PEMIMPIN DAMBAAN

Majalahdrise.com – Harapan kita sebagai rakyat emang  gak muluk-muluk lho ya. Asal  pemimpin bisa melindungi kita2,  hidup sejahtera aman sentosah, itu udah  lebih dari cukup. Tapi, Biar kata orangnya  merakyat, kalau sistemnya gak kondusif, ya  tetep aja kesejahteraan rakyat cuman   mimpi di siang bolong.  Tapi kalo pemimpin yang satu ini,  insya Allah nggak bikin penonton eh  penduduknya kecewa. Adalah Sulthan  Abdul Hamid II namanya. Beliau  mengemban amanah dengan memimpin  sebuah negara adidaya yang luasnya  membentang dari timur dan barat.

Di  tengah situasi negara yang genting dan  kritis. Termasuk upaya  kaum Yahudi untuk  mendapatkan tempat permanen di tanah  Palestina yang masih menjadi bagian dari  wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Pada  tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya  menghadap Sultan Abdul Hamid untuk  melakukan risywah (menyogok).

Sogokan Hertzl kepada Sultan gak  tanggung-tangggung. Kucuran dana segar  150 juta poundsterling Inggris sudah  disiapkan khusus untuk Sultan. Sehingga  bisa dipake membayar semua  utang  pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33  juta poundsterling Inggris, membangun  kapal induk untuk pemerintah dengan biaya  120 juta Frank, memberi pinjaman 5 juta  poundsterling tanpa bunga, serta  Membangun Universitas Ustmaniyyah di  Palestina. Hmm..Jika negeri kita yang saat ini punya utang tujuh turunan disodorkan  tawaran kayak gitu, udah pasti langsung di  embat. Jangankan tawaran gratis,  utang  juga kita beringasan.

Namun, Semua itu ditolak Sultan,  bahkan Sultan gak mau menemui Hertzl.  Beliau mengutus Tahsin Basya, perdana  menterinya, untuk menemui Hertzl sambil  mengirim pesan, “Nasihati Mr Hertzl agar  jangan meneruskan rencananya. Aku tidak  akan melepaskan walaupun sejengkal tanah  ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah  itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah  berjihad demi kepentingan tanah ini dan  mereka telah menyiraminya dengan darah  mereka. Yahudi silakan menyimpan harta  mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah  dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka  boleh mengambil Palestina tanpa membayar  harganya. Akan tetapi, selama aku masih  hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke  tubuhku daripada melihat Tanah Palestina  dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah  Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang  tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai  pemisahan tubuh kami selagi kami masih  hidup.”. wuihhh TOP DAHSYAT!.

Biar kata Negara sedang krisis,  pantang bagi sulthan untuk menerima  bantuan apalagi sampai berutang ke Negara  kafir. Beliau bahkan membuktikan  kemampuannya memangkas  utang Negara  sedikit demi sedikit, menenangkan kondisi  politik dalam negeri meski akhirnya melalui  sebuah konspirasi beliau dipecat secara  paksa oleh para pemberontak. Terhadap peristiwa pemecatannya,  Sultan Abdul Hamid II mengungkap  kegundahan hatinya yang dituangkan dalam  surat kepada salah seorang gurunya Syekh  Mahmud Abu Shamad yang berbunyi:“…Saya  meninggalkan kekhalifahan bukan karena  suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu  daya dengan berbagai tekanan dan ancaman  dari para tokoh Organisasi Persatuan yang  dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk),  sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya  meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya,  organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah  negara nasional bagi bangsa Yahudi di  Palestina. Saya tetap tidak menyetujui  permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang  memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan  uang sebesar 150 juta pounsterling emas.

