Membalas keburukan dengan kebaikan

MAJALAHDRISE.COM – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, sy sering terbawa sikap org pada sy, misal saat beli penjualnya melayani dengan muka cemberut, tidak ramah, saya jadi ikut bersikap seperti itu ke penjualnya. Gimana cara agar sy tetap bersikap baik, meski orang tidak baik ke saya? Terima kasih (Rafa, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Rafa yang baik,

Memang tidak dipungkiri, terkadang sikap, dan tindakan Kita dipengaruhi oleh orang lain. Jika mereka bersikap baik, kita pun akan bersikap baik. Sebaliknya, jika mereka melakukan hal yang buruk, kita akan cenderung membalas dengan hal yang sama-sama buruk. Dik Rafa, Islam telah mengajarkan bagaimana kita bersikap pada orang lain. Allah SWT memerintahkan kita selalu berbuat baik pada orang lain ikhlas semata-mata karena mengharap ridho –Nya, bukan mengharap balasan dari orang lain. Yakinlah jika kita berbuat baik, tentunya kebaikan pula balasan yang akan diberikan Allah SWT, baik di dunia ataupun di akhirat nanti. “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman [55]: 60). Ketulusan niat saat kita melakukan kebaikan akan menjadikan kita tidak kecewa jika sikap baik kita dibalas keburukanoleh orang lain.

Dik Rafa yang baik,

Marilah coba merenung, mengapa sikap dan tindakan kita harus dipengaruhi orang lain. Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu. Jika kita sampai terpengaruh, berarti Kita membiarkan orang lain mengatur danmengendalikan hidup Kita. Padahal Kitalah yang bertanggungjawab atas diri sendiri. Jagalah suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak. Pilih tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik. Jika mereka bersikap tidak baik, dan kita membalasnya, ya berarti kita sama saja dengan mereka. Berusahalah membalas keburukan mereka dengan kebaikan. . Allah SWT memerintahkan untuk membalas perbuatan buruk dengan yang lebih baik (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 96).

Dik Rafa yang baik,

Tetap berbuat baiklah kepada siapapun, bahkan kepada orang yang telah bersikap buruk kepada kita. Sebab pahala kebaikan kita akan dilipatgandakan  “Mereka itu diberi pahala dua kali lipat disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan.”(QS. Al-Qashash [28]:54). Dik Rafa, semoga Adik mampu menjadi pribadi mulia dengan berbuat baik pada siapa saja. Allahumma aamiin…[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #42

Tips Jadi Remaja Kreatif

majalahdrise.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)

 

Tips Jadi Remaja Kreatif - MAJALAHDRISE.COM

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Nisa yang baik,

Subhanallah, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Ia mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru dan berguna bagi pemecahan masalah.Baik gagasan itu belum pernah ada sama sekali, atau gagasan yang dikembangkannya dari hasil memodifikasi atau mengubah gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya.Ia mampu membuat sesuatu yang baru dan menemukan cara baru. Baginya unending improvement.

 

Dik Nisa yang baik,

 

Islam mendorong Kita untuk menjadi pribadi kreatif yang memberikan banyak kebaikan dankemanfaatan bagi orang lain. Dalam mengembangkan kreatifitas harus diarahkan dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah. Orientasi kreatifitas seorang muslim haruslah mencerminkan tujuan hidup seorang muslim yaitu beribadah kepada Allah SWT guna mendapatkan surga dan menjauhkan diri dari api neraka di akhirat kelak. Kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan.

 

Dik Nisa yang baik,

Untuk mendorong berpikir kreatif, pertama banyaklah membaca, belajar, sering mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat menumbuhkan kreativitas. Kedua,biasakanselalu bertanya dalam diri serdirimengenai berbagai solusi masalah. Ketiga, berpikirlah mencari pemecahan di luar kebiasaan yang ada.Biasakan melihat masalah dari perspektif yang berbeda, dan munculkanlah kemungkinan adanya banyak jawaban. Keempat,lupakan masalah sejenak, usahakan diri untuk relaks, santai dengan jalan-jalan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan agar mampumenemukan ide-ide baru yang inovatif. Selanjutnya lakukan perenungan atas masalah untuk memilih solusi atau gagasan terbaik dari berbagai ide, solusi dan gagasan yang ada.

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendorong berpikir kreatif. Semoga berhasil. Allahumma aamiin. []

Mengusir Sifat Malas

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, sy tahu malas itu buruk. Tapi sy sulit menghilangkannya.Bagaimana cara agar terlepas dari sifat malas?(Tio, Madiun)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Tio yang baik,

Setiap orang tidak menyukai sifat malas. Tetapi banyak yang tidak sadar telah terjangkiti sifat ini. Berleha-leha, tidak menyegerakan menyelesaikan aktivitas. Awalnya terasa enak, santai, menyenangkan saat tidak melakukan pekerjaan. Namun pada akhirnya menimbulkan penyesalan, karena malas menjauhkan kita dari keberhasilan.Rasulullahmenyeru kita menjauhkan diri dari sifat malas danmenjadi orang yang bersemangat.Semangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah.” (HR Muslim).

