Melangkahlah, Terangi Gulita!

Rasul pernah bilang, “Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Berbahagialah orang-orang yang asing”. Waktu jaman jahiliyah dulu, kemaksiatan merajalela di tengah masyarakat. Mulai dari pertikaian antar suku, perzinaan, pembunuhan bayi perempuan, hingga kecurangan dalam timbangan. Lalu Islam datang, benerin semua kemaksiatan yang sudah mendarah daging itu. Islam mengharamkan pembunuhan tanpa alasan syar’i. Pelaku zina dikenakan hukuman razam atau jilid biar pada kapok. Perempuan dimuliakn dari semenjak lahirnya, hingga ajal menjemput. Dalam transaksi muamalah, penjual dan pembeli sama-sama untung dan puas saat syariah Islam mengaturnya.

Wajar kalo Islam dianggap asing saat jaman jahiliyah. Lantaran berbeda bahkan menentang kebiasaan masyarakat. Kini, keadaannya nggak jauh beda. Islam kembali terasing setelah kehilafahan Utsmaniyah runtuh dan nggak ada lagi negara Islam yang menerapkan syariah secara menyeluruh untuk ngatur masyarakat. Walhasil, kemaksiatan kembali merajalela dalam naungan aturan demokrasi sekuler. Ajaran Islam diakui, tapi dikebiri cuman dalam masalah ibadah utama aja. Sementara yang ngatur rakyat dalam ekonomi, politik, pendidikan, militer, hingga luar negeri pake aturan sekuler.

Untuk mengembalikan kejayaan Islam sebagaimana pernah terjadi pasca Rasul mendirikan negara Islam di Madinah hingga kekhilafahan Utsmaniyah, umat harus nyadar dulu. Betapa penting dan mendesaknya penerapan Syariah oleh negara untuk menghentikan kemaksiatan yang bikin rakyat sengsara. Untuk itu, kudu ada upaya menyadarkan masyarakat biar syariah Islam nggak dianggap asing. Masyarakat pun dengan rela ikut ambil bagian dalam perjuangan menegakkan kembali pemerintahan Islam, khilafah Islamiyah yang mengikuti jejak kenabian.

Salah satu bentuk penyadaran masyarakat tentang pentingnya syariah Islam adalah dengan digelarnya perhelatan akbar Konferensi Islam dan Peradaban (KIP). Konferensi di 70 kota itu digelar secara marathon dari tanggal 27 Mei hingga 01 Juni. Hizbut Tahrir Indonesia selaku pihak penyelenggara, mengajak umat menyadari saatnya #KhilafahIslamicState menggantikan aturan demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Karena #IndonesiaMilikAllah. Melangkahlah, terangi gulita!

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COMMAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM

MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COMdi muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#38

IPA atau IPS, pilih mana ya….. ???!!!!

drise-online.com – Buat anak-anak kelas 2 (kelas XI) SMU yang calon naik ke kelas 3, bakal menghadapi yang namanya pemilihan jurusan, IPA atau IPS. Sukur-sukur sekolah kamu ngasi pilihan ketiga ke kelas bahasa. Tapi entah kenapa, dari dulu ke dulu, antara IPA dan IPS selalu jadi rival. Padahal antara IPA dan IPS itu sama-sama cabang ilmu. Masing-masing punya bargaining (posisi tawar gitu loh…), so yang mana yang kamu pilih ?

 

KATANYA…. FAKTANYA…
ANAK IPA ITU…

1.       Lebih pintar-pintar otaknya

2.       Kesannya lebih ‘eksklusif’

3.       Jago matematika

4.       Peluang masuk perguruan tinggi lebih besar

5.       Gampang berkecimpung di dunia kerja

 

1.       Belum tentu juga semua anak IPA otaknya encer

2.       Eksklusif? Ahh, GR kaleee

3.       Namanya juga kelas eksakta, kudu pintar matematika dong. Matematika kan bagian dari ilmu pasti.

4.       Iya, kurikulum negeri ini memang memberikan ‘fasilitas lebih’ untuk anak IPA. Jadi anak IPA boleh ngambil IPC. Lucunya, anak IPS ngga bisa ngambil IPC. Tapi gak papa, belum tentu juga anak IPA lebih hebat dari anak IPS dalam tataran ilmu sosial. Ya kan?

5.       Ahh, dunia kerja kan tergantung bidang masing-masing.

ANAK IPS ITU…

1.       Anak buangan, buat yang ngga masuk IPA

2.       Otaknya pas-pasan

3.       Kelas buat yang ogah hitung-menghitung (misal, matematika dan fisika)

4.       Peluang masuk perguruan tinggi terbatas

5.       Dunia kerja bersifat Acending (meluas)

 

1.       Nggak juga. Lah wong emang jatuh cinta ama ilmu sosial, masa disuruh masuk IPA. Banyak kok anak yang otaknya encer tapi tetap keukeh masuk IPS.

