Mama Sosialita

Majalahdrise.com – “Gadget Mama keren. Ngga kalah dengan punyaku yang baru dibeli papa seminggu lalu. Mama punya akun facebook dan twitter, bahkan rajin update status tiap hari.  OMG, bahkan belakangan ini Mama aktif selfie di Instagram.  Aku jadi kenal pergaulan Mama. Ngga hanya ibu-ibu komplek atau istri dari rekan kerja papa, tapi juga anggota arisan seminggu sekali.  Uang iuran member-nya, setara dengan uang jajan aku selama sebulan. Belum lagi pertemuan arisan yang kadang di resto, malah pernah  juga di hotel. Serba mewah, cenderung berlebihan. Bingung, sebenarnya yang masuk masa remaja, aku atau mama ya? Geleng-geleng kepala di buatnya.”

Pernah dengar curhat kaya gitu? Curhat karena mama yang terlalu gaul. Trus nekat pengen gabung sosialita walau uang sebenarnya pas-pasan. Nyatanya, yang pengen eksis bukan cuma remaja aja. Ibu-ibu kita di rumah perlu eksis di hadapan komunitasnya.

Siapa Mama, pasti udah tau luar dan dalamnya. Dialah yang mengayomi sejak lahir sampai sebesar sekarang. Eits, seperti apa Mama dan keinginannya, tetap Mama yang lebih memahami. Sebagai anak, kita bisa menerawang obsesi Mama berdasarkan teman sepermainan Mama. Bukan bermaksud mengusik Mama loh, ini wujud kepedulian seorang anak. Indah banget, andai Mama dan kita satu visi. Kalau pergaulan Mama sampai ke arah negatif, kita juga nih yang runyam. Catet!

Apaan sih Sosialita?

Sosialita ialah tren masa kini dalam melakukan  hubungan sosial dengan orang lain. Saling bertemu, curhat, tukar pikiran, dan sejenisnya. Kegiatannya, bisa positif, bisa negatif, tergantung  manusia di dalamnya. Belakangan ini, istilah ‘sosialita’ makin bergeser seiring dengan tren hedonisme di tengah kita. Sosialita jadi kecenderungan para wanitan usia dewasa muda ke atas terutama mereka yang dinilai kaya, menunjukkan esksistensinya. Wujudnya bisa macem-macem, mulai dari pakaian, tas bermerek yang dipakai, sepatu gonta-ganti, sampai bertabur perhiasan, yang pastinya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Berapa ya kira-kira? Bervariasi, bisa belasan hingga puluhan juta. Gleg!

Di tengah hidup kebanyakan orang yang kekurangan, empati  kita harusnya terbujuk untuk tidak andil dalam ajang pamer kekayaan atau sikap berlebih-lebihan dalam mengeksiskan diri. Lain cerita, jika komunitas yang ada memang punya visi dan misi positif yang jelas dan terarah. Nggak  sekedar kumpul-kumpul. Ibu kita bisa keren juga kok. Tengoklah fakta di lapangan. Ada ibu-ibu doyan nulis, karyanya melimpah dan menginspirasi orang banyak. Ada pula komunitas ibu pejuang syariah dan khilafah yang menggerakkan para ibu untuk turut andil dalam perubahan peradaban menuju kemuliaan. Apalagi  jika bisa sama-sama berjalan bareng Mama. Meski beda umur dan gaya, tapi satu barisan perjuangan dan berkarya menggapai ridho Allah Swt. Asiknya tiada banding.

Buat teman-teman yang mamanya udah terlanjut gabung dengan sosialita, yaudah buru-buru antisipasi  supaya sosialitas menjadi komunitas pro syariah. Sehingga isinya tak hanya ibu yang pintar bergaya yang turun dari mobil mewah. Isinya ialah para ibu yang mewah dalam berpikir, memilih jalan hidup dan empati tinggi. Bikin aksi nyata dan membanggakan semua orang. So, bukan menjauhi komunitas, saatnya mewarnai komunitas dengan geliat islam kaffah, Wah, beratttt…! Belum apa-apa jangan dianggap berat. Ingat pahala yang menanti di hadapanNya. Mantaplah ! [Alga Biru]

 

GOOD COMMUNITY

Hidup tanpa komunitas kayanya ‘basi’ dan kuper ya… Nah, supaya hidupmu keren, gabung  di komunitas yang baik dan terarah ya. Berikut segmen komunitas yang bisa kamu pilih!

  1. Muslimah dan gerakan cinta membaca

Salah satu hal positif yang perlu dikembangkan ialah kebiasaan hidup membaca. Kita perlu komunitas untuk berbagi bacaan yang bagus dan mempertahankan pola hidup yang bermaanfaat ini. Sebab membaca ialah jendela ilmu pengetahuan

  1. Menulis untuk perubahan

Belum lengkap membaca tanpa menulis. So, yang giat membaca biasanya akan tergoda untuk melahirkan tulisan. Pastikan yang kita tulis berkontribusi untuk perubahan. Eits, pena bisa lebih tajam dari pedang loh!

  1. Remaja cinta qur’an

Salah satunya ialah  gerakan One Day One Juz (ODOJ). Indahnya jika remaja kita bisa jadi remaja ODOJ, yang mendengar dapat pahala, juga yang membacanya. Yang menyebarkan dan mengamalkannya?! Pasti lebih besar lagi pahalanya. Yuk gabung!

  1. Remaja Pro Syariah

Remaja butuh komunitas dalam menjaga imannya. Remaja butuh figur dari kalangan remaja sendiri untuk menyuarakan indahnya islam kepada sesama remaja. Remaja pro syariah akan jadi agen berkilau yang menyuarakan syariat. Pastikan kamu di dalamnya ya, Sist![]

di muat di majalah remaja islam Drise Edisi 47

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.