Majalahdrise.com – Guys, Media sosial sepertinya emang gak pernah berhenti ya memanjakan penggunanya. Setelah sempat ngetrend selfi-selfian (eh, sekarang masih ngtrend juga sih), wajah dikiyut-kiyutin,mulut dimonyong-monyongin, mata dikedip-kedipin (kelilipan kali ya?), sekarang muncul lagi yang namanya dubsmash. Tau dubsmash kan? Okeh, yang jelas dubsmash itu bukan sejenis biskuit yang bisa kamu puter,jilat terus dicelupin, bukaaan! Dubsmash itu namaBand. Eh itu smash ya? Hehehe you know me so well-lah Guys kalau ingatannya ke smash. Saya ingatnya sih lagi maen volly kalau nyebut smash. Eh, Jadi, dubsmash itu apaan sih?
Dubsmash itu…
Punya cita-cita jadi penyanyi terkenal kayak Beyonce? Mariah carey? John mayer? Atau one direction? Hohoy….!gak usah bersemangat gituh unjuk jari tinggi-tinggi, yang di sebelah kamu kasihan, Hayo! Turunin! .Yes, dubsmash itu adalah aplikasi lipsing yang membebaskan si pengguna aplikasi memilih sound karakter dari musik, film, acara TV, iklan, film kartun, film horor dan sebagainya untuk dijadikan video record si penggunanya sendiri. Yang bikin seru, video hasil edit itu kemudian dengan mudah dipost via WA,instagram,FB, dan media sosial lainnya. Hasilnya, demam selebriti wanna be gitu deh. Lantas, dubsmash itu buat ngapain aja? Ya gak buat ngapa-ngapain. Buat have fun aja. Kayak media-media sosial lainnya. Paling tinggi sih harapannya dubsmashnya banyak yang lihat, likers-nya banyak dan syukur-syukur ada sutradara yang sudi ngangkat pamor pemeran dubsmash untuk dijadikan pemeran apaaa gituh. Kalau ngeliat postingan dubsmash dari beberapa orang sih banyak yang menampakkan karakter di bego-begoin, di dandan mirip-mirip orang gak waras, trus melakukan sesuatu yang sangat tidak biasa. Pokoknya dibuat senorak mungkin untuk mengundang likers
dari penduduk dunia maya. Manfaatnya apa? Itu dia yang saya juga masih belum tau, Guys (pasang muka datar). Melihat aspek manfaat, teknologi jelas bermanfaat. Medsos juga ada sisi baiknya. Karena medsos kerjaannya menghubungkan orang2, maka reuni menjadi hal yang seriiiing banged dilakukan orang-orang belakangan ini. Gak salah kok. Menjaga silaturahmi gitu lho. Namun medsos punya sisi negatif juga pemirsah. Kalau ngelirik dubsmash ini, penggunanya malah terkesan patut dikasihani. Soalnya banyakan yang di upload tuh sesuatu yang gak masuk akal. Padahal, kita kan punya akal ya? Niatnya sih have fun buat menghibur orang banyak, tapi kalau jadi bahan tertawaan banyak orang kan kasihan juga. Kayak gak ada hal kreatif lain apa gitu untuk terkenal. Hidup instan sepertinya emang udah jadi trend manusia milenium yah. Gak hanya makanan minuman aja yang instan, pengen terkenalpun juga pake jalan yang instan. Hasilnya? Instan juga. Kalau udah bosen, ditinggalin. Habis manis sepah dibuang. Kacian deh
Pergunakan untuk yang bermanfaat
Nah, teknologi emang akan terus berkembang. Aplikasi hasil kreatifitas manusiapun akan senantiasa nongol dan jadi buruan gadget kalian. Tinggal itung aja berapa waktu yang terbuang buat ngecek satu-satu akun medsos kalian. Makan waktu juga sih, malah lebih terlihat banyak membuang-buang waktu. Kalau udah kayak gini, harusnya kalian kudu arif juga menggunakan medsos. Apalagi aplikasi medsos yang ada, fitur dari masing-masing medsos, itu lebih banyak bertujuan mengobok-obok keinginan narsis-nya dan eksisnya manusia. Pokoknya, gak narsis gak eksis. Gak update status, serasa jadi phitecanthropus. Eh . gak gitu juga kelees. Yup, pokoknya kudu pintar make medsos. Gunakan untuk hal yang bermanfaat. Apalagi dunia maya juga gak bebas nilai. Mending manfaatin medsos buat nyari tugas sekolah, nge-share hal-hal yang sifatnya informatif, bahkan bisa digunakan untuk menyebarkan nasihat Islam untuk dakwah.Saya gak ngelarang kok make medsos, silahkan aja,tapi itu tadi, kudu diperhatikan, jangan sampai keasikan di dunia maya, malah lupa dunia nyata, yang paling parah kalau ampe lupa duniaakhirat. Wadaw, alamat kacau tuh! (Juan)
di muat di majalah remaja islam drise edisi 49
Kirim naskah opinimu ke email D’Rise di drise.redaksi@gmail.com dengan subject “shareyourmind” atau “opini” dalam file Word dengan panjang maksimal 5 ribu karakter. Ditunggu lhoo!