2.       Ini bukan masalah kecerdasan, tapi kemauan. So, IPS tetap bisa jadi yang terdepan

3.       Berhitung dengan “bermatematika” dua hal yang berbeda. Matematika lebih menitikberatkan pada sistem alias operasi aljabar angka-angka dan simbol. Wilayah matematika memang kerjaan anak IPA, so anak IPS memang tidak terlalu ditekankan untuk penguasaan matematika lebih dalam. Pelajari yang sesuai keperluan gitu lohhh…

4.       Yang penting peluang untuk meraih tujuan, bukan peluang memperbanyak ‘lubang’.

5.       Dunia kerja untuk ranah sosial memang bersifat meluas, bukan mengerucut seperti ilmu alam yang bekerja dalam satu bidang ilmu saja. Ini cocok buat kamu yang memang berfikir global dan membangun rekayasa manusia secara sosial yang dipelajari di ilmu sosial.

 

JADILAH YANG TERBAIK

Antara pilihan IPA atau IPS, ngga ada yang lebih mendominasi. Paradigma sebagian kalangan yang menganggap jurusan IPA lebih bagus dari IPS harus dibuang jauh-jauh dari kepala. Itu cuma mitos! Baik tidaknya hidup kita tergantung dari kegigihan kita meraih sesuatu. Bayangin aja, kalau sebagian besar manusia masuk IPA terus semua ‘berebutan’ untuk jadi dokter atau arsitek? Pertanyaannya: Siapa yang jadi diplomat, pengusaha, atau hakim pengadilan?? Wehh,… masa dokter disuruh jadi hakim ? Bisa salah vonis dong. Ato hakim disuruh jadi dokter gigi? Wadoww… cikal bakal malpraktik tuh. Benar kan? Nah, tiap aspek kehidupan kita butuh kontribusi dari para profesional. Yaitu orang yang memang teguh dan mengerti bidang yang ia geluti. Masing-masing profesi di kehidupan kita memiliki arti dan makna yang tidak bisa disepelekan keberadaannya. So, IPA atau IPS?? Ahh, terserah kamu deh… yang pentiiiiiing, jalani dengan riang dan sungguh-sungguh !

KALAU SALAH JURUSAN ?

Buat kamu yang udah ‘terlanjur’, namun ternyata ngerasa salah jurusan. Yo wiss, ngga ada yang perlu disesali. Waktu yang berlalu ngga bisa dikembalikan lagi. Jalani yang sudah menjadi alur hidupmu sampai titik finish. Sampai titik dimana kamu bisa memilih kembali, entah itu memilih melanjutkan ke jalur yang lebih tinggi lagi atau ‘banting stir’ ke jalan yang kamu inginkan. Kuncinya: Siapkan mental dan spirit dengan segala kemungkinan dan resiko. Baik cibiran, umpatan, kegagalan dan hal lainnya. Yakinlah, barangsiapa yang mengusahakan kebaikan maka Allah akan memberi kebaikan pula dan memudahkan jalannya. Go!! [Alga Biru]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #11

Bergaul dengan Ekskul

drise-online.com-Ekstrakulikuler bagi temen-temen sekolah menengah nampaknya bukan sekedar kegiatan tambahan di luar jam belajar. Tapi udah jadi ajang buat eksistensi diri. Nggak heran kalo popularitas ekskul pun beragam di mata siswa. Makanya wajar kalo dorongan untuk ikut ekskul pun macem-macem. Dari yang cuman ikut biar dianggap gaul sampe yang bener pengen ngasah keterampilan. Mana yang kamu pilih? Mendingan kita coba ulik dulu yuk sebagian, biar jelas. Monggo!