Dik Tio yang baik,

Agar terlepas dari sifat malas, Kita harus sungguh-sungguh berniat dan berusaha menepis sifat ini. Usaha yang bisa Kita lakukan yaitu;

Pertama, sadarilah akibat buruk sifat malas dan sadarilahpentingnya waktu.Waktu adalah nikmat berharga dari Allah SWT.Ladang menuai kebaikan. Waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa kembali lagi. Pribadi cerdas akan menggunakan waktu sebaik mungkin dengan melakukan aktivitas bermanfaat, bukan bermalas-malasan.

Kedua, bergaulah dengan teman yang baik. Teman punya pengaruh sangat besar. Teman yang baik adalah teman yang bisamengajak kebaikan danmendorong ketaatan. Berteman dengan teman rajin akan mendorong diri kita untuk meniru dan ikut sepertinya.

Ketiga, bacalah kisah-kisah semangat para salaf. Mereka adalah generasi istimewa yang senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Bersemangat dalam belajar, beribadah, berdakwahdan aktivitas lainnya.

Keempat, selalukerjakan amal shalih. Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah yang kontinu meskipun sedikit.“Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.” (HR Bukhari-Muslim). Orang yang senantiasa menghiasi hari-harinya dengan amal shalih, hatinya akan berpaling dari sifat malas, dirinya akan senantiasa semangat.

Kelima,Isilah dengan kegiatan bermanfaat. Bila rasa malas menghampiri maka bersegeralah untuk menepisnya dengan mengerjakan kegiatan yang bermanfaat.

Keenam, Jangan lupa berdo’a.Do’a adalah kekuatan seorang muslim untuk menangkal virus malas dan godaan setan. Mintalah selalu kepada Allah SWT agar tetap semangat dan jauh dari sifat malas.“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas; dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian.”[HR Bukhari-Muslim).

Dik Tio yang baik, semoga dengan usaha tersebut Kita terhindar dari sifat malas. Allahumma amiin..[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #39

Apa UKURAN SUKSES itu?

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

drise-online.com – Mbk, apa sich ukuran sukses bagi seorang muslim, sy selalu saja merasa gagal…(Aditya, Jkrt)

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Aditya yang baik,

Setiap orang berharap menjadi pribadi sukses.Kebanyakan orang mengukur kesuksesan hanya berhasil secara materi, berprestasi, popular, bergaji besar, dan memiliki pangkat yang tinggi. Inilah penilaian yang kurang tepat dalam memaknai kata sukses. Penilaian ini menyebabkan banyak orang berlomba dan tergila-gila mendapatkannya. Para remaja pun berlomba – lomba ingin menjadi artis, sebab mereka mengira dengan mendapatkan banyak uang, popularitas inilah kesuksesan.

Dik Aditya yang baik,

Islam memberikan kriteria kesuksesan. Sukses merupakan keberhasilan seseorang untuk menjadi lebih baik dari masa lalunya  “ Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung(Al Hadist).Sukses adalahsesuatu yang tidak kasat mata. Ia tidak dikarenakan melimpahnya kekayaan, dan tidak bisa dibeli dengan harta benda. Puncak kesuksesan dan keberuntungan seorang muslim adalah ketika mendapatkan ridha Allah. Ini hanya akan bisa diraih oleh seorang muslim yang senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya. Ia akan melakukan segala sesuatu sebaik mungkin sebab Allah menyeru seorang muslim bersungguh- sungguh melakukan segala hal dengan tetap terikat aturan Islam.

Dik Aditya yang baik,

Banyak faktor yang menyertai jalan menuju kesuksesan. Salah satunya faktor semangat. Meski kegagalan sering menghadang, bukan berarti mustahil untuk sukses. Mulailah bermimpi. Lejitkan potensi diri. Jangan takut mencoba, apalagi takut gagal. Munculkan “the best of us”. Hal terbaik yang Adik miliki, meski berbagai aral melintang. Adik pasti bisa. Tidak ada kata gagal dalam hidup ini. Sejatinya yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Meski harus jatuh bangun, Adik harus tetap semangat dan bangkit menghadainya. Tidak ada orang kalah dalam hidup ini selama ia mau berusaha dan tawakal kepada Allah. Kalau orang lain bisa, tentu Adik juga bisa karena Allah bersama kita. Jadilah seorang muslim pemenang sejati yaituseorang muslim yang terus merakit keberhasilan, meski sering menemui kegagalan. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38