PACAR, KESENANGAN SEMU

Majalahdrise.com – Assalamu “alaikum Wr.Wb. Kak, sejak kecil sy tidak pernah merasakan kasih sayang ayah dan mama, karena mereka telah bercerai. Sejak kecil sy tinggal dengan nenek dan tante. Saya merasa mereka tidak sayang ke sy. Sekarang sy tinggal dan sekolah di Malang. Beberapa hari lalu sy kenal dengan seorang kakak kelas laki-laki yang memberi perhatian lebih pada sy. Ia bilang sy cantik dan menarik (teman-teman sy juga bilang begitu). Saya ingin pacaran agar sy mendapatkan kasih sayang yang lama sy rindukan. Tapi, teman kos sy selalu menghalangi, katanya pacaran dosa. Memang sy beberapa kali ikut juga mentoring diajak teman kos, tapi ngak pa-pa kan hanya sebatas pacaran yang tidak macam – macam. Saya tidak bisa jika disuruh meninggalkan cowok ini…(YN, Bima)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik YN yang baik, Gimana kabar adik? Semoga sehat dan selalu dalam kebaikan. Alhamdulillah, senang bisa bersua meski hanya lewat kata. Dik YN yang baik, setiap orang pasti mengharapkan kasih sayang, terutama dari keluarga. Hanya terkadang tidak semua orang bisa memperolehnya karena beberapa kondisi dalam keluarga. Ketika keinginan tidak seperti yang diharapkan, bukan berarti kenikmatan Allah tidak diberikan pada kita.

Mari merenung atas kenikmatan Allah yang tanpa disadari sangat banyak sekali. Allah senantiasa menyayangi Adik sejak awal di rahim bunda hingga sekarang menginjak remaja. Adik diberi bentuk fisik yang sempurna, bisa bersekolah, diberi kemampuan melalui masamasa sulit tanpa perhatian orang tua dengan menghadirkan nenek dan tante yang juga menyayangi adik, diberi teman yang shalehah yang menyanyangi Adik dan mengajak pada kebaikan, dan insyaAllah masih banyak nikmat Allah lainnya jika kita mau merenungkan lebih dalam.

Seorang muslim akan selalu merasa ada kebaikan dalam setiap kejadian yang menimpanya, jika ia mendapatkan nikmat ia bersyukur dan jika mendapat ujian maka ia bersabar. Dik YN yang baik, Seorang muslim yang baik akan memahami bahwa ia hidup di dunia dengan misi besar yang telah Allah SWT tetapkan, yaitu beribadah kepada Allah dengan mentaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, sebab ia meyakini bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh perbuatannya selama di muka bumi.

Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra’: 32).

Pacaran adalah aktivitas yang mendekati zina, dan Allah SWT melarang kita mendekatinya. Ketika seorang muslim mentaati seruan Allah SWT maka ia akan mendapatkan pahala dan kebaikan, termasuk mendapatkan cinta-Nya. Sebaliknya, jika seorang muslim tidak taat terhadap apa yang Allah SWT serukan, maka ia akan mendapatkan kerugian berupa kesempitan hidup, dosa dan kemurkaan-Nya. Dik YN yang baik, Rasa cinta adalah naluri yang dimiliki setiap manusia. Islam memberi panduan bagaimana mengatur naluri ini agar tidak menghantarkan pada perbuatan yang tidak disukai Allah SWT jika memang seorang muslim belum siap menikah.

Jauhilah hal –hal yang bisa memunculkan rasa ini (sinetron, lagu-lagu, bacaan bertema cinta), jangan berinteraksi dengan teman laki-laki tanpa keperluan yang diperbolehkan oleh Islam dan berinteraksilah dengan cara yang syar’i, serta sibukanlah diri dengan aktivitas positif yang berisi kebaikan. Seseorang yang mengajak berpacaran sejatinya ia hanya mengikuti hawa nafsunya, bukan ekspresi cinta sejati. Cinta sejati adalah cinta karena Allah SWT yaitu mencintai seseorang karena keimanannya kepada Allah dan ketaatannya kepada Allah. Mencintai seseorang karena keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT sangat besar pahalanya.