Saya  tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya  menjawab dengan mengatakan, “Seandainya  kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini,  aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga  puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada  kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri.  Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah  Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku,  para Sultan dan Khalifah Utshmaniah. Sekali  lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian. Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena  saya menolak untuk mencoreng Daulah  Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya  dengan noda abadi yang diakibatkan oleh  berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina.  Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah  Ta’ala, yang telah menyelamatkan kita  dari aib besar itu.” Driser, betapa kita rindu dengan  sosok pemimpin tegas, amanah dan  nggak membiarkan kehormatan  negara tercabik-cabik.

Rindu  pemimpin yang nggak bermanis muka  dengan Negara kafir atau berpelukan  mesra dengan para perampok SDA  Negara kita. Pemimpin dambaan ini  hanya akan terwujud jika Islam  menjadi nafas dalam menjalankan  amanah. Ketakutan kepada Allah  menjadi monitor terdekat takkala  seorang pemimpin menjalankan  tugasnya. Jika pemimpin kita faham  Islam sebagai system hidup,in Syaa  Allaah keberkahan dunia akhirat,bakal  kita dapatkan. Kenapa? Karena Islam,  Amazingnya fuuull![Juanmartin]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

JUST WRITE..!

Majalahdrise.com – Bikin tulisan itu gampang-gampang  susah. Gampangnya, tinggal tuangkan  aja perbendaharaan kosakata di  benak kita dalam bentuk susunan huruf  bermakna. Susahnya, memulai untuk  pertama kali. Yup, bener banget. Dari sharing  kawan-kawan yang mau belajar nulis,  tantangan terbesarnya bukan dari seabrek  teori kepenulisan yang mesti dihafal atau  cekaknya ilmu seputar EYD. Justru tantangan  terbesarnya, datang dari diri sendiri.

Coretan  pertama! Berikut beberapa kalimat dahsyat  dari Mbak Asri Supatmiati yang barangkali  bisa menjadi pelecut semangat untuk terus  menulis. Karena konon kabarnya,  keterampilan menulis itu sesuai jam terbang.  Semakin sering menulis, semakin piawai  merangkai kata. So, just write!

