itu  dengan lambaian tangan dan mengambil  surat itu dari tangannya. Peristiwa yang  pernah terjadi beberapa tahun silam terjadi  lagi. Badzan merobek-robek surat itu persis  seperti sepupunya, Kisra, merobek-robek  surat dakwah dari Rasulullah. Setelah surat itu berubah menjadi  serpihan kecil-kecil, ditiupnya surat itu  hingga melayang-layang di antara udara.  Dia duduk kembali di atas singgasananya  sambil menyunggingkan seringai yang  memuakkan kepada Rabiah. Dalam aturan protokoler surat-menyurat pada Kekaisaran Persia, nama  Kaisar Persia mestilah disebut pertama kali  sebelum nama-nama yang lain.

Karena  Kaisar Persia bergelar Syahansyah, raja di  atas raja, maka namanya mesti disebut  pertama kali sebelum nama-nama yang  lain. Surat dakwah itu jelas saja melanggar  aturan ini dan dianggap sebagai sebuah  penghinaan. “Kau tahu kenapa aku merobek-robek  surat itu?” Tanyanya. Rabiah mengangguk saja dengan  tenang. “APA KAU TAHU???!!!” Tiba-tiba Badzan  berdiri dan mengacungkan telunjuknya  lurus kepada Rabiah. Semua orang  tersentak kaget, kecuali Rabiah yang tetap  berdiri tenang. “Aku tahu,” sahut Rabiah. “Kalau tidak ada aturan tidak boleh  membunuh utusan, sudah kupenggal  lehermu dari tadi,” sergah Badzan. “Sejak  pertama kau menginjakkan kaki di ruangan  ini dan berhadapan denganku, kau sudah  tidak sopan.

Orang Arab memang biadab,  tak tahu sopan santun.” “Hanya ada dua kemungkinan yang  akan terjadi atas seruan kami ini, diterima  atau ditolak. Karena anda telah menolak  seruan kami, maka tunggulah akibat yang  akan terjadi,” suara Rabiah mengalir  dengan tenang dari mulutnya. “APA YANG SEBENARNYA KAU  INGINKAN??!!” Badzan berteriak-teriak saja,  ini menunjukkan siapa sebenarnya yang  tidak kenal sopan santun. Rabiah menatap Badzan tajam-tajam.  Dia membusungkan dada dan mengangkat  dagunya. “Kami datang untuk  membebaskan manusia dari penyembahan  kepada sesama manusia, menuju  penyembahan hanya kepada Allah,  Tuhannya manusia. Dan hanya kepada  Allah saja. Kami datang untuk mengubah  penindasan manusia, menjadi keadilan  Islam.” Semua mata tertuju dan membelalak  kepada Rabiah.

Sebelum itu tidak pernah  terjadi penghinaan sebesar itu di hadapan  singgasana Badzan. “Karena jawabannya sudah jelas, aku  mohon diri.” Kata Rabiah. Dia berbalik begitu saja dan melangkah  pergi. Tindakan Badzan ini kembali  menyulut api kemurkaan di hati Badzan.  Setiap tamu yang datang dan pergi dari  singgasana Persia, harus menyeret  tubuhnya. Tetapi Rabiah, bahkan  menunduk di hadapan Badzan pun dia  tidak pernah. “PEDULI SETAN DENGAN ATURAN!  PRAJURIT TANGKAT DIA!!!” Telunjuk Badzan  terarah pada Rabiah. Dengan sigap empat orang prajurit  Persia bersenjata tombak dan pedang  segera meringkus Rabiah. Wajahnya  dipukul gagang pedang hingga berdarah  dan tersungkur di lantai. “Besok pagi penggal dia, dan hidangkan  kepalanya di atas piring. Sajikan bersama  dengan sarapanku,” perintah Badzan. “KAU BISA LAKUKAN APA YANG MAU  KAU LAKUKAN!!!” Tiba-tiba Rabiah berteriak.  “KAU AKAN DICABIK-CABIK SEPERTI KAU  MENCABIK SURAT ITU.” “Singkirkan dia dari hadapanku.”  [Bersambung..

