Muktamar Khilafah 2013

#MuktamarKhilafah 2013 Mengguncang Nusantara

muktamar khilafahDi sepanjang bulan Mei – Juni 2013, bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir – Rajab 1434 H, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK) di 31 kota di seluruh Indonesia. Puncaknya pada 2 Juni di Gelora Bung Karno, Jakarta yang diikuti lebih dari 120 ribu peserta. Acara ini diselenggarakan sebagai media untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan Islam.

Visi dan misi ini penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan terlebih di tengah arus perubahan besar yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia. Lihatlah apa yang tengah terjadi di Timur Tengah, juga di kawasan Asia Tengah, Asia Selatan, juga Eropa dan Amerika Serikat (AS). Tema Perubahan Besar dunia Menuju Khilafah itu diambil, untuk mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi, perubahan tanpa arah yang benar tidak akan memberi manfaat, seperti yang selama ini terjadi, termasuk di negeri ini.

Melalui muktamar khilafah, HTI ingin menunjukkan arah perubahan yang semestinya adalah menuju tegaknya Khilafah. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa umat harus turut serta menjadi motor penggerak utama perubahan politik dimanapun ia berada, termasuk di negeri ini. Perubahan menuju tegaknya khilafah. Berikut perjalanan #MuktamarKhilafah 2013:

05 Mei 2013.

  1. 1.       Daerah Istimewa Yogyakarta di Stadion Mandala Krida dihadiri sekitar 10.000 peserta.
  2. 2.       Kendari Sulawesi Tenggara di Stadion Lakidende dihadiri sekitar 25.000 peserta.
  3. 3.       Semarang di Stadion Jatidiri Semarang dihadiri sekitar 10.000 peserta.

09 Mei 2013.

  1. 4.       Banjarmasin Kalimantan Selatan di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin dihadiri sekitar 30.000 peserta.
  2. 5.       Jambi di Gedung Olah Seni Kota Baru dihadiri sekitar 1.500 peserta.

12 Mei 2013.

  1. Ambon di Gedung Azhari dihadiri sekitar 300 peserta.
  2. Bandar Lampung di Stadion Sumpah Pemuda dihadiri sekitar 7.000 peserta.
  3. Batam di Lapangan Tumenggung Abdul Jamal dihadiri sekitar 3.000 peserta.
  4. Bengkulu di Balai Buntar Kota Bengkulu dihadiri sekitar 700 peserta.
  5. Jayapura Papua di Gedung LPTQ dihadiri sekitar 900 peserta.
  6. Palangkaraya Kalimantan Tengah di Stadion Tuah Pahoe dihadiri sekitar 3.000 peserta.
  7. Palembang Sumatera Selatan di Stadion Bumi Sriwijaya dihadiri sekitar 5.000 peserta.
  8. Samarinda Kalimantan Timur di Stadion Segiri dihadiri sekitar 7.000 peserta.
  9. Sorong Papua Barat di Al Akbar Convention Centre dihadiri sekitar 750 peserta.

19 Mei 2013.

  1. Luwuk Banggai Sulawesi Tengah di Halaman Masjid Agung (An-Nur) Luwuk dihadiri sekitar 1.000 peserta.
  2. Makassar Sulwesi Selatan di Stadion Andi Mattalatta dihadiri sekitar 50.000 peserta.
  3. Manado di Hotel Sahid Kawanua dihadiri sekitar 300 peserta.
  4. Tanjungpinang di Lap. Monumen & Relief Sejarah Pertambangan Bauksit Kijang Bintan dihadiri sekitar 775 peserta.

26 Mei 2013.

  1. Bangka Belitung di Stadion Dipati Amir dihadiri sekitar 5.000 peserta.
  2. Banda Aceh di Stadion H Dimoertala Lampineung 5.000 peserta.
  3. Gorontalo di Gedung Aldista Convention Centre dihadiri sekitar 1.200 peserta.
  4. Kupang Nusa Tenggara Timur di Convention Hall Hotel Carvita dihadiri sekitar 374 peserta.
  5. Mataram Nusa Tenggara Barat di Taman Budaya Mataram dihadiri sekitar 550 peserta.
  6. Medan Sumatra Utara di Stadion Teladan dihadiri sekitar 30.000 peserta.
  7. Padang Sumatra Barat di Mesjid Raya Provinsi Sumbar dihadiri sekitar 4.500 peserta.
  8. Palu Sulwesi Tengah di Wisma Donggala dihadiri sekitar 1.000 peserta.
  9. Pekanbaru Riau di Halaman Masjid an-Nur Pekanbaru dihadiri sekitar 10.000 peserta.
  10. Pontianak Kalimantan Barat di Auditorium Politeknik Pontianak dihadiri sekitar 737 peserta.
  11. Surabaya Jawa Timur di GOR Tambaksari dihadiri sekitar 60.000 peserta.
  12. Ternate di Ball Room Hotel Bela International Ternate 1.700 peserta. 