  1. Cheerleader/Pop Dancer/Hip-Hoper: Yup, cheerleader alias pemandu sorak biasanya cukup diminati dan jadi primadona di kalangan anak-anak SMU terutama buat yang cewe. Konon, yang ngga pede-an jadi lebih pede setelah ikutan ekskul cheers. Para cheers, biasanya cewe-cewe seksi yang identik dengan umbul-umbul atawa pom-pom yang tugasnya jadi supporter di berbagai event. Buka aurat, menjadi tidak terelakkan. Karena daya jual dari cheers, selain kreasi olah tubuh, adalah tubuh itu sendiri dan juga tampang. Mana ada cheers yang perutnya gembrot dan tidak berwajah menarik…. Wahh, ogah ah. Udah buka aurat, penilaiannya maen fisik pula. It’s not fair!
  2. Paskibra: Pengibar sang saka merah putih, termasuk ekskul yang cukup digemari. Selain terkesan macho dan bergengsi, paskibra bisa bikin pengikutnya jadi lebih disipilin dan bermental baja.
  3. Sport track: Ekskul ini nampung kamu yang doyan olahraga. Mulai dari basket, voli, sepak bola, bulu tangkis, bela diri sampe berenang. Motivasi ekskul ini bisa macem-macem. Mulai dari yang pengen sehat, ngilangin penat sampe tepe-tepe alias tebar pesona supaya disebut ‘macho dan atletis’. Hehe…
  4. Pecinta Alam: Ekskul yang ekstrim, garang, dan lumayan mahal adalah ekskulnya para pecinta alam. Biasanya ekskul ini menantang para surviver untuk mendaki gunung, menjaring hutan, menaklukkan alam. Asiknya, kita bisa lihat keindahan alam. Kalau buat cewe, ada ngga enaknya juga sih. Harus pinter-pinter jaga interaksi ya. Jangan sampe, dalam dingin-dingin empuknya udara pegunungan, malah ada tangan-tangan usil ‘bergentayangan’. Hiii…. Syerem!
  5. Palang Merah Remaja: Untuk yang doyan dengan dunia sosial dan kesehatan, kamu bisa lebih dekat dan cari tahu kegiatannya di ekskul ini. Manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan Cuma ngumpul-ngumpul doang ya… J
  6. Kutu Buku Icon: Nah,,,, yang ini lumayan keren juga. Yaitu ekskul yang nampung para pecinta buku dan ilmu. Agendanya bisa macem-macem. Mulai dari ngadain perpustakaan mini, bagi-bagi buku bekas sama orang ngga mampu, dan lainnya.
  7. Rohis : Ekskul yang paling DRISE rekomendasikan untuk diikuti adalah Rohis (Kerohanian Islam). Kenapa gitu? Karena disinilah kamu akan menemukan orientasi hidup yang tepat. Pelajaran di sekolah ataupun ekskul lainnya belum tentu menyajikan hal sepenting ini. Emang sih, ekskul lain punya kelebihannya sendiri, tapi Rohis memberikan sesuatu yang plus plus. Gimana bisa plus plus? Tentu itu tergantung dari kreativitas anak rohis juga. <Alga Biru>

TIPS UNTUK ROHIS MANIA

Supaya rohis tidak monoton dan membosankan, ayo kelola rohis kamu lebih kreatif. Berikut tips en triknya:

  1. Training bulanan: Ya, adakan training dengan berbagai tema. Kalau cuma taklim kan bosan geto loh. So, undang para trainer yang kreatif untuk memompa semangat umat satu sekolahan. Bisa Training Remaja Bangkit, Training Revolusi Cinta, sampe Training Beyond The Inspiration yang udah banyak menginspirasi remaja en remaji di berbagai daerah.
  2. Baksos: Bakti Sosial alias Baksos lumayan keren. Bisa diadakan tri bulan ato tiap semester. Kegiatannya dlm bentuk menyantuni anak yatim atau bersedekah kepada fakir miskin. Ya, galakkan kegiatan ‘tangan kanan di atas’.
  3. Pesantren Liburan atau Pesantren Ramadhan: Nah,,, daripada waktu liburan dipake buat tidur-tiduran di rumah, mending anak-anak rohis ‘nyantri kilat’ dengan bikin event Pesantren Liburan. Ya kan? Tancaapp…
  4. Mading: Biar ngga kering ruhiyahnya, ayo kerahkan kreativitas tim rohis untuk buat mading rohis dua mingguan. Jangan cuma itu-itu doang dari jaman dolo. Update terus dong.
  5. Bagus juga kalo rohis punya blog. Hari gini kan banyak remaja yang bisa akses dunia maya, blog bisa jadi media alternatif untuk dokumentasikan kegiatan rohis. Blog juga bisa jadi ajang penampung kreatifitas siswa dalam menyuarakan opininya tentang Islam. okeh?
  6. Langganan Buletin atau Majalah: Selain adanya mading, buletin dan majalah islami kudu jadi pilihan kita dong. Masa kalah ama media yang menyuarakan kebebasan dan kebablasan??! Rise Rohis! Rise Islam !

Dimuat di Drise Edisi#9

Muktamar Khilafah 2013

#MuktamarKhilafah 2013 Mengguncang Nusantara

muktamar khilafahDi sepanjang bulan Mei – Juni 2013, bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir – Rajab 1434 H, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK) di 31 kota di seluruh Indonesia. Puncaknya pada 2 Juni di Gelora Bung Karno, Jakarta yang diikuti lebih dari 120 ribu peserta. Acara ini diselenggarakan sebagai media untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan Islam.

Continue reading Muktamar Khilafah 2013