  1. Menulis apapun itu…bagus atau jelek, sedikit banyak tetap butuh teori. Tapi,  yang terpenting adalah AKSI. Jadi, ambil  bolpen dan kertas, atau buka kompi or  lepi, ayo ngetik, eh…nulis!
  2. Pembaca itu belum tentu penulis, tapi penulis itu pasti pembaca. Dan, banyak  yang jadi penulis bermula dari pembaca.  Anda masih di level mana? Mau jadi  pembaca abadi? Tingkatkan level, jadilah  penulis!
  3. Menulis tidak ada batasan usia, jenis kelamin, lokasi, profesi, jabatan, tingkat  pendidikan, status sosial, dll. Tapi,  kayaknya susah bener mau jadi penulis.  Yeah, itu karena Anda tidak juga mulai  menulis (dengan seabrek alasan  pembenaran)
  4. Bingung mau nulis apa, nggak punya ide. // Baca koran, seabrek informasi  tersaji tiap hari // Bisa jadi inspirasi  untuk Anda kritisi. // Tak punya koran,  internet, radio atau tivi pun jadi. //  Bukan artikel panjang, surat pembaca  pun jadi. // Alasan apalagi?
  5. Sebenarnya banyak ide nih di kepala, tapi bingung mau mulai nulis dari  mana. // Hmm…bagaimana kalau Anda  mulai dengan menulis: ¨Hari ini…bla  bla bla..
  6. Mau nulis takut salah // Ya nggak apa-apalah, dengan begitu Anda tahu bagaimana cara menulis yang benar.
  7. Menulis itu kan harus menguasai kosa kata, tanda baca, dll. Pokoknya  mengusai Ejaan Yang Disempurnakan  (EYD). // Betul banget.  Tapiii…menunggu Anda menjadi  Profesor EYD, kapan nulisnya? //  Learning by doing, itu penulis sejati.
  8. Menulis sudah, tapi malu ah mau dipublikasikan. Dibaca sendiri  sajalah…// Helooo…apa menunggu  urat malu Anda putus baru  mempublikasikan tulisan? Please deh!
  9. Sudah nulis sih, terus diapakan? // Coba kirim ke media massa! Apapun.  Media massa punya satu atau  beberapa ruang berikut untuk pembaca: artikel, cerpen, hikmah,  resensi, surat pembaca, kisah  perjalanan, kolom/refleksi, dll.  Mengirimkan tulisan ke media massa itu  mudah, tinggal email aja. Yang sulit itu  dimuat. Nah, kalau yang mudah saja  belum Anda lakukan, bagaimana Anda  mengaku kesulitan?
  10. Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman hidup, itu ide yang tak  pernah habis. ¨Ah, pengalaman hidup  saya biasa-biasa saja.¨ // Apakah sudah  Anda tuliskan? Itu bisa saja menjadi luar  biasa setelah Anda tuangkan dalam  kata-kata….Cobalah! Mungkin tak Anda  publikasikan sekarang, tapi jadi aset  berharga di masa mendatang…10, 20  atau 30 tahun lagi…(Marah Rusli merilis  novel perjalanan hidupnya 50 tahun  kemudian sejak kelar ditulis)
  11. Pembicara (orator) itu belum tentu bisa menulis, walau sejatinya dituntut bisa.  Sebab untuk membacakan orasi atau isi  ceramahnya, akan sangat terbantu jika  ditulis. Nah, penulis pada umumnya  tidak semua pandai bicara (orasi). Tapi,  karena tuntutan kondisi, terpaksa jadi  pengisi, akhirnya bisa bicara di depan  publik (launching buku, bedah buku,  sharing tips menulis atau training  kepenulisan, dll). Setuju?
  12. Mau siaran radio, butuh script berbentuk tulisan. Mau orasi, naskah  membantu banget. Mau bacain berita di  tivi, ada tulisannya. Film yang menarik,  inspiratif dan spektakuler pun harus  ditulis dulu skenarionya. Bahkan film  bisu pun ada skenario tertulisnya. Lalu  apa jadinya kalau di dunia ini tidak ada  penulis?…Bahkan Rasulullah SAW pun  punya penulis loh…!
  13. Pengin sih jadi penulis. Tapi….saya nggak bisa nulis. // Memangnya sudah  mencoba nulis apa saja? Artikel, cerpen,  prosa, puisi, kisah perjalanan, chicken  soup, atau coretan apalah yang nggak  ada ¨namanya¨ di dunia tulis menulis.  Yang penting sudah nulis apa belum?
  14. Bisa nggak ya saya jadi penulis. Saya kan cuma orang biasa // Hmm…menulis  itu memang tradisinya orang-orang  besar sih. Dan kalau saya, sangat  berharap bisa seperti orang-orang besar  itu. Anda?  Driser, semoga poin-poin nasihat di atas  mendongkrak semangatmu untuk terus  menulis. Intinya, jangan pernah menyerah  untuk terus menulis, menulis, dan terus  menulis. Just write! [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

REKAYASA ISLAM PHOBIA

Majalahdrise.com – Menjamurnya sikap islamofobia  salah satunya disebabkan oleh peran media  yang kerap menyudutkan Islam. Zachariah  Matthews, aktivis islam di Amerika,  membeberkan sejumlah trik media Barat  yang terbit di Canada, dalam memproduksi  citra buruk tentang Islam. Pertama, sensasi. Berita dibuat  berdasarkan fakta yang tidak pernah ada,  atau hanya mengandung sedikit kebenaran.