Acara puncak 02 Juni 2013 di Gelora Bung Karno Jakarta

Rangkaian acara Muktamar Khilafah yang diselenggarakan di 30 kota seluruh Indonesia, berakhir di Gelora Bung Karno Jakarta. Lebih dari 120 ribu peserta  muktamar memadati GBK pada hari Minggu, 2 Juni 2013. Sejak dini hari, rombongan bis yang membawa peserta dari luar kota mulai berdatangan  dan memadati area parkir GBK. Tak hanya dari jabodetabek, peserta juga datang dari luar provinsi, luar jawa, bahkan luar negeri. Semua ingin ikut ambil bagian menjadi saksi unforgetable moment perubahan besar dunia menuju khilafah!

Seperti apa yang dikatakan Yanti, mahasiswi dari STKIP Kusuma Negara yang menjadi salah satu resimen rombongan Cibinong yang hadir di tengah-tengah acara menegaskan, “Muktamar Khilafah seperti bensin buat saya. Jadi dengan bensin bisa terus bergerak semakin kencang untuk lebih bersemangat berjuang untuk Islam. Muktamar Khilafah 2013, that’s amazing ‘coz many people around the world, not only from Indonesia have attended that’s events, to establish rules of Islam and toward for Khilafah.”

Bukan hanya peserta yang datang dari luar negeri, acara puncak juga dimeriahkan oleh rangkaian testimoni tamu dari luar negeri. Dari Syria, Inggris, Belanda, Malaysia, Libanon, Tunisia, Mesir, dan Pakistan. Meski para testimoner (pemberi testimoni hehehe…) ngomongnya pake bahasa arab dan Inggris, tak mengurangi  antusias ratusan ribu peserta untuk memekikkan teriakan takbir. Allau Akbar!

Acara puncak Muktamar Khilafah 2013 di Jakarta juga dimeriahkan oleh aksi flyng fox yang membuka acara dengan menampilkan logo muktamar khilafah juga teatrikal dari 300 pelajar dan remaja Islam yang menggambarkan ‘Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah’. Dari kegelapan kapitalisme, sekulerisme, liberalisme menuju cahaya Islam dalam naungan khilafah. #Move-On dari Jahiliyah menuju Khilafah yang disimbolkan oleh perubahan bola dunia raksasa yang gelap menjadi terang. Tak ketinggalan, lantunan suara Ust. Hari Moekti yang membawakan penggalan lagunya ‘Gelap’ dipadukan puisi perjuangan Islam mampu menghipnotis raturan ribu pasang mata. Kontan semua peserta berdiri dan mengibarkan liwa roya sambil ikut bernyayi… “Kapitalisme!.. semua pasti berakhiir…”, “Demokrasi!…. semua pasti berlalu…” 

Sebuah Pencapaian, Bukan Akhir Perjuangan

Sekitar 500 ribu umat Islam yang menghadiri Muktamar Khilafah 2013. Begitu kata jubir HTI, Ust. Ismail Yusanto. Ini bukan mengada-ngada lho. Emang mustahil kalo jumlah setengah juta itu tumplek di GBK. Yang bener, itulah jumlah keseluruhan peserta muktamar di 31 kota besar yang mengguncang nusantara.

Jumlah peserta yang melebihi target emang layak kita acungi jempol. Sebuah pencapaian luar biasa mengingat para peserta yang datang ke perhelatan muktamar, tidak diiming-imingi materi atau janji-janji surga. Bahkan mereka harus merogoh kocek sendiri untuk membeli tiket masuk dan ongkos kendaraan. Kedatangan mereka untuk ikut menyuarakan kampanye penerapan syariah dan khilafah di bumi Allah. Opini syariah dan Khilafah juga sukses mengguncang dunia nyata dan dunia maya. Inikah akhir dari perjuangan setelah lebih dari 6 bulan persiapan?

Tentu bukan. Sebuah pencapaian Muktamar Khilafah 2013 bukanlah akhir dari perjuangan. Justru mengawali tahapan selanjutnya. Umat Islam yang sudah tercerahkan dengan ide syariah dan khilafah, nggak boleh dibiarkan menggantung dengan asumsi masing-masing. Tapi mesti dikawal agar semangat dakwah Islam tetap berkobar meski rangkaian acara Muktamar Khilafah 2013 udah bubar.

Tugas kita bersama untuk semakin getol mendakwahkan ide syariah dan khilafah di tengah masyarakat. Selain menjaga semangat dakwah, juga untuk membentengi umat dari opini sesat yang tak kalah gencarnya menyerang pemikiran masyarakat dengan menyudutkan dakwah islam dan para aktivisnya. Dan memang sejatinya, selama Islam belum tegak di muka bumi, tak ada istirahat bagi umat Islam. Mengutip pernyataan Imam Ahmad bin Hambal“istirahatnya kaum muslimin adalah saat kaki kanannya menginjak surga”. Yup, kita tak boleh berpuas diri dengan semakin kuatnya ide syariah dan khilafah yang teropini. Tetap singsingkan lengan baju, busungkan dada, kepalkan tangan siap menghadapi segala tantangan yang menghadap setiap langkah perjuangan. Allahu akbar! [341]

Leave a Reply

Your email address will not be published.