di muat di majalah remaja islam drise 51

DERAP RANTAI [SEBUAH FIKSI-SEJARAH]

Episode 22

Derap langkah kaki unta memecah pasir dan bebatuan kecil. Gurun  yang gersang itu  seolah-olah tetap  begitu, padahal dia terus berubah semenjak  jaman yang tidak bisa ditentukan. Semilir  angin menelisiknya, membelai halus cadas-cadas karang, tetapi juga menamparnya  dan mengadakan perubahan besar-besaran. Peradaban manusia digelarkan di  atasnya.

Damai dan perang silih berganti,  tangis dan tawa bertukar bergiliran. Bumi  adalah tempat pergumulan antara yang haq  dan yang batil. Mutsana bin Harits dan Rabiah bin Amir  duduk di atas punggung unta mereka.  Langkah demi langkah disusuri untuk  menuju Ubullah, hingga terlihatlah pintu  gerbang dan tembok-tembok kota itu di  kejauhan. Di sekitar mereka berjalan pula  para pedagang yang hendak masuk ke  Ubullah. Rombongan kafilah itu terdiri dari  unta, keledai, dan kuda yang digelantungi  berbagai barang dagangan. Pelana-pelana  di atas punggungnya dialasi kain aneka  warna. Hewan-hewan tunggangan itu  terlihat ringkih dibebani barang dagangan  yagn sedemikian berat. Tubuh Mutsana dan Rabiah naik-turun  pelan di atas punggung unta. Mereka  berjalan bersisian di tengah-tengah para  kafilah dagang itu.

Pandangan mata mereka  terlontar jauh ke pintu gerbang kota  Ubullah Yang seolah-olah menjadi oase di  tengah-tengah padang pasir yang gersang. “Rabiah, kau masuklah terus ke Ubullah  bersama kafilah dagang ini,” kata Mutsana.  “Laksanakan tugasmu sebagaimana  mestinya, sementara aku dan tim kita di  kota ini akan terus memantau keadaanmu.” Rabiah mengangguk dengan teguh,  dengan sorot mata penuh semangat.  “Baiklah!” “Sekarang aku akan memisahkan diri  dulu. Aku akan masuk dari jalan yang lain.” “Hati-hatilah, semoga Allah  memudahkan.” “Insya Allah. Baiklah, kalau begitu  assalamu’alaikum,” Mutsana melambaikan  tangannya. “Wa’alaikumussalam,” sahut Rabiah. Mutsana menarik sebelah tali kekang,  untanya berbelok ke sebelah kanan. Dia  memisahkan diri dari rombongan kafilah  itu. Rabiah menatap rekannya yang pergi  menjauh sambil menggumamkan doa-doa  kepada Allah memohon keselamatan. “La hawla wala quwwata illabillah,”  bisiknya.

000

Kekaisaran Persia memang agung tiada  banding. Rentang wilayahnya amat luas,  angkatan perangnya amat kuat dan  tangguh. Harta kekayaannya melimpah  ruah, dan kota-kota yang megah telah  dibangunnya. Sayangnya, mereka  menyekutukan Allah dengan menyembah  api. Surat dakwah yang pernah dikirimkan  Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam pun  mereka remehkan dengan menyobek-nyobeknya. Dan akhir dari setiap  kesombongan pastilah kehancuran. Apa yang terjadi di hadapan singgasana  Badzan di Ubullah hari itu, memperlihatkan  betapa sombongnya manusia saat berhadapan dengan ajakan untuk beriman. Rabiah bin Amir berdiri tegak di  hadapan kursi kebesaran yang diduduki  oleh Badzan.

