MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #10

Memasuki bulan februari, aroma cinta terasanya menyengat. Tak terkecuali dalam D’Rise! Februari 2011. Ketika banyak remaja berburu cinta sejati, D’Rise justru balik tanya, benarkah yang mereka cari Cinta Sejati? Temukan jawabannya dalam Edisi ‘Find The True Love’ ini

 

– Bukamata: FIND THE TRUE LOVE. membahas upaya mencari cinta sejati di kalangan aktivis pacaran lebih banyak kehilangan arah. Awalnya Cinta Suci, endingnya cinta Birahi. Ih syereeem!
– Bukamata: PACARAN ISLAMI, EMANG ADA?. Temuin deh jawabannya di sini. Biar lebih jelas.
– Girly I: CEWEK BIGOS. cewe selalu diidentikkan dengan tukang gosip. Emang bener?
– Girly II: UKHTY, DON’T GIVE UP!. Kegagalan itu tidak perlu ditakuti. Angkatlah ia menjadi teman, seperti apakah mengangkat kegagalan sebagai teman? Di sini tipsnya!
– Info Tekno: EVOLUSI PONSEL: FROM JADUL TO UNGGUL. Kita kenalan yuk ama varietas ponsel masa kini. Loading……!
– Bohlam Inspirasi: AMR IBNUL JAMUH RA. SAHABAT CACAT BERTEKAD KUAT. Inspiring!
– Konsul psiko: CARA MENOLAK PACARAN?. Mantab nih.
– Konsul syari: SUMPAH DAN TULISAN ARAB. Seru lho.
– Melek Media: PERTAMAX, KOK MAKSAIN BANGET SIH?!. Kenaikan BBM gak pernah berhenti. Kok pemerintah tega ya cabut subsidi buat kesejahteraan rakyatnya?
– Reccomended: THANK YOU ALLAH FROM MAHER ZAIN. Album nasyid rasa baru yang bikin para pecinta musik religi falling in love at first song. Keren banget.
– Reportase: PPC: PARA PEMBURU CINTA. Beberapa aktivis pacaran kita todong alasannya tetep betah menekuni aktvitas baku syahwat. Pengen tahu alasan mereka? Dont miss it!
– Tafakoor: KOMET TANDA KIAMAT?. Banyak yang nyambung-nyambungin fenomena komet dengan berakhirnya kehidupan ini. Padahal kan…baca aja deh yaa..
– The most: LEGENDARY MUSLIM HACKER. Masih muda tapi udah bisa mengguncang dunia maya. Bukan untuk aksi jago-jagoan. Tapi bantu para pejuang Islam. Siapa dia? Yup, dia adalah seorang…..
– Interview: Ust. Shiddiq al-Jawi ‘“PACARAN ITU BUDAYA NASHRANI…!”. nah lho, kalo remaja muslim keukeuh sureukeuh pacaran, berart ngikutin budaya non Muslim dong. Idih, emang gak pede apa jadi muslim?

D’Riser, kita cuman ngingetin aja jangan sampe kamu KEHABISAN dapetin edisi Cinta Ini. Beneran, soalnya baru turun cetak aja udah banyak yang pesan. Makanya buruan kejar deh tuh para pengedar sebelum barangnya tandas diserbu para pemakai. En sekalian titip salam persaudaraan dan kebangkitan dari qita tuk para pengedar dan driser di manapun kalian berada. Met hunting and buying! [341]

DI MAUT DI MAJALAH DRISE EDISI 10

Perjuangan

Majalahdrise.com – Almarhum sastrawan WS Rendra pernah berkata: “Perjuangan adalah melaksanakan kata-kata” kira-kira apa yang terbersit di kepala kita saat membaca kalimat itu? Apa yang dipikirkan kawan-kawan saat membacanya.? Drise setuju banget sama apa yang dikatakan Rendra. Tapi drise pengen ada modifikasi sedikit nih. Berkata-kata emang gampang, tapi “berkata benar” ternyata nggak semudah berkata-kata biasa. Berkata benar itu susah, nggak semua orang mau melakukannya, karena berkata benar itu butuh keberanian, butuh kekuatan, butuh argumentasi, dan butuh banyak hal lainnya. Kebanyakan orang takut berkata benar.

Oke ternyata berkata benar itu berat kan, ada yang lebih berat lagi lho, yaitu “melaksanakan” kata-kata yang benar. Ya, melaksanakan kata-kata yang benar itu berat sekali. Bahkan terasanya seperti menggenggam bara api. Islam adalah kata-kata yang benar, dan lihatlah ternyata nggak semua orang mau menyuarakan Islam. Kebanyakan orang takut. Lebih dari itu, ternyata melaksanakan Islam jauh lebih susah daripada menyuarakannya. Karena itulah drise mau memodifikasi kata mutiara dari begawan sastra Indonesia ini: “Perjuangan adalah menyuarakan kata-kata yang benar, dan melaksanakan kata-kata yang benar, itulah Islam”. Untuk itulah drise ada.

di muat di majalah drise edisi 9

NEGERI KITA MAKIN TERJAJAH BRO!