Jika seseorang cinta sejati ke orang lain, maka ia tidak akan mengajaknya untuk bermaksiat (baca pacaran), sebaliknya menginginkan kebaikan pada orang tersebut. Dik YN yang baik, jangan sampai terjerumus pada cinta semu yang akan menjauhkan kita dari cinta Allah SWT kepada kita. Bukankah cinta Allah yang kita harapkan untuk kebaikan dan kabahagiaan kita di dunia dan akhirat? []

Di maut di majalah remaja islam drise edisi 53

HELP CENTER : Mencintai Diri Sendiri

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Saya jelek, tidak pintar, sulit bergaul, sy benci  dengan diri saya…semua orang tidak  menyukai saya  (Dinda, Martapura)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dinda yang baik,

majalahdrise.com – Saya bisa merasakan apa yang sekarang  Dik Dinda rasakan.Merasa benci dengan diri  sendiri. Hingga dunia serasa tidak  menyenangkan sebagai tempat tinggal. Dik  Dinda, setiap  orang memiliki konsep diri (self-concept) yaitu pikiran dan keyakinan mengenai  dirinya sendiri. Ada yang memandang dirinya  positif dan ada sebagian orang yang  memandang dirinya secara negatif.

Penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah  menjadikannya  bersikap negatif terhadap  dirinya sendiri. Memandang orang lain punya  banyak kelebihan, sebaliknya ia penuh dengan kekurangan. Orang lain beruntung dan ia  menderita.Dia mengagumi kelebihan orang lain,  dan memandang rendah dirinya.  Dik Dinda yang baik,    Saat seseorang merasa dirinya bukan apa-apa. Bahkan membenci diri sendiri sebagai  manusia tak berguna, makhluk sia-sia.

Begitu  banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan,  dan keburukan. Apalagi ketika orang lain  tampak begitu sempurna dan memiliki banyak  kelebihan, akan makin membuatnya tenggelam.  “Mengapa orang lain memiliki begitu banyak  kelebihan, sedang aku tak memiliki apa-apa  kecuali kekurangan? Mengapa aku jelek, sedang  orang lain cantik? Mengapa orang lain berhasil,  sedang aku selalu gagal?, serta seribu  “mengapa” lainnya yang akan membuat kecewa,  terluka, dan terpaku pada kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Dik Dinda yang baik,

Yakinlah Allah tidak mungkin menciptakan  makhluk-Nya dengan sia-sia. Allah pasti  membekali kita dengan kelebihan. Menjadikan  setiap insan memiliki keistimewaan. Cobalah  melihat ke dalam diri kita, keistimewaan yang  kita miliki yang bisa jadi selama ini belum kita  sadari, atau mungkin belum muncul karena  terkubur oleh rasa kurang berarti dan bermakna.  Bersyukurlah kepada Allah SWT atas kenikmatan  yang Allah berikan, sekecil apapun itu. InsyaAllah  jika kita senantiasa bersyukur niscahya Allah  akan menambah kenikmatan pada kita.  Dik Dinda yang baik,    Pernahkah kita berpikir, betapa kasihan  “makhluk kecil” di dalam sana. Sesosok “DIRI”   yang disadari atau tidak , dibenci oleh dirinya  sendiri. Mungkin jasad sang diri tidak cantik.

Mungkin pribadi sang diri tidaklah  menyenangkan. Mungkin perjalanan hidup sang  diri cukup menyebalkan. Namun, sang diri tetap  membutuhkan cinta agar dengannya dia  tumbuh dan berkembang ke arah kebaikan.  Berapa banyak cerita tentang seseorang yang  berubah menjadi lebih baik karena merasa  dicintai? Berapa banyak orang yang termotivasi  karena dicintai? Berapa banyak orang yang ingin  diterima apa adanya? Dicintai setulusnya?…dan  cinta itu, at very first, hanya pemilik dirilah yang  harus memberikannya. Jika bukan engkau, siapa  lagi?

Engkau yang paling mengerti dirimu sendiri.  Engkaulah yang paling layak, paling berhak dan  paling berwenang mencintai dirimu.  Dik Dinda yang baik,   Cintailah dirimu sendiri. Beri penghargaan.  Beri pujian untuk keistimewaan-keistimewaan  dalam dirimu sendiri. Terimalah dirimu apa  adanya. Cintai ia. Sungguh, cinta itu akan  menjadi kekuatan besar untuk membangun  dirimu. Jika tak ada yang mencintaimu kini, bisa  jadi itu karena engkau pun bahkan tak mencintai  dirimu sendiri. Oleh karena itu, cintailah dirimu  sendiri karena dari sana engkau akan bisa  mencintai dan dicintai orang lain.[]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 49

TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, hati sy  hancur. Ortu saya barusan bercerai. Dari dulu ortu memang sering bertengkar. Gimana dengan masa depan saya?…(Osa, Blora)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

 

Dik Osa yang baik,

Saya bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Adik atas kondisi orang tua.  Adik tentu merasa berat menerima kenyataan ortu berpisah dan memilih hidup sendiri-sendiri. Dalam perceraian  memang anak paling terkena dampak langsung. Ada perasaan campur aduk, emosi berubah setiap saat, marah, putus asa dan menyalahkan salah satu dari mereka, atau menyalahkan diri sendiri. Merasa terbuang, takut, khawatir, minder, dan merasa pesimis dengan masa depan. Terasa hidup tidak menyenangkan.

