majalahdrise.com – Kalo cuman asap dari sampah yang dibakar, mungkin gak masalah. Sekejap aja udah hilang terbawa angin. Lah ini, yang sengaja dibakar lahan gambut yang luasnya hektaran. Udah gitu pas musim kemarau saat hujan sebatas angan-angan. Kejadian deh, asap pembakaran membumbung tinggi dan memenuhi udara yang bikin penduduk bumi hidup merana. Kabut asap pun jadi musibah nasional yang menyita perhatian dunia.
Gimana nggak, cakupan musibah kabut asap meliputi wilayah di 12 provinsi, dengan luas jutaan kilometer persegi. Kabut asap pekat terutama menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Korban pun berjatuhan. Ratusan ribu penduduk di tiga pula besar, terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut/ISPA yang bisa berujung kehilangan nyawa. Inna lillaahi..! Musibah kabut asap ini udah kejadian sejak tahun 1967. Kalo masih kejadian, pemerintah belum serius atasi musibah asap. Mungkin karena ada pengusaha yang ceesan sama pemerintah jadi sering lolos dari jeratan hukum.
Gak tahu deh. Yang pasti, Drise turut merasakan duka mendalam terkait musibah kabut asap ini. Seperti terungkap dari penuturan salah satu Driser, Mbak Dini dari Pekanbaru Riau. “Terkait kabut asap ni, kami cukup mnderita,, ssh brnfs, anak2 terpaksa libur sklh, drmah mereka ttp jga kna asap, krn asap jga sdh masuk kdlm rmh.. mgkn klau rmh nya br ac g mslh, yg g pnya gmna, udh bnyk korban brjatuhan, jka pmrnth tak juga bisa bertindak tegas terhadap para pembakar hutan, kmi bsa mati perlahan. Hnya kpd Allah kmi berharap, smga Allah sgra menurunkan hujan, mhn doanya saja dri tmn2 semua..” Mari kita berdoa, semoga Allah segera turunkan hujan untuk menghalau kabut asap. Dan terus ingatkan pemerintah agar lebih peduli terhadap nasib rakyatnya. Kalo nggak, bakal dituntut entar di akhirat. Musibah kabut asap? Piuuh..pergii!! [@Hafidz341]
di muat di majalah drise edisi 51