Majalahdrise.com – Tahun masehi boleh berganti. Tapi masalah yang dihadapi negeri kita seolah tak pernah mati. Malah makin bertambah setiap hari. Tahun lalu, banyak keluar keputusan pemerintah yang nggak banget. Bukannya bikin rakyat sejahtera dan aman sentausa, malah tambah sengsara tiada tara. Ini nunjjukkin kalo ada yang salah dari tata kelola negara. Sistem sekuler biang keladinya. Padahal katanya udah 65 tahun merdeka, ternyata cuman di atas kertas aja. Kenyataan di lapangan, tak seindah yang dibayangkan. Ini beberapa bukti kalo penjajahan dan liberalisasi di negeri kita makin moncer!

Dalam urusan kesehatan, negara udah angkat tangan. Bukan tanda menyerah. Tapi nggak mau ngurusin rakyatnya. Makanya pemerintah bikin program BPJSSJSN yang sebenernya asuransi yang dipaksakan pada seluruh rakyat. Kita dipaksa setor tiap bulan. Bilangnya untuk menjamin kesehatan. Kalo sakit, bisa cair tuh dana meski gak semuanya. Lah kalo sehat, bias angus tuh upeti. Masih kental dalam ingatan kita musibah kabut asap yang dicuekin oleh pemerintah. Nggak sesigap tangani kasus terorisme. karena dibalik musibah kabut asap itu ada konglomerat dan para kapitalis sawit yang ikut main.

Terakhir, negara kita punya sumber daya alam emas yang berlimpah di papua. Perampokan yang dilakukan freeport harusnya udah abis tahun ini. Eh, bukannya segera diambil alih biar pemerintah yang ngelola, tuh kontrak perampokan malah diperpanjang.

Padahal kalo hasil pengelolaan kekayaan emas masuk kas negara sebagian besar, insya Allah bisa buat bayar utang luar negeri dan sejahterakan rakyatnya. Mantab kan? Gitu deh kejadiannya kalo liberalisasi dan kapitalisasi yang diusung pemerintah jadi landasan buat ngatur rakyatnya. Para pengusaha dilindungi. Sementara rakyatnya dibiarkan mati. Kebangetan!

Tendang sistem sekular, terapkan syariah Islam. Josh! [@hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 53

SIAPA TERORIS SEBENARNYA?

Majalahdrise.com – Tragedi Perancis awal November kemarin  bikin geger dunia. Apalagi setelah pihak  ISIS menyatakan bertanggung jawab  terhadap tragedi yang memakan korban 153  tewas mengenaskan itu. Sontak media dunia  beramai-ramai ngasih judul Serangan Teroris.

Terlepas siapa pelaku sebenarnya, kita ngerasa  terusik dengan cap teroris yang sering dipake  saenake dewe oleh media barat. Sudah banyak  kejadian serupa terorisme, tapi cap teroris  hanya ditujukan pada Islam. Standar ganda  guys! Ulama muda Jerman, Pierre Vogel,  punya cara tersendiri bagaimana membantah  tuduhan terhadap Muslim sebagai Terroris.

Ulama mu’alaf yang bersyahadat tahun 2001  itu, dengan cara tercepat dan terbaik yang  amat mengena bantahan dan menangkal  dakwaan Muslim dengan terorisme. Dalam  sebuah ceramahnya, ia menyampaikan  beberapa pertanyaan:

  • Siapakah yang menyulut perang dunia pertama? · Siapakah yang menyulut perang dunia  kedua? ·  Siapakan yang selalu menjajah sebuah  negara damai, aman, tenteram hanya untuk  kepentingan ekspansi.
  • Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan  jutaan rakyat sipil?
  • Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia? ·  Siapakah yang membantai lebih dari 100  juta suku indian merah di Benua Utara  Amerika?
  • Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan  Amerika?
  • Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak  (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati  di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
  • Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah  sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  • Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat,  pembantaian warga Palestina dari tahun  1948 hingga sekarang?
  • Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik  dengan menghina tokoh agamanya atau  membakar kitabnya? Mereka bukan negara Islam maupun  orang Islam? Bukalah mata Anda, siapa  sesungguhnya yang jahat! Jadi, jelas kan siapa teroris sebenarnya? Yg  pasti bukan umat Islam! [@Hafidz341]

 

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52