Standar ganda juga sering digunakan dalam  hal ini. Ketika Mujahidin Palestina  menyerang Israel dengan bom, mereka  disebut sebagai teroris. Tapi ketika  orang Israel membantai 29 jamaah  subuh di Masjid Al Khalil,  Hebron, si penjagal  disebut sekadar  sebagai ”fanatik”  atau ”ekstrimis”,  atau, istilah terbaru,  ”zealot”. Bahkan  mahasiswa Yahudi  pembunuh PM  Yitzhak Rabin,  06 d’rise #52 desember 2015 pun tidak pernah disebut sebagai teroris. Kedua, Stereotype. Salah satu  stigma ideologis ditemukan dalam genre  serial film teve bahwa ”orang Arab adalah  teroris”.

Pesan pada pemirsa tentang siapa  yang pahlawan dan siapa penjahat, di film  semacam itu, sangat vulgar. Hanya ada satu  gambaran bengis, ketika pemirsa  menyaksikan Muslim fanatik meledakkan  Gedung Putih dan membantai rakyat  Amerika dalam film ”Under Siege”.  Ketiga, Pengendalian reporter.

Dinding kantor  Newsweek setiap hari dihiasi  cover mingguan mereka. Cover itu sebagian  besar mencitrakan Islam dengan kekerasan.  Dengan cara ini, reporter yunior dicuci  otaknya agar membenarkan kebijakan  redaksional yang anti-Islam.  Driser, jelas banget kalo media  massa jadi senjata efektif untuk menyerang  Islam secara opini yang pada akhirnya  melahirkan kebencian masyarakat terhadap  Islam. Makanya kita mesti melek media, biar  nggak termakan opini sesat tentang Islam  dan kaum Muslimin

STOP ISLAM PHOBIA

Meskipun serangan terhadap Islam  serta sentimen anti Islam kian menjadi,  ternyata cahaya Islam tak pernah bisa  dipadamkan. Allah swt berfirman: Mereka  memikirkan tipu daya dan Allah  menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya (TQS al-Anfal [8]:  30) Di Washington, di mana dua  pendeta membakar salinan Quran, 180  orang telah masuk Islam.

“Setelah  pembakaran Quran dan pernyataan menentang pembangunan  sebuah masjid di New York,  Amerika menjadi lebih tertarik  kepada Islam dan setidaknya  hanya di Washington 180 orang  memeluk Islam,” kata Kepala  Pusat Islam di Washington,  Muhammad Nasir. Dia juga  mengatakan bahwa dalam 12  tahun di Amerika Serikat telah  dibangun lebih dari 1200 masjid  atau lebih dari 100 masjid  setiap tahunnya. Data resmi  menunjukkan bahwa jumlah orang yang  masuk Islam telah meningkat tajam.  Direktur Pusat Studi Islam “Dzhazur” Fadl  Sulaiman, setiap tahunnya lebih dari 80.000  orang Amerika masuk Islam.

Dia  menjelaskan bahwa ini hanya angka-angka  resmi dari masjid dan pusat studi Islam di  mana warga Amerika mengucapkan  syahadat.  Sementara di Inggris, sebuah surat  kabar Inggris mengungkapkan bahwa  sekolah Katolik Roma yang berada di  jantung komunitas Asia di daerah  Lancashire, Inggris akan menjadi sekolah-sekolah agama pertama yang berubah  menjadi sekolah Islam. Sepuluh tahun yang  lalu, sekolah itu berada di komunitas  Katolik, dengan 91% siswanya beragama  Kristen, tetapi sekarang jumlah itu  berkurang drastis menjadi tidak lebih dari  3% saja. (islamtoday.net, 26/9/2010).

Berbondong-bondongnya  masyarakat Barat yang bersahadat, tentu  ini kabar baik buat kita. Kampanye anti  Islam yang kian gencar, tak mampu  menyurutkan semangat mereka yang ingin  mengenal Islam lebih dalam. Tapi, bukan  berarti kita berdiam diri dengan fitnah yang  ditujukan pada Islam dan kaum Muslimin.  Bagaimanapun, kita harus STOP  Islamophobia! Ada dua cara yang bisa  menghentikan sikap Islamophobia di  tengah masyarakat. Pertama, kita mesti menyadari kalo  Islam dan umatnya akan terus mengalami  diskriminasi oleh negara-negara Barat  selama tak ada negara yang melindungi  mereka. Bukan negeri-negeri Islam yang  penguasanya hanya bisa mengutuk  terhadap diskriminasi yang menimpa umat  Islam.