Tangannya terulur sambil  menggenggam gulungan surat dari Khalid  bin Walid. Itulah misi yang harus dia  tunaikan, menyerahkan surat dakwah  kepada Badzan. Rabiah mengenakan  pakaian putih-putih. Serban putihnya  menjuntai di punggungnya. Wajahnya yang  bersih karena air wudhu memancarkan  wibawa dan ketenangan. Raut mukanya  mengandung ketegasan dan keteguhan. Badzan duduk di kursi singgasana itu  dengan kesombongannya.

Bibirnya  melengkung angkuh dan sorot matanya  tajam menghunjam kepada lelaki di  hadapannya. Dia adalah seorang jenderal  Persia yang telah banyak  mempersembahkan kemenangan bagi  negaranya. Kedudukannya amat mulia,  selain sebagai jenderal, dia juga adalah  gubernur Ubullah. Posisinya sebagai  sepupu Kaisar Persia, Kisra, membuat  kedudukannya tak tergoyahkan. Badzan bukanlah jenderal meja. Dia  memimpin sendiri tentaranya di medan  perang dan berdiri paling depan. Kekuatan  tempurnya jauh di atas rata-rata seluruh  prajuritnya. Badannya kuat dan kokoh  dengan urat dan otot yang bertonjolan di  tubuhnya. Dadanya yang kekar dan bidang  serta wajahnya yang tampan membuatnya  dikagumi kaum wanita.

Dia adalah pemuja  kenikmatan duniawi, tidak menikah, namun  memiliki banyak perempuan simpanan.  Orang terkutuk seperti inilah yang sekarang  berdiri angkuh dan sombong di hadapan  seruan dakwah dari Allah sang penguasa  semesta. Istana Badzan terletak di tengah-tengah  kota Ubullah. Bangunan kokoh dan megah  itu melambangkan keagungan Kekaisaran  Persia. Ruang singgasananya luas dengan  kursi kebesaran Badzan terletak di atas  panggung megah di tengah-tengahnya.  Ketika dia berhadapan dengan Rabiah,  seluruh pejabat dan pembantunya hadir.  Mereka berjajar di kiri-kanan singgasana.  Permadani-permadani yang halus dan  lembut melapisi dinding ruangan yang  menambahkan gambaran keperkasaan  Kekaisaran Persia.

Prajurit-prajurit Persia  yang gagah perkasa menjaga setiap pintu.  Para pelayan istana menjalankan urusan  seluruh rumah tangga istana. Tangan Badzan melambai dengan  anggun. Lambaian tangan itu adalah  perintah kepada seorang pejabatnya untuk  mengambil surat yang disodorkan Rabiah.  Seorang pejabat, setelah membungkuk  hormat di hadapan Badzan, menghampiri  Rabiah dan mengambil surat itu. Setelah  mendapatkan tanda lagi dari Badzan,  pejabat itu pun membacakan isi suratnya  untuk semua orang di ruang singgasana.

Bismillahirrahmanirrahim. Dari Khalid bin Walid, hamba Allah.  Dengan datangnya surat ini, aku  menyerukan kepadamu, berimanlah  kepada Allah, Tuhan penyeru sekalian  alam. Dia adalah Tuhan yang satu, yang  tidak ada sekutu bagiNya. Dengan jalan  itulah kau akan selamat di dunia dan  akhirat. Tetapi jika kau menolak, biarkanlah  kami ambilalih kendali atas Ubullah. Kau  diwajibkan membayar jizyah dan tidak  akan dipaksa untuk meninggalkan  agamamu. Namun jika tawaran ini kautolak juga,  aku akan datangkan tentara yang sangat  mencintai kematian, sebagaimana kau  mencintai kehidupan. Guncanglah seisi ruangan itu!! Raut  wajah Badzan yang sudah lusuh jadi  semakin keruh. Seumur hidup dia tidak  pernah mendapatkan surat selancang itu.

bersambuang…

di muat di majalah remaja islam drise edisi 51