Dik Osa yang baik,

Inilah kenyataan hidup yang harus Adik jalani. Apapun yang terjadi Life must go on. Terkadang apa yang Kita alami dalam kehidupan nggak sesuai dengan harapan. Apa yang buruk dalam pandangan Kita belum tentu buruk dalam pandangan Allah SWT. Pernikahan dilakukan dengan tujuan terwujudnya keluarga yang penuh ketenangan dan kedamaian. Jika  di dalam kehidupan berkeluarga muncul persoalan yang mengganggu ketenangan (sering bertengkar, berselisih) hingga  tidak memungkinkan kehidupan suami-istri dipertahankan kelangsungannya, maka jalan keluar bagi kedua belah pihak adalah berpisah sebagai sarana agar masing-masing bisa menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dik Osa yang baik,

Ada mantan istri, ada mantan suami, akan tetapi tidak ada mantan anak. Adik tetap mempunyai ayah dan ibu meskipun mereka berpisah. Bisa saja setelah perceraian salah satu dari ortu tinggal di tempat terpisah jauh, lain kota misalnya. Jagalah terus hubungan Adik sama ortu yang jarang Adik temui karena jarak yang jauh. Sesekali telepon, kirim sms atau e-mail singkat akan cukup menggantikan perasaan-perasaan yang hilang diantara kalian. Jangan khawatir dengan masa depan. Pilih waktu yang tepat untuk membicarakan tentang apa yang Adik pikirkan. Sampaikan pada ortu kondisi ini sebenarnya membuat Adik cemas dan Adik membutuhkan support dan financial terutama untuk pendidikan, dan jangan lupa berdoa, sebab bagaimanapun beratnya ujian yang menimpa, asal Adik  ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Allah, semuanya akan terasa ringan. “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya “ (QS. Al Baqarah : 286).

Dik Osa, tetaplah optimis, jangan biarkan Adik ikut terpuruk. Teruskan perjalanan hidup Adik. Tetaplah focus pada cita-cita dan tetaplah berjalan pada kehidupan normal. Jangan sampai terjerumus hal-hal negatif.  Semoga Allah SWT memberikan kekuatan pada Adik menghadapi ini semua. Aamiin…[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #45

Agar tidak tomboy

drise-online.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbak, teman-teman bilang kalau sy anak tomboy coz kemana-mana sy selalu pakai celana seperti laki-laki. Kan sy pakai celana agar bisa bergerak cepat dan bisa ikut banyak aktifitas . Gimana ya Mbak?

(Dian, Pamekasan)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dian yang baik,

Allah SWT telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Dia menjadikan manusia berjenis laki-laki dan wanita berdasarkan kehendak-Nya. Tomboy adalah sebuah sikap anak perempuan yang bersifat seperti anak lelaki. Ciri-ciri anak tomboy diantaranya suka permainan yang biasa dimainkan oleh laki-laki, lebih suka berteman dengan laki-laki daripada wanita, dan biasa memakai pakaian kelaki-lakian.

Dik Dian yang baik,

Penyebab utama yang menjadikan seseorang tomboy adalah lingkungan dan pergaulan yang kurang memperhatikan kodrat awal penciptaannya. Misal, wanita yang sering bergaul dengan lelaki, atau seorang anak perempuan yang hidup di tengah-tengah keluarga yang mayoritas laki-laki. Ada juga yang lebih suka jadi tomboy dengan anggapan menjadi lelaki lebih enak daripada wanita. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Dik Dian yang baik,

Islam melarang seseorang bersikap tomboy, karena ini usaha mengubah ciptaan Allah SWT. Rasulullah membenci orang-orang yang menyalahi kodrat penciptaannya “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. al-Bukhari). Dalam hal berpakaian, Allah SWT telah menetapkan pakaian khusus bagi wanita muslimah yang berbeda dengan pakaian laki-laki. Pakaian wanita muslimah ketika keluar rumah adalah kerudung (QS An Nuur : 31) dan jilbab (QS Al Ahzab : 59). Kerudung merupakan kain penutup kepala, sedangkan jilbab adalah baju terusan yang longgar (sejenis jubah/gamis) yang dipakai di atas baju kesehariannya di rumah.

Dik Dian yang baik,

Meskipun Kita mengenakan jilbab dan kerudung, Kita tetap bisa bergerak cepat dan melakukan banyak aktifitas. Menggunakan jilbab dan kerudung bukan berarti akan membuat Kita menjadi lamban beraktifitas, sebab Allah SWT senantiasa memerintahkan Kita untuk bersegera dalam kebaikan. So, menjadi muslimah sejati dengan berjuta aktifitas bukan berarti menjadi tomboy kan? []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40