Tapi sebuah institusi negara yang  mempersatukan negeri-negeri Islam di  seluruh dunia, yakni Khilafah Islamiyah.  Negara Islam ini yang bakal melindungi  umat dari segala ancaman dan  penghinaan. Rasulullah saw. bersabda:  Sesungguhnya Imam (khalifah) adalah  laksana tameng (perisai), orang-orang  berperang di belakangnya dan belindung  dengannya (HR al-Bukhari dan muslim). Kedua, aktif berdakwah.

Sikap  islamophobia lahir karena opini  menyesatkan yang dimainkan media massa  barat terhadap Islam. Untuk itu, opini harus  kita lawan dengan opini. Aktif menyuarakan  kebenaran islam di dunia nyata dan dunia  maya. Kalo pun nggak bisa bikin tulisan,  minimal membantu share tulisan yang  membongkar kebusukan opini barat dan  kondisi umat Islam yang tak terpublikasi  oleh media. Jangan lupa, suarakan juga  pentingnya umat Islam mempunyai  institusi pelindung umat. Berjuang demi  kebangkitan Islam dan kaum Muslimin  dalam naungan Khilafah.  So, mulai dari sekarang jangan  sungkan untuk mengenal Islam lebih  dalam.

Mulai dari diri kita sendiri agar tak  terjangkit penyakit islamophobia. Ikut  pengajian secara rutin akan menguatkan  keyakinan kita tentang kemuliaan Islam.  Dan pastinya, bisa jadi bekal untuk  menyampaikannya ke teman dan  lingkungan sekitar. #YukNgaji..!!  [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

SIAPA TERORIS SEBENARNYA?

Majalahdrise.com – Tragedi Perancis awal November kemarin  bikin geger dunia. Apalagi setelah pihak  ISIS menyatakan bertanggung jawab  terhadap tragedi yang memakan korban 153  tewas mengenaskan itu. Sontak media dunia  beramai-ramai ngasih judul Serangan Teroris.

Terlepas siapa pelaku sebenarnya, kita ngerasa  terusik dengan cap teroris yang sering dipake  saenake dewe oleh media barat. Sudah banyak  kejadian serupa terorisme, tapi cap teroris  hanya ditujukan pada Islam. Standar ganda  guys! Ulama muda Jerman, Pierre Vogel,  punya cara tersendiri bagaimana membantah  tuduhan terhadap Muslim sebagai Terroris.

Ulama mu’alaf yang bersyahadat tahun 2001  itu, dengan cara tercepat dan terbaik yang  amat mengena bantahan dan menangkal  dakwaan Muslim dengan terorisme. Dalam  sebuah ceramahnya, ia menyampaikan  beberapa pertanyaan:

  • Siapakah yang menyulut perang dunia pertama? · Siapakah yang menyulut perang dunia  kedua? ·  Siapakan yang selalu menjajah sebuah  negara damai, aman, tenteram hanya untuk  kepentingan ekspansi.
  • Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan  jutaan rakyat sipil?
  • Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia? ·  Siapakah yang membantai lebih dari 100  juta suku indian merah di Benua Utara  Amerika?
  • Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan  Amerika?
  • Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak  (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati  di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
  • Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah  sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  • Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat,  pembantaian warga Palestina dari tahun  1948 hingga sekarang?
  • Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik  dengan menghina tokoh agamanya atau  membakar kitabnya? Mereka bukan negara Islam maupun  orang Islam? Bukalah mata Anda, siapa  sesungguhnya yang jahat! Jadi, jelas kan siapa teroris sebenarnya? Yg  pasti bukan umat Islam! [@Hafidz